Monday, 16 January 2017

Pramuka



Pramuka
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Pramuka merupakan singkatan dari praja muda karana yang berarti kaum muda yang suka berkarya. Dalam pramuka terdapat anggota gerakan pramuka yang terdiri dari anggota muda dan anggota dewasa. Anggota muda terbagi menjadi siaga (anggota muda usia 7-10 tahun), penggalang (anggota muda usia 11-15 tahun), penegak (anggota muda usia 16-20 tahun), dan pandega (usia muda usia 21-25 tahun). Sedangkan yang termasuk anggota dewasa, diantaranya pembina pramuka, pembantu pembina pramuka, pelatih pembina pramuka, pembina profesional pamong satuan karya pramuka (SAKA), instruktur SAKA, pimpinan SAKA, andalan, pembantu andalan, anggota majelis pembimbing gerakan pramuka (MABI), staf karyawan kwartir, dan mitra.
Gerakan pramuka adalah nama organisasi pendidikan di luar sekolah dan di luar keluarga yang menggunakan prinsip dasar kepramukan dan metode kepramukaan. Sedangkan kepramukaan adalah nama kegiatan anggota gerakan pramuka. Pada hakikatnya kepramukaan adalah suatu proses pendidikan yang menyenangkan bagi anak muda, dibawah tanggungjawab anggota dewasa yang dilaksanakan di luar lingkungan pendidikan sekolah.
Prinsip dasar kepramukaan merupakan asas yang mendasari kegiatan kepramukaan dalam upaya membina peserta didik. Prinsip dasar kepramukaan ada empat, yakni (1) iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) peduli terhadap bangsa, negara, sesama manusia, dan alam semesta serta isinya, (3) peduli terhadap diri sendiri, dan (4) taat kepada kode kehormatan pramuka. Sedangkan fungsi prinsip dasar kepramukaan, diantaranya (1) norma hidup anggota gerakan pramuka, (2) landasan kode etik gerakan pramuka, (3) landasan sistem nilai gerakan pramuka, (4) pedoman dan arahan pembinaan kaum muda anggota gerakan pramuka, dan (5) landasan gerak kegiatan pramuka dalam mencapai tujuan dan sasaran.
Metode kepramukaan merupakan cara belajar progresif melalui (1) pengamalan kode kehormatan pramuka, (2) belajar sambil melakukan, (3) sistem beregu, (4) kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan jasmani dan rohani, (5) kegiatan di alam terbuka, (6) sistem tanda kecakapan, (7) sistem satuan terpisah untuk putra dan putri, dan (8) kiasan dasar. Metode kepramukaan sebagai suatu sistem pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari prinsip dasar kepramukaan.
Dari kegiatan ekstrakurikuler pramuka diharapkan peserta didik anggota pramuka mendapat berbagai keterampilan maupun pengetahuan yang dapat membentuk watak peserta didik. Berikut beberapa keterampilan dan pengatahuan yang dipelajari dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka, diantaranya:
1. Keterampilan tali temali
Keterampilan tali temali digunakan dalam berbagai keperluan, antara lain membuat tandu, memasang tenda, membuat tiang jemuran, dan membuat tiang bendera. Setiap anggota gerakan pramuka diharapkan mampu membuat dan menggunakan tali temali dengan baik. Membuat simpul dan ikatan diharapkan dapat membentuk karakter ketelitian, kerjasama, kesabaran, dan tanggungjawab.
2. Keterampilan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD)
Keterampilan PPGD merupakan kegiatan untuk memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan atau orang sakit. Tindakan ini hanya tindakan pertolongan sementara. Langkah berikutnya tetap harus segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Mencari, memberi obat, dan membalut luka diharapkan dapat membentuk karakter ketelitian, kerjasama, tanggungjawab, kesabaran, dan peduli sosial.
3. Ketangkasan pionering
Kegiatan ketangkasan pionering merupakan kegiatan yang terdapat dalam kegiatan kepramukaan. Kegiatan ini meliputi membuat gapura, menara pandang, membuat tiang bendera, membuat jembatan tali goyang, dan meniti dengan satu atau dua tali. Melalui kegiatan ini diharapkan membentuk karakter ketelitian, percaya diri, kesabaran, ketekunan, dan keberanian.
4. Keterampilan morse dan semaphore
Kedua keterampilan ini merupakan bahasa sandi dalam kepramukaan. Perbedaan keduanya adalah pada penggunaan media. Morse menggunakan media peluit, senter, bendera, dan pijatan. Sedangkan semaphore menggunakan media bendera khusus berukuran 45 cm x 45 cm. Keterampilan ini perlu dikuasai oleh seluruh anggota gerakan pramuka agar dalam kondisi darurat tetap dapat menyampaikan pesan. Morse dan semaphore diharapkan dapat membentuk karakter kecermatan, ketelitian, tanggungjawab, dan kesabaran.
