Saturday, 22 September 2018

Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Republik Indonesia


Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Republik Indonesia
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

pembukaan UUD 1945

Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 beserta pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam pembukaannya merupakan sumber hukum tertinggi dari hukum yang berlaku di Indonesia. Pembukaan UUD 1945 juga merupakan sumber motivasi dan aspirasi perjuangan serta tekan bangsa Indonesia mencapai tujuannya.
Pada pembukaan UUD 1945 terdapat empat (4) alinea yang merupakan sumber hukum tertinggi. Teks pembukaan UUD 1945, sebagai berikut:
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”.
“Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negera Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur”.
“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.
“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada:
Ketuhanan Yang Maha Esa,
kemanusiaan yang adil dan beradab,
persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,
serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Dibuatnya pembukaan UUD 1945 pastinya mempunyai sebuah tujuan. Tujuannya agar masyarakat Indonesia mendapatkan keadilan dan kemakmuran baik secara materi maupun spiritual. Jika diperhatikan, tujuan bangsa Indonesia yang tercantum dalam UUD 1945 mencakup tiga (3) hal, yakni:
1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
2. Memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
3. Ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Sedangkan jika berdasarkan susunan Pembukaan UUD 1945, maka dapat dibedakan empat macam tujuan sebagaimana terkandung dalam empat alinea dalam Pembukaan UUD 1945, sebagai berikut:
1. Alinea I, untuk mempertanggungjawabkan bahwa pernyataan kemerdekaan sudah selayaknya, karena berdasarkan atas hak kodrat yang bersifat mutlak dari moral bangsa Indonesia untuk merdeka.
2. Alinea II, untuk menetapkan cita-cita bangsa Indonesia yang ingin dicapai dengan kemerdekaan yaitu terpeliharannya secara sungguh-sungguh kemerdekaan dan kedaulatan negara, kesatuan bangsa, negara, dan daerah atas keadilan hukum dan moral, bagi diri sendiri dan pihak lain serta kemakmuran bersama yang berkeadilan.
3. Alinea III, untuk menegaskan bahwa proklamasi kemerdekaan menjadi permulaan dan dasar hidup kebangsaan dan kenegaraan bagi seluruh warga Indonesia yang luhur dan suci dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
4. Alinea IV, untuk melaksanakan segala sesuatu tersebut dalam perwujudan dasar-dasar tertentu yang tercantum dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945, sebagai ketentuan pedoman dan pegangan yang tetap dan praktis, yaitu dalam realisasi hidup bersama dalam suatu negara Indonesia yang berlandaskan Pancasila.
Read More

Friday, 21 September 2018

Tari Orek-Orek


Tari Orek-Orek
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Tari Orek-Orek ngawi

