Friday, 10 June 2016

Micro Teaching



Micro Teaching
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
micro teaching
Micro Teaching berasal dari bahasa Inggris, micro yang artinya sempit, kecil, atau terbatas dan teaching yang berarti mendidik atau mengajar. Dengan kata lain micro teaching dapat didefenisikan sebagai suatu kegitan belajar mengajar sebenarnya yang disederhanakan. Micro teaching dilakukan untuk melatih keterampilan mengajar. Untuk itu, pembelajaran dalam micro teaching dipersempit atau dibuat sederhana. Bentuk penyederhanaan tersebut berupa jumlah siswa, waktu mengajar, dan keterampilan dasar mengajar.
Jumlah siswa pada micro teaching berkisar antara 5-10 siswa. Waktu mengajar terbatas sekitar 10-15 menit. Micro teaching tetap mempraktikan pengajaran secara utuh baik kegiatan pembuka, inti, dan kegiatan penutup, namun difokuskan pada keterampilan dasar mengajar tertentu.  Keterampilan dasar mengajar terbagi atas: (1) keterampilan membuka dan menutup pelajaran, (2) keterampilan menjelaskan, (3) keterampilan bertanya, (4) keterampilan memberikan penguatan, (5) keterampilan membimbing diskusi kelompok, (6) Keterampilan mengajar kelompok kecil dan individu, (7) keterampilan menggunakan variasi, dan (8) keterampilan mengelola kelas.
Tujuan umum micro teaching adalah untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa, calon guru, atau guru untuk berlatih mempraktikan beberapa keterampilan dasar mengajar dalam suasana yang terkontrol, konstruktif, dan suportif sehingga mendukung kesiapan mental, keterampilan, serta kemampuan performa yang terintegrasi sebagai bekal praktik mengajar yang sesungguhnya. Dengan kata lain, micro teaching memberikan pengalaman belajar yang nyata dan latihan sejumlah keterampilan dasar mengajar secara terpisah.  Untuk itu, micro teaching merupakan fasilitas praktik latihan bagi mahasiswa, calon guru, atau guru untuk berlatih dan atau memperbaiki serta meningkatkan keterampilan dasar mengajar yang pada hakikatnya merupakan latihan penerapan pengetahuan metode dan teknik mengajar yang telah dipelajari secara teoritik. Disamping itu micro teaching juga sebagai tempat pembinaan dan pembekalan para calon guru sebelum terjun ke lapangan yang sebenarnya. Oleh sebab itu, program micro teaching dalam dunia kependidikan biasanya memang bagian integral dari Program Pengalaman Lapangan (PPL) serta merupakan mata kuliah prasarat mengikuti PPL dan berstatus mata kuliah wajib lulus. Keberadaan micro teaching juga berfungsi sebagai bahan uji coba bagi guru atau pakar di bidang pembelajaran. Dalam hal ini micro teaching berguna untuk menguji-coba suatu model, metode, media, ataupun evaluasi pembelajaran. Dengan demikian, hasilnya dapat dilihat letak kelemahan dan segera melakukan perbaikan.
Berdasarkan uraian tersebut, intinya bagi mahasiswa, calon guru, atau guru mengadakan latihan pembelajaran micro teaching untuk melatih keterampilan dasar mengajar. Selanjutnya dengan dilakukan latihan secara berulang-ulang dalam micro teaching, keterampilan dasar mengajar akan semakin matang dan menjadi suatu perilaku yang terbiasa. Dengan demikian, pada saat mahasiswa, calon guru, atau guru mengajar di sekolah atau institusi pendidikan, sudah menguasai keterampilan dasar mengajar secara baik.


EmoticonEmoticon