Tuesday, 31 May 2016

Pembelajaran Terpadu Model Fragmented



Pembelajaran Terpadu Model Fragmented
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
 
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembelajaran terpadu merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran. Dengan adanya pemaduan itu siswa akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara utuh sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa. Bermakna disini memberikan arti bahwa pada pembelajaran terpadu siswa akan dapat memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan nyata yang mengubungkan antar konsep dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran. Jika dibandingkan dalam konsep konvensional, maka pembelajaran terpadu tampak lebih menekankan keterlibatan siswa dalam belajar, sehingga siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran untuk pembuatan keputusan. Setiap siswa memerlukan bekal pengetahuan dan kecakapan agar dapat hidup di masyarakat dan bakal ini diharapkan diperoleh melalui pengalaman belajar di sekolah. Oleh karena itu pengalaman belajar di sekolah sedapat mungkin memberikan bekal siswa dalam mencapai kecakapan untuk berkarya. Kecakapan ini disebut kecakapan hidup yang cakupannya lebih luas hanya sebanding dengan keterampilan.
Menurut Johnson dalam Trianto (2010, hlm. 51) untuk mengetahui kualitas model pembelajaran harus dilihat dari dua aspek, yaitu proses dan produk. Aspek produk mengacu apakah pembelajaran mampu menciptakan situasi belajar yang menyenangkan (joyful learning) serta mendorong siswa untuk aktif belajar dan berpikir kreatif. Aspek produk mengacu pada apakah pembelajaran mampu mencapai tujuan, yaitu mampu meningkatkan kemampuan siswa sesuai standar kemampuan atau kompetensi yang ditentukan.
Untuk mencapai hal tersebut perlu diupayakan suatu pembelajaran yang bermakna melalui pembelajaran terpadu. Dimana pembelajaran terpadu membuat peserta didik memperoleh pengalaman langsung sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan menerapkan konsep yang telah dipelajarinya.
Melalui model pembelajaran fragmented diharapkan peserta didik bisa mendapatkan aspek proses dan produk yang sudah ditentukan. Dimana pengertian model pembelajaran fragmentend yaitu model pembelajaran yang di dalamnya terdapat penyusunan kurikulum tradisional berdasarkan ilmu-ilmu yang berbeda dan terpisah. Pembelajaran yang dilaksanakan secara terpisah yaitu hanya fokus pada satu disiplin mata pelajaran.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini, sebagai berikut:
1.      Apa pengertian model framented?
2.      Apa kelebihan model fragmented?
3.      Apa kelemahan model fragmented?
4.      Apa manfaat model fragmented?
5.      Bagaimana penerapan model fragmented di Sekolah Dasar?

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pembelajaran Terpadu. Selain itu juga bertujuan agar dapat mengetahui mengenai :
1. Pengertian model fragmented.
2. Kelebihan model fragmented.
3. Kelemahan model fragmented.
4. Manfaat model fragmented.
5. Penerapan model fragmented di Sekolah Dasar.

D. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Bagi penulis, belajar menyusun makalah dan lebih mengetahui tentang model fragmented.
2. Bagi kalangan akademik, diharapkan penyusunan laporan ini dapat dijadikan sebagai bahan studi perbandingan serta sebagai bahan pertimbangan untuk penelitian dan pengembangan lebih lanjut.
3. Bagi kalangan umum, diharapkan penyusunan laporan ini nantinya dapat bermanfaat dan dapat dipertimbangkan pengembangannya.

E. Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam pembuatan makalah ini adalah studi pustaka dengan menggunakan beberapa sumber buku dan internet.


BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian  Model Fragmented
pembelajaran terpadu model fragmented
Kurikulum model fragmented disebut juga kurikulum mata pelajaran terpisah (Separated Subject Curriculum). Separate-subject curriculum merupakan kurikulum yang bahan pelajarannya disajikan dalam subject atau mata pelajaran yang terpisah-pisah, yang satu lepas dari yang lain. Organisasi subject curriculum dianggap berasal dari zaman Yunani kuno. Orang Yunani telah mengajarkan berbagai bidang studi seperti kesusasteraan, matematika, filsafat, dan ilmu pengetahuan ditambah dengan musik dan atletik. Orang romawi menerimanya dari orang yunani sambil mengadakan perubahan. Mereka mengadakan dua kategori utama yakni trivium (gramatika, retorika, dan logika) dan quadrivium (arithmetika, geometri, astronomi, dan musik), yang kemudian dikenal sebagai the seven liberal arts yang memberikan pendidikan umum (Nasution, 2003, hlm. 178).
Model Fragmented merupakan pengaturan kurikulum tradisional yang menentukan disiplin ilmu yang terpisah dan berbeda. Artinya model ini memisahkan antara mata pelajaran yang satu dengan yang lain baik waktu, pelaksaan pembelajaran meskipun pelajaran tersebut masih dalam inter disiplin ilmu. Biasanya, dalam bidang akademik utama seperti matematika, sains, seni bahasa dan ilmu sosial. Pengelompokan lain menggunakan kategori disiplin ilmu Humaniora, Ilmu Pengetahuan, Seni tari, dan seni rupa. Dalam standar kurikulum, area subyek ini diajarkan dalam isolasi, dengan tidak berusaha untuk menghubungkan atau mengintegrasikan mereka.
Menurut Bambang Soenarko (2011, hlm. 6) Model Fragmented adalah “model pembelajaran konvensional (umumnya) yang terpisah secara mata pelajaran”. Hal ini dipelajari siswa tanpa menghubungkan kebermaknaan dan keterkaitan antara satu pelajaran dengan pelajaran lainnya. Setiap mata pelajaran diajarkan oleh guru yang berbeda dan mungkin pula ruang yang berbeda. Setiap mata pelajaran memiliki ranahnya tersendiri dan tidak ada usaha untuk mempersatukannya. Setiap mata pelajaran berlangsung terpisah dengan pengorganisasian dan cara mengajar yang berbeda dari setiap guru.
 Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa model fragmented ini menunjukkan pengintegrasian secara implisit di dalam satu displin ilmu tertentu (intra disiplin). Di dalam masing-masing disiplin ilmu itu memiliki bagian-bagian atau bidang-bidang ilmu yang merupakan satu kesatuan dalam bidang ilmu tersebut. Misalnya dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) terdiri atas ilmu Kimia, Fisika, dan Biologi.

B.  Kelebihan Model Fragmented
1.    Sederhana, mudah direncanakan dan dilaksanakan.
2.    Guru dapat menyiapkan bahan ajar sesuai dengan bidang keahliannya dan dengan mudah menentukan ruang lingkup bahasan yang diprioritaskan dalam setiap pembelajaran.
3.    Materi pelajaran merupakan bentuk yang murni dari setiap ilmu.
4.    Menciptakan guru yang ahli dalam bidangnya serta dapat mengembangkan ilmunya secara luas.
5.    Menggali pengetahuan lebih dalam dari setiap mata pelajaran.
6.    Siswa akan terfokus dan terbimbing dalam belajar.
7.    Mudah dinilai dengan ujian atau tes.

C.  Kelemahan Model Fragmented
1.    Siswa tidak mampu membuat hubungan yang berkesinambungan antara macam bidang ilmu yang berbeda sehingga mereka tidak mampu membuat hubungan secara konsep dua mata pelajaran yang berbeda.
2.    Model ini akan menyebabkan semacam proses tumpang tindih dalam hal konsep dan prilaku yang dikuasai siswa.
3.    Tidak efisien waktu karena mata pelajaran disajikan secara terpenggal-penggal.
4.    Kurang konkret karena berpusat pada mata pelajaran.



