Monday, 16 January 2017

Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran


Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

pengertian pendekatan, strategi, metode, teknik, taktik, dan model pembelajaran

Pendekatan, strategi, metode, teknik, taktik, dan model pembelajaran merupakan istilah yang sering digunakan dalam dunia pendidikan. Namun, kadang kala terjadi kesulitan dalam membedakan pengertian dari istilah-istilah tersebut. Acap kali artinya dianggap sama, tertukar, atau saling tumpang tindih antar satu dengan yang lain. Hal ini mengakibatkan terjadinya kebingungan dalam penggunaan istilah-istilah tersebut khususnya dalam skripsi, artikel, atau karya ilmiah lainnya. Maka, penulis mencoba menjabarkan secara sederhana pengertian dari istilah-istilah tersebut agar lebih mudah dipahami dan dibedakan.
Terdapat persamaan dari pendekatan, strategi, metode, teknik, taktik, dan model pembelajaran. Secara umum semua istilah tersebut berarti cara. Cara adalah suatu bentuk perbuatan tertentu yang dilakukan individu tetapi tidak secara terus menerus. Dalam konteks pembelajaran, cara berbentuk segala hal yang dilakukan dalam suatu proses pembelajaran.
Apabila kita mengartikan pendekatan, strategi, metode, teknik, taktik, dan model pembelajaran lebih mendalam, maka akan timbul perbedaan. Arti cara yang dimaksud dari masing-masing istilah tersebut berbeda. Berikut penjelasan lebih detail dari masing-masing istilah tersebut:
A.  Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan adalah cara pandang. Dalam konteks pembelajaran, pendekatan merupakan cara memandang suatu proses pembelajaran. Semua pendekatan yang ada dan berkembang pada saat ini berakar dari empat pendekatan berikut, yakni: nativisme, behavioristik, pragmatik, dan interaksionis.
Pada dasarnya aliran nativisme menekankan pada kemampuan dalam diri seorang anak yang telah dibawa sejak lahir, sehingga faktor lingkungan termasuk faktor yang kurang berpengaruh. Maka, guru menganggap bahwa siswa sudah memiliki modal untuk selanjutnya dikembangkan dan dioptimalkan.
Behavioristik adalah teori perkembangan perilaku yang dapat diukur, diamati, dan dihasilkan oleh respon terhadap rangsangan. Semakin sering rangsangan itu diterima maka semakin kuat juga respon yang akan muncul. Maka, guru menganggap bahwa siswa belum memiliki apapun dan mengajarkan siswa dari dasar.
Pragmatik merupakan aliran yang menekankan bahwa pemikiran itu menuruti suatu tindakan. Pragmantik memandang bahwa kriteria kebenaran sesuatu apabila membawa suatu hasil sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Maka, guru mengedapankan segi kebermaknaan dan keberfungsian dalam pembelajaran untuk kehidupan sehari-hari siswa.
Aliran interaksionis memandang bahwa pentingnya suatu interaksi sosial dalam kehidupan manusia. Manusia memiliki bakat sejak lahir dan memerlukan lingkungan yang mendukung untuk mengembangkan bakat tersebut. Maka, guru lebih berperan sebagai fasilitator, menyiapkan lingkungan belajar yang mendukung, dan membimbing siswa untuk belajar.
Dari keempat pendekatan yang diuraikan di atas, intinya bahwa pendekatan merupakan cara guru memandang siswa. Hal ini tentu berimbas juga pada cara guru memandang proses pembelajaran itu sendiri. Pendekatan yang sedang berkembang saat ini, di antaranya: pendekatan saintifik, pendekatan konstruktivisme, pendekatan realistik, pendekatan pemecahan masalah, pendekatan kontekstual, pendekatan proses, dan lain sebagainya. Dengan demikian, perbedaan penggunaan pendekatan adalah perbedaan cara pandang terhadap proses pembelajaran.
B.  Strategi Pembelajaran
Strategi atau siasat adalah serangkaian cara untuk mencapai satu tujuan tertentu. Untuk itu, perlunya pemanfaatan seluruh sumber daya pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran, strategi adalah berbagai cara untuk mencapai satu tujuan pembelajaran. Artinya strategi pembelajaran adalah keseluruhan hal yang dipilih dan dilakukan oleh guru agar tercapainya tujuan pembelajaran. Strategi pembelajaran bersifat konseptual. Strategi pembelajaran dapat berupa pemilihan metode, gaya mengajar, bahan ajar, materi, situasi kelas, penggunaan variasi, dan media.
