Friday, 10 June 2016

Model Pembelajaran E-Learning



Model Pembelajaran E-Learning
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

model pembelajaran e-learning

Berkembangnya teknologi, ilmu informasi, dan komunikasi memberi dampak terhadap berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Salah satu model pembelajaran yang memanfaatkan perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi adalah model pembelajaran electronic learning atau dikenal dengan e-learning. Model pembelajaran ini memungkinkan siswa mencari bahan pembelajaran secara mandiri langsung dari situs internet melalui komputer sebagai sumber belajar. Perkembangan internet memberikan nuansa sistem pembelajaran e-learning. Dengan memahami hal ini, siswa dapat mengakses pembelajaran melalui jaringan intra, internet, dan CD untuk memperlajari bahan pembelajaran secara interaktif dan menarik tanpa harus didampingi secara langsung oleh guru.
Model pembelajaran e-learning memanfaatkan jasa teknologi elektronik. Siswa dengan guru atau sesama siswa dapat berkomunikasi dengan relatif mudah tanpa dibatasi hal-hal yang protokoler. Model pembelajaran ini juga memanfaatkan keunggulan komputer berupa digital media dan network. Untuk itu, bahan ajar yang digunakan bersifat mandiri, disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja serta dimana saja bila yang bersangkutan membutuhkan bahan ajar tersebut.
Berikut secara umum langkah pembelajaran e-learning, diantaranya:
1. Guru menyiapkan bahan pembelajaran berbasis elektronik.
2. Siswa menggunakan komputer masing-masing mengakses bahan pembelajaran yang telah disiapkan oleh guru.
3. Siswa mengakses sumber lain yang menunjang dari internet.
4. Siswa dapat berdiskusi dalam panel elektronik.
5. Guru mengawasi siswa agar belajar sesuai dengan yang direncanakan.
6. Siswa mengerjakan evaluasi berbasis elektronik pada komputer masing-masing.
7. Siswa bersama guru menarik kesimpulan umum dari pembelajaran yang telah dipelajari.
Berikut kelebihan model pembelajaran e-learning, yakni:
1. Model pembelajaran e-learning dapat disajikan dalam berbagai format sajian yang menarik, atraktif, dan interaktif berupa gambar, teks, animasi, suara, dan video.
2. Dapat dioperasikan sepanjang waktu sehingga guru dan siswa dapat memperoleh informasi atau bahan pembelajaran yang diperlukan di saat membutuhkan.
3. Belajar secara individual, setiap siswa dapat memilih format yang diinginkan dan lebih relevan dengan cara belajar masing-masing siswa.
4. Bersifat komprehensif, menyediakan berbagai bentuk kegiatan pembelajaran dari berbagai sumber yang memungkinkan siswa untuk memilih cara belajarnya sendiri.
5. Evaluasi dapat dilakukan secara langsung dengan berbasis elektronik.
Berikut kelemahan dari model pembelajaran e-learning, antara lain:
1. Kurangnya interaksi antara guru dengan siswa atau antar siswa itu sendiri.
2. Kecenderungan mengabaikan aspek sosial dalam pembelajaran.
3. Proses belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.
4. Perlunya fasilitas yang memadai seperti listrik, komputer, jaringan komputer, dan internet.
5. Guru perlu memiliki keterampilan lebih khususnya dalam ilmu komputer, jaringan, dan akses internet.
Dari pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa, model pembelajaran e-learning adalah pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik, dilakukan melalui media internet untuk menyampaikan isi pembelajaran, berinteraksi, dan memperoleh bimbingan serta bahan belajar sesuai dengan kebutuhan. Dalam model pembelajaran e-learning hendaknya tidak hanya mempelajari secara teoritis, tetapi mempelajari secara praktikum supaya semua siswa lebih mudah memahami tentang e-learning. Dengan demikian, guru bersama siswa dapat memanfaatkan perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi dalam pembelajaran e-learning secara efektif serta efisien.


EmoticonEmoticon