Thursday, 16 June 2016

Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT)



Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT)
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Model pembelajaran teams games tournament (TGT)

Model pembelajaran teams games tournament atau disingkat TGT adalah pembelajaran tipe kooperatif yang relatif mudah untuk diterapkan. Model ini melibatkan aktifitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya, dan mengandung permainan serta reinforcement. Aktivitas permainan yang dirancang dalam model pembelajaran TGT membuat siswa belajar lebih nyaman juga menumbuhkan sikap tanggungjawab, kejujuran, kerja sama, persaingan sehat, dan keterlibatan belajar.
Langkah-langkah model pembelajaran TGT, diantaranya:
1. Penyajian kelas (class presentations)
Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas atau disebut juga presentasi kelas. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, pokok materi, dan penjelasan singkat tentang LKS yang dibagikan kepada kelompok. Kegiatan ini biasanya dilakukan menggunakan metode ceramah yang dipimpin oleh guru.
2. Belajar dalam kelompok (teams)
Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil berjumlah 3-5 orang. Pemilihan kelompok berdasarkan kemampuan siswa dari ulangan harian sebelumnya, jenis kelamin, dan sosioekonomi. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompok dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game atau permainan. Dalam belajar kelompok, kegiatan siswa adalah mendiskusikan masalah-masalah, membandingkan jawaban, memeriksa, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan konsep teman sekolompoknya.
3. Permainan (games)
Game atau permainan terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan materi, dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelompok dan belajar kelompok. Game atau permainan terdiri dari pertanyaan-pertanyaan singkat sederhana. Game atau permainan ini dimainkan pada meja turnamen atau lomba oleh 3 orang siswa yang mewakili tim atau kelompoknya masing-masing. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan sesuai dengan nomor itu. Kelompok siswa yang menjawab dengan benar akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan kelompok siswa untuk turnamen atau lomba mingguan.
4. Pertandingan atau lomba (tournament)
Turnamen atau lomba dilakukan pada akhir minggu atau akhir setiap unit sub bab setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja siswa (LKS). Guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen atau lomba.
5. Penghargaan kelompok (team recognation)
Setelah turnamen atau lomba berakhir, guru mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing tim atau kelompok mendapatkan sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Hal ini dapat menyenangkan para siswa atas prestasi yang telah mereka raih.
Kelebihan model pembelajaran TGT diantaranya, sebagai berikut:
1. Model TGT membuat siswa baik siswa cerdas maupun siswa berkemampuan akademik rendah aktif dan memiliki peran penting dalam kelompok.
2. Menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling menghargai sesama anggota kelompok.
3. Siswa lebih semangat belajar karena diakhir pembelajaran terdapat penghargaan atau hadiah bagi siswa.
4. Siswa lebih senang dalam belajar karena ada kegiatan permainan berupa turnamen atau lomba.
Adapun kelemahan model pembelajaran TGT, yakni:
1. Memerlukan waktu yang relatif lama.
2. Guru harus pandai memilih materi ajar yang cocok digunakan dengan model pembelajaran TGT.
3. Guru harus mempersiapkan pembelajaran dengan matang seperti, membuat soal, aturan, dan pengaturan pemberian skor.


EmoticonEmoticon