Dasar dari strategi pembelajaran hanya terbagi menjadi dua jenis, yakni strategi pembelajaran ekspositori dan inquiry. Dua jenis strategi pembelajaran inilah yang kini berkembang menjadi strategi pembelajaran lainnya.
Strategi pembelajaran ekspositori menekankan pada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa. Guru menyampaikan materi secara langsung. Dengan kata lain, strategi pembelajaran ini berorientasi pada guru. Dikatakan demikian karena guru memiliki peranan dominan dalam proses pembelajaran. Dalam strategi ini guru sudah menyiapkan materi secara terstruktur dan sistematis sehingga siswa hanya tinggal memperhatikan dan mencerna materi secara tertib. Pada strategi ini guru cenderung memilih metode yang dapat digunakan secara optimal untuk banyak siswa, seperti metode ceramah dan demonstrasi. Strategi ini cocok untuk materi yang berorientasi kognitif atau pengetahuan. Guru menggunakan media sebagai pendukung visualisasi penyampaian materi secara verbal.
Strategi pembelajaran inquiry adalah rangkaian proses pembelajaran yang menuntut cara berfikir kritis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang ditanyakan. Strategi ini mengharuskan siswa untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Pembelajaran berawal dari rasa ingin tahu siswa. Maka, guru harus mempersiapkan secara matang skenario pembelajaran agar siswa dapat mengeksplorasi sendiri suatu konsep atau jawaban dari suatu permasalahan dari sumber-sumber belajar yang mudah dijangkau. Guru memilih metode yang dapat merangsang siswa aktif selama proses pembelajaran, seperti metode diskusi, pemberian tugas, eksperimen, dan tanya jawab. Guru merancang situasi kelas agar siswa dapat belajar secara optimal. Menyediakan berbagai macam sumber belajar. Guru menggunakan media yang cenderung dapat dioperasikan oleh siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
C.  Metode Pembelajaran
Metode adalah suatu penamaan terhadap satu cara. Dalam konteks pembelajaran metode pembelajaran adalah penamaan terhadap suatu cara yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai berbagai tujuan pembelajaran. Dengan kata lain satu metode dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Terdapat banyak sekali ragam dari metode diantaranya: ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, demonstrasi, latihan, karyawisata, eksperimen, bermain peran, sosiodrama, dan masih banyak lagi. Dalam pemilihan metode harus disesuaikan dengan materi dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Masing-masing metode pembelajaran memiliki kelebihan maupun kelemahan. Tidak setiap materi dapat optimal disampaikan melalui metode pembelajaran tertentu. Maka, guru harus mampu memilih metode pembelajaran agar siswa dapat optimal dalam belajar.
D.  Teknik Pembelajaran
Teknik pembelajaran adalah suatu cara-cara atau langkah teknis dalam pembelajaran. Istilah teknik pembelajaran didefinisikan sebagai cara-cara yang dilakukan oleh guru untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran langsung dalam pelaksanaan pembelajaran pada saat itu. Teknik pembelajaran merupakan bentuk penjabaran atau penjelasan lebih rinci dari suatu metode pembelajaran. Untuk itu, teknik tentu akan berpijak pada suatu metode pembelajaran tertentu. Teknik tergambar dalam langkah pembelajaran pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Dengan demikian, teknik dalam pembelajaran adalah suatu daya upaya dan usaha-usaha yang dilakukan oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan cara yang paling praktis, serta berpijak pada suatu metode pembelajaran tertentu.
E.  Taktik Pembelajaran
