Monday, 27 June 2016

Kolase



Kolase
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Kolase merupakan komposisi artistik yang dibuat dari bermacam-macam bahan, seperti kertas, kain, daun, kaca, logam, kayu, dan lain sebagainya dengan cara ditempelkan pada permukaan gambar. Selama bahan itu dapat dipadukan dengan bahan dasar, dapat menjadi karya seni kolase yang mewakili perasaan estetis dari pembuatnya. Dengan kata lain, kolase adalah karya seni rupa dua dimensi ataupun tiga dimensi yang menggunakan bermacam-macam paduan bahan. Pemanfaatan bahan baku kolase yang bermacam-macam dapat menghasilkan karakter bentuk kolase yang unik dan menarik.
Awal sejarahnya, seni kolase berkembang pesat pada abad 17 di Venice, Italia. Kemudian, seni kolase berkembang ke Perancis, Inggris, Jerman, dan negara lainnya di Eropa. Pelukis Pablo Picasso, Georges Braque, dan Max Ernst merupakan seniman karya lukis pengguna teknik kolase kertas, kain, dan bermacam-macam objek lainnya. Kolase menjadi media yang digemari kalangan seniman karya unik dan menuntut kreativitas tinggi.
Unsur-unsur rupa yang terdapat pada karya seni rupa kolase, antara lain:
1. Titik
Titik adalah unit unsur seni rupa yang terkecil. Titik tidak mempunyai ukuran panjang dan lebar. Unsur titik pada kolase dapat diwujudkan dari butir-butir pasir laut.
2. Bintik
Bintik merupakan titik yang sedikit berukuran lebih besar. Unsur bintik dapat diwujudkan dari lada atau biji-bijian yang berukuran kecil.
3. Garis
Garis adalah perpanjangan dari titik yang mempunyai ukuran panjang, namun relatif tidak mempunyai ukuran lebar. Garis apabila ditinjau dari jenisnya, dapat dibedakan menjadi (1) garis lurus, (2) garis lengkung, (3) garis putus-putus, (4) garis spiral. Unsur garis pada kolase dapat diwujudkan dari korek api, potongan kawat, benang, lidi, dan lain sebagainya.
4. Bidang
Bidang merupakan unsur rupa yang terjadi karena pertemuan beberapa garis. Bidang dapat dibedakan menjadi bidang horisontal, vertikal, dan diagonal (melintang). Unsur bidang pada kolase dapat berupa bidang datar (2 dimensi) dan bidang bervolume (3 dimensi).
5. Warna
Warna adalah unsur seni rupa yang penting dan salah satu wujud keindahan yang dapat dilihan oleh alat indera penglihatan manusia. Warna dapat dibedakan menjadi warna primer, sekunder, dan tersier. Unsur warna pada kolase dapat diwujudkan dari cat, pita, renda, kain warna-warni, kertas warna, dan lain sebagainya.
Berikut bahan-bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan kolase, diantaranya:
1. Kertas bekas
Sebagai bahan kolase sebaiknya dipilih kertas yang berwarna-warni. Semua kertas berwarna dapat dijadikan bahan kolase. Kertas yang dapat digunakan, seperti kertas bekas sampul, majalah, poster, kemasan produk, kertas lipat, dan lainnya. Dalam penggunaannya, kertas dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang dikehendaki.
2. Daun-daunan
Daun-daunan merupakan bahan kolase yang sangat mudah didapat. Untuk dijadikan bahan kolase, menggunakan daun kering atau daun yang sudah gugur. Pilihlah warna daun kering yang berbeda-beda agar dalam penyusunannya menjadi karya seni rupa kolase lebih mudah.
3. Biji-bijian
Biji-bijian diperoleh dari tumbuhan. Biji-bijian ini banyak sekali macamnya dengan berbagai bentuk, ukuran, warna, dan tekstur yang berbeda. Biji-bijian ini hendaknya dikeringkan terlebih dahulu agar tidak menyusut dan warnanya tidak berubah. Bila perlu, dapat digoreng dengan minyak.
4. Kulit-kulitan
Kulit-kulitan berasal dari kulit buah dan kulit batang tumbuhan. Kulit buah yang dapat dijadikan kolase, diantaranya kulit salak, kulit jeruk, kulit kacang tanah, kulit rambutan, dan lain sebagainya. Sedangkan kulit batang yang dapat dijadikan kolase, diantaranya kulit batang pisang, kulit batang rambutan, kulit kelopak bambu, dan lain sebagainya. Semua kulit-kulitan haruslah dikeringkan dahulu sebelum digunakan sebagai bahan kolase, kemudian dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang dikehendaki.
5. Serutan kayu
Untuk bahan kolase digunakan serutan kayu yang sebelumnya dikeringkan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar warnanya tidak berubah, lalu serutan kayu dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan.
6. Kaca
Kaca yang digunakan adalah bekas potongan kaca bekas memasang bingkai yang sudah tidak digunakan lagi. Agar kaca berwarna, digunakan kaca yang dicat. Jika tidak ada pemotong kaca, kaca dapat dibentuk dengan cara mengetok atau menghempaskan ke atas permukaan yang keras. Dengan cara ini akan didapatkan ukuran kaca yang tidak teratur dan tidak sama besar. Dalam pengolahan kaca diperlukan kehati-hatian agar tidak terluka.
7. Keramik
Keramik memiliki warna yang beragam. Untuk keperluan membuat kolase dapat digunakan bekas potongan keramik untuk lantai rumah. Bahan ini dapat dipotong-potong sesuai ukuran yang dikehendaki.
8. Batu
Batu yang cocok digunakan adalah batu akik sebab memiliki bermacam-macam warna, kemudian diasah sehingga warnanya akan terlihat semakin bagus.
9. Logam
Untuk digunakan bahan kolase, sebaiknya dipilih bekas-bekas logam yang mudah didapat, seperti logam seng, kuningan, alumunium, dan sebagainya. Plat logam dapat dipotong-potong dengan ukuran yang dikehendaki, lalu baru didatarkan ke bidang dasar kolase.
10. Tempurung (batok kelapa)
Untuk bahan kolase dipilih tempurung dari kelapa setengah tua atau tua. Kemudian dibersihkan dari serat-serat sabut dengan cara dihaluskan menggunakan ampelas. Setelah halus, lalu dipotong dengan ukuran yang dikehendaki. Tempurung dapat dipotong menggunakan gergaji besi.
Berikut merupakan langkah pembuatan kolase, yakni:
1. Siapkan bahan-bahan yang akan digunakan, seperti barang bekas berupa kertas dan media perangkat yang dibutuhkan, seperti kertas gambar, pensil, gunting, dan lem.
2. Buat bentuk gambar pada kertas gambar menggunakan pensil.
3. Rencanakan penempelan bahan bekas pada gambar yang sudah dibuat.
4. Gunting atau potong bahan bekas sesuai ukuran yang dikehendaki.
5. Oleskan lem sedikit demi sedikit pada gambar yang akan ditempeli.
6. Tempelkan guntingan atau potongan bahan bekas tadi pada kertas gambar.
7. Usahakan lakukan dengan rapi, sehingga hasil kolase menjadi maksimal.

karya kolase anak
 Kolase Gambar Bunga dari Biji-bijian


EmoticonEmoticon