Tuesday, 23 July 2019

Tari Karonsih


Tari Karonsih
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

tari asal jawa timur

Tari Karonsih berasal dari Jawa Timur. Kata karonsih berasal dari bahasa Jawa kekaron atau sakloron tansah asih yang artinya keduanya saling mencintai. Tarian ini melambangkan kisah asmara Dewi Sekartaji yang biasa disebut putri Galuh Candra Kirana dengan kekasihnya yang bernama Panji Asmara Bangun.
Tari Karonsih sering ditampilkan pada acara resepsi pernikahan. Diharapkan dengan adanya tarian ini, maka percintaan kedua mempelai bagaikan cinta kasih Galuh Candra Kirana dengan Panji Asmara Bangun. Tarian ini mengisahkan kecintaan dan kerinduan Galuh Candra Kirana saat ditinggal oleh suaminya, Panji Asmara Bangun.
Galuh Candra Kirana merupakan putri dari Kerajaan Kertamata asal Kediri dan Panji Asmara Bangun adalah putra dari Prabu Lembu Amiluhur Raja Jenggala. Dikisahkan Panji Asmara Bangun harus meninggalkan keraton dengan menyamar sebagai orang biasa untuk mengetahui keadaan seluruh masyarakat Kerajaan Kediri. Kepergian tanpa pamit tersebut membuat Galuh Candra Kirana menjadi kelimpungan. Sebagai seorang istri, ia merasa kehilangan akan belahan jiwanya. Bersama inangnya, Galuh Candra Kirana berusaha mencari keberadaan Panji Asmara Bangun. Galuh menunggu dan terus menunggu kedatangan sang suami, tetapi yang ditunggu tidak kunjung datang. Galuh mencari keberadaan Panji Asmara Bangun dan dia berdoa kepada Sang Maha Kuasa, agar tidak terjadi sesuatu kepada suami tercintanya. Tanpa dia sadari, di tengah-tengah doanya, sang pujaan hati datang menghampiri, tetapi dengan sedikit jual mahal. Galuh lalu pergi, kecewa karena dibiarkan menunggu terlalu lama. Mengetahui bahwa sang istri kecewa, Panji Asmara Bangun mencoba merayunya dengan berbagai cara. Mulai dari mengejarnya hingga mengambilkan bunga kesukaan Galuh dan memakaikannya di kepala Galuh Candra Kirana. Akhirnya Galuh takluk dan gembira menari bersama suaminya tercinta.
Tarian ini biasanya ditampilkan pada pesta perkawinan adat Jawa. Setelah upacara adat bersama sanak keluarga, pengantin bersama kedua orang tua dan pager ayu diiringi penari cucuk lampah menuju pelaminan. Setelah duduk di pelaminan inilah Tari Karonsih ditampilkan, namun ada juga yang menampilkan penari pria sebagai tokoh Panji Asmara Bangun ikut mengiringi pengantin sebagai penari cucuk lampah. Sebelum pernikahan dimulai, biasanya penari pria akan membimbing pengantin dan keluarga menuju ke pelaminan.
Dengan iringan ladrang temanten, penari dan pengantin serta keluarga berjalan bersama ke pelaminan. Penari pria akan menari gila-gilaan atau hanya tayungan (berjalan pelan untuk penari putra alus dan gagah). Ketika semua pengantin dan semua keluarga sudah berada di pelaminan, Tari Karonsih pun langsung disajikan setelah berdoa bersama dan beberapa patah kata dari keluarga.
Read More

