Tuesday, 17 January 2017

Filsafat Pendidikan



Filsafat Pendidikan
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
filsafat pendidikan

Filsafat berasal dari bahasa Yunani philo yang berarti cinta dan sophia yang berarti kebijaksanaan. Dengan kata lain, filsafat adalah cinta kepada kebijaksanaan. Artinya berfilsafat memiliki tujuan untuk mencari, mempertahankan, dan melaksanakan kebijaksanaan atau kebenaran. Filsafat secara mendasar yakni proses menemukan konsep-konsep dalam kehidupan sehari-hari dan dalam pengetahuan, kemudian dianalisis untuk menemukan makna-makna yang saling berhubungan. Dengan demikian, filsafat dapat didefinisikan sebagai pandangan atau pemikiran yang benar dan rasional berdasarkan kajian ahli filsafat secara ilmiah, logis, dan sistematis.
Filsafat pendidikan merupakan terapan filsafat dalam bidang pendidikan. Filsafat pendidikan dapat diartikan sebagai perenungan dan pemikiran secara mendalam mengenai pendidikan. Pada dasarnya filsafat pendidikan menggunakan cara kerja filsafat, kemudian menggunakan hasil-hasil dari filsafat berupa hasil pemikiran manusia tentang realitas, pengetahuan dan nilai. Filsafat pendidikan terdiri dari apa yang diyakini mengenai pendidikan. Hal ini berbentuk seperangkat keyakinan mengenai bagaimana manusia belajar dan apa yang harus manusia pelajari agar dapat hidup dengan baik.
Filsafat pendidikan secara mendasar berhubungan dengan pengembangan semua aspek pembelajaran. Guru dapat menemukan berbagai pemecahan masalah pendidikan dengan menempatkan filsafat pendidikan pada tataran praktis. Keyakinan terhadap siswa berpengaruh besar terhadap cara mengajar seorang guru. Pandangan negatif terhadap siswa dapat menampilkan hubungan antara guru dengan siswa pada ketakutan dan penggunaan kekerasan. Tidak didasarkan pada rasa percaya dan kemanfaatan pembelajaran. Untuk itu, guru harus memiliki pemikiran filsafat pendidikan bahwa siswa memiliki karakteristik cara belajar yang berbeda-beda. Disamping itu, keyakinan terhadap pengetahuan berkaitan dengan bagaimana guru menerapkan pembelajaran. Dengan filsafat pendidikan, guru dapat memandang pengetahuan secara utuh dan menyeluruh. Pengetahuan bukan merupakan bagian-bagian subyek atau fakta yang terpisah. Hal ini juga berkaitan dengan keyakinan tentang apa yang harus diketahui oleh siswa sebagai hasil dari pembelajaran. Guru relatif memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang hal tersebut, namun secara umum guru menginginkan siswanya belajar sebagai hasil dari usaha mereka sendiri.
Dari uraian tersebut dapat ditarik garis besar bahwa filsafat pendidikan adalah suatu pemikiran untuk memecahkan permasalahan-permasalahan dalam bidang pendidikan, seperti dalam menentukan tujuan pendidikan, kurikulum, dan prosedur pembelajaran. Pendidikan tidak akan terlepas dari filsafat yang melandasinya. Untuk itu, guru perlu memahami filsafat pendidikan secara mendalam sebagai dasar dari proses pembelajaran dalam pendidikan itu sendiri.


EmoticonEmoticon