Tari orek-orek diciptakan pada tahun 1981 oleh Ibu Sri Widajati, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi yang menjabat sebagai penilik kebudayaan. Ibu Sri Widajati juga menjadi pimpinan sanggar tari yang bernama Sanggar Sri Budaya. Sanggar tersebut didirikan oleh Ibu Sri Widajati pada tahun 1980. Sanggar Sri Budaya berlokasi di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi.
Ibu Sri Widajati menciptakan tari orek-orek didasari oleh keinginan Pemerintah Kabupaten Ngawi  untuk mengangkat kembali kesenian orek-orek yang dahulu pernah eksis di Ngawi dengan cara memunculkan kesenian baru, yakni tari orek-orek. Kesenian orek-orek eksis di Ngawi pada tahun 1940-an hingga 1970-an. Pada tahun 1981 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi yaitu Seksi Kebudayaan diberi tugas oleh Bupati Ngawi untuk merancang seni tari orek-orek.
Setelah dilakukan riset mengenai kesenian orek-orek, Penilik Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi yang pada waktu itu dijabat oleh Ibu Sri Widajati berusaha menciptakan tari orek-orek. Ibu Sri Widajati berhasil menginovasi kesenian orek-orek menjadi tari orek-orek khas Ngawi dengan mengambil unsur-unsur yang terdapat dalam kesenian orek-orek, yaitu (1) gending orek-orek, dan (2) lirik lagu orek-orek dalam kesenian orek-orek. Gending tersebut digunakan sebagai pengiring tari orek-orek. Selain gending dan lirik, gerakan atau koreografi tari orek-orek terinspirasi dari sejarah lahirnya kesenian orek-orek. Gerakan dalam tari orek-orek mencoba menginovasi sejarah perkembangan kesenian orek-orek yang menggambarkan orang sedang bekerja membangun suatu bangunan yang seperti dilakukan oleh pencipta kesenian orek-orek.
Sebagai suatu bentuk sajian kesenian rakyat, nilai hiburan cukup menonjol dalam tari orek-orek. Hal ini dapat dilihat dari garapan gending pengiring dan pola gerak tarinya. Musik untuk mengiringi tari orek-orek menggunakan laras sendro yang mampu memberi kesan sigrak dan bersemangat. Terdapat beberapa bagian yang membutuhkan teriakan “jes jes jes”, yang ditujuakan sebagai penguat suasana, sehingga kesan suka ria lebih menonjol lagi. Peran pengrawit sangat mendukung, utamanya pengendang. Hubungan pengendang dengan sajian tari secara keseluruhan sangat erat. Pada setiap pergantian gerak selalu ditandai dengan hentakan kendang. Bukan hanya itu, hentakan bunyi kendang pun hampir mendominasi setiap celah yang ada, baik dalam gending pengiring maupun pola gerakan tarinya.
Tari orek-orek dilakukan secara berpasangan antara laki-laki dan perempuan. Biasanya jumlah penari maksimal delapan (8) orang atau empat (4) pasang. Tari orek-orek diiringi oleh pengrawit, yakni sekumpulan orang yang memainkan alat musik gamelan di mana setiap orang memainkan instrumen yang berbeda. Jumlah pengrawit dalam pementasan tari orek-orek ada 12 orang, masing-masing memegang kendang, siter, gong, kempul, bonang, gender, slenthem, kenong, dan saron.
Terdapat lagu khusus yang dinyanyikan oleh sinden untuk mengiringi tari orek-orek. Lagu tersebut diciptakan oleh penata musik tari orek-orek yang bernama Suripto. Lirik pada lagu pengiring tari orek-orek sebagai berikut:
Orek-orek puniki kesenian saking Ngawi
Pramiyarsa kakung putri wit kina nganti saiki
Aduh Gusti mugi-mugi antuk berkahing Hyang Widhi
Eoe ae oe ae o e o e ao eo ao e
Kagunan langen beksa wehlukuring budaya
Nadyan amung sepala rasane kok mirasa
Pra kanca ama karya dimen lestari widada
Tuwa mudha gotong royong saiyek saekapraya
Eoe ae oe ae o e o e ao eo ao e 2x
Gerakan tari orek-orek cenderung monoton, sederhana, dan diulang-ulang. Hal tersebut merupakan ciri khas tari tradisional. Meskipun begitu, gerakan tari orek-orek sangatlah dinamis dan indah. Urutan ragam gerak tari orek-orek sebagai berikut:
1. Sembahan
Gerak sembahan merupakan gerakan pembuka pada tari orek-orek yang berfungsi sebagai salam penghormatan kepada para penonton. Untuk penari putri gerakan ini dilakukan dengan posisi badan berdiri dengan lutut  agak ditekuk dan tumpuan badan di tengah, kedua telapak tangan ditempelkan di depan dagu. Untuk penari putra kedua kaki dibuka dan tumpuan berat badan berada di kaki kanan, kedua telapak tangan ditempelkan di depan dada.
Gerakan sembahan menggambarkan penghormatan. Maknanya adalah agar menghormati semua orang, karena jika ingin dihormati oleh orang lain harus menghormati orang lain terlebih dahulu.
2. Lampah lembehan