Sunday, 21 July 2019

Media Pembelajaran Powtoon


Media Pembelajaran Powtoon
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

powtoon animation maker

Teknologi informasi dan komunikasi terus mengalami perkembangan seiring berkembangnya zaman. Berbagai perangkat lunak (software) bertebaran dari yang instan sampai yang kompleks. Tidak sedikit juga tersedia perangkat lunak yang gratis, salah satunya powtoon.
Powtoon merupakan layanan online untuk membuat sebuah paparan yang memiliki fitur animasi sangat menarik, seperti animasi tulisan tangan, animasi kartun, dan efek transisi yang hidup serta pengaturan timeline yang sangat mudah. Penggunaan media pembelajaran mampu membangkitkan minat dan motivasi belajar peserta didik sehingga siswa mau belajar lebih giat dan mampu cepat mencapai tujuan belajar. Terlebih lagi beberapa media pembelajaran yang dirancang secara interaktif dan menarik mampu membuat pembelajaran secara aktif terlibat dalam pembelajaran.
Ria (dalam Zhang, 2012, hlm. 498) menjelaskan bahwa “animasi dapat menjadikan pembelajaran menjadi lebih efisien, menjadikan siswa dapat memahami materi untuk jangka panjang dan meningkatkan ketertarikan siswa”. Kelebihan lain dari penggunaan powtoon adalah guru dapat memproduksi sendiri media animasinya sesuai dengan kebutuhan yang dapat diakses secara gratis dan mudah dalam pengoperasiannya.
Powtoon mudah digunakan dalam proses pembuatan sebuah paparan. Paparan yang memiliki banyak karakter kartun, model animasi, dan benda-benda kartun lainnya membuat layanan ini sangat cocok digunakan untuk membuat media ajar, khususnya untuk para pelajar yang suka dengan suasana santai dan nonformal dalam pembelajaran di kelas.
Adapun manfaat media pembelajaran powtoon sebagai berikut:
1. Media powtoon dapat memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan).
2. Media powtoon dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, seperti objek yang terlalu besar atau kecil, dapat digantikan dengan gambar, film bingkai, film, atau model.
3. Media powtoon dapat mengatasi gerak yang terlalu lambat atau cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography. Objek yang terlalu kompleks dapat disajikan dengan model dan diagram. Konsep yang terlalu luas juga dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dan lain sebagainya.
4. Media powtoon dapat mengatasi penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi yang dapat mengatasi sikap pasif anak, seperti menimbulkan kegairahan belajar, memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan, memungkinkan anak didik belajar mandiri menurut kemampuan dan minatnya, memberikan perangsang pembelajaran yang sama, mempersamakan pengalaman, serta menimbulkan persepsi yang sama.
Di dalam setiap media pembelajaran tentunya memiliki kelebihan maupun kelemahan. Media pembelajaran powtoon memiliki sejumlah kelebihan sebagai berikut:
1. Interaktif.
2. Mencakup segala aspek penginderaan.
3. Variatif.
4. Dapat memberikan feedback.
5. Penggunaannya praktis dan memotivasi.
Adapun kelemahan penggunaan media pembelajaran powtoon, di antaranya:
1. Ketergantungan pada ketersediaan dukungan sarana teknologi.
2. Membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memadai untuk mengoperasikannya.
3. Memerlukan kreatifitas guru untuk membuat paparan yang menarik.

Referensi
Zhang, Y. A. (2012). Developing Animated Cartoons for Economic Teaching. Journal of University Teaching & Learning Practice, 9(2), hlm. 496-511.
Read More

Saturday, 20 July 2019

Cara Perkembangbiakan Hewan


Cara Perkembangbiakan Hewan
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Berkembang biak merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Berkembang biak merupakan proses memperbaharui keturunan pada makhluk hidup untuk mempertahankan jenisnya. Adapun hewan dapat berkembang biak secara generatif maupun vegetatif. Lebih lanjut dijelaskan sebagai berikut:

1. Hewan berkembang biak secara generatif
Perkembangbiakan secara generatif terjadi karena adanya pembuahan sel telur oleh sel sperma. Sel sperma dihasilkan hewan jantan, sedangkan sel telur dihasilkan hewan betina.
Berdasarkan caranya, pembuahan pada hewan dibedakan menjadi dua, yakni:

a. Pembuahan di luar tubuh (fertilisasi eksternal)

Cara Perkembangbiakan Hewan

Pembuahan di luar tubuh terjadi karena penggabungan sel telur dan sperma terjadi di luar tubuh induknya. Contohnya pada ikan dan katak.

b. Pembuahan di dalam tubuh (fertilisasi internal)

Cara Perkembangbiakan Hewan

Pembuahan di dalam tubuh artinya penggabungan sel telur dan sel sperma terjadi di dalam tubuh induknya. Pembuahan di dalam tubuh terutama terjadi pada jenis hewan reptilia, unggas, dan mamalia.

