Friday, 24 June 2016

Jenis-Jenis Penelitian Pendidikan



Jenis-Jenis Penelitian Pendidikan
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
jenis-jenis penelitian pendidikan
Terdapat berbagai permasalahan yang kita jumpai dalam kehidupan termasuk pada bidang pendidikan. Permasalahan-permasalahan tersebut tentu dapat diteliti untuk dicarikan penyelesaiannya. Setiap permasalahan pendidikan yang dijumpai terkadang antara satu permasalahan berbeda dengan permasalahan lainnya. Sehingga setiap permasalahan pendidikan tentu membutuhkan jenis penyelesaian yang berbeda-beda dan dalam menyelesaiakan masalah-masalah tersebut membutuhkan adanya penelitian.
Terdapat berbagai jenis penelitian dalam ilmu pendidikan, sebagai berikut:
1. Menurut penggunaannya
Jenis penelitian pendidikan bila dilihat dari segi penggunaannya terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:
a. Penelitian dasar atau penelitian murni
Penelitian dasar atau murni bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ilmiah atau untuk menemukan bidang penelitian baru tanpa suatu tujuan praktis tertentu. Artinya hasil penelitian tidak segera dipakai, namun digunakan dalam jangka waktu panjang. Untuk itu, penelitian ini juga bertujuan menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah ada.
b. Penelitian terapan
Penelitian terapan adalah setiap penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah dengan suatu tujuan praktis. Artinya hasil penelitian diharapkan segera dapat dipakai untuk keperluan praktis. Dengan kata lain penelitian terapan adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji, dan mengevaluasi kemampuan suatu teori untuk diterapkan dalam memecahkan permasalahan praktis. Sehingga penelitian dasar atau murni dan penelitian terapan masih berkaitan, karena penelitian dasar atau murni berkenaan dengan penemuan dan pengembangan ilmu, kemudian setelah ilmu itu digunakan untuk memecahkan permasalahan, maka penelitian tersebut menjadi penelitian terapan.
2. Menurut metodenya
Jenis penelitian pendidikan juga ditinjau dari segi metodenya, sebagai berikut:
a. Penelitian historis
Penelitian historis atau penelitian sejarah merupakan kegiatan penelitian yang difokuskan untuk menyelidiki, memahami, dan menjelaskan keadaan yang telah lalu. Penelitian historis bertujuan untuk merumuskan kesimpulan mengenai sebab-sebab, dampak, atau perkembangan dari kejadian lampau yang dapat digunakan untuk menjelaskan kejadian sekarang, dan mengantisipasi kejadian yang akan datang. Contoh penelitian historis, diantaranya (1) penelitian untuk mengetahui perkembangan pendidikan Indonesia dari masa ke masa, (2) penelitian tentang mengapa suatu metode pendidikan menjadi andalah di masa lalu, dan sebagainya.
b. Penelitian ex post facto
Penelitian ex post facto adalah penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut ke belakang guna mengetahui faktor-faktor penyebab timbulnya kejadian. Penelitian ini menggunakan logika jika x maka y. Namun dalam penelitian ini tidak dilakukan manipulasi variabel. Contoh penelitian ex post facto, diantaranya (1) penelitian tentang sebab banyaknya kerusuhan di kalangan pelajar, (2) penelitian tentang sebab terjadinya banyak siswa yang tidak lulus ujian, dan sebagainya.
c. Penelitian eksperimen
Penelitian eksperimen adalah penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lain dalam kondisi terkontrol secara ketat. Terdapat empat jenis bentuk penelitian eksperimen, yakni pre experimental, true experimental, quasi experimental, dan factorial. Pre experimenal merupakan penelitian eksperimen yang belum sungguh-sungguh, karena masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel terikat. True experimental adalah penelitian eksperimen yang sebenarnya karena peneliti dapat mengontol variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen. Ciri utama dari true experimental ialah sampel yang digunakan untuk eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara random atau acak dari populasi tertentu. Quasi experimental merupakan pengembangan dari true experimental yang sulit dilaksanakan. Jenis ini memiliki kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Meskipun demikian, jenis ini lebih baik dari pre experimental. Jenis ini digunakan karena pada kenyataannya sulit mendapatkan kelompok kontrol yang digunakan untuk penelitian. Factorial selalu melibatkan dua atau lebih variabel bebas (sekurangnya satu yang dimanipulasi). Jenis ini secara mendasar menghasilkan ketelitian true experimental dan membolehkan penyelidikan terhadap dua atau lebih variabel, secara individual, dan dalam interaksi satu sama lain. Tujuan dari jenis ini adalah untuk menentukan apakah efek suatu variabel eksperimental dapat digeneralisasikan lewat semua level dari suatu variabel kontrol, atau apakah efek suatu variabel eksperimen tersebut khusus untuk level khusus dari variabel kontrol, disamping itu juga untuk menunjukan hubungan yang tidak dapat dialakukan oleh jenis eksperimental variabel tunggal. Contoh penelitian eksperimen, diantaranya (1) pengaruh penggunaan metode mengajar A terhadap hasil belajar siswa, (2) pengaruh media pembelajaran B terhadap motivasi belajar siswa, dan lain sebagainya.