Gerakan penari putra dan putri sama, yaitu berjalan di tempat dengan mengayunkan kedua tangan secara bergantian, namun langkah kaki penari putra lebih besar dibanding penari putri. Tangan kiri memegang ujung sampur dan tangan kanan tanpa sampur. Tangan kanan penari putra ditekuk ke atas membentuk siku-siku dengan telapak tangan menghadap atas, sedangkan tangan kiri lurus dengan telapak tangan menghadap samping, dan dilakukan secara bergantian kanan kiri.
Gerakan ini menggambarkan orang yang menata atau mempersiapkan peralatan dan perlengkapan yang akan digunakan untuk bekerja. Maknanya adalah sebelum mengerjakan sesuatu hendaknya butuh persiapan terlebih dahulu.
3. Kencrongan
Posisi tangan kanan lurus ke samping dan tangan kiri ditekuk di depan pinggul, sedangkan posisi kaki kanan lurus dan kaki kiri ditekuk di bagian kanan dengan jari-jari kaki menyentuh lantai. Tangan kanan tersebut kemudian digerakkan bersamaan dengan kaki kanan yang ditekuk di belakang kaki kiri. Gerakan penari putra dan putri sama, hanya volume gerak penari putra lebih besar. Jika posisi kaki penari putri berada di bagian belakang kaki kanan, untuk penari putra posisi kaki kiri justru berada di depan kaki kanan. Posisi tangan kanan lurus ke samping kanan dan tangan kiri ditekuk di depan dada, kemudian badan digerakkan ke kanan dan ke kiri.
Gerakan ini menggambarkan orang yang menata atau mempersiapkan peralatan dan perlengkapan yang akan digunakan untuk bekerja. Maknanya adalah sebelum mengerjakan sesuatu hendaknya butuh persiapan terlebih dahulu.
4. Lawungan
Gerakan lawungan sama dengan dengan gerakan kencrongan, bedannya adalah sampur disampirkan di atas tangan yang dibentangkan ke samping, dan posisi tangan kanan penari putra tidak dibentangkan.
Gerakan ini menggambarkan orang yang menata atau mempersiapkan peralatan dan perlengkapan yang akan digunakan untuk bekerja. Maknanya adalah sebelum mengerjakan sesuatu hendaknya butuh persiapan terlebih dahulu.
5. Srisikan I
Tangan kanan penari putri mengambil sampur dari tengah kemudian disibakkan ke samping. Untuk penari putra posisi jempol tangan kanan ditekuk dan tangan kanan di depan dada dan telapak tangan kiri menghadap ke atas. Kedua gerakan ini dilakukan secara bergantian dengan tangan kanan dan kiri, sambil posisi kaki kiri sedikit melangkah kemudian dihentak-hentakkan.
Gerakan ini menggambarkan orang yang berangkat bekerja. Maknanya adalah supaya terus bekerja dan jangan menjadi pemalas.
6. Mususi
Posisi jempol tangan kiri ditekuk dan tangan kanan di depan dada dan telapak tangan kiri menghadap ke atas. Kemudian ulangi gerakan secara bergantian antara tangan kanan dan kiri sehingga menyerupai gerakan membersihkan beras.
Gerakan ini menggambarkan orang yang menghaluskan hasil pekerjaan. Maknanya adalah dalam mengerjakan sesuatu harus dengan baik dan tidak boleh asal.
7. Genjlengan I
Kedua tangan masing-masing ditekuk di samping pinggang sambil mengenggam sampur kemudian kepala dipatahkan ke kanan dan ke kiri bergantian. Posisi kedua kaki penari putra dibuka dan tumpuan berat badan berada di kanan, sedangkan posisi tangan kanan di pinggang dan tangan kiri lurus ke samping. Dilanjutkan dengan kepala dipatahkan ke kanan dan ke kiri.
Gerakan ini menggambarkan orang yang sedang meminum air. Maknanya adalah dalam bekerja hendaknya memperhatikan kesehatan, kalau waktunya istirahat jangan lupa untuk makan dan minum agar nutrisi terpenuhi.
8. Lintang alihan
Sampur penari putri diletakkan di pundak kiri. Tangan kanan ditekuk ke atas dengan posisi telapak tangan menghadap atas dan tangan kiri ditekuk di depan pinggang. Posisi tangan bergantian kanan dan kiri bersama dengan melangkah ke kanan dan kiri. Untuk penari putra tidak menyampirkan sampur, selebihnya sama.
Gerakan ini menggambarkan orang yang berpindah menyelesaikan salah satu pekerjaan yang telah selesai ke pekerjaan yang lain yang belum diselesaikan. Maknanya adalah harus menyelesaikan tanggung jawab hingga beres dan jangan setengah-setengah.
9. Ogek tawing
Gerakan ini sama untuk penari putra dan putri. Posisi tangan kiri di pinggang lalu tangan kanan ditekuk ke atas dengan posisi telapak kanan di depan jidat menghadap ke bawah kemudian tengok ke kanan dan kiri, kemudian tangan kanan ditekuk di bawah telinga kiri.
Gerakan ini menggambarkan orang yang mengecek atau melihat hasil pekerjaan dari kanan dan kiri. Maknanya adalah jika selesai mengerjakan sesuatu hendaknya diteliti kembali guna mengetahui apakah pekerjaan tersebut telah benar-benar selesai dengan benar atau belum.