Perkembangbiakan secara generatif pada hewan dibedakan menjadi tiga, sebagai berikut:

a. Hewan yang berkembang biak dengan bertelur (ovipar)

Cara Perkembangbiakan Hewan

Pada hewan bertelur, pertumbuhan dan perkembangan embrio terjadi di luar tubuh induknya. Embrio tersebut dibungkus dan dilindungi oleh cangkang. Embrio di dalam telur ini dilengkapi dengan kuning telur (yolk). Kuning telur digunakan sebagai cadangan makanan untuk perkembangan embrio. Jika embrio telah tumbuh sempurna, telur akan menetas dan keluarlah invidu baru. Hewan yang berkembang biak secara bertelur disebut ovipar. Ayam, burung, penyu, dan berbagai jenis serangga merupakan contoh hewan bertelur.

b. Hewan yang berkembang biak dengan melahirkan (vivipar)

Cara Perkembangbiakan Hewan

Pada hewan yang melahirkan anak, sel telur dibuahi oleh sperma di dalam tubuh induknya. Pertumbuhan dan perkembangan embrio terjadi di dalam tubuh induknya. Embrio akan berada di dalam tubuh induknya sampai waktunya dilahirkan. Hewan yang berkembang biak secara melahirkan disebut vivipar. Contohnya jenis hewan mamalia, seperti sapi, kucing, kambing, gajah,  singa, paus, dan lumba-lumba.

c. Hewan yang berkembang biak dengan bertelur-melahirkan (ovovivipar)

Cara Perkembangbiakan Hewan

Selain hewan ovipar dan vivipar, terdapat juga hewan yang dapat bertelur-melahirkan. Hewan demikian disebut dengan ovovivipar. Pada hewan tersebut, setelah terjadi pembuahan, telur terus berkembang di dalam tubuh induknya. Makanan yang dibutuhkan embrio tidak berasal dari induk, melainkan berasal dari cadangan makanan yang terdapat di dalam telur. Setelah tiba waktunya dilahirkan, anak akan keluar dari tubuh induknya. Contoh hewan ovovivipar adalah ikan hiu, ikan pari, dan beberapa jenis ular.

2. Hewan berkembang biak secara vegetatif
Perkembangbiakan secara vegetatif hanya terjadi pada hewan-hewan tingkat rendah. Perkembangbiakan secara vegetatif berarti hewan tersebut berkembang biak secara tidak kawin. Perkembangbiakan secara vegetatif pada hewan dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:

a. Tunas

hydra

Perkembangbiakan dengan cara pembentukan tunas terjadi pada hydra. Hydra merupakan hewan yang tidak bertulang belakang. Hydra hidup pada air tawar. Pada tubuh hydra dewasa akan muncul tonjolan. Tonjolan tersebut akan terus tumbuh dan membesar. Ketika sudah cukup besar, tunas itu akan terlepas dari tubuh induknya. Tunas yang terlepas akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru.

b. Fragmentasi

planaria

Fragmentasi adalah perkembangbiakan yang berasal dari potongan tubuhnya sendiri. Contoh hewan yang berkembang biak dengan cara fregmentasi adalah planaria. Cacing planaria merupakan cacing pipih. Planaria dapat kita temukan di bawah bebatuan di sungai. Ukurannya sangat kecil. Jika kita potong salah satu bagian tubuhnya, potongan tubuh tersebut akan tumbuh menjadi individu baru.
Read More

Friday, 19 July 2019

Program Semester (Prosem)


