Tuesday, 17 January 2017

Jenis-Jenis Media Pembelajaran



Jenis-Jenis Media Pembelajaran
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
jenis-jenis media pembelajaran

Media pembelajaran dapat diklasifikasikan berdasarkan penggunaan media dikaitkan dengan alat indera manusia yang digunakan dalam mendapatkan pengetahuan. Dengan pertimbangan tersebut, maka media pembelajaran terbagi menjadi tiga jenis, yakni:
1. Media pandang (visual)
Media pandang berkaitan dengan alat indera penglihatan manusia. Media pembelajaran yang berupa media pandang (visual) secara umum dapat dikatakan bahwa kegunaannya berhubungan dengan pengertian, ingatan, dan motivasi. Untuk itu, media pandang memiliki peranan penting pada proses pembelajaran. Media ini dapat memperlancar pemahaman, memperkuat ingatan, menumbuhkan minat siswa, dan memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan kehidupan nyata sehari-hari. Agar efektif, media pandang sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa harus berinteraksi dengan visual itu untuk meyakinkan terjadinya proses informasi.
Media pandang terbagi menjadi dua, yakni media pandang non proyeksi dan media pandang proyeksi. Media pandang non proyeksi merupakan media yang relatif sering digunakan dalam proses pembelajaran, baik dua dimensi maupun tiga dimensi. Media ini dalam pengoperasiannya tidak memerlukan listrik dan proyektor. Sedangkan media pandang proyeksi merupakan kelompok media pembelajaran yang dalam pengoperasiannya memerlukan listrik dan proyektor atau penyorotan dengan cahaya, sehingga bisa dipandang atau dilihat oleh siswa.
Berikut media pandang yang termasuk kategori media pandang non proyeksi, diantaranya:
a. Papan tulis
Papan tulis merupakan media yang paling tradisional, murah, dan fleksibel. Disamping untuk menulis, papan tulis dapat digunakan untuk membuat gambar, skema, diagram, dan sebagainya. Papan tulis juga dapat digunakan untuk menggantungkan peta pada saat yang diperlukan. Daya guna dan daya pakai papan tulis sangat bergantung kepada kreativitas guru.
b. Papan flanel
Papan flanel adalah jenis papan yang permukaannya dilapisi dengan kain flanel. Kegunaannnya untuk menempelkan program yang berupa gambar, skema, kartu kata, dan semacamnya. Papan flanel biasanya dipasang di dinding atau digantung di antara dua buah kayu di bagian atas dan bawah.
c. Papan tali
Papan tali dapat dibuat dengan memasang tali-tali pada papan tulis biasa atau pada papan tripleks. Sebaiknya tali tersebut menggunakan kawat kecil. Tali-tali tersebut dikaitkan pada paku kecil lain yang dipasang pada tepi kanan dan kiri papan tersebut, sehingga merentang dari kiri ke kanan. Jarak tali yang satu dengan yang lain disesuaikan dengan besar kecilnya kartu yang akan digantung pada tali. Kartu-kartu tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga dengan mudah dapat disangkutkan pada tali, digeser, dan dilepas kembali.
d. Papan magnetis
Pada dasarnya penggunaan papan magnetis sama dengan penggunaan papan flanel. Perbedaannya terletak pada sistem melekatnya barang. Pada papan magnetis melekatnya disebabkan daya tarik magnetis. Permukaan papan magnetis pada umumnya berwarna putih sehingga dapa dipakai untuk menulis.
e. Wall chart
Media ini berupa gambar, denah, bagan, atau skema yang biasannya digantung pada dinding kelas. Media ini juga dapat digantungkan pada papan tulis. Wall chart biasanya berguna untuk hafalan suatu kosa kata atau kalimat.
f. Flash chart
Media ini berupa kartu berukuran 15x20 cm sebanyak 30 sampai 40 buah tiap 1 set kartu. Bahan-bahan kartu ini terbuat dari kertas manila. Setiap kartu diisi dengan gambar berbentuk stick figure, yakni gambar yang berupa garis-garis sederhana, tetapi sudah menggambarkan pesan yang jelas. Gambar ini tidak disertai dengan tulisan.
Media pandang proyeksi merupakan media yang bersifat elektronik. Media ini terdiri dari hardware dan software. Penggunaan media ini memerlukan aliran listrik untuk dapat menggerakan alat proyeksinya. Adapun yang termasuk media ini, diantaranya:
a. Overhead projector (OHP)
OHP merupakan alat yang dipakai untuk memproyeksikan suatu obyek transparan ke permukaan layar, sehingga menghasilkan gambar yang cukup besar. Proyektor OHP merupakan hardware. OHP harus diisi dengan software berupa program dan transparansi. Transparansi merupakan bahan bening bersifat tembus cahaya yang terbuat dari bahan polivinyl acetate atau cellofilm.
b. Slide
