Monday, 16 January 2017

Analisis Wacana Iklan Mie Sedap



Analisis Wacana Iklan Mie Sedap
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
analisis wacana iklan mie sedap

Berbagai jenis layanan telah tersedia di Indonesia. Media promosi digunakan untuk meyakinkan konsumen. Perusahaan menawarkan berbagai keunggulan. Beragam keunggulan tersebut disampaikan melalui bahasa. Bahasa yang dikemas secara kreatif dimanfaatkan untuk mengiklankan suatu produk agar memikat konsumen.
Kekuatan iklan terletak pada bahasa, gambar, dan ilustrasi. Iklan berfungsi agar produk yang diproduksikan laku. Peningkatan penjualan merupakan ukuran keberhasilan iklan. Dengan kata lain iklan berperan penting dan sangat mempengaruhi proses pemasaran dan hasil penjualan suatu produk.
Bahasa yang digunakan dalam iklan elektronik maupun cetak seringkali tidak sesuai dengan kaidah bahasa yang baik dan benar. Iklan mengedapankan tampilan yang dikemas dengan bahasa memasyarakat, kontekstual, dan ‘gaul’. Kondisi ini menyebabkan keprihatinan bagi sebagian kalangan. Belum ada kriteria bagaimana sebaiknya bahasa iklan tersebut.
Sebagai bagian dari pengungkapan ide, iklan harus memiliki kesatuan atau keutuhan wacana. Sehingga informasi atau hal-hal yang diungkapkan dapat mudah dimengerti oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Suatu wacana dituntut memiliki keutuhan struktur. Keutuhan ini mencakup kohesi, koherensi, dan unsur-unsur gramatikal.
Tidak semua audiens dapat memahami makna kontekstual dari setiap soglan iklan yang ditayangkan televisi. Kesulitan ini disebabkan karena orang sulit memahami bahasa dan struktur iklan.
Secara ringkas, tulisan ini memaparkan pilihan kata yang digunakan dalam bahasa iklan mie sedap. Paparan ini menggunakan penelaahan pola pilihan kata dalam wacana iklan mie sedap dan makna acuan yang terkandung dalam wacana iklan mie sedap.
Berikut trankripsi iklan mie sedap:
(1) Mie sedap siapa yang suka
(2) Mie sedap semuanya suka
(3) Mie sedap siapa yang suka
(4) Yang suka kita semua
(5) Sotonya siapa yang suka
(6) Harumnya siapa yang suka
(7) Sedapnya siapa yang suka
(8) Dari lidah turun ke hati
(9) Fantastis, siap, terpercaya
(10) Yang kuah, goreng, dan karinya
(11) Pelopor inovasi rasa
(12) Semua puas sedapnya
Berdasarkan struktur teks ikan mie sedap ini terdiri dari kalimat-kalimat pertanyaan-pertanyaan menggunakan kata tanya siapa yang tidak diletakkan di awal kalimat pertanyaan. Kalimat tanya yang dimaksud terdapat pada data (1), (3), (5), (6), dan (7). Kalimat tanya di data (1) direspon di data (2). Kalimat tanya di data (3) direspon di data (4). Kalimat tanya di data (5), (6), dan (7) tidak direspon karena merupakan repetisi atau pengulangan. Kalimat di data (1), (2), dan (3) juga menggunakan gaya bahasa repetisi. Pengulangan diksi mie sedap secara beruntun di setiap awal kalimat pada data (1), (2), dan (3), serta pengulangan diksi siapa yang suka di setiap akhir kalimat pada data (5), (6), dan (7) sebagai penegasan terhadap apa yang ingin disampaikan. Pada data (1), (2), dan (3) ditegaskan tentang mie sedap, sedangkap pada data (5), (6), dan (7) ditegaskan siapa yang suka pada semua keuggulan-keunggulan dari mie (soto, harum, dan sedap). Data (9) menggunakan majas elipsis yang menghilangkan unsur subjek (mie sedap) apa yang dimaksudkan fantastis, siap, terpercaya.
