Monday, 16 May 2016

Taman Bacaan Masyarakat (TBM)



Taman Bacaan Masyarakat (TBM)
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
taman baca masyarakat (TBM)
Kegiatan membaca merupakan daya dukung bagi kemajuan pendidikan masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan budaya membaca. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 4 Ayat (5) yang berbunyi, “pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat”. Untuk itu, perlu adanya usaha-usaha untuk memfasilitasi masyarakat agar mudah menjangkau sumber-sumber bacaan.
Taman bacaan masyarakat atau disingkat TBM adalah suatu tempat yang sengaja dibuat oleh pemerintah, lembaga, perorangan, atau swadaya masyarakat untuk menyediakan bahan bacaan. TBM memiliki tujuan utama untuk menumbuhkan minat baca masyarakat yang berada di sekitar TBM. Disamping itu, TBM berfungsi sebagai sarana penunjang pendidikan luar sekolah. TBM menyediakan berbagai buku-buku dan bahan bacaan bagi masyarakat. Dengan adanya TBM masyarakat diberi peluang untuk belajar mandiri. Selain itu, TBM merupakan sumber hiburan yang menyediakan bacaan bersifat rekreatif untuk memanfaatkan waktu senggang masayarakat dengan memperoleh informasi atau pengetahuan baru yang menarik dan bermanfaat. Maka, upaya perluasan TBM dengan menyediakan berbagai bacaan yang bermutu dan relevan bagi masyakat, sehingga dapat mendorong berkembangnya minat baca masyarakat sebagai modal dasar untuk membangun masyarakat yang berpengetahuan, berbudaya, maju, dan mandiri, serta dapat mendorong berkembangnya industri perbukuan.
Untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya partisipasi dari semua pihak baik pemerintah pusat, provinsi, kota/kabupaten, dan masyarakat secara umum. Selain itu, diperlukan tata kelola yang baik melalui penetapan peran dan fungsi masing-masing secara koordinatif. Bahkan kedepan perlu adanya aturan yang jelas dan legal berupa permendiknas atau peraturan yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) tentang pengembangan budaya baca melalui TBM sebagai pelaksana teknis di masyarakat.
TBM senantiasa mesti mengembangkan diri, utamanya dalam segi keberadaan di masyarakat. TBM harus menjadi sebuah kebutuhan di masyarakat. Dalam hal ini TBM berperan sebagai penyedia layanan informasi publik berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, ekonomi, kependudukan, kesejahteraan, dan lain-lain. Dengan demikian, masyarakat dapat memperluas wawasan pengetahuan dan mempelajari keterampilan praktis. Oleh karena itu, TBM beperan menjadi tempat pembinaan moral dan watak, sekaligus tempat hiburan yang edukatif. Disamping itu, TBM harus memiliki sistem tata kelola yang baik, menyediakan bacaan yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, meningkatkan kemampuan baca melalui program bimbingan membaca, memberikan berbagai layanan prima, penyediaan kaca mata baca, dan mempublikasikan berbagai bahan bacaan serta kegiatan yang dilakukan.
Agar peran dan fungsi TBM terwujud berbagai upaya harus dilakukan oleh pengelola TBM. Berikut upaya-upaya yang harus dilakukan, diantaranya:
1. Menyusun program kerja dan jadwal kerja.
2. Melakukan kajian atau studi profil masyarakat untuk mengenal masyarakat yang dilayani.
3. Menganalisis bahan bacaan yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
4. Melakukan sosialisasi TBM berkaitan dengan bahan bacaan, kegiatan, dan jenis layanan kepada masyarakat.
5. Memberikan layanan prima sesuai dengan jenis layanan yang telah disusun dalam program.
6. Melakukan pembaharuan bahan bacaan secara berkala.
7. Memberi waktu layanan secara rutin setiap hari dari pagi sampai malam.
8. Memperluas jaringan kemitraan untuk pengembangan TBM.
9. Mengintegrasikan kegiatan TBM dengan kegiatan ekonomi seperti, agen bahan bacaan, warnet, konsultasi pendidikan, bimbingan belajar, dan lain-lain, sehingga TBM ramai dikunjungi masyarakat.
Selain itu, secara teoritis pengelola TBM perlu memiliki pemahaman berkaitan dengan hal-hal berikut untuk mengembangkan budaya baca masyarakat diantaranya:
a. Mengetahui kemampuan baca masyarakat.
b. Mengetahui kiat-kiat menumbuhkan minat baca masyarakat melalui motivasi
c. Mengetahui strategi meningkatkan kegemaran membaca.
d. Memiliki kreatifitas untuk menciptakan kenyamanan dan ketenangan membaca di lingkungan TBM.
e. Memiliki daya prediksi untuk menyediakan bahan bacaan yang bermutu dan relevan sesuai kebutuhan masyarakat secara beragam, terperbaharui, dan tercukupi.
f. Memiliki keterampilan untuk mengelola bahan bacaan sehingga mudah diperoleh.
g. Memiliki pengetahuan di bidang bahasa dan psikologi sehingga mampu memilih bahan bacaan yang tingkat keterbacaannya tinggi (readibility).
h. Memiliki pengetahuan di bidang desain grafis sehingga mampu memilih bahan bacaan yang menarik baik dari segi isi maupun luar.
i. Memiliki pengetahuan di bidang sosial sehingga mampu memilih bacaan yang berguna atau bermakna bagi kehidupan masyarakat.
Disamping itu, TBM perlu mengadakan kegiatan-kegiatan yang dimaksudkan untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Berikut beberapa jenis kegiatan yang dapat dijadikan alternatif pilihan, antara lain:
1) Lomba menceritakan kembali isi buku.
2) Lomba meringkas isi buku.
3) Lomba menyederhanakan isi buku.
4) Lomba membuat resensi buku.
5) Lomba membaca cepat.
6) Lomba mempraktikan isi buku.
7) Lomba baca puisi.
8) Lomba menulis artikel.
9) Membimbing membaca cepat atau memahami isi bacaan.
10) Lomba mendongeng untuk anak.
11) Diskusi atau bedah buku.
Akhirnya TBM merupakan sarana yang mendukung kemajuan masyarakat. Dengan TBM masyarakat lebih mudah mengakses informasi dan wawasan pengetahuan secara luas. Setelah semua upaya pengembangan TBM dilakukan, gambaran masyarakat itu sendiri yang menjadi faktor penentu indikator keberhasilan dari TBM. Program TBM dikatakan berhasil apabila semakin banyak masyarakat datang ke TBM untuk membaca, meminjam bahan bacaan, mencari informasi, dan mengikuti kegiatan. Semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan TBM sebagai daya dukung kehidupannya. Semakin derasnya animo masyarakat untuk membaca. Semua hal itu diupayakan agar masyarakat dapat berkembang maju, mengikuti perkembangan zaman, mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki, dan mewujudkan masyarakat yang produktif.


EmoticonEmoticon