Tuesday, 17 January 2017

Kompetensi Guru Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen



Kompetensi Guru
Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
kompetensi guru menurut UU Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen

Guru berperan penting dalam proses pembelajaran. Terutama dalam membantu siswa untuk belajar, membangun kemandirian berpikir, membangkitkan rasa ingin tahu, dan menciptakan kondisi belajar yang nyaman. Kinerja dan kompetensi guru memikul tanggung jawab utama dalam tranformasi orientasi siswa. Guru senantiasa membantu siswa menyerap dan menyusuaikan diri dengan informasi baru melalui proses menggali, bernalar, bertanya, mencipta, dan mengembangkan cara-cara tertentu dalam memecahkan permasalahan kehidupan.
Kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukan kualitas guru dalam mengajar. Dengan kata lain, kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan profesional dalam menjalankan fungsi sebagai guru. Maka, guru yang berkompeten dan profesional adalah guru yang piawai dalam melaksanakan profesinya. Berdasarkan uraian tersebut dapat ditarik garis besar bahwa, kompetensi guru dapat didefinisikan sebagai penguasaan pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang diwujudkan dalam kebiasaan berfikir serta bertindak dalam menjalankan profesi sebagai guru.
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 10 Ayat (1) menjabarkan tentang empat dimensi kompetensi guru. Dimensi tersebut meliputi:
1. Kompetensi Pedagogik
Kompetensi ini berkaitan dengan pengelolaan pembelajaran. Dalam UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dikemukakan bahwa kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Untuk itu, kompetensi ini menggambarkan bagaimana kemampuan guru dalam mengajar. Kompetensi ini dapat dilihat dari kemampuan menyusun rencana pembelajaran, kemampuan melaksanakan proses belajar mengajar, dan kemampuan melakukan evaluasi. Maka, guru harus menguasai ketiga kemampuan tersebut dalam kompetensi pedagogik.
2. Kompetensi kepribadian
Karakteristik kepribadian guru sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan siswa. Kepribadian guru yang mantap akan menjadi sosok teladan bagi siswanya maupun masyarakat. Sehingga figur guru tampil sebagai sosok yang patut digugu dan ditiru. Digugu artinya ditaati nasihat, perintah atau ucapan, sedangkan ditiru berarti dicontoh sikap maupun perilakunya. Kompetensi kepribadian mencakup kemampuan pribadi berkenaan dengan pemahaman diri, penerimaan diri, pengarahan diri, dan perwujudan diri. Dalam UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dikemukakan bahwa kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Uraian tersebut menggambarkan sosok guru sebenarnya. Berdasarkan uraian tersebut kompetensi kepribadian guru tercermin dari indikator sikap dan keteladanan.
3. Kompetensi Profesional
UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menjabarkan bahwa kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. Untuk itu, kompetensi profesional meliputi kepakaran atau keahlian dalam bidangnya berupa penguasaan bahan, prosedur pembelajaran, rasa tanggung jawab akan tugas, dan rasa kebersamaan dengan rekan guru lain. Lebih spesifik kompetensi profesional tergambar dari tiga aspek, yakni pengembangan profesi, pemahaman wawasan, dan penguasaan bahan kajian akademik. Pengembangan profesi meliputi:
a. Mengikuti berbagai kegiatan ilmiah.
b. Mengalihbahasakan buku pelajaran atau karya tulis ilmiah.
c. Mengembangkan berbagai model pembelajaran.
d. Menulis makalah.
e. Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum.
f. Menulis buku pelajaran.
g. Menulis modul.
f. Melakukan penelitian ilmiah.
g. Membuat alat peraga atau media pembelajaran.
h. Menyusun diktat.
i. Mengikuti pelatihan terakreditasi.
j. Mengikuti studi lanjutan.
Pemahaman wawasan meliputi:
1) Memahami visi dan misi.
2) Memahami konsep pendidikan.
3) Memahami hubungan pendidikan dan pengajaran.
4) Memahami fungsi sekolah.
5) Membangun sistem keterkaitan pendidikan dan luar sekolah.
6) Memahami permasalahan umum pendidikan.
Penguasaan bahan kajian akademik meliputi:
a) Menguasai substansi materi.
b) Memahami struktur pengetahuan.
c) Memahami konsep dasar.
Dari uraian tersebut maka kompetensi profesional guru tercermin dari kemampuan penguasaan materi pelajaran, kemampuan penilitian dan penyusunan karya ilmiah, pengembangan profesi, serta pemahaman terhadap wawasan dan landasan pendidikan.
4. Kompetensi Sosial
Guru harus membawa siswa mencapai tujuan pembelajaran. Untuk itu, guru perlu berinteraksi dengan siswa secara baik. Dengan kata lain, guru dalam mengajar merupakan perwujudan dari interaksi dalam proses komunikasi. Dalam UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dikemukakan bahwa kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Kompetensi ini meliputi keterampilan dalam interaksi sosial dan melaksanakan tanggung jawab sosial. Berdasarkan uraian tersebut, kompetensi sosial guru tergambar melalui indikator interaksi guru dengan siswa, interaksi guru dengan kepala sekolah, interaksi sesama guru, interaksi guru dengan orangtua/wali siswa, dan interaksi guru dengan masyarakat sekitar.


EmoticonEmoticon