10. Laku telu
Melangkah maju mundur tiga (3) kali dari kanan ke kiri. Posisi tangan kanan memegang sampur ditekuk ke belakang bahu kanan dan tangan kiri lurus ke samping kanan memegang ujung sampur kemudian ditekuk dan diluruskan lagi bersama dengan langkah kaki kanan kiri.
Gerakan ini menggambarkan orang yang berpindah menyelesaikan salah satu pekerjaan yang telah selesai ke pekerjaan yang lain yang belum terselesaikan. Maknanya adalah harus menyelesaikan tanggung jawab hinga beres dan jangan setengah-setengah.
11. Miwir sampur
Tangan kiri penari putri di pinggang dan tangan kanan memegang ujung sampur lalu dikibas-kibaskan, sedangkan penari putra sebaliknya.
Gerakan ini menggambarkan orang yang beristirahat sambil berkipas-kipas. Maknanya adalah dalam bekerja jangan terlalu memforsir diri, sesekal butuh istirahat agar tubuh tetap fit dan maksimal dalam mengerjakan pekerjaan.
12. Genjlengan II
Mengulangi gerakan gejlengan.
13. Pondongan
Tangan kiri menggenggam ujung sampur dan tangan kanan memegang pangkal sampur. Kaki kanan melangkah ke kanan dan kaki kiri melangkah tetapi di belakang kaki kanan.
Gerakan ini menggambarkan orang yang membawa sesuatu seperti batu, pasir, dan bahan serta alat-alat kerja yang lain. Maknanya adalah dalam mengerjakan sesuatu hendaknya memiliki persiapan baik persiapan mental maupun materi terlebih dahulu.
14. Trap gelung
Tangan kanan penari putri ditekuk di depan jidat dan jari-jari tangan kiri membentuk lingkaran di bawah telinga kemudian melakukan gerakan seperti mengusap. Tangan kanan penari putra sama dengan tangan kiri penari putri, tetapi tangan kanannya diluruskan ke depan sambil memperlihatkan telapak tangannya. Gerakan ini dilakukan bergantian ke kanan dan kiri.
Gerakan ini menggambarkan orang yang menyibakkan rambut atau lainnya yang menganggu dirinya dalam mengerjakan pekerjaan. Maknanya adalah singkirkan sesuatu yang dianggap menggangu dalam penyelesaian pekerjaan.
15. Keplok setan
Penari putri dan putra berhadapan dengan posisi kedua telapak tangannya lurus ke depan sehingga saling bertemu. Dilanjutkan dengan kedua tangan ditekuk di atas bahu kemudian di paha masing-masing. Gerakan diulang-ulang.
Gerakan ini menggambarkan orang yang sambil beristirahat bersama-sama bercanda dan bermain-main dengan riang gembira. Maknanya adalah dalam bekerja pasti memiliki rekan kerja. Di dalam memperlakukan rekan kerja hendaknya dengan baik dan jangan mencuekan rekan kerja.
16. Lambah lembehan, ogek angguk
Mengulangi gerakan kedua. Kemudian posisi tangan kiri di pinggang lalu tangan kanan ditekuk ke atas dengan posisi telapak kanan di depan jidat menghadap ke bawah kemudian angguk-anggukan kepala, kemudian tangan kanan ditekuk di bawah telinga kiri. Gerakan ini sama untuk penari putra dan putri.
Gerakan ini menggambarkan orang yang berjalan melihat-lihat/mengecek pekerjaan yang lain, sudah selesai atau belum. Maknanya adalah agar meneliti pekerjaan yang sedang dikerjakan apakah terdapat kesalahan atau sudah benar.
17. Srisikan II, terdiri atas lawung, laku lilingan, dan kretekan
Mengulangi gerakan keempat. Kemudian tangan kanan kedua penari ditekuk ke atas dan tangan kiri ditekuk ke bawah, lalu diayunkan bergantian dengan langkah kaki. Setelah itu kaki kanan penari putra jinjit di depan kaki kirinya. Tangan kanan penari putri menarik sampur ke dada, posisi kaki sama dengan penari putra. Kemudian kedua penari berpindah tumpuan secara bergantian.
18. Laku tawingan
Tangan kiri kedua penari ditekuk di pinggang. Tangan kanan penari putra lurus ke depan sambil menghadapkan telapak tanggannya ke atas. Tangan kanan penari putri ditekuk di depan dada sambil telapak tangannya dihadapkan ke samping kiri. Gerakan ini dilakukan bergantian ke kanan dan kiri.
Pada tari orek-orek terdapat makna simbolis yang terkandung di dalamnya, seperti pada kostum dan aksesoris penarinya yang mengandung makna filosofi yang terdapat dalam masyarakat suku Jawa, serta semua gerakan tarinya yang menggambarkan orang yang sedang bekerja membangun sebuah bangunan. Selain memiliki makna simbolis, tari orek-orek juga memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti nilai religius pada lagu pengiringnya yang berisi tentang doa dan pada gerakan sembahan, nilai moral pada makna semua gerakannya yang menggambarkan kesungguhan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan, dan nilai keindahan pada semua unsur yang terdapat dalam tari orek-orek.
Read More