Taktik pembelajaran adalah suatu cara khas yang dilakukan seorang guru. Dengan kata lain, taktik identik dengan guru itu sendiri. Taktik bersifat unik. Artinya, taktik pembelajaran antara satu guru dengan yang lainnya masing-masing berbeda. Untuk itu, taktik pembelajaran melekat pada diri guru yang mengajar. Guru yang mengajar dengan RPP yang sama dapat memiliki hasil berbeda karena keberadaan taktik pembelajaran. Contoh dari taktik pembelajaran ini, misalnya sifat tegas atau lemah lembut yang melekat pada diri guru saat mengajar.
F.   Model Pembelajaran
Model pembelajaran merupakan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sering kali istilah model pembelajaran dianggap memiliki arti yang saling tumpang tindih dengan istilah pendekatan, strategi, metode, maupun teknik pembelajaran. Sebab, sebetulnya model pembelajaran ini dibentuk oleh pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran. Dengan kata lain, dalam model pembelajaran terdapat aspek pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran. Pemilihan dalam penggunaan ke empat aspek inilah yang membentuk suatu model pembelajaran. Adapun taktik pembelajaran merupakan cara khas seorang guru mempraktikan model pembelajaran itu sendiri. Untuk itu, taktik pembelajaran mempengaruhi efektifitas penggunaan model pembelajaran, namun di luar sub bagian dari model pembelajaran,
Terdapat berbagai macam model pembelajaran diantaranya: model pembelajaran role playing, mind mapping, debate, talking stick, bertukar pasangan, numbered head together, terpadu, dan masih banyak lainnya. Setiap model pembelajaran tersebut dibentuk dari penggunaan pendekatan, strategi, metode, dan langkah pembelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Model pembelajaran menyajikan cara yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan sistematis dan praktis.
Salah satu contohnya model pembelajaran role playing. Model ini adalah sejenis permainan gerak yang di dalamnya ada tujuan tertentu, aturan dan sekaligus unsur bermain. Model ini menggunakan pendekatan pembelajaran interaksionis karena menganggap siswa sudah memiliki modal, namun harus disediakan lingkungan yang sesuai untuk mengembangkan modal tersebut menjadi suatu kompetensi. Model role playing mengoptimalkan strategi inquiry karena siswa dituntut aktif dan berperan sebagai subyek sekaligus obyek dalam proses pembelajaran. Model ini menggunakan metode bermain peran, ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Teknik atau langkah pembelajaran dari model ini selengkapnya dapat dilihat pada link berikut https://tintapendidikanindonesia45.blogspot.co.id/2016/05/model-pembelajaran-role-playing.html.
Kesimpulannya istilah pendekatan, strategi, metode, teknik, dan model pembelajaran secara umum memiliki kesamaan arti, yakni merupakan suatu cara. Namun, apabila diartikan lebih mendalam dapat dilihat dari uraian diatas. Secara singkat penulis menyusun definisi sebagai berikut:
1.    Pendekatan pembelajaran adalah cara pandang terhadap proses pembelajaran.
2.    Strategi atau siasat pembelajaran adalah berbagai cara untuk mencapai satu tujuan pembelajaran.
3.    Metode pembelajaran adalah penamaan suatu cara yang dapat digunakan untuk mencapai berbagai tujuan pembelajaran.
4.    Teknik pembelajaran adalah cara-cara atau langkah teknis yang merupakan penjabaran dan penjelasan dari suatu metode pembelajaran tertentu.
5.    Taktik pembelajaran adalah cara khas yang melekat pada diri guru saat mengajar.
6.    Model pembelajaran adalah prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dibentuk melalui pemilihan penggunaan pendekatan, strategi, metode, dan langkah pembelajaran tertentu.

6 comments

Terimakasih atas penjelasannya Pak Rizki. Semoga banyak guru-guru membaca artikel ini.

aamiin.. semoga guru-guru di Indonesia semakin banyak membaca dan terima kasih sudah berkunjung ^-^

artikelnya menarik sekali, dikemas dengan bahasa yang cukup lugas dan tidak bertele-tele, terima kasih mas, ijin untuk mengutip tulisan mas (y)

trimakasih untuk ilmunya :D today i learned. sangat membantu. salam

waalaikumsalam, terima kasih kembali telah berkunjung ^-^


EmoticonEmoticon