Tuesday, 17 January 2017

Hidden Curriculum (Kurikulum Tersembunyi)



Hidden Curriculum (Kurikulum Tersembunyi)
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
hidden curriculum

Hidden curriculum atau kurikulum tersembunyi dideskripsikan sebagai suatu hasil sampingan dari proses pembelajaran. Dengan kata lain hasil dari kurikulum ini tidak tercantum dalam tujuan pembelajaran. Keberadaan hidden curriculum bersifat tidak terencana dan tidak terprogram, namun memiliki pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap hasil belajar. Hidden curriculum berkaitan erat dengan moral meliputi sikap, tingkah laku, keteladanan, kemampuan individual, dan apapun yang tercermin dari pribadi seorang guru. Hal ini akan diterima oleh siswa sebagai rambu-rambu yang patut dijadikan patokan keteladanan atau sebagai bahan pembelajaran.
Hidden curriculum melekat pada tugas profesional seorang guru. Tugas ini terkait dengan norma, nilai, dan kepercayaan yang disampaikan dalam isi pendidikan. Hidden curriculum terletak diluar konteks pembelajaran formal dan dipelajari secara implisit. Lebih konkret kurikulum ini berbentuk aturan tidak tertulis berupa sikap sopan santun, menjaga kebersihan, peduli terhadap sesama, tolong menolong, jujur, dan lain sebagainya. Faktor pembentuk hidden curriculum berupa latar belakang pengalaman siswa khususnya berkaitan dengan sosioekonomi.
Hidden curriculum dapat ditempatkan pada kegiatan pendahuluan, bagian inti, maupun kegiatan penutup dalam pembelajaran. Dengan kata lain, hidden curriculum muncul selama kegiatan proses pembelajaran berlangsung. Hidden curriculum pada kegiatan pendahuluan pembelajaran berfungsi sebagai apersepsi dan motivasi bagi siswa. Hidden curriculum juga dapat ditempatkan pada kegiatan penutup pembelajaran sebagai refleksi. Kurikulum ini juga dapat diselipkan pada keseluruhan proses pembelajaran dalam bentuk contoh-contoh aktual sebagai penyegar suasana pembelajaran. Lebih luas hidden curriculum terdapat juga pada konteks di luar pembelajaran resmi meliputi kegiatan upacara bendera, prosedural sekolah, keteladanan guru, hubungan siswa dengan guru, dan hubungan antar sesama siswa.
Secara umum hidden curriculum melekat pada semua mata pelajaran. Mata pelajaran PKn dan agama sangat jelas memiliki misi hidden curriculum yang terkandung didalamnya meliputi keimanan, ketaqwaan, berperilaku baik, teloransi, kejujuran, kesantunan, keteladanan, tanggung jawab, dan masih banyak lagi. Pada mata pelajaran bahasa Indonesia terdapat hidden curriculum berupa sikap disiplin, berani mengemukakan pendapat, teliti, menghargai pendapat orang lain, dan lain-lain. Pada mata pelajaran matematika mengandung hidden curriculum berupa ketelitian, kejujuran, dan ketekunan. IPA mengandung nilai keilmuan, moralitas, dan keilmiahan. IPS mengandung nilai sosial-ekonomi. Penjas Orkes mengandung nilai kedisiplinan dan karakter. SBdP mengandung nilai estetika, apresiasi, dan ekspresi. Terlebih mata pelajaran muatan lokal, pasti memiliki misi-misi yang aktual bagi pengembangan karakter siswa.
Berdasarkan uraian tersebut hidden curriculum merupakan alat dan metode untuk menambah pengetahuan siswa di luar materi silabus. Hidden curriculum secara tidak langsung membentuk karakter siswa. Untuk itu, secara empiris hidden curriculum banyak berguna dalam kehidupan nyata. Hidden curriculum berfungsi sebagai pencarian suasana dan menciptakan minat. Guru berperan penting dalam hal ini. Guru yang disukai murid merupakan modal awal bagi optimalnya kegiatan belajar mengajar dan pengembangan minat dari siswa.


EmoticonEmoticon