Tuesday, 17 January 2017

Pengaruh Aktivitas Manusia terhadap Pemanfaatan dan Dampak Aspek Wilayah



Pengaruh Aktivitas Manusia terhadap
Pemanfaatan dan Dampak Aspek Wilayah
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

pengaruh aktivitas manusia terhadap pemanfaatan dan dampak aspek wilayah
BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Perubahan lingkungan dapat mengarah kepada perbaikan lingkungan atau kerusakan lingkungan. Perbaikan lingkungan mengarah pada keseimbangan lingkungan. Sekarang ini menjadi hal yang sangat sulit untuk mengembalikan lingkungan kepada keseimbangan lingkungan. Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa kerusakan lingkungan dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor alam dan faktor manusia.
Faktor alam tidak dapat dicegah terjadinya, sedangkan faktor manusia dapat dikurangi dan dikendalikan. Beberapa faktor alam yang dapat merusak lingkungan adalah bencana alam, seperti banjir bandang, gunung meletus, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, kekeringan, kebakaran hutan, angin puting beliung, dan perubahan musim. Meskipun tidak dapat dipungkiri, sering kali bencana seperi banjir dan tanah longsor juga disebabkan oleh kecerobohan manusia.
Kegiatan manusia meliputi kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin meningkat, misalnya, kebutuhan pangan, sandang, papan, lahan, dan sarana transportasi. Peningkatan jumlah penduduk yang diikuti dengan kemajuan iptek berakibat pada semakin banyaknya sumber daya alam yang tereksploitasi. Jika tidak dikendalikan, dapat menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.

B.  Rumusan Masalah
1.    Apa aktivitas pemanfaatan aspek wilayah?
2.    Bagaimana pengaruh aktivitas manusia terhadap aspek wilayah?

C.  Tujuan
1.    Mengetahui aktivitas pemanfaatan aspek wilayah di Indonesia.
2.    Mengetahui pengaruh aktivitas manusia terhadap aspek wilayah.

D.  Metode Penulisan
Metode penulisan yang kami gunakan yakni studi literatur dan berdasarkan sumber lain dalam situs internet. 