D.  Manfaat Model Fragmented
Model fragmented ini akan berguna apabila diterapkan pada sekolah dasar yang siswanya memiliki berbagai macam karakter yang berbeda dengan berbagai macam bidang ilmu yang ada yang nantinya siswa akan didorong untuk memilih jurusan yang paling mereka sukai. Dan model ini sangat bermanfaat pada tingkat menengah atas dan universitas di mana masing-masing siswa akan kita dorong untuk menentukan dan mengkhususkan bidang keahlian yeng meraka miliki melalui serangkaian aktivitas seperti monitoring, pelatihan, serta kerja sama belajar. Selain itu model ini juga sangat bermanfaat untuk guru yang ingin lebih spesifik dalam keahliannya di bidang ilmu tertentu dan menggembangkan kurikulum yang ada dalam proses pembelajaran di kelas. Manfaat model fragmented ini diantaranya:
1.    Menjaga agar suatu mata pelajaran terjaga keaslian dan kemurniannya, tidak tercampuri oleh mata pelajaran yang lainnya.
2.    Menyiapkan seorang guru yang betul-betul ahli dalam di bidang mata pelajaran yang ia ajarkan dan mampu mengajarkan, menggali, dan memahami materi secara luas dan mendalam.
3.    Memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta didik. Artinya guru akan ditempatkan sebagai seorang sumber belajar, sebagai siswa sebagai pencari ilmu yang berbeda.
4.    Dengan bantuan guru siswa akan banyak mendapatkan manfaat dari model Fragmented ini.

E.  Penerapan Model Fragmented di Sekolah Dasar
Model fragmented di Sekolah Dasar pun sangat tepat diterapkan di kelas tinggi yaitu di kelas IV, V, dan VI. Di kelas tersebut pemahaman siswa lebih konkrit dibanding di kelas I, II, dan III yang masih bersifat abstrak atau global sehingga di kelas tinggi ini siswa mampu untuk menerima guru dan mata pelajaran yang berbeda dalam proses pembelajarannya.
Sebagai contoh penerapan, berikut ini tentang pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar kelas 5 dengan menggunakan pembelajaran terpadu model fragmented.
Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia adalah meningkatkan kemampuan berbahasa siswa baik lisan maupun tulisan. Kemampuan berbahasa meliputi kemampuan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara.
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, keempat aspek kemampuan berbahasa tersebut harus diberikan secara menyeluruh dan terencana. Sehingga diharapkan siswa dapat meningkatkan dan menguasai keempat aspek tersebut baik secara lisan maupun tulisan.
Beberapa hal yang harus dilakukan guru dalam menerapkan model fragmented ini, antara lain:
1.      Mempelajari elemen-elemen kurikulum dan standarnya.
2.      Memilih fokus pada satu mata pelajaran (Matematika, IPA, IPS, dan Bahasa Indonesia)
3.      Membuat daftar semua topik/materi yang relevan dari masing-masing mata pelajaran tersebut.
4.      Menentukan materi mana yang paling penting dan mana yang terakhir dalam satu topik.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Model Fragmented merupakan model pembelajaran konvensional (umumnya) yang terpisah secara mata pelajaran. Hal ini dipelajari siswa tanpa menghubungkan kebermaknaan dan keterkaitan antara satu pelajaran dengan pelajaran lainnya.
Tentunya masing-masing model memiliki kelebihan dan kekurangan dalam implementasi di lapangan. Seperti model Fragmented dengan semua kelebihan dan kelemahannya, semua dapat dimaksimalkan dengan kreatifitas dan inovasi guru dalam menciptakan suasana pembelajaran yang dapat memotivasi siswa dalam belajar sehingga meminimalkan semua kelemahan yang ada pada masing-masing model terutama pada model fragmented.

B. Saran
Seorang pendidik (guru) diharapkan mampu menyesuaikan dan mengkondisikan kepada siswa yang bagaimana model pembelajaran fragmented ini diterapkan dan bisa memaksimalkan kelebihannya agar pembelajaran bisa tercapai sesuai tujuan yang ingin dicapai.


DAFTAR PUSTAKA
Nasution. (2003). Asas-Asas Kurikulum. Bumi Aksara: Jakarta.
Soenarko, B. (2011). Konsep Pembelajaran Terpadu. Universitas Nusantara Kediri PGRI: Kediri.
Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu. Cempaka Gemilang: Jakarta.











                                                                                 


EmoticonEmoticon