Program Semester (Prosem)
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

prosem

Program semester atau prosem merupakan penjabaran dari program tahunan yang berisi hal-hal yang ingin dicapai pada semester tersebut. Program semester adalah rumusan kegiatan belajar mengajar untuk satu semester yang kegiatannya didasarkan pada materi yang tertuang dalam Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD).
Program semester dibuat berdasarkan pertimbangan alokasi waktu yang tersedia, jumlah pokok bahasan yang ada dalam semester tersebut, dan frekuensi ujian yang disesuaikan dengan kalender pendidikan. Program semester akan mempermudah guru dalam merencanakan alokasi waktu mengajarkan materi yang harus dicapai dalam semester tersebut. Pada dasarnya yang menjadi isi dari program semester adalah apa yang tercantum dalam Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP), tetapi terdapat perluasan dan kelengkapan sehingga membentuk suatu program kerja pengajaran.
Menurut Usman (2002, hlm. 54) “penyusunan program semester berfungsi sebagai acuan menyusun satuan pelajaran, acuan kalender kegiatan belajar mengajar, dan untuk mencapai efesiensi dan efektifitas penggunaan waktu belajar yang tersedia”. Pada penyusunan program semester, referensi yang digunakan adalah “kalender pendidikan, GBPP mata pelajaran, hasil analisis mata pelajaran, dan format program semester” (Suherman, 2001, hlm. 120).
Unsur-unsur yang biasanya terdapat di dalam program semester menurut Sagala (2003, hlm. 165), antara lain:
1. Tujuan
Tujuan yang dicantumkan dalam program semester adalah tujuan-tujuan yang masih bersifat umum yang diambil dari KI dan KD, yaitu tujuan kurikuler dan tujuan instruksional.
2. Pokok bahasan
Pokok bahasan merupakan judul materi yang akan dipelajari atau diajarkan dalam satu semester. Perencanaan pembelajaran, menyusun pokok bahasan dan sub pokok bahasan dalam satu semester, dengan memperhitungkan bahwa pokok bahasan tersebut dapat diselesaikan dalam satu semester dengan pemenuhan kualitas yang dipersyaratkan.
3. Metode mengajar
Metode mengajar adalah cara yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi pelajaran. Di dalam program semester hendaknya dicantumkan metode-metode mengajar yang direncanakan akan digunakan dalam mengajarkan setiap pokok bahasan. Penentuan metode mengajar ditentukan juga oleh tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya.
4. Media dan buku sumber
Di samping metode mengajar untuk setiap pokok bahasan dicantumkan pula media dan buku sumber yang digunakan. Pencantuman buku sumber meliputi nama penulis, judul buku, tahun terbit, dan penerbit, juga bagian atau bab yang diacu dalam pengajaran pokok bahasan.
Media akan memudahkan siswa dalam mengalami, memahami, dan mengerti terhadap pelajaran yang disampaikan oleh guru.
5. Evaluasi pengajaran
Di dalam program semester hendaknya dicantumkan kegiatan-kegiatan evaluasi yang dilaksanakan di luar masing-masing pokok bahasan, seperti evaluasi. Evaluasi digunakan untuk mengetahui tingkat pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Evaluasi digunakan juga untuk memperbaiki bahan ataupun juga metode pengajaran yang telah digunakan.
6. Waktu
Untuk setiap pokok bahasan dan kegiatan evaluasi dalam semester, perlu dicantumkan jumlah waktu yang dialokasikan, sehingga dapat diketahui sejak awal apakah program semester yang dibuat tersebut dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Adapun langkah-langkah penyusunan program semester menurut Suherman (2001, hlm. 122) sebagai berikut:
1. Menghitung jumlah minggu/hari efektif dalam satu semester yang ada dalam kalender pendidikan.
2. Menghitung jumlah jam pelajaran efektif untuk tatap muka dan non tatap muka. Dihitung dengan jumlah minggu efektif dikalikan dengan jam pertemuan.
3. Mendistribusikan alokasi waktu berdasarkan pokok bahasan dalam GBPP, jumlah jam efektif tatap muka, dan kegiatan pada jam efektif non tatap muka.
4. Merumuskan program alokasi waktu per semester.

Referensi
Sagala, S. (2003). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Suherman, W. S. (2001). Pengembangan Kurikulum Pendidikan Jasmani. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Usman, M. U. (2002). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Read More

Kategori