Saturday, 4 June 2016

Model Pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD)



Model Pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD)
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Model pembelajaran student team achievement division (STAD)

Model pembelajaran student team achievement division atau disingkat STAD merupakan bentuk pembelajaran kooperatif sederhana. Siswa ditempatkan dalam kelompok belajar beranggotakan empat sampai lima orang. Siswa tidak boleh memilih kelompok sendiri, melainkan dikelompokkan oleh guru. Pada tiap kelompok siswa memiliki karakteristik beragam berdasarkan tingkat kinerjanya, jenis kelamin, dan sosioekonomi. Guru menyampaikan pembelajaran, kemudian siswa bekerja dalam kelompok untuk memastikan seluruh anggota kelompok menguasai pelajaran. Akhirnya seluruh siswa dikenai kuis tentang pelajaran tersebut secara individu. Dengan kata lain, saat kuis siswa tidak boleh saling membantu.
Ada lima komponen utama dalam model pembelajaran STAD, diantaranya:
1. Penyajian Kelas
Penyajian kelas adalah pemberian materi oleh guru secara klasikal dengan menggunakan presentasi verbal atau teks. Penyajian kelas fokus pada konsep-konsep materi yang dipelajari. Kemudian siswa menuntaskan materi pelajaran dengan bekerja dalam kelompok melalui tutorial, tanya jawab, atau diskusi.
2. Pembentukan Kelompok
Pembentukan kelompok menjadi hal yang penting dalam model pembelajaran STAD. Dalam suatu kelompok harus tercipta kerja sama antar siswa untuk mencapai kemampuan akademik yang diharapkan. Lebih khusus lagi, kelompok berfungsi untuk mempersiapkan semua anggota kelompok dalam menghadapi tes individu. Guru perlu mempertimbangkan agar kelompok terbentuk seimbang dan dapat bekerja sama antar siswa secara optimal.
3. Tes atau Kuis
Setelah melaksanakan satu atau dua kali penyajian kelas dan bekerja serta berlatih dalam kelompok, siswa diberi tes atau kuis secara individual. Siswa perlu menyadari bahwa usaha dan keberhasilan akan memberikan sumbangan berharga bagi kesuksesan kelompok.
4. Skor Peningkatan Individual
Skor peningkatan individual dihitung berdasarkan skor dasar dan skor tes. Skor dasar diambil dari skor tes terakhir siswa atau dari nilai pretes sebelum melaksanakan model pembelajaran STAD. Skor peningkatan individual berguna untuk memotivasi siswa agar memperoleh hasil yang terus meningkat.
5. Pengakuan Kelompok
Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan penghargaan atas usaha yang telah dilakukan oleh kelompok selama proses pembelajaran STAD. Kelompok dapat diberi hadiah atau penghargaan dalam bentuk lain apabila dapat mencapai kriteria yang telah ditetapkan.
Berikut langkah-langkah model pembelajaran STAD:
1. Persiapan
Materi pembelajaran dirancang sedemikian rupa untuk pembelajaran secara kelompok. Kelompok siswa merupakan kelompok heterogen. Setiap kelompok berjumlah empat sampai lima siswa. Dalam pembentukan kelompok perlu dipertimbangkan karakteristik berupa tingkatan kinerja, jenis kelamin, dan sosioekonomi. Tentukan skor awal siswa melalui pretes atau skor yang didapat dari tes terakhir siswa. Sebelum memulai pembelajaran sebaiknya diawali dengan latihan-latihan kerja sama kelompok. Hal ini merupakan kesempatan bagi setiap kelompok untuk mengenal antar anggota kelompok.
2. Mengajar
Pada tahap ini guru menjelaskan kepada siswa apa yang akan dipelajari dan mengapa hal tersebut penting. Hal ini dilakukan untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa melalui pemberian teka-teki dan memunculkan permasalahan yang berhubungan dengan materi dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya guru menentukan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Guru menekankan pada siswa bahwa yang terpenting adalah pemahaman bukan hafalan. Untuk itu, gutu juga sesering mungkin mengecek pemahaman siswa dengan peranyaan-pertanyaan.
3. Kegiatan Kelompok
Siswa belajar dalam kelompok kecil yang beranggotakan empat sampai lima orang. Setiap siswa memiliki tanggungjawab untuk memastikan teman dalam kelompoknya mempelajari materi dalam lembar kegiatan yang diberikan oleh guru. Tidak seorang pun siswa selesai belajar sebelum semua anggota kelompok menguasai pelajaran. Guru melakukan pengawasan kepada setiap kelompok. Sesekali guru mendekati kelompok untuk menyimak bagaimana anggota kelompok berdiskusi.
4. Kuis atau Tes
Setelah siswa belajar dalam kelompok selama satu atau dua kali penyajian, guru memberikan kuis atau tes kepada siswa secara individual. Setiap siswa mengerjakan soal secara mandiri. Hasil dari kuis atau tes tersebut diberi skor dan disumbangkan sebagai skor kelompok.
5. Penghargaan Kelompok
Setelah diadakan kuis atau tes, guru menghitung skor perkembangan individu dan skor kelompok berdasarkan rentang skor yang diperoleh setiap individu. Skor perkembangan ditentukan berdasarkan skor awal siswa. Kemudian guru mengumumkan kelompok yang memperoleh poin peningkatan tertinggi. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok tersebut berupa hadiah atau bentuk penghargaan lainnya.
Terdapat berbagai kelebihan dari model pembelajaran STAD, diantaranya:
1. Meningkatkan rasa percaya diri siswa.
2. Meningkatkan kepekaan sosial.
3. Memudahkan siswa untuk menyesuaikan diri dalam suatu kelompok.
4. Menumbuhkan sikap toleransi.
5. Siswa yang lambat berfikir dapat terbantu oleh kelompok.
Sedangkan kelemahan dari model pembelajaran STAD, yakni:
1. Dinamika kelompok kurang apabila terdapat siswa yang terlalu dominan.
2. Memungkinkan terdapat siswa yang kurang aktif berdiskusi dalam kelompok.
3. Perlunya kemampuan sosial yang baik dari diri siswa, seperti keterampilan berkomunikasi, diskusi, bertanya, menghargai pendapat orang lain, dan lain sebagainya.
4. Kerja kelompok akan kurang efektif apabila ketua kelompok tidak dapat mengatasi konflik-konflik perbedaan yang timbul dalam kelompok.
Akhirnya model pembelajaran STAD menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan membantu menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang optimal. Guru menyampaikan materi pelajaran dengan cara persentasi verbal atau teks. Siswa belajar dalam kelompok kecil, kemudian siswa diberikan tes individual secara mandiri. Model pembelajaran ini melatih keterampilan sosial siswa dan melatih tanggungjawab siswa terhadap perkembangan dirinya secara individu maupun perkembangan kelompok.


EmoticonEmoticon