Friday, 3 June 2016

Pendekatan Tematik



Pendekatan Tematik
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

pendekatan tematik

Pendekatan tematik adalah cara pandang terhadap suatu pembelajaran dengan penggunaan suatu tema untuk mengaitkan berbagai mata pelajaran sehingga dapat memberikan pembelajaran bermakna bagi siswa. Tema berfungsi sebagai wadah dari berbagai konsep yang dipelajari. Artiya pendekatan tematik merupakan usaha untuk mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai pembelajaran dengan penggunaan tema. Pendekatan tematik memberikan suatu pengalaman belajar yang berarti bagi siswa. Pengalaman tersebut ditunjukan dengan mampunya siswa menghubungkan antara konsep-konsep yang dipelajari dalam pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Untuk itu, pendekatan tematik menekankan pada pembelajaran yang mengajak siswa menemukan dan melakukan pengalaman belajarnya sendiri.
Pendekatan tematik berpusat pada diri siswa. Untuk itu siswa aktif mencari, menemukan, dan melakukan pengalaman belajar. Pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru. Sehingga pada pendekatan ini, penyampaian materi tidak lagi dilakukan dengan metode konvensional (misalnya ceramah), melainkan guru harus kreatif dalam mengemas pembelajaran agar membuat suasana belajar yang dapat merangsang keaktifan siswa. Pendekatan tematik menggunakan suatu tema. Tema tersebut mengandung berbagai konsep dari berbagai mata pelajaran. Tema dipilih hendaknya dari lingkungan siswa agar pembelajaran menjadi hidup dan tidak membosankan. Dengan demikian, pendekatan tematik lebih menekankan pada konsep-konsep yang dibutuhkan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Konsep-konsep tersebut akan ditemukan dan dilakukan sendiri oleh siswa sebagai pengalaman belajar, sehingga akan mudah diingat serta bermakna bagi siswa.
Berikut kelebihan dari penggunaan pendekatan tematik, diantaranya: (1) pengalaman kegiatan belajar relevan dengan tingkat perkembangan siswa, (2) pembelajaran menyenangkan karena bertolak dari minat dan kebutuhan siswa, (3) hasil belajar akan bertahan lama karena pembelajaran bermakna bagi siswa, (4) mengembangkan kemampuan berpikir siswa sesuai dengan permasalahan yang dihadapi, (5) menyajikan kegiatan yang bersifat nyata dan konkret bagi siswa, dan (6) menumbuhkan keterampilan sosial, seperti kerja sama, toleransi, komunikasi, dan menghargai orang lain. Sedangkan kelemahan dari penggunaan pendekatan tematik, yakni: (1) sulit diterapkan apabila kemampuan belajar siswa dari segi aspek intelegensi maupun kreatifitasnya kurang, (2) pendekatan tematik menuntut kreatifitas guru dalam memilih dan mengembangkan tema pembelajaran, (3) skenario pembelajaran menuntut penggunaan keragaman metode yang inovatif, dan (4) perlunya sarana dan prasarana berupa sumber informasi yang cukup untuk menunjang pembelajaran.
Bedasarkan uraian di atas, maka pendekatan tematik memerlukan guru yang kreatif dalam mempersiapkan kegiatan belajar dan memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran untuk diatur agar pembelajaran lebih bermakna, utuh, menarik, dan menyenangkan. Disamping itu, siswa harus siap mengikuti pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan belajar secara individual, pasangan, kelompok kecil, atau klasikal. Dengan kata lain, siswa harus siap mengikuti pembelajaran yang variatif. Kemudian perlu tersedianya sumber belajar yang dapat menunjang pembelajaran, karena hakikatnya pendekatan tematik menekankan pada siswa untuk mencari, menggali, dan menemukan konsep sendiri secara utuh. Sesuai dengan karakteristik pendekatan tematik, maka perlu disiapkan berbagai variasi kegiatan dengan penggunaan multi metode, misalnya metode percobaan, demonstrasi, bermain peran, tanya jawab, diskusi, dan masih banyak lagi.


EmoticonEmoticon