Slide merupakan gambar transparan yang diproyeksikan oleh cahaya melalui proyektor. Ukuran slide biasanya 2x2 cm atau 2x3 cm. Slide memiliki dua bentuk, yakni bentuk tradisional yang lepas satu per satu dan bentuk baru yang dibungkus dalam tempat khusus, lalu dimasukan ke dalam proyektor dan secara otomatis berputar seperti film biasa. Slide bisu merupakan slide yang tidak bersuara, sedangkan sound slide merupakan slide yang disertai suara. Slide ini menggunakan sinar lampu berkekuatan tertentu yang diproyeksikan melalui lensi ke permukaan lensa.
c. Film Strips
Media ini hampir sama dengan slide. Perbedaannya apabila pada slide, gambar-gambar yang diperoleh dari hasil pemotretan merupakan satuan-satuan lepas, sedangkan pada film strips, gambar-gambar tersebut merupakan suatu rangkaian dalam satu rol. Film strips juga dapat ditampilkan dengan suara atau tanpa suara. Suara yang dimasukkan ke dalam film merupakan penjelasan dari isi film. Selain berbentuk suara, penjelasan isi film juga dapat berbentuk buku pedoman atau narasi tulis.
d. Film bisu
Media ini memproyeksikan rangkaian gambar-gambar secara kontinyu dengan kecepatan putar tertentu, sehingga mengakibatkan seolah-olah gambar tersebut bergerak. Media ini tidak memiliki karakteristik suara. Maka, pada saat mempresentasikannya guru menambahkan komentar untuk keperluan tertentu.
e. Film loop
Film loop lebih pendek dari film bisu. Biasanya hanya mempresentasikan suatu adegan atau suatu gerakan tertentu saja. Umumnya film loop ini tidak memiliki karakteristik suara, tetapi ada juga yang dilengkapi dengan suara, sehingga memiliki karakteristik, gambar, gerak, dan suara.
2. Media dengar (audio)
Media dengar berkaitan dengan alat indera pendengaran manusia. Pesan yang disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif, baik verbal (bahasa lisan) atau non verbal. Media audio dapat memotivasi dan menarik siswa untuk mempelajari materi dengan lebih banyak. Adapun yang termasuk media dengar, antara lain:
a. Radio
Media ini berupa program yang disiarkan radio melalui pemancar, kemudian diterima oleh alat penerima radio untuk dapat didengar oleh penerima informasi. Radio merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita yang bagus dan aktual. Selain itu, terdapat juga beberapa kejadian dan peristiwa-peristiwa penting. Bentuk siaran radio dapat dibedakan menjadi tiga macam, yakni (1) program dalam bentuk pidato, (2) program dalam bentuk dialog atau tanya jawab, dan (3) program dalam bentuk drama atau sandiwara.
b. Tape recorder
Tape recorder merupakan perangkat keras yang membutuhkan perangkat lunak berupa program dalam peta rekaman. Alat ini digunakan untuk merekam dan memutar suara. Tape recorder merupakan alat yang fleksibel, karena dapat digunakan untuk merekam segala jenis suara, baik verbal dalam bentuk penjelasan, pidato, percakapan, dialog, nyanyian, drama, maupun non verbal.
3. Media pandang-dengar (audio-visual)
Media pandang-dengar berkaitan dengan alat indera penglihatan dan pendengaran manusia. Media ini dianggap paling lengkap karena memanfaatkan dua alat inderi manusia yang dapat saling melengkapi antara penglihatan dan pendengaran. Adapun yang termasuk media pandang-dengar, diantaranya:
a. Televisi
Televisi merupakan alat informasi audio-visual satu arah. Media ini sangat populer di Indonesia. Di samping itu, televisi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Beragam program televisi yang dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran, seperti film, iklan, dialog, program musik, berita, olahraga, dan sebagainya.
b. Video compact disk (VCD)
VCD adalah media berbentuk piringan lengkap audio visual yang berisikan materi pelajaran serta dimasuki suara narator yang berguna untuk menjelaskan obyek yang telah divisualkan. VCD ditayangkan atau ditampilkan melalui VCD player dan monitor televisi. Media ini sangat membantu guru dalam penyampaian ide-ide atau gagasan materi pelajaran yang diinformasikan kepada siswa, agar antara guru dengan siswa memiliki persamaan persepsi.
c. Komputer
Komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memproses data, dan menghasilkan output. Komputer bekerja dikendalikan oleh program yang tersimpan di dalam penyimpanannya dan program tersebut dikenal dengan sistem operasi. Komputer merupakan alat yang biasa dimanfaatkan sebagai media utama pembelajaran di masa modern ini, karena berbagai macam kemampuan yang dimilikinya, diantaranya memiliki respon cepat secara virtual terhadap masukan yang diberikan siswa. Di samping itu, komputer juga memiliki kemampuan dapat mengendalikan dan mengatur berbagai macam media serta bahan pembelajaran seperti film, video, slide, dan informasi yang dapat dicetak.


EmoticonEmoticon