Wednesday, 19 September 2018

Struktur Organisasi Koperasi


Struktur Organisasi Koperasi
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Struktur organisasi koperasi secara umum tidak jauh berbeda dengan konsep struktur manajemen modern. Struktur organisasi mengandung pengertian sejumlah alat atau perlengkapan yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
Struktur organisasi koperasi minimal terdiri atas tiga (3) hal, yakni (1) rapat anggota, (2) pengurus, dan (3) pengawas. Ketiga aspek tersebut adalah satu kesatuan dan harus berjalan simultan. Bila digambarkan hubungan kerja antar perangkat, sebagai berikut:

perangkat koperasi

Lebih lanjut ketiga perangkat tersebut dijelaskan sebagai berikut:
1. Rapat anggota
Rapat anggota merupakan forum tertinggi koperasi yang dihadiri oleh anggota sebagai pemilik. Wewenang rapat anggota menetapkan, antara lain:
a. Anggaran Dasar (AD)/Anggaran Rumah Tangga (ART).
b. Kebijakan umum organisasi, manajemen, dan usaha koperasi.
c. Memilih, mengangkat, dan memberhentikan pengurus dan pengawas.
d. Rapat Garis Besar Program Kerja (RGBPK) dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi (RAPBK).
e. Pengesahan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas.
f. Pembubaran koperasi.
Rapat anggota dapat berbentuk Rapat Anggota Tahunan (RAT), Rapat Anggota Komisariat (RAK), dan Rapat Anggota Luar Biasa (RALB). Rapat anggota dianggap sah apabila dihadiri oleh lebih dari setengah jumlah anggota dan disepakati oleh lebih dari setengah anggota yang hadir.

2. Pengurus
Pengurus koperasi merupakan pemegang kuasa rapat anggota untuk mengelola koperasi. Persyaratan calon pengurus dicantumkan dalam AD/ART. Syarat-syarat umum untuk menjadi pengurus koperasi, di antaranya:
a. Mempunyai sikap mental yang baik, dapat dilihat dari perilaku sehari-hari.
b. Mempunyai pengetahuan tentang koperasi.
c. Mempunyai waktu untuk mengelola koperasi.
Pengurus merupakan pimpinan kolektif yang terdiri atas sejumlah anggota pengurus. Tugas dan kewajiban pengurus, antara lain:
a. Pengurus bertugas mengelola koperasi sesuai keputusan rapat anggota.
b. Untuk melaksanakan tugas, pengurus berkewajiban:
1) Mengajukan program kerja.
2) Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban tugas.
3) Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris.
4) Menyelenggarakan administrasi.
5) Menyelenggarakan rapat anggota.
6) Pada prinsipnya rapat anggota diselenggarakan dan dipimpin oleh pengurus tetapi pengurus dapat diserahkan kepada anggota pada saat pertanggungjawaban pengurus.
c. Pengurus berwenang:
1) Mewakili koperasi di dalam dan di luar koperasi.
2) Melakukan tindakan hukum atau upaya lain untuk kepentingan anggota dan kemanfaatan koperasi.
3) Memutuskan penerimaan anggota dan pemberhentian anggota sesuai ketentuan AD/ART.

