Tuesday, 17 January 2017

Klasifikasi Jenis Hasil Penilaian Belajar berdasarkan Cakupan Kompetensi yang Diukur



Klasifikasi Jenis Hasil Penilaian Belajar berdasarkan
Cakupan Kompetensi yang Diukur
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
klasifikasi jenis hasil penilaian belajar berdasarkan cakupan kompetensi yang diukur

Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku. Keberhasilan proses pembelajaran dapat terlihat dari hasil belajar siswa. Untuk mendapatkan hasil belajar siswa, guru perlu mengadakan proses penilaian. Dengan kata lain, proses penilaian akan mencerminkan hasil belajar siswa. Maka, setelah proses penilaian dilakukan, akan didapat hasil penilaian belajar siswa.
Penilaian hasil belajar dapat diklasifikasikan berdasarkan cakupan kompetensi yang diukur. Hal ini dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik terdiri atas:
1. Ulangan harian
Ulangan harian merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik secara berkala untuk mengukur dan menilai pencapaian kompetensi siswa setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD) atau lebih. Ulangan harian dilakukan berdasarkan indikator dari setiap KD. Frekuensi dan bentuk ulangan harian dalam satu semester ditentukan oleh pendidik sesuai dengan keluasan dan kedalaman materi.
Sebagai tindak lanjut, pendidik melakukan analisis terhadap setiap ulangan harian siswa. Dengan kata lain, ulangan harian ini berfungsi sebagai diagnosis kesulitan belajar siswa. Hal ini dimaksudkan agar ketuntasan belajar siswa pada setiap KD lebih dini diketahui oleh pendidik. Kemudian ulangan harian dapat terintegrasi dengan program tindak lanjut, baik remedial maupun pengayaan, sehingga perkembangan belajar siswa dapat segera diketahui sebelum semester berakhir.
2. Ulangan tengah semester (UTS)
Ulangan tengah semester atau yang lebih dikenal dengan istilah UTS merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur dan menilai pencapaian kompetensi siswa setelah melaksanakan 8-9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan UTS meliputi seluruh indikator yang mempresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
Sebagai tindak lanjut UTS, nilai UTS tersebut diolah dan dianalisis oleh pendidik. Hal ini dimaksudkan agar ketuntasan belajar siswa dapat diketahui sedini mungkin. Dengan demikian, UTS dapat diikuti dengan program tindak lanjut remedial atau pengayaan, sehingga kemajuan belajar siswa dapat diketahui sebelum akhir semester.
3. Ulangan akhir semester (UAS)
Ulangan akhir semester atau lebih dikenal dengan UAS merupakan kegiatan yang dilakukan pendidik untuk mengukur dan menilai pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester ganjil. Cakupan UAS meliputi seluruh indikator yang mempresantisikan seluruh KD pada semester ganjil.
Sebagai bentuk tindak lanjut UAS, pendidik mengolah dan menganalisis hasil nilai UAS. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa pada semester tersebut. Sehingga kemajuan belajar siswa dapat diketahui sebelum berakhir taun pelajaran.
4. Ulangan kenaikan kelas (UKK)
Ulangan kenaikan kelas atau disebut UKK adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur dan menilai pencapaian kompetensi siswa di akhir semester genap. Cakupan UKK meliputi seluruh indikator yang mempresentasikan seluruh KD pada semester tersebut.
Sebagai tindak lanjut UKK, pendidik mengolah dan menganalisis nilai UKK dari setiap siswa. Sehingga kemajuan belajar siswa khususnya hal-hal yang bersifat esensial dapat diketahui. Nilai ini juga berpengaruh cukup besar terhadap keputusan apakah siswa tersebut dapat naik kelas atau harus tinggal kelas, karena nilai UKK mencerminkan pencapaian kompetensi siswa dalam satu tahun pelajaran.


EmoticonEmoticon