Friday, 8 July 2016

Ciri-ciri Perkembangan dan Pemberian Perilaku terhadap Anak Kelas I Sekolah Dasar



Ciri-ciri Perkembangan dan Pemberian Perilaku
terhadap Anak Kelas I Sekolah Dasar
Karya: Siti Putri Indriani
Ciri-ciri Perkembangan dan Pemberian Perilaku terhadap Anak Kelas I Sekolah Dasar
Anak sekolah dasar memiliki tingkatan usia yang berbeda-beda. Oleh karena itu, anak harus mendapatkan perilaku berbeda pula dari gurunya, disesuaikan dengan kondisi anak dan perkembangannya. Berdasarkan ciri-ciri perkembangan anak, maka penulis ikut berkontribusi agar para guru dengan mudah memperlakukan anak di kelas sesuai dengan perkembangannya. Kali ini penulis akan memberikan penjelasan mengenai tindakan yang harus diberikan kepada anak kelas I SD, berdasarkan ciri-ciri perkembangan anak usia 6-7 tahun.
Adapun ciri-ciri perkembangan anak usia 6-7 tahun, yakni secara fisik anak (1) pandangan terbatas yaitu memiliki sedikit fokus dalam memperhatikan guru, (2) selalu ingin bergerak, (3) senang berbuat sesuatu, dan (4) kadang-kadang tegang. Kemudian secara sosial anak (1) percaya pada guru untuk membantunya, (2) sensitif pada perasaan orang lain yang terkadang suka mengadu, (3) tidak suka melakukan kesalahan, dan (4) suka menyendiri serta tertutup. Adapun secara bahasa anak (1) menjadi pendengar yang baik, (2) menjadi pembicara yang tepat, oleh karena itu anak akan mengatakan hal yang sebenarnya, (3) suka percakapan berpasangan, (4) perkembangan kosakata cepat, dan (5) tertarik mencari arti dari kata yang belum diketahui. Sedangkan secara kognisi anak (1) suka mengulang pelajaran, (2) suka bekerja sendiri, (3) suka dibacakan, (4) suka menghapus (ingin sempurna), dan (5) penasaran dengan kerja suatu benda.
Dari ciri-ciri perkembangan anak diatas, maka pemberian perilaku yang harus dilakukan guru untuk kelas I Sekolah Dasar, antara lain:
1. Menggunakan metode dan media yang menarik agar anak tidak bosan dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini menjadi kebutuhan utama untuk semua tingkatan kelas di sekolah.
2. Karena anak selalu ingin bergerak dan senang berbuat sesuatu maka lebih baik pembelajaran disertai benda sesungguhnya atau benda buatan yang menyerupai benda nyata yang bisa dimanipulasi siswa.
3. Guru tidak dianjurkan memanggil nama anak secara subyektif untuk mengeluarkan pendapat ataupun mengerjakan sesuatu di depan kelas, hal tersebut akan membuat anak takut serta tidak maksimal melakukannya bahkan tidak bisa karena sejak dipanggil anak merasa tegang. Sebaiknya guru menawarkan siapa yang berani untuk mengerjakan ataupun dipilih dengan melakukan sebuah permainan sederhana.
4. Jangan heran ketika anak kelas I SD selalu menanyakan suatu hal kepada gurunya diluar tema pembelajaran juga mengatakan suatu hal yang terjadi, oleh karena itu guru harus menjawab dengan sebenarnya. Kalaupun tidak bisa menjawab, diharapkan tidak mengarang karena hal tersebut akan menjerumuskan anak.
5.    Membacakan sesuatu berhubungan dengan pembelajaran yang akan membantu memberikan kosa kata baru dan siswa kelas I SD akan mendengarkan dengan baik
6.    Menjelaskan kosa kata yang dikira baru didapatkan anak. Guru harus menjelaskan kata yang tidak dimengerti siswa dengan kalimat sederhana.
7.   Memberikan tugas untuk dikerjakan di rumah berhubungan dengan materi yang telah dipelajarinya secara individu.


EmoticonEmoticon