3. Pengawas
Pengawas seperti halnya pengurus dipilih oleh rapat anggota untuk mengawasi pelaksanaan keputusan rapat anggota. Pada prinsipnya, apabila pengawas menemukan penyimpangan, maka harus dikonsultasikan kepada pengurus untuk diambil tindakan, selanjutnya hasil pengawasan dilaporkan kepada rapat anggota.
Tugas, kewajiban, dan wewenang pengawas secara umum, antara lain:
a. Pengawas bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan organisasi.
b. Pengawas wajib membuat laporan tentang hasil kepengawasannya dan merahasiakan hasil laporannya kepada pihak ketiga.
c. Meneliti catatan dan fisik yang ada di koperasi dan mendapatkan keterangan yang diperlukan.
Read More

Tuesday, 18 September 2018

Lembar Penilaian Kemampuan Penampilan Mengajar (APKG 2)




Lembar Penilaian Kemampuan Penampilan Mengajar (APKG 2)

Karya: Rizki Siddiq Nugraha

APKG 2


Nama                                        
Sekolah/tempat Praktik
Kelas/semester               
Mata pelajaran/tema      
Waktu/jam ke                               
Hari. tanggal                     

Petunjuk                          
:
:
:
:
:
:
:

:
a.     Beri skor pada kolom skor dengan cara mengisi sesuai dengan kriteria sebagai berikut .
   1 = Sangat Kurang                               3 = Cukup
   2 = Kurang                                           4 = Memadai
b.     Tentukan nilai pada kolom nilai dengan cara menentukan nilai = jumlah skor : 4

ASPEK / DESKRIPTOR

SKOR

NILAI

1a.  Kegiatan Pra KBM

a.     Menata ruang, alat bantu, dan sumber belajar dengan cermat

 

               

b.                     Menyapa siswa dengan salam

 

c.                     Memeriksa kehadiran siswa

 

d.                     Mengkondisikan diri sendiri dan siswa untuk siap melakukan KBM

 

   1b. Kemampuan Membuka Pelajaran 

a.     Menarik perhatian siswa

 

 

b.                     Membangkitkan  motivasi siswa untuk belajar

 

c.                     Melakukan apersepsi: membangkitkan keingintahuan dan pengetahuan awal siswa

 

d.                     Memberi acuan  materi belajar  yang akan disajikan

 

Nilai (1a + 1b) : 2

 

2.     Sikap Guru Praktikan dalam Proses Pembelajaran 

              a. Suara dapat didengar oleh seluruh siswa dengan jelas

 

 

              b. Gerakan anggota tubuh dilakukan dengan wajar, luwes, dan proporsional

 

             c. Antusiasme, penampilan  dan kinerja guru kondusif bagi siswa dalam KBM

 

              d. Mobilitas dalam kelas dilakukan dengan wajar dan efektif

 

3.      Penguasaan Bahan Pembelajaran

             a. Penyajian bahan pembelajaran sesuai dengan KD, indikator, dan sumber belajar yang ditetapkan

 

 

             b. Pembahasan, pemberian contoh, serta dampak pengiring untuk sikap/perilaku sistematis dan tepat

 

             c. Menunjukan penguasan yang luas dan mendalam terhadap  bahan pembelajaran

 

             d. Dapat  merespons  pertanyaan/mengatasi  masalah yang berasal dari siswa

 

4.     Proses Pembelajaran

             a. Strategi/metode  pembelajaran sesuai jenis dan prosedur yang ditetapkan pada silabus

 

 

            b. Penyajian bahan pembelajaran berorientasi pada aktivitas dan keragaman siswa secara menyeluruh

 

             c. Penanganan individu /kelompok siswa dilakukan dengan efektif dan menyeluruh

 

d. Alokasi waktu dalam KBM dimanfaatkan  secara efektif dan proporsional

 

5.     Kemampuan Menggunakan Media Pembelajaran 

              a. Memperhatikan prinsip-prinsip penggunaan jenis alat peraga/media

 

 

             b. Ketepatan saat memilih  dan menggunakan alat/media dalam proses KBM

 

              c. Menguasai keterampilan dalam  mengoperasikan alat/media

 

              d. Alat yang digunakan dapat meningkatkan  kualitas  proses pembelajaran

 

6.     Evaluasi

             a. Menggunakan jenis penilaian yang relevan dengan jenis yang dirancang pada silabus

 

 

              b. Menggunakan penilaian yang relevan dengan indikator yang ditetapkan

 

             c. Menggunakan penilaian yang relevan dan proporsional dengan waktu yang tersedia

 

             d. Melaksanakan prosedur penilaian relevan dengan yang direncanakan

 

7.     Kemampuan Menutup Pembelajaran

              a. Meninjau kembali dan membimbing siswa menyimpulkan hasil belajar

 

