Sunday, 24 July 2016

Keterampilan Menjelaskan



Keterampilan Menjelaskan
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

keterampilan menjelaskan

Sebagian besar percakapan pembelajaran memiliki pengaruh besar terhadap pemahaman siswa. Hal ini berupa penjelasan. Untuk itu, keterampilan menjelaskan merupakan salah satu aspek yang penting bagi guru sebagai pengajar. Keterampilan menjelaskan dalam konteks pembelajaran adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematis untuk menunjukan adanya hubungan antara satu dengan yang lain. Misalnya definisi dengan contoh, hal yang sudah diketahui dengan hal yang belum diketahui, dan lain sebagainya.
Ciri utama keterampilan menjelaskan adalah menyampaikan informasi yang terencana dengan baik, disajikan dengan benar, dan urutan yang cocok. Berikut merupakan tahap dalam menjelaskan, antara lain:
1. Menyampaikan informasi
Secara sederhana, menyampaikan informasi berarti memberitahu. Dalam konteks pembelajaran, menyampaikan informasi adalah memberitahu peserta didik tentang definisi atau pengertian dasar tentang materi yang akan dipelajari.
2. Menerangkan
Pada tahap ini guru menguraikan istilah-istilah asing yang belum dikenal peserta didik. Selain itu, pada tahap ini guru mengurai pembelajaran baru dengan cara dikaitkan dengan pengalaman peserta didik atau pembelajaran yang telah dikuasai oleh peserta didik.
3. Menjelaskan
Ini merupakan langkah inti. Menjelaskan dimaksudkan untuk menunjukan “mengapa”, “bagaimana”, dan “untuk apa”. Penjelasan memiliki pola yang berupaya untuk membuktikan hubungan antara dua hal atau lebih yang saling mempengaruhi atau menunjukan suatu kausalitas (sebab-akibat).
4. Pemberian contoh
Pemberian contoh yang konkret berfungsi untuk meyakinkan pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran yang telah dipelajari. Hal ini juga dapat menumbuhkan rasa kebermanaan pembelajaran bagi peserta didik.
5. Latihan
Langkah ini merupakan tahap akhir dalam kegiatan menjelaskan. Pada tahap ini siswa secara mandiri atau dengan bimbingan guru mencari hubungan sebab-akibat pada fenomena atau peristiwa yang lain.
Tujuan kegiatan menjelaskan, diantaranya (1) membimbing siswa untuk mendapatkan pemahaman terhadap suatu objek atau fenomena secara objektif dan bernalar, (2) melibatkan siswa untuk berpikir dengan memecahkan masalah atau pertanyaan, (3) mendapatkan balikan dari siswa mengenai tingkat pemahaman, dan (4) membimbing siswa menghayati serta mendapat proses penalaran.
Komponen-komponen keterampilan menjelaskan dapat ditinjau secara garis besar terdiri atas:
1. Merencanakan
Penjelasan yang diberikan oleh guru perlu direncanakan dengan baik terutama yang berkenaan dengan isi pesan dan penerima pesan. Berkaitan dengan isi pesan perlunya menentukan garis besar materi yang akan dijelaskan. Kemudian menyusun garis besar materi tersebut secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami peserta didik. Di samping itu, perlu juga menyiapkan alat peraga untuk memberikan contoh atau ilustrasi yang sesuai garis besar materi yang akan dijelaskan. Berkaitan dengan penerima pesan, memberikan suatu penjelasan harus mempertimbangkan siapa yang akan menerima penjelasan tersebut, bagaimana kemampuannya, dan pengetahuan dasar apa yang telah dimiliki. Ketika merencanakan penjelasan harus sudah terbayang kondisi penerima pesan. Oleh sebab itu, penjelasan berkaitan erat dengan usia, jenis kelamin, kemampuan, latar belakang sosial, dan lingkungan belajar.
2. Penyajian
Dalam penyajian perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Bahasa yang digunakan harus jelas dan enak didengar, tidak terlalu keras, tidak terlalu pelan, tetapi dapat didengar oleh peserta didik.
b. Gunakan intonasi sesuai dengan materi yang dijelaskan.
c. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
d. Hindari kata yang tidak perlu, seperti “eu”, “mm”, “ya ya”, “ya toh”, dan sejenisnya. Hal ini perlu dilatih dan dibiasakan.
e. Bila ada istilah khusus atau baru, berilah definisi yang tepat.
f. Perhatikan apakah semua peserta didik dapat menerima penjelasan dan apakah penjelasan yang akan diberikan dapat difahami, menyenangkan, dan dapat membantu membangkitkan motivasi belajar peserta didik.
g. Dalam memberikan penjelasan sebaiknya digunakan contoh-contoh yang ada hubungannya dengan kehidupan sehari-hari siswa.
h. Guru harus memberikan tekanan dengan cara memusatkan perhatian siswa kepada masalah-masalah pokok dan mengurangi informasi yang tidak begitu penting.
i. Guru hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukan pemahaman, keraguan, atau ketidakjelasan ketika penjelasan itu diberikan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada peserta didik mengenai materi yang telah dijelaskan.
3. Penggunaan pola penjelasan
Terdapat dua pola yang diyakini memiliki efektivitas tinggi dalam menghubungkan contoh dan dalil, yakni:
a. Pola induktif, yakni memberikan contoh terlebih dahulu kemudian ditarik kesimpulan umum atau dalil.
b. Pola deduktif, yakni hokum. Sedangkan contoh-contoh digunakan untuk memperjelas atau merinci lebih dalam suatu hokum atau generalisasi yang telah diberikan terlebih dahulu.
Penggunaan pola penjelasan akan sangat bergantung pada jenis bidang studi, usia, dan latar belakang pengetahuan siswa tentang pelajaran tersebut. Sehubungan dengan itu, penggunaan pola berkaitan dengan penggunaan kata-kata penghubung dan ungkapan-ungkapan khusus secara teknis serta kelompok istilah yang digunakan untuk menghubungkan ide-ide dalam suatu penjelasan.
Pada hakikatnya, fungsi utama keterampilan menjelaskan adalah sebagai alat komunikasi. Untuk itu, keterampilan ini mutlak merupakan keterampilan dasar yang harus guru kuasai. Selain memberikan pengalaman, keterampilan menjelaskan juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir, mengungkapkan gagasan, perasaan, persetujuan, dan penyampaian informasi tentang suatu peristiwa. Dengan kata lain, keterampilan menjelaskan dapat memperluas wawasan dari peserta didik. Dengan demikian, keterampilan menjelaskan merupakan salah satu keterampilan yang sangat penting dalam proses belajar mengajar.


EmoticonEmoticon