Tuesday, 17 January 2017

Pembelajaran IPS di SD Kelas Tinggi



Pembelajaran IPS di SD Kelas Tinggi
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
pembelajaran ips di sd kelas tinggi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengertian pendidikan sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 Ayat 1 menyebutkan: “Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang”.
Pendidikan mengandung pengertian suatu perbuatan yang disengaja untuk menjadikan manusia memiliki kualitas yang lebih baik. Pendidikan IPS pada tingkat sekolah dasar menggunakan pendekatan secara terpadu. Hal ini disesuaikan dengan karakteristik tingkat perkembangan usia siswa SD.
Pengembangan pendidikan IPS tidak hanya diarahkan pada pengembangan kompetensi yang berkaitan dengan aspek intelektual saja. Keterampilan sosial menjadi salah satu faktor yang dikembangkan sebagai kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa dalam pendidikan IPS. Keterampilan mencari, memilih, mengolah, dan menggunakan informasi untuk memberdayakan diri serta keterampilan bekerjasama dengan kelompok yang majemuk nampaknya merupakan aspek yang sangat penting dimiliki oleh peserta didik yang kelak akan menjadi warga negara dewasa dan berpartisipasi aktif di era global.
Oleh sebab itu, penulis menyusun makalah ini dengan judul Penerapan IPS pada Anak Usia Sekolah Dasar Kelas Tinggi.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini, sebagai berikut:
1. Bagaimana hakekat pembelajaran IPS di SD kelas tinggi?
2. Bagaimana karakteristik pembelajaran IPS di SD kelas tinggi?

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas ujian tengah semester mata kuliah Model-Model Pembelajaran IPS di SD. Selain itu juga bertujuan agar dapat mengetahui mengenai :
1. Hakekat pembelajaran IPS di SD kelas tinggi.
2. Karakteristik pembelajaran IPS di SD kelas tinggi.

D. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Bagi penulis, belajar menyusun laporan dan lebih mengetahui tentang penerapan pembalajaran IPS di usia SD kelas tinggi.
2. Bagi kalangan akademik, diharapkan penyusunan laporan ini dapat dijadikan sebagai bahan studi perbandingan serta sebagai bahan pertimbangan untuk penelitian dan pengembangan lebih lanjut.
3. Bagi kalangan umum, diharapkan penyusunan laporan ini nantinya dapat bermanfaat dan dapat dipertimbangkan pengembangannya.

E. Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam pembuatan makalah ini adalah studi pustaka dengan menggunakan beberapa sumber buku dan internet.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Hakekat Pembelajaran  IPS di SD Kelas Tinggi
Ilmu pengetahuan sosial atau yang lebih dikenal dengan singkatan IPS merupakan suatu ilmu yang sangat fundamental dalam perkembangan potensi peserta didik. IPS tidak hanya menekankan aspek kognitif tetapi juga menekankan aspek afektif dan psikomotor. IPS erat kaitannya dengan ilmu sosial, yakni ilmu tentang interaksi individu dengan individu lain ataupun individu dengan lingkungannya.
IPS merupakan ilmu yang sangat luas cakupannya. Apabila dipelajari lebih dalam sesungguhnya IPS memiliki struktur bidang lain yang lebih luas. Istilah Ilmu Pengetahuan Sosial, disingkat menjadi IPS merupakan nama mata pelajaran di tingkat Sekolah Dasar.
Menurut Moeljono Cokrodikardjo dalam Nadir (2009, hlm. 9) mengemukakan bahwa “IPS adalah perwujudan dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial. IPS merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni, sosiologi, antropologi, budaya, psikologi, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik, dan ekologi manusia yang diformulasikan untuk tujuan intruksional dengan materi dan tujuan yang disederhanakan agar mudah dipelajari”. Sedangkan Nu’man Soemantri (2001, hlm 73-74) menyatakan bahwa “IPS merupakan pelajaran ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk pendidikan tingkat SD, SLTP, dan SMA”. S. Nasution dalam Sapriya (2006, hlm. 3) mendifinisikan IPS sebagai “…pelajaran yang merupakan fusi atau paduan sejumlah mata pelajaran sosial”.
Jadi bisa disimpulkan bahwa nama sosial pada IPS adalah sebuah integrasi atau gabungan dari beberapa ilmu. Sosial disini diartikan sebagai ilmu yang berkaitan dengan kemanusiaan dan segala aspek yang dialami oleh manusia. Seperti Geografi, ilmu yang membahas kebumian dimana manusia tinggal saat ini serta bagaimana manusia dipengaruhi oleh lingkungannya. Antropologi, ilmu yang membahas kebudayaan manusia. Ekonomi, ilmu yang membahas pemenuhan kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan sumber-sumber pemanfaatannya yang terbatas. Sejarah, ilmu yang membahas tentang kehidupan manusia di masa lampau. Politik, ilmu yang membahas penggunaan kekuasaan yang terjadi di masyarakat terutama dalam sistem pemerintahan. Psikologi, ilmu yang membahas tentang tingkah laku individu. Sosiologi, ilmu yang membahas perilaku manusia dengan kelompoknya serta interaksi antara individu dengan individu yang lain. Dari sekian banyak bidang ilmu itulah maka terhimpun dalam suatu ilmu yang kita kenal saat ini dengan nama IPS atau Ilmu Pengetahuan Sosial.