BAB II
PEMBAHASAN
A.  Aktivitas Pemanfaatan Aspek Wilayah
Ativitas pemanfaatan aspek wilayah adalah kegiatan manusia untuk memanfaatkan aspek wilayah. Penduduk Indonesia diuntungkan dengan wilayah Indonesia yang kaya akan sumber daya alam, sehingga banyak aktivitas yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan.
Secara alamiah, penduduk memanfaatkan potensi sumber daya alam dalam berbagai bentuk aktivitas sesuai dengan sumber daya alam yang dimilikinya, aktivitas dalam memanfaatkan sumber daya alam dapat dibagi ke dalam enam aktivitas, yaitu  (1) pertanian, (2) perkebunan, (3) peternakan, (4) perikanan, (5) pertambangan, dan (6) kehutanan (Sajid, S. 2014).
1.    Aktivitas Pertanian
Aktivitas pertanian merupakan aktivitas utama yang dilakukan oleh sebagian besar penduduk di Indonesia. Keadaan tanah yang subur dan di dukung iklimnya membuat penduduk Indonesia banyak mencari nafkah pada aktivitas pertanian. Aktivitas pertanian di Indonesia secara umum dapat dibagi atas: pertanian lahan basah dan pertanian lahan kering.
Pertanian lahan basah atau biasa disebut juga pertanian sawah banyak dilakukan oleh petani di Indonesia. Pertanian lahan basah sangat baik jika dikembangkan di dataran rendah yang memiliki ketinggian kurang dari 300 meter. Pada daerah tersebut, Ketersediaan air mencukupi dari sungai-sungai atau saluran irigasi yang berada di sekitarnya. Jenis tanaman yang umumnya dibudidayakan pada lahan ini adalah padi.
Pertanian lahan kering adalah bentuk pertanian yang pengelolaannya mengandalkan air hujan. Sebab itu, pertanian lahan kering dilakukan pada saat musim hujan. Sementara itu, lahan dibiarkan tidak ditanami pada musim kemarau, karena tidak adanya pasokan air. Pertanian ini banyak dikembangkan di daerah yang memiliki ketinggian 500-1.500 meter. Dengan suhu udara yang cukup sejuk. Tanaman yang cocok untuk lahan kering adalah  palawija, sayuran, dan buah-buahan.
2.    Aktivitas Perkebunan
Perkebunan adalah aktivitas budi daya tanaman tertentu pada suatu lahan yang relatif luas. Maksud dari tanaman tertentu adalah tanaman semusim dan atau tanaman tahunan yang jenis pengelolaannya ditetapkan sebagai tanaman perkebunan (UU No. 18 Tahun 2004). Perkebunan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu perkebunan besar dan perkebunan rakyat. Perkebunan besar dikelola oleh perusahaan-perusahaan yang berbadan hukum. Sementara itu, perkebunan rakyat merupakan perkebunan yang diselenggarakan oleh rakyat. Perkebunan rakyat luas lahannya lebih kecil daripada luas lahan perkebunan besar. Perkebunan bertujuan untuk menghasilkan komoditas pertanian dalam jumlah besar. Dengan alasan efektifitas, aktivitas perkebunan disertai dengan industri pengolahan hasil perkebunan yang sengaja dibangun di area perkebunan. Komoditas yang dihasilkan biasanya diolah dan dikemas terlebih dahulu sebelum dijual ke konsumen. Komoditas perkebunan yang berkembang di Indonesia di antaranya adalah teh, kopi, cokelat, karet, kelapa, dan kelapa sawit. Indonesia dikenal oleh dunia sebagai daerah penghasil rempah-rempah terbesar di dunia. Hal ini mengundang banyak pedagang dari berbagai belahan penjuru dunia datang ke Indonesia untuk membeli rempah-rempah Indonesia dan dijual kembali ke daerah asal mereka, termasuklah para pedagang dari negeri Arab, Persia, dan Gujarat. Bangsa Eropa juga pernah datang ke Indonesia dengan tujuan mencari rempah-rempah walaupun melakukan perjalanan yang sangat jauh untuk memperoleh rempah-rempah dari Indonesia. Saat ini Indonesia menjadi penghasil sejumlah komoditas perkebunan, seperti tebu, teh, tembakau, kopi, kelapa sawit, cengkih, kelapa, pala, karet, vanili, lada, dan cokelat.
3.    Aktivitas Peternakan