Dari transkripsi teks iklan mie sedap, kebanyakan data tidak mengandung koherensi antar kalimat satu dengan yang lainnya. Kalimat pertama tidak berhubungan dengan kalimat selanjutnya, meskipun di beberapa kalimat menggunakan repetisi. Data yang saling berhubungan hanya data (3) dengan (4) dimana kalimat data (4) merupakan respon dari kalimat tanya di data (3).
Berikut analasis konteks makna dari transkripsi teks iklan mie sedap:
(1) Mie sedap siapa yang suka
Data (1) merupakan ajakan untuk menyukai mie sedap yang disimbolkan dengan pertanyaan.
(2) Mie sedap semuanya suka
Data (2) menggambarkan bahwa mie sedap disukai oleh semua orang, semua kalangan, semua jenjang usia, dan cocok dikonsumsi dimana saja untuk kondisi apapun.
(3) Mie sedap siapa yang suka
Data (3) merupakan pengulangan dari data (1) yang mempunyai makna yang sama dengan data (1).
(4) Yang suka kita semua
Data (4) merupakan sugesti yang diberikan oleh pencipta lirik (teks kalimat 4) kepada semua pembaca atau pendengar sehingga turut menyukai yang dimaksud (mie sedap)
(5) Sotonya siapa yang suka
Data (5) merupakan kalimat tanya dengan penanda kata tanya siapa yang bermaksud mengajak atau mensugesti pendengar atau pembaca untuk menyukai rasa soto.
(6) Harumnya siapa yang suka
Data (6) merupakan kalimat tanya dengan penanda kata tanya siapa yang bermaksud mengajak atau mensugesti pendengar atau pembaca bahwa harum yang ditimbulkan dari mie sedap menggugah selera yang menghirup aromanya.
(7) Sedapnya siapa yang suka
Data (7) mengajak pembaca atau pendengar menyukai rasa sedap yang ditimbulkan mie sedap. Meskipun data (7) tidak menyebutkan secara eksplisit tentang mie sedap yang dimaksud, namun penggunaan diksi sedap yang berarti enak di awal kalimat menyiratkan bahwa mie yang sedap pasti disukai oleh semua orang dan mie yang sedap (enak) adalah mie sedap.
(8) Dari lidah turun ke hati
Data (8) menggunakan hubungan semantis hubungan waktu (waktu batas permulaan). Hubungan waktu batas permulaan menyatakan hubungan makna dimulainya sesuatu.
(9) Fantastis, siap, terpercaya
Data (9) menjabarkan keunggulan mie sedap dibandingkan dengan mie instant jenis lainnya.
(10) Yang kuah, goreng, dan karinya
(11) Pelopor inovasi rasa
Data (10) menjabarkan jenis-jenis mie sedap (kuah, goreng, dan kari) secara terperinci yang kemudian dijelaskan di data (11) bahwa aneka rasa mie pertama kali dicetuskan oleh mie sedap. Mie sedap merupakan pelopor aneka rasa mie yang kemudian diikuti oleh mie instant jenis lain.
(12) Semua puas sedapnya
Data (12) merupakan klimaks yang menyatakan bahwa semua konsumen mie sedap puas terhadap sedapnya mie sedap dengan diksi semua puas sedapnya meskipun tidak berhubungan dengan kalimat sebelumnya. Kalimat di data (12) diakhiri dengan merk mie yang sedang diiklankan sekaligus menyatakan keunggulannya.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa teks iklan mie sedap tidak mementingkan struktur yang baku, bahasa yang baku, dan tidak mementingkan kepaduan (keterkaitan antara bagian yang satu dengan bagian lainnya dalam teks iklan). Teks iklan mie sedap secara umum bermakna mengajak dan mensugesti audiens untuk menyukai produk mie sedap.


EmoticonEmoticon