Tuesday, 17 January 2017

Pengertian Evaluasi Pembelajaran



Pengertian Evaluasi Pembelajaran
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
pengetian evaluasi pembelajaran

Evaluasi dalam konteks pembelajaran berarti suatu proses berkelanjutan mengenai pengumpulan dan penafsiran informasi untuk menilai berbagai keputusan yang dibuat dalam merancang pembelajaran. Terdapat beberapa istilah dalam pembelajaran yang berkaitan dengan evaluasi, diantaranya: pengukuran (measurement) dan penilaian (assessment).
Pengukuran adalah proses membandingkan suatu hal dengan hal yang lain atau dengan satuan ukuran tertentu untuk mendapatkan suatu informasi. Pengukuran bersifat kuantitatif. Contoh kegiatan pengukuran yakni, mengukur panjang meja. Cara mengukur panjang meja menggunakan penggaris sebagai pembanding panjang meja. Pada penggaris sudah terdapat satuan ukuran tertentu seperti cm atau mm. Contoh lain yakni, mengukur harga pensil. Cara mengukur harga pensil dengan membandingkan harga pensil yang lain. Maka, akan didapatkan informasi berupa lebih murah atau lebih mahal. Ini merupakan contoh proses pengukuran yang tidak menggunakan satuan baku. Dalam konteks pembelajaran, pengukuran merupakan tahap awal dari evaluasi. Guru menggunakan alat ukur dalam pembelajaran berupa tes maupun non tes. Tes dapat berbentuk tes tulis, lisan, maupun praktik. Sedangkan non tes dapat berupa observasi, wawancara, angket, daftar cek, dan masih banyak lagi. Alat ukur ini digunakan oleh guru untuk mengetahui seberapa jauh penguasaan siswa terhadap materi atau keterampilan yang harus siswa kuasai. Setiap siswa harus diukur ketercapaian seluruh kompetensi dasarnya. Informasi ini penting bagi siswa maupun guru agar dapat merancang perbaikan maupun pembelajaran selanjutnya. Guru melakukan pengukuran baik sebelum, selama, maupun setelah proses pembelajaran.
Penilaian adalah pengambilan keputusan untuk menentukan sesuatu berdasarkan kriteria baik dan buruk. Penilaian bersifat kualitatif. Penilaian merupakan tindak lanjut dari pengukuran. Dengan kata lain, penilaian hanya bisa dilakukan setelah proses pengukuran. Contoh pada kasus pengukuran harga pensil adalam uraian sebelumnya didapat hasil pengukuran bahwa pensil tersebut lebih murah daripada pensil yang lainnya. Kemudian diambil keputusan untuk membeli pensil tersebut berdasarkan pengukuran harga yang telah dilakukan. Pengambilan keputusan inilah yang dimaksud dengan penilaian. Dalam konteks pembelajaran, penilaian dilakukan berdasarkan pengukuran yang telah dilakukan dengan alat ukur tertentu. Sebelum melakukan penilaian, guru harus menetapkan suatu standar. Standar ini dijadikan patokan bagi guru untuk membuat suatu keputusan. Keputusan ini berkaitan dengan lulus atau tidaknya siswa dalam mencapai standar yang telah ditentukan. Standar tersebut dapat berupa nilai minimal atau yang lebih dikenal dengan istilah KKM (kriteria ketuntasan minimal). Siswa yang telah mencapai KKM dinyatakan lulus, sebaliknya siswa yang tidak mencapai KKM dinyatakan belum lulus.
Dari uraian diatas dapat ditarik garis besar bahwa evaluasi pembelajaran merupakan rangkaian kegiatan pengukuran dan penilaian. Evaluasi pembelajaran dimulai dari proses pengukuran menggunakan alat ukur tes maupun non tes untuk mendapatkan informasi berkaitan dengan kompetensi siswa. Kemudian dilakukan penilaian berdasarkan standar yang telah ditentukan. Hasil dari penilaian berupa lulus atau tidaknya siswa terhadap pencapaian kompetensi yang harus dikuasai.


EmoticonEmoticon