Budi daya peternakan yang dikembangkan di Indonesia di antaranya sapi, kerbau, kuda, babi. Selain itu, masih banyak ternak lainnya yang dikembangkan oleh penduduk secara mandiri, misalnya ayam, kambing, domba, dan lain-lain. Di tengah tekanan yang menimpa berbagai sektor industri di Indonesia, sektor peternakan unggas tetap mampu bertahan. Industri peternakan unggas di Indonesia sepanjang 2010 lalu menunjukkan kinerja yang cukup bagus. Bahkan dalam tahun 2011 saat krisis global yang belum berlalu dan saat  terjadi penurunan daya beli yang lalu mendorong substitusi pangan ke produk unggas, industri perunggasan masih mampu bertahan. Produk unggas yang tetap bertahan di tengah krisis adalah telur, yang termasuk sebagai protein hewani yang harganya relative lebih murah dibandingkan dengan harga daging sapi. Walaupun demikian bukan berarti tidak ada masalah yang dihadapi industri  perunggasan penghasil telur. Berdasarkan pada masalah peternak ayam dalam menghadapi ketidakstabilan harga telur yang berlangsung sejak beberapa tahun lalu, kita melihat ada tiga penyebabnya yang perlu dicermati untuk memecahkan masalah itu. Masalah pertama adalah di beberapa waktu tertentu terjadinya kelebihan pasokan yang tidak diimbangi penyerapan pasar yang jelas, sebaliknya diwaktu yang lain pasokan telur berkurang sehingga harga telur naik. Kedua, rendahnya daya beli masyarakat Indonesia yang mengakibatkan kurangnya daya serap dan penigkatan produksi pada produk peternakan ini. Dan ketiga, terdesaknya pasar telur segar oleh telur olahan impor dalam bentuk tepung telur yang akhir-akhir ini banyak dimanfaatkan industri makanan dan perhotelan sebab lebih praktis dan daya tahannya lebih lama. Apabila ketidakstabilan harga telur tidak cepat diantisipasi dengan menempuh langkah-langkah yang terencana dan dilakukan secara bersama, maka akan sulit untuk peternak untuk mempertahankan usaha yang sudah mereka geluti selama ini.
4.    Aktivitas Perikanan
Indonesia memiliki Sumber daya perairan yang sangat berlimpah. Curah hujan yang cukup tinggi membuat banyak wilayah yang memiliki sungai, danau, dan waduk. Tempat-tempat tersebut sebagian telah dimanfaatkan oleh penduduk untuk aktivitas perikanan. Tentu saja sumber daya alam perikanan yang jauh lebih besar adalah sumber daya alam yang ada di laut. Luas laut yang sangat besar atau dua per tiga dari luas wilayah Indonesia, menyimpan berbagai kekayaan alam, khususnya ikan. Tidak salah jika pemerintah Indonesia dibawah kepresidenan bapak Jokowi berkeinginan untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Sudah sejak lama aktivitas pemanfaatan sumber daya laut dilakukan oleh para nelayan. Mereka menemukan lokasi-lokasi yang banyak ikannya dengan bermodalkan pengetahuan dan pengalamannya. Namun, karena perahu yang dimiliki masih sederhana dan ukurannya relatif kecil, umumnya mereka mencari ikan di tempat yang tidak terlampau jauh dari pantai dan hasilnya tidak terlampau banyak. Selain itu, banyak di antara para nelayan yang tidak memiliki perahu sendiri atau menyewa pada pemilik perahu. Akibat hal tersebut kondisi sosial ekonomi nelayan di Indonesia tergolong masih rendah.
5.    Aktivitas Pertambangan
Aktivitas pertambangan terbagi menjadi dua macam yaitu dilakukan oleh perusahaan pertambangan dan secara perorangan oleh rakyat. Perusahaan pertambangan dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Banyak perusahaan swasta dari luar Indonesia yang juga ikut serta melakukan aktivitas penambangan dengan perjanjian tertentu dan sistem bagi hasil dengan pemeritah Indonesia. Minyak bumi dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, baik skala besar seperti PLN, maupun untuk rumah tangga, industri, kendaraan bermotor. Selain dimanfaatkan untuk konsumsi dalam negeri. produksi minyak bumi dan gas alam Indonesia juga diekspor ke berbagai negara lain.
6.    Aktivitas Kehutanan
Sumber daya alam hutan merupakan sumber daya alam yang juga sangat berlimpah di Indonesia. Hutan dimanfaatkan penduduk untuk berbagai keperluan, baik sebagai sumber pangan, penghasil kayu bangunan ataupun sebagai sumber tambang dan mineral berharga. Pemanfaatan hutan selanjutnya dilakukan secara intensif dengan mengambil secara besar-besaran sumber daya yang ada di dalamnya. Salah satu permasalahan pada sektor kehutanan adalah kurang terbukanya informasi tentang aktivitas-aktivitas yang dilakukan pada sektor ini. Membukas informasi ini enggan dilakukan perusahaan-perusahaan di sektor kehutanan. Keengganan ini lalu berakibat pada tertutupnya informasi dari pihak lembaga verifikasi dan lembaga penilai. Tentu saja kondisi ini sangat memprihatinkan untuk upaya pelestarian hutan di Indonesia.