5. Keterampilan membaca sandi pramuka
Keterampilan ini sangat diperlukan dalam kegiatan penyampaian pesan rahasia dengan menggunakan kunci yang telah disepakati. Seorang anggota gerakan pramuka harus dapat dipercaya untuk dapat melakukan segala hal termasuk penyampaian dan penerimaan pesan-pesan rahasia. Dalam menyampaikan pesan rahasia ini diperlukan kode-kode tertentu yang dalam kepramukaan disebut sandi. Sandi dalam pramuka terdiri atas sandi akar, sandi kotak biasa, sandi rumput, sandi kotak berganda, sandi merah putih, sandi paku, dan sandi angka. Hal ini diharapkan dapat membentuk karakter kreatif, ketelitian, kerja sama, dan tanggungjawab.
6. Penjelajahan dengan tanda jejak
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk latihan berpetualang. Anggota gerakan pramuka harus terbiasa dengan alam bebas. Di alam bebas tidak terdapat rambu-rambu yang sangat jelas seperti di jalan raya. Untuk itu, seorang anggota gerakan pramuka harus mampu memanfaatkan fasilitas alam sebagai petunjuk arah dan atau tanda bahaya kepada teman kelompoknya. Kegiatan ini membentuk karakter religius, toleransi, cinta tanah air, peduli lingkungan, kerja sama, dan tanggungjawab.
7. Kegiatan pengembaraan
Kegiatan pengembaraan ini bukan sekedar jalan-jalan di alam bebas atau rekreasi bersama melainkan melakukan perjalanan dengan berbagai rintangan yang perlu diperhitungkan agar tujuan dapat tercapai. Hal ini juga mendidik bahwa alam mencapai cita-cita itu banyak rintangan dan sangat memerlukan perjuangan yang kuat. Untuk itu, pendidikan di alam bebas dengan berbagai rintangan merupakan pendidikan yang menantang dan menyenangkan. Kegiatan pengembaraan ini diharapkan dapat membentuk karakter mandiri, peduli lingkungan, tangguh, tanggungjawab, kepemimpinan, kerja sama, religius, ketelitian, dan peduli sosial.
8. Keterampilan baris-berbaris (KBB)
Dalam gerakan pramuka, peraturan baris-berbaris disebut keterampilan baris-berbaris. Kegiatan ini merupakan keterampilan untuk melaksanakan perintah atau intruksi yang berkaitan dengan gerakan-gerakan fisik. Keterampilan ini dilakukan untuk melatih kedisiplinan, kekompakan, keserasian, dan seni dalam berbaris.
9. Keterampilan menentukan arah
Keterampilan ini merupakan suatu upaya bagi anggota gerakan pramuka untuk mengetahui arah. Dalam penentuan arah ini dapat menggunakan kompas, dan benda yang ada di alam sekitar seperti kompas sederhana (silet, magnet, dan air), bintang, pohon, dan matahari. Hal ini sangat penting ketika anggota gerakan pramuka tersesat ketika kegiatan pengembaraan. Keterampilan ini diharapkan dapat membentuk karakter kreatif, kerja keras, rasa ingin tahu, dan kerja sama.
Keberlangsungan kegiatan ekstrakurikuler pramuka juga dipengaruhi berbagai faktor. Faktor tersebut, diantaranya peserta didik, pembina, program, prinsip dasar kepramukaan, metode kepramukaan, sarana prasarana, alam terbuka, dan masyarakat. Terdapat rasio pembina dengan peserta didik, yakni satu perindukan siaga beranggotakan maksimal 40 anggota siaga dikelola oleh seorang pembina dibantu oleh 3 orang pembantu pembina, dan satu pasukan penggalang beranggotakan maksimal 40 anggota penggalang dikelola oleh seorang pembina dibantu 2 orang pembantu pembina. Berikut cara mengelola satuan pramuka, diantaranya (1) pembina beserta peserta didik menyusun program kegiatan yang sesuai dengan keinginan peserta didik, (2) menetapkan sarana kegiatan, (3) menyiapkan kegiatan-kegiatan yang menarik, menyenangkan, dan menantang, serta mengandung pendidikan di alam terbuka, seperti berkemah, penjelajahan, survival training, api unggun, pelantikan, PPPK, dan pengabdian pada masyarakat, (4) memfungsikan peserta didik sebagai subyek sekaligus obyek pendidikan, (5) pembina pramukan menempatkan posisi sebagai motivator, dinamisator, konsultan, fasilitator, dan inovator kegitan, dan (6) pembina pramuka hendaknya selalu berada di tengah-tengah peserta didik dalam semua kegiatan kepramukaan untuk dapat menerapkan prinsip dasar kepramukaan, metode kepramukaan, pelaksanaan kode kehormatan, menerapkan kiasan dasar, dan perwujudan moto gerakan pramuka.
pramuka

Logo Pramuka


EmoticonEmoticon