B. Karakteristik Pembelajaran IPS di Kelas Tinggi
Fokus kajian IPS adalah kehidupan manusia dengan sejumlah aktifitas sosialnya. Materi pendidikan IPS berasal dari disiplin ilmu-ilmu sosial kemudian diintegrasikan dan disederhanakan untuk kepentingan pendidikan. Sedangkan untuk materi IPS di tingkat SD menggunakan pendakatan secara terpadu. Hal ini disesuaikan pada tingkat berfikir siswa yang masih kongkret. Secara umum IPS memiliki karakteristik yaitu sebagai upaya untuk mengembangkan kompetensi sebagai warga negara yang baik.
Karakteristik pembelajaran IPS dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, diantaranya: Isi materi, strategi penyampaian, dan tahap perkembangan anak di SD kelas tinggi.
1. Isi materi IPS
Ada 4 macam sumber materi IPS diantaranya: segala sesuatu atau apa saja yang ada dan terjadi di sekitar anak sejak dari keluarga, sekolah atau lingkungan bermainnya, kegiatan manusia mencakup mata pencaharian, pendidikan, kegamaan, produksi, komunikasi, transportasi, lingkungan geografis dan budaya meliputi segala aspek geografi dan antropologi di masyarakat, serta kehidupan masa lampau, perkembangan manusia, sejarah yang dimulai dari sejarah lingkungan terdekat serta sejarah para tokoh dan kejadian besar.
2. Strategi penyampaian IPS
Beberapa faktor yang berkaitan dengan pemilihan strategi penyampaian IPS untuk anak diantaranya:
a. Anak dapat bekerjasama dalam kelompoknya yaitu dengan teman-teman sebayanya tanpa bergantung pada kedua orang tuanya ataupun guru.
b. Anak memiliki kemampuan sintetik analitik, artinya dapat mengenal bagian-bagian dari keseluruhan dan dapat menyatukan kembali bagian-bagian tersebut.
c. Secara jasmaniah anak bisa melakukan tugasnya sebagai seorang individu yang mandiri.
3. Tahap perkembangan anak di SD kelas tinggi
Ada sejumlah karakteristik siswa yang bisa diidentifikasi pada siswa sekolah dasar kelas tinggi sebagai berikut:
a. Perhatiaannya tertuju pada kehidupan sehari-hari.
b. Ingin tahu, ingin belajar dan realistis.
c. Timbul minat pada pelajaran-pelajaran khusus.
d. Anak memandang bahwa nilai sebagai ukuran yang tepat menganai prestasi belajar di sekolah.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Penerapan pembelajaran IPS di SD kelas tinggi memiliki beberapa karakteristik. Adapun karakteristik tersebut meliputi: Isi materi, strategi penyampaian, dan tahap perkembangan anak di SD kelas tinggi. Dengan demikian, beberapa hal tersebut harus dijadikan suatu parameter bagi perencanaan pembelajaran IPS di SD.
B. Saran
Saya berharap makalah ini akan memberikan sumbangan bagi proses pembelajaran Model-Model Pembalajaran IPS di SD. saya menyadari banyak kekurangan pada makalah saya, maka kritik dan saran demi memperbaiki makalah ini senantiasa saya harap dan nantikan.

DAFTAR PUSTAKA

Nadir. (2009). Ilmu Pengetahuan Sosial 1. Surabaya: Amanah Pustaka.
Sapriya. (2006). Konsep Dasar IPS. Bandung: UPI Press.
Somantri, N. (2001). Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.







EmoticonEmoticon