B. Pengaruh Aktivitas Manusia Terhadap Aspek Wilayah
Berbagai usaha manusia untuk menyejahterakan kehidupannya, tanpa disadari,  sering kali dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Dampak negatif dari kegiatan manusia ini dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Selain dari faktor manusia itu sendiri, sumber pencemaran lingkungan juga dapat disebabkan oleh faktor alami, seperti bencana alam banjir, gunung meletus, dan tanah longsor. Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh faktor manusia dapat dikurangi dan dikendalikan, sedangkan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh alam tidak dapat dicegah.
1.    Pengaruh Aktivitas Manusia Terhadap Keseimbangan Lingkungan
Keseimbangan lingkungan merupakan keadaan ketika terjadi keseimbangan antara jumlah energi yang masuk dan keluar, bahan makanan yang terbentuk dan yang digunakan, serta keseimbangan antara komponen abiotik dan biotiknya. Keseimbangan lingkungan akan terganggu jika terjadi gangguan pada salah satu komponennya (Sajid, S. 2015).
Sajid, 2015 (Online) mengatakan bahwa: suatu sistem lingkungan terdapat dua daya, yaitu daya lenting  dan daya dukung. Daya lenting adalah kemampuan lingkungan untuk kembali pada keseimbangan lingkungan, sedangkan daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan dalam memberikan sumber daya alam kepada makhluk hidup yang hidup di dalamnya secara normal. Lingkungan memiliki kemampuan yang terbatas. Pada titik tertentu akan mencapai puncak dan terjadilah yang namanya keseimbangan lingkungan.
Bertambahnya populasi manusia dapat memengaruhi daya dukung lingkungannya. Untuk meningkatkan kesejahteraanya, manusia selalu berusaha meningkatkan daya dukung lingkungannya. Peningkatan kepadatan populasi manusia berakibat pula pada peningkatan kebutuhan hidupnya (sandang, papan, dan perumahan) yang mau tidak mau akan terjadi eksploitasi pada sumber daya alam. Jika keadaan ini dilakukan secara terus-menerus, suatu saat akan melewati batas daya dukung lingkungannya. Sumber daya alam ini jumlahnya terbatas. Jika digunakan secara terus-menerus tanpa ada usaha-usaha pemulihan, sumber daya alam akan segera habis.
Kepadatan penduduk yang terus mengalami peningkatan dapat menimbulkan permasalahan yang serius. Keadaan ini dapat menyebabkan permasalahan dan kerugian pada manusia maupun makhluk hidup lainnya. Permasalahan yang timbul akibat terjadinya kepadatan penduduk, antara lain, berkurangnya ketersediaan bahan pangan, ketersediaan lahan sebagai tempat tinggal dan bercocok tanam, ketersediaan air dan udara yang bersih, serta terjadinya peningkatan penyakit menular dan kronis.
Seiring dengan pertambahan penduduk dan perkembangan zaman, terjadi pula kemajuan di bidang ilmu pengetahuan. Kemajuan ini memicu manusia untuk membuat suatu industri yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat. Dengan industri ini, dapat diproduksi bahan-bahan kebutuhan dalam jumlah yang besar. Akan tetapi, industrialisasi ini akan menimbulkan permasalahan baru, seperti makin banyaknya sumber alam yang dieksploitasi, timbulnya limbah industri yang dapat mencemari lingkungan, peningkatan limbah rumah tangga, dan bertambahnya bahan-bahan yang tidak alami yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan, seperti pestisida dan insektisida.
2.      Perubahan Lingkungan dan Faktor-Faktor Penyebabnya
Perubahan lingkungan dapat mengarah kepada perbaikan lingkungan atau kerusakan lingkungan. Perbaikan lingkungan mengarah pada keseimbangan lingkungan. Sekarang ini menjadi hal yang sangat sulit untuk mengembalikan lingkungan kepada keseimbangan lingkungan. Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa kerusakan lingkungan dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor alam dan faktor manusia.
Faktor alam tidak dapat dicegah terjadinya, sedangkan faktor manusia dapat dikurangi dan dikendalikan. Beberapa faktor alam yang dapat merusak lingkungan adalah bencana alam, seperti banjir bandang, gunung meletus, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, kekeringan, kebakaran hutan, angin puting beliung, dan perubahan musim. Meskipun tidak dapat dipungkiri, sering kali bencana seperi banjir dan tanah longsor juga disebabkan oleh kecerobohan manusia.
Kegiatan manusia meliputi kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin meningkat, misalnya, kebutuhan pangan, sandang, papan, lahan, dan sarana transportasi. Peningkatan jumlah penduduk yang diikuti dengan kemajuan iptek berakibat pada semakin banyaknya sumber daya alam yang tereksploitasi. Jika tidak dikendalikan, dapat menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.
