Friday, 15 July 2016

Metode Diskusi



Metode Diskusi
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

metode diskusi

Diskusi merupakan komunikasi seseorang berbicara satu dengan yang lain, saling berbagi gagasan, ide, dan pendapat. Dengan kata lain, metode diskusi adalah percakapan ilmiah antara beberapa orang yang bergabung dalam suatu kelompok, untuk saling bertukar pendapat tentang suatu masalah atau bersama-sama mencari pemecahan untuk mendapatkan jawaban dan kebenaran atas suatu masalah. Metode ini mendorong siswa berdialog dan bertukar pendapat dengan tujuan agar siswa dapat terdorong untuk berpartisipasi secara optimal, tanpa ada aturan-aturan yang terlalu keras, namun tetap mengikuti etika yang disepakati bersama.
Pemanfaatan metode diskusi oleh guru memiliki arti untuk memahami apa yang ada di dalam pikiran siswa dan bagaimana memproses gagasan dan informasi yang diajarkan melalui komunikasi yang terjadi selama pembelajaran baik guru dan siswa maupun antar siswa. Sehingga diskusi menyediakan tatanan sosial dimana guru dapat membantu menganalisis proses berpikir siswa. Berikut manfaat dari penggunaan metode diskusi, yakni:
1. Memanfaatkan berbagai kemampuan yang dimiliki oleh siswa.
2. Memberikan kesempatan pada siswa untuk menyalurkan kemampuannya masing-masing.
3. Memperoleh umpan balik dari para siswa tentang apakah tujuan yang telah dirumuskan telah tercapai.
4. Membantu para siswa belajar berpikir teoritis dan praktis.
5. Membantu para siswa belajar menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun orang lain.
6. Mengembangkan motivasi belajar.
Adapun kegiatan guru dalam pelaksanaan metode diskusi, sebagai berikut:
1. Guru menetapkan suatu pokok atau permasalahan yang akan didiskusikan atau guru meminta kepada siswa untuk mengemukakan suatu pokok atau permasalahan yang akan didiskusikan.
2. Guru menjelaskan tujuan diskusi.
3. Guru mengatur giliran pembicara agar tidak semua siswa serentak berbicara mengeluarkan pendapat.
4. Menjaga suasana kelas dan mengatur setiap pembicara agar seluruh kelas dapat mendengarkan apa yang sedang dikemukakan.
5. Mengatur giliran berbicara agar jangan siswa yang berani dan berambisi menonjolkan diri saja yang menggunakan kesempatan untuk mengeluarkan pendapat.
6. Mengatur agar isi pembicaraan tidak menyimpang dari pokok atau permasalahan.
7. Mencatat hal-hal yang harus segera dikoreksi yang memungkinkan siswa tidak menyadari pendapat yang salah.
Adapun kegiatan siswa dalam pelaksanaan metode diskusi, sebagai berikut:
1. Menelaah topik atau pokok masalah yang diajukan oleh guru atau mengusahakan suatu masalah atau topik kepada kelas.
2. Ikut aktif memikirkan sendiri atau mencatat data dari buku-buku sumber atau sumber pengetahuan lain, agar dapat mengemukakan jawaban pemecahan masalah yang diajukan.
3. Mengemukakan pendapat baik pemikiran sendiri maupun yang diperoleh setelah membicarakan bersama-sama teman sebangku atau sekelompok.
4. Mendengar tanggapan reaksi atau tanggapan kelompok lainnya terhadap pendapat yang baru dikemukakan.
5. Mendengarkan dengan teliti dan mencoba memahami pendapat yang dikemukakan oleh siswa atau kelompok lain.
6. Menghormati pendapat teman atau kelompok lain walau berbeda pendapat.
7. Mencatat pokok-pokok pendapat penting yang dikemukakan teman baik setuju maupun bertentangan.
8. Menyusun kesimpulan diskusi dalam bahasa yang baik dan tepat.
9. Ikut memelihara ketertiban diskusi.
10. Tidak bertujuan untuk mencari kemenangan dalam diskusi melainkan berusaha mencari pendapat yang benar yang telah dianalisa dari segala sudut pandang.
Adapun kelebihan metode diskusi, sebagai berikut:
1. Mendidik siswa untuk belajar mengemukakan pikiran atau pendapat.
2. Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh penjelasan-penjelasan dari berbagai sumber data.
3. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati pembaharuan suatu masalah bersama-sama.
4. Membina suatu tanggungjawab mengenai suatu pendapat, kesimpulan, atau keputusan yang akan atau telah diambil.
5. Mengembangkan rasa solidaritas atau toleransi terhadap pendapat yang bervariasi atau mungkin bertentangan sama sekali.
6. Menuntut kemampuan berbicara secara sistematis dan logis.
Sedangkan kelemahan metode diskusi, sebagai berikut:
1. Tidak semua topik dapat dipelajari menggunakan metode diskusi, hanya hal-hal yang bersifat problematis