 

             b. Melakukan evaluasi  secara klasikal terhadap partisipasi siswa  dalam  KBM

 

             c. Melakukan tindak lanjut pembentukan sikap dan perilaku atau menugaskan kegiatan ko-kurikuler

 

             d. Menata kembali kerapian/ suasana kelas agar kondusif bagi KBM berikutnya

 

8.     Kualitas Tulisan di Papan Tulis

              a. Tulisan efektif, efesien, dan mudah dibaca

 

 

              b. Grafikasi tulisan rapi dan lurus (tidak naik turun)

 

              c. Iliustrasi dan gambar bermakna bagi KBM

 

              d. Cara penulisan sesuai dengan kaidah PUEBI

 

9.     Penggunaan Bahasa Indonesia/Bahasa Pengantar

              a. Ucapan jelas dan mudah dimengerti oleh siswa

 

 

              b. Pembicaraan lancar  (tidak terbata-bata)

 

              c. Menggunakan kosakata bahasa Indonesia yang baku

 

              d. Berbahasa  dengan tata bahasa yang baik dan benar

 























ASPEK / DESKRIPTOR

SKOR

NILAI

10. Kemampuan Khusus dalam Mata Pelajaran Tertentu

(dinilai sesuai dengan alternatif mata pelajaran/tema yang dipilih /ditampilkan oleh guru praktikan)

      a.     Kemampuan Khusus dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia/Daerah

 

 

              a. Memberikan latihan keterampilan berbahasa

 

               

              b. Memberikan latihan keterampilan mengapresiasi bacaan

 

              c. Mengembangkan kemampuan  berkomunikasi dan nalar

 

              d. Memupuk kegemaran membaca

 

      b.     Kemampuan Khusus dalam Pembelajaran Matematika

 

 

             a. Berorientasi kepada pengembangan metematika dengan pendekatan realistik

 

 

             b. Menanamkan konsep matematika dalam diri siswa dengan  pendekatan manipulatif

 

              c. Menguasai dengan benar penggunaan simbol-simbol matematika

 

              d. Memberikan contoh penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari

 

      c .    Kemampuan Khusus dalam Pembelajaran IPA  

 

 

              a. Membelajarkan siswa berinteraksi dengan  benda/fenomena alam

 

 

             b. Mengembangkan keterampilan proses sains melalui pembelajaran bermakna

 

             c. Mengembangkan  kerja dan sikap ilmiah siswa sesuai tuntutan karakteristik IPA

 

             d. Mengaplikasikan  konsep sains dan sikap/perilaku dalam kehidupan sehari-hari siswa

 

      d .    Kemampuan Khusus dalam Pembelajaran PKn 

 

 

              a. Mengembangkan jatidiri peserta didik

 

 

             b. Mengembangkan pola pikir peserta didik sesuai dengan tuntutan norma/nilai

 

              c. Mengembangkan pola sikap nasionalisme

 

              d. Mengembangkan pola tindakan yang sesuai dengan norma

 

      e .    Kemampuan Khusus dalam Pembelajaran Pengetahuan Sosial 

 

 

              a. Mengembangkan pemahaman konsep IPS terpadu

 

 

              b. Mengembangkan pemahaman konsep ruang dan waktu

 

             c. Mengembangkan pemahaman hak dan kewajiban anggota keluarga, masyarakat, negara, dan bangsa

 

             d. Mengembangkan pemahaman nilai budaya dan moral dalam masyarakat, negara, dan bangsa

 

      f .     Kemampuan Khusus dalam Pembelajaran  Tematik

 

 

              a. Berorientasi pada karakteristik pembelajaran terpadu

 

 

              b. Mampu mengaktifkan siswa belajar sambil bermain

 

              c. Memfasilitasi siswa secara optimal untuk mengembangkan kecerdasan majemuk

 

              d. Mengembangkan gaya mengajar aktif selama pembelajaran

 

      g .    Kemampuan Khusus dalam Pembelajaran  SBdP

 

 

              a. Membangkitkan ide/perasaan/pikiran siswa melalui  media seni

 

 

              b. Mengembangkan rasa keindahan dan kreativitas seni siswa

 

              c. Mendemontrasikan /membimbing latihan  keterampilan dan seni siswa

 

              d. Mengelola pembelajaran dengan ragam media keterampilan/seni terpadu

 

Total Nilai (Maksimum = 40)

Nilai Akhir = Total Nilai : 10











Read More

Kategori