1.    Kerusakan Hutan
Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi oleh pepohonan yang lebat dan tumbuhan lainnya. Hutan merupakan bagian yang sangat penting bagi kehidupan seluruh makhluk hidup di seluruh muka bumi. Hutan adalah jantung kehidupan karena menjadi tempat tinggal berbagai flora dan fauna. Selain itu, hutan juga sangat bermanfaat untuk keperluan umat manusia. Saat ini hutan sudah banyak dijadikan lahan pertanian, pemukiman penduduk, dan kawasan industri. Pohon-pohon hutan sudah banyak yang ditebang untuk diambil kayunya sebagai bahan bangunan. Banyaknya kebutuhan kayu untuk berbagai keperluan menyebabkan terjadinya penebangan pohon secara besar-besaran tanpa memperhatikan kelestarian hutan. Terdapat perbedaan data yang disampaikan oleh berbagai sumber diantaranya FAO sebesar 1.315.000 ha/ tahun atau 1 persen per tahun, Green Peace sebesar 3.800.000 ha/tahun, dan Departemen Kehutanan 300.000 ha/tahun (Sajid, S. 2015). Akibat aktivitas manusia, hutan-hutan yang dulu menghijau menjadi rusak, tandus, dan gersang. Kerusakan hutan mengakibatkan terjadinya banjir bandang, erosi tanah, kebakaran hutan, punahnya hewan dan tumbuhan, pengeringan sumber mata air dan sungai, berkurangnya produk hutan, serta pemanasan global. Semua fenomena tersebut berdampak negatif kepada kehidupan manusia. Pepohonan sangat penting bagi kehidupan di bumi. Jadi, penebangan pohon harus dilakukan secara hati-hati dan harus disertai dengan usaha pelestariannya. Penebangan hutan harus disertai dengan penanaman kembali benih-benih pohon yang telah ditebang. Benih-benih pohon tersebut akan tumbuh dan menggantikan pohon-pohon yang telah ditebang. Melalui cara ini, kelestarian hutan tetap terjaga.
2.    Pencemaran Air
Air merupakan kebutuhan vital yang sehari-hari dikonsumsi manusia dan makhluk hidup lainnya. Jika tercemar, air tidak akan dapat digunakan lagi oleh makhluk hidup, baik untuk keperluan rumah tangga, industri maupun pertanian. Jika kita menggunakan air yang tercemar, hal tersebut akan menyebabkan munculnya berbagai jenis penyakit, bahkan dapat mengakibatkan kematian.
Pencemaran air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur, atau komponen lainnya ke dalam air sehingga menyebabkan kualitas air terganggu. Kualitas air yang terganggu ditandai dengan perubahan rasa, bau, dan warna. Pencemaran air dapat disebabkan oleh beberapa kegiatan, misalnya kegiatan rumah tangga, pertanian, dan industri.
a. Kegiatan Rumah Tangga
Kegiatan rumah tangga saat ini banyak menghasilkan berbagai limbah padat dan cair. Limbah padat berupa sampah, sedangkan limbah cair berupa air buangan yang mengandung zat kimia, misalnya deterjen. Limbah tersebut masuk ke perairan dan menyebabkan terjadinya pencemaran air. Pencemaran air tidak akan terjadi jika kita sebagai warga negara yang baik dan sebagai makhluk Tuhan dapat menghargai air secara baik. Arti baik dalam hal ini adalah menggunakan air secara efisien dan berusaha melestarikan sumber air. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menanam tumbuh-tumbuhan atau membuat resapan air sebagai cadangan persediaan air tanah. Di samping itu, kita dapat juga melakukan penyaringan air limbah sebelum dibuang ke perairan agar air tetap terjaga kejernihannya.
b. Kegiatan Pertanian
Kegiatan pertanian dapat juga mengakibatkan pencemaran. Pupuk yang digunakan dalam pertanian dapat mengakibatkan eutrofikasi. Eutrofikasi adalah pengayaan air oleh unsur pupuk yang menyebabkan pertumbuhan tanaman air juga gulma menjadi sangat cepat. Selain menggunakan pupuk, kegiatan pertanian juga menggunakan pestisida untuk memberantas hama. Namun demikian, penggunaan pestisida dapat menimbulkan kematian beberapa makhluk yang hidup di dalam air karena mengandung bahan- bahan kimia beracun. Wawasan Banyak lahan pertanian yang berubah menjadi lahan kritis karena tidak memperhatikan konservasi. Pengikisan yang terus terjadi membuat lapisan tanah yang subur terbawa air dan akhirnya lahan pertanian menjadi tidak subur atau kritis.
c. Kegiatan industri
Kegiatan industri banyak membutuhkan air untuk proses produksi. Salah satu proses produksi yang dapat menimbulkan pencemaran air adalah dalam proses pendinginan mesin- mesin di pabrik. Dalam proses pendinginan, air diambil dari sungai dan atau danau. Air tersebut lalu dibuang kembali ke sungai atau danau dalam bentuk air dengan suhu panas yang dapat mematikan beberapa fauna dan flora yang tidak dapat bertahan dengan kenaikan suhu air. Di samping itu, limbah industri yang mengandung zat kimia dan logam-logam berat pun jika dibuang ke wilayah perairan akan menyebabkan pencemaran yang berbahaya bagi makhluk hidup.
