Monday, 16 January 2017

Palang Merah Remaja



Palang Merah Remaja
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Palang Merah Remaja atau disingkat PMR adalah wadah kegiatan remaja di sekolah dalam kepalangmerahan melalui kegiatan program ekstrakurikuler. PMR dibentuk pada kongres PMI, Januari 1950 di Jakarta. PMR secara resmi dikembangkan di sekolah mulai 22 Juni 1974 melalui Surat Edaran Dirjen Pendidikan Nomor 11-052-1974. Pada dasarnya PMR adalah anggota muda dari Palang Merah Indonesia (PMI). Untuk itu, anggota PMR merupakan kekuatan PMI untuk melaksanakan kegiatan kesiapsiagaan bencana kemanusiaan di sektor kesehatan, mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah, dan bulan sabit merah internasional.
Berikut syarat menjadi anggota PMR, yakni: (1) warga negara Indonesia, (2) berusia 7 sampai 21 tahun, (3) dapat membaca dan menulis, (4) atas kemauan sendiri ingin menjadi anggota PMR, (5) mendapat persetujuan dari orang tua atau wali, (6) bersedia mengikuti pendidikan atau pelatihan yang diharuskan, dan (7) bersedia melaksanakan tugas kepalangmerahan secara sukarela.
Terdapat 7 prinsip dasar gerakan Palang Merah Internasional, yakni (1) kemanusiaan, (2) kesamaan, (3) kenetralan, (4) kemandirian, (5) kesukarelaan, (6) kesatuan, dan (7) kesemestaan. Ruang lingkup kegiatan PMR dikenal dengan istilah Tri Bakti Remaja yang berisi: (1) berbakti kepada masyarakat, (2) mempertinggi keterampilan serta memelihara kebersihan dan kesehatan, dan (3) mempererat persahabatan nasional dan internasional. Di Indonesia terdapat tiga tingkatan anggota PMR, sebagai berikut: (1) PMR Mula adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar sekolah dasar (usia 7-12 tahun), warna slayer hijau muda, (2) PMR Madya adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar sekolah menengah pertama (usia 12-15 tahun), warna slayer biru langit, dan (3) PMR Wira adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar sekolah menengah atas (usia 15-17 tahun), warna slayer kuning cerah.
Berikut teks Mars Palang Merah Indonesia:
Palang Merah Indonesia
Sumber kasih umat manusia
warisan luhur nusa dan bangsa
Wujud nyata mengayom Pancasila
Gerak juangnya ke seluruh Nusa
Mendharmakan bakti bagi ampera
Tunaikan tugas suci, tujuan PMI, di Persada Bunda Pertiwi
untuk umat manusia di seluruh dunia
PMI mengantarkan jasa
Berikut hal-hal yang dipelajari dalam PMR, diantaranya:
1. Pelaksanaan Pertolongan Pertama
a. Periksa kesadaran.
b. Periksa pernapasan.
c. Periksa apakah ada tanda-tanda pendarahan.
d. Periksa keadaan lokal atau sekitar.
2. Peralatan P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan)
a. Bahan pembersih tangan (misal sabun atau alkohol).
b. Obat pencuci luka (misal rivanol atau alkohol).
c. Obat pengurang rasa sakit (misal parasetamol).
d. Wewangian untuk membangunkan korban (misal kayu putih).
e. Pembalut luka.
f. Mitela.
g. Kapas.
h. Plester.
i. Kain kassa.
j. Gunting.
k. Pinset.
3. Pelajaran Membuat Tandu
a. Menyiapkan alat-alat seperti: tambang dan bambu.
b. Membuat simpul jangkar dan simpul pangkal.
c. Mengencangkan dan menguatkan tandu agar bisa ditempati oleh korban.
4. Pelajaran Evakuasi Korban
a. Cara mengangkat korban ke tandu.
b. Cara mengangkat korban dengan dua orang atau lebih.
c. Cara mengangkat korban sendiri.
5. Petugas Apel PMR
a. Protokol.
b. Pemimpin upacara.
c. Petugas pembaca 7 prinsip pada gerakan Palang Merah Internasional.
d. Petugas pembaca Tri Bakti Palang Merah Remaja.
e. Petugas dirjen dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Palang Merah Indonesia.
6. Uratan Apel yang Digunakan PMR
a. Pemimpin apel memasuki lapangan apel.
b. Pemimpin apel menyiapkan barisan.
c. Pembina apel memasuki lapangan apel.
d. Penghormatan kepada pembina apel dipimpin oleh pemimpin apel.
e. Laporan pemimpin apel kepada pembina apel bahwa apel akan segara dimulai.
f. Pembacaan 7 prinsip dasar Gerakan Palang Merah Internasional.
g. Pembacaan Tri Bakti Palang Merah Remaja.
h. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan Mars Palang Merah Indonesia.
i. Amanat pembina apel, peserta diistirahatkan.
j. Peserta disiapkan.
k. Pembacaan doa.
l. Laporan pemimpin apel kepada pembina apel bahwa apel telah selesai.
m. Penghormatan umum kepada pembina apel.
n. Pembina apel diperkanankan meninggalkan lapangan apel.
o. Peserta dibubarkan.
Bentuk kegiatan PMR meliputi:
1. Pengumpulan bantuan di sekolah untuk korban bencana.
2. Bakti sosial dalam bentuk kunjungan ke rumah sakit, panti asuhan, dan panti jompo.
3. Mengikuti gerakan kakek/nenek angkat asuh.
4. Mengikuti pelatihan remaja di bidang kesahatan remaja dan bahaya HIV/AIDS.
5. Donor darah siswa.
6. Program persahabatan remaja palang merah regional, nasional, atau internasional.
7. Jumbara (Jumpa Bakti Gembira) PMR.
Berdasarkan uraian di atas maka, PMR adalah kegiatan ekstrakurikuler yang bergerak di bidang kesehatan dan kemanusiaan. Anggota PMR dibekali keterampilan seperti pertolongan pertama, alat-alat P3K, dan evakuasi korban. PMR melatih anggotanya untuk memiliki rasa kemanusiaan. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler PMR menunjang pengembangan kompetensi siswa, baik pengetahuan kepalangmerahan, keterampilan tanggap terhadap kecelakaan, maupun sikap peduli terhadap sesama.

palang merah remaja

Logo Palang Merah Remaja


EmoticonEmoticon