d. Penelitian survey
Penelitian survey adalah penilitan yang dilakukan pada populasi besar atau kecil tetapi data yang dipelajari adalah data sampel yang diambil dari populasi. Secara umum penelitian survey dilakukan untuk mengambil suatu generalisasi dari pengamatan yang tidak mendalam. Sampel yang diambil harus dapat merepresentasikan populasi. Contoh penelitian sampel, diantaranya (1) kecenderungan siswa dalam memilih ketua kelasnya, (2) pengaruh anggaran pendidikan terhadap kualitas sumber daya manusia di Indonesia, dan sebagainya.
e. Penelitian evaluasi (evaluation research)
Penelitian evaluasi adalah penelitian yang diharapkan dapat memberikan masukan atau mendukung pengembalin keputusan tentang nilai relatif dari dua atau lebih alternatif tindakan. Jadi, penelitian evaluasi dilakukan sebagai pertimbangan untuk mengambil keputusan. Contoh penelitian evaluasi, diantaranya (1) efektivitas pelaksanaan kurikulum 2013 di sekolah A, (2) penelitian kebijakan sertifikasi guru di Indonesia, dan lain sebagainya.
f. Penelitian kebijakan
Penelitian kebijakan adalah penelitian yang dilakukan untuk kepentingan pengambilan kebijakan. Penelitian ini dilakukan karena adanya masalah bagi organisasi atau para pengambil keputusan. Penelitian ini dilakukan terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pengambil keputusan. Contoh penelitian kebijakan, diantaranya (1) penelitian untuk membuat undang-undang pendidikan, (2) penelitian untuk membuat suatu peraturan di lingkup pendidikan, (3) penelitian untuk mengembangkan stuktur organisasi sekolah, dan lain sebagainya.
g. Penelitian naturalistik
Penelitian naturalistik merupakan penelitian yang digunakan untuk kondisi obyektif alamiah dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian lebih menekankan pada makna, bukan generalisasi. Contoh penelitian naturalistik, diantaranya (1) makna upacara bendera, (2) penelitian untuk menemukan faktor-faktor penyebab terjadinya korupsi di lingkungan pendidikan, dan lain sebagainya.
h. Penelitian tindakan (action research)
Penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleksi diri yang dilakukan oleh para partisipan misalnya guru, siswa, atau kepala sekolah dalam situasi sosial termasuk pendidikan. Penelitian tindakan bertujuan untuk memecahkan masalah aplikasi metode ilmiah, bukan untuk memberi kontribusi pada ilmu pengetahuan. Contoh penelitian tindakan, diantaranya (1) penelitian tentang mencari cara mengajar yang paling tepat untuk siswa kelas III sekolah dasar, (2) penelitian tentang mencari media yang paling tepat untuk mata pelajaran matematika materi bilangan bulat, dan lain sebagainya.
i. Penelitian pengembangan (research development)
Penelitian pengembangan merupakan penelitian untuk mengembangkan produk sehingga produk tersebut menjadi lebih baik. Tujuan penelitian ini bukan untuk memformulasi atau menguji hipotesis, melainkan untuk mendapatkan produk baru atau proses baru. Contoh penelitian pengembangan, diantaranya (1) penelitian tentang kemungkinan pengembangan metode A menjadi metode A plus, (2) penelitian tentang kemungkinan pengembangan media B menjadi media B plus, dan lain sebagainya.
3. Menurut jenis data dan analisisnya
Menurut jenis data dan analisisnya, penelitian pendidikan terbagi menjadi:
a. Penelitian kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang datanya merupakan data kuantitatif, sehingga analisis datanya menggunakan analisis kuantitatif atau disebut inferensi. Data kuantitatif berbentuk angka atau diangkakan seperti 1,2,3,4,..., atau skor 5 = selalu, skor 4 = sering, skor 3 = kadang-kadang, skor 2 = jarang, dan skor 1 = tidak pernah. Data kuantitatif dibedakan menjadi data diskrit atau nominal dan data kontitum. Data diskrit atau nominal adalah data dalam bentuk kategori, sedangkan data kontitum adalah data dalam bentuk angka yang diperoleh berdasarkan hasil pengukuran.
b. Penelitian kualitatif
Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang datanya kualitatif sehingga analisisnya juga analisis kualitatif atau disebut deskriptif. Data kualitatif berupa data dalam bentuk kata, kalimat, dan gambar. Data kualitatif dapat dirubah menjadi data kuantitatif dengan cara diskoring. Contoh data kualitatif, yakni baik sekali, baik, kuran baik, tidak baik, atau sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, sangat tidak setuju, atau selalu, kadang-kadang, jarang, dan tidak pernah.
c. Penelitian gabungan kuantitatif dan kualitatif
Penelitian gabungan kuantitatif dan kualitatif merupakan penelitian yang datanya terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif sehingga analisis datanya pun menggunakan analisis data kuantitatif dan data kualitatif.
4. Menurut tingkat kedalaman analisis data penelitian
Menurut tingkat kedalaman analisis data penelitiannya, penelitian pendidikan terbagi menjadi, sebagai berikut:
a. Penelitian deskriptif
Penelitian yang analisis datanya hanya sampai pada deskripsi variabel satu per satu. Deskripsi berarti pemberian secara sistematik dan faktual tentang sifat-sifat tertentu pada populasi tertentu.
b. Penelitian eksplanatori
Penelitian yang analisis datanya sampai pada menentukan hubungan variabel dengan variabel lainnya.
5. Menurut tingkat eksplanasi (penjelasan)
Menurut tingkat eksplanasi atau penjelasannya, penelitian terbagi atas:
a. Penelitian deskriptif
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang mengumpulkan data untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan penelitian mengenai status terakhir dari subyek penelitian. Penelitian ini berusaha untuk memperoleh deskripsi lengkap dan akurat dari suatu situasi. Salah satu kelemahan utama penelitian deskriptif ialah kurangnya tanggapan subyek penelitian. Contoh penelitian deskriptif, diantaranya (1) penelitian disiplin kerja pegawai negeri sipil guru, (2) penelitian profit guru profesional, (3) penelitian kesiapan sekolah melaksanakan manajemen berbasis sekolah, (4) penelitian kesiapan sekolah melaksanakan kurikulum 2013, dan lain sebagainya.
b. Penelitian korelasional (hubungan)
Penelitian korelasional  atau hubungan adalah penelitian yang bertujuan untuk menemukan  apakah  terdapat hubungan antara dua variabel atau lebih, serta seberapa besar hubungan yang ada diantara variabel yang diteliti. Penelitian korelasional tidak  menjawab sebab akibat, tetapi hanya menjelaskan ada atau tidaknya hubungan antara variabel yang diteliti. Contoh penelitian korelasional, diantaranya (1) penelitian tentang pengaruh kepemimpinan terhadap disiplin kerja pegawai negeri sipil, (2) penelitian tentang hubungan antara tingkat pendidikan dengan kerukunan masyarakat pada daerah tertentu, dan lain sebagainya.
c. Penelitian komparatif
Penelitian komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Contoh penelitian komparatif, diantaranya (1) penelitian tentang adakah perbedaan kemampuan kerja antara lulusan SMK dengan lulusan SMA, (2) penelitian tentang adakah perbedaan hasil belajar antara strategi belajar A dengan strategi belajar B, (3) penelitian tentang tingkat kesiapan sekolah negri dan sekolah swasta dalam melaksanakan manajemen berbasis sekolah.
6. Menurut tempat penelitiannya
Berdasarkan tempat penelitiannya, penelitian pendidikan dibedakan atas:
a. Penelitian lapangan (field research)
Penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan langsung di lapangan atau pada responden.
b. Penelitian kepustakaan (library research)
Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur atau kepustakaan, baik berupa buku, catatan, maupun laporan hasil penelitian dari peneliti sebelumnya.
c. Penelitian laboratorium (laboratory research)
Penelitian laboratorium adalah penelitian yang dilaksanakan pada tempat tertentu atau laboratorium dan biasanya bersifat eksperimen atau percobaan.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penelitian pendidikan menurut penggunaannya dibagi menjadi penelitian dasar atau murni dan penelitian terapan. Jenis penelitian pendidikan menurut metodenya terbagi menjadi penelitian historis, penelitian ex post facto, penelitian eksperimen, penelitian survey, penelitian evaluasi, penelitian kebijakan, penelitian naturalistik, penelitian tindakan, dan penelitian pengembangan. Jenis penelitian pendidikan menurut jenis data dan analisisnya terbagi menjadi penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif, dan penelitian gabungan (kuantitatif dan kualitatif). Jenis penelitian pendidikan menurut kedalaman analisis data penelitiannya terbagi menjadi penelitian deskriptif dan penelitian eksplanatori. Jenis penelitian pendidikan menurut tingkat eksplanasi atau penjelasannya terbagi menjadi penelitian deskriptif, penelitian korelasional atau hubungan, dan penelitian komparatif. Jenis penelitian menurut tempat penelitiannya, yakni penelitian lapangan, penelitian kepustakaan, dan penelitian laboratorium.


EmoticonEmoticon