Hal-hal yang dapat dilakukan agar air tetap bersih antara lain seperti berikut: 1) limbah rumah tangga yang berbentuk cair dialirkan ke bak penampungan yang sudah disiapkan agar tidak mencemari sumber air dan menghindari bau tak sedap, 2) tidak menggunakan pupuk tanaman secara berlebihan dan mencegah agar pupuk tidak hanyut ke sungai atau danau, 3) usahakan menghindari penggunaan pestisida atau insektisida untuk pemberantasan hama pada tumbuhan. Sebaiknya digunakan metode pemberantasan hama secara biologis.
3.    Pencemaran Udara
Pencemaran udara berasal dari asap hasil pembakaran gas buang kendaraan bermotor, industri, dan kegiatan rumah tangga. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menjaga udara tetap bersih antara lain dengan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak, mencari bahan bakar alternatif, efisiensi penggunaan energi batu bara, menerapkan aturan uji emisi pada kendaraan bermotor, dan menanami pepohonan.
4.    Pencemaran Tanah
Tanah merupakan unsur penting bagi kelangsungan hidup makhluk hidup. Tanah menjadi tempat tinggal berbagai makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Selain menjadi tempat tinggal, tanah bermanfaat menumbuhkan berbagai tumbuhan yang menjadi sumber makanan bagi hewan dan manusia. Tanah yang baik bagi tumbuhan adalah tanah yang subur. Kesuburan tanah dipengaruhi oleh organisme seperti bakteri, jamur, dan organisme lain yang menguraikan limbah di dalam tanah dan menyediakan unsur-unsur yang diperlukan oleh tumbuhan untuk kelangsungan hidupnya (unsur hara). Kesuburan tanah dapat berkurang jika tanah tercemar oleh limbah cair yang mengandung bahan kimia berbahaya dan limbah padat berupa sampah. Pencemaran tanah terjadi jika terdapat bahan-bahan asing, baik organik maupun anorganik, yang menyebabkan daratan rusak. Akibatnya, daratan tidak dapat memberikan daya dukung bagi kehidupan manusia. Padahal jika daratan tersebut tidak mengalami kerusakan, dapat digunakan untuk mendukung kehidupan manusia seperti untuk pertanian, peternakan, kehutanan, permukiman, dan lain-lain.
Pada awalnya, sebelum perkembangan kemajuan teknologi dan industri, manusia hanya membuang sampah atau limbah yang bersifat organik. Sampah atau limbah tersebut dapat dengan mudah diurai oleh mikroorganisme sehingga menjadi bahan yang mudah menyatu kembali dengan alam. Dalam proses perkembangannya, dengan beragamnya kebutuhan manusia dan berkembangnya berbagai jenis industri, sampah yang dihasilkan oleh manusia juga makin bervariasi. Sampah yang dibuang ke tanah tidak hanya berupa sampah organik, tetapi juga sampah anorganik.
Sampah anorganik sulit untuk diurai atau dipecah oleh mikroorganisme sehingga memerlukan waktu yang sangat lama untuk hancur dan menyatu kembali dengan alam. Sebagai gambaran, menurut Miller (1975), sampah plastik akan hancur dalam waktu 240 tahun jika ditimbun dalam tanah. Sampah kaleng yang terbuat dari timah atau besi memerlukan waktu 100 tahun untuk dapat berkarat dan hancur menjadi tanah. Kaleng yang terbuat dari alumunium memerlukan waktu 500 tahun untuk menjadi tanah. Sampah gelas atau kaca baru akan hancur dalam waktu 1 juta tahun (Sajid, S. 201). Karena itulah dalam pembuangannya, sampah sebaiknya dipilah menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau bahan pembuatan kompos. Sampah anorganik dapat digunakan untuk berbagai keperluan lain dengan cara dipakai ulang atau didaur ulang. Dengan cara demikian, di samping menghemat pemakaian sumber daya alam juga sampah anorganik tidak terus menumpuk di lokasi tempat pembuangan sampah.


BAB III
PENUTUP
  
A.  Kesimpulan
Ativitas pemanfaatan aspek wilayah adalah kegiatan manusia untuk memanfaatkan aspek wilayah. Penduduk Indonesia diuntungkan dengan wilayah Indonesia yang kaya akan sumber daya alam, sehingga banyak aktivitas yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan, diantaranya: pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pertambangan, dan kehutanan. Aktivitas manusia tersebut berdampak pada aspek wilayah, yaitu terjadi mengganggu keseimbangan lingkungan dan terjadi kerusakan.

B.  Saran
Aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan harus memikirkan keadaan wilayah dan dampak yang ditimbulkan.


DAFTAR PUSTAKA
Sajid, S. 2014. Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Indonesia. [Online]. Diakses dari:  http://ipsgampang.blogspot.co.id/2014/08/pemanfaatan-sumber-daya-alam-di.html.

Sajid, S. 2015. Dampak Aktivitas Manusia terhadap Lingkungan. [Online]. Diakses dari: http://ipsgampang.blogspot.co.id/2015/01/dampak-aktivitas-manusia-terhadap.html.

2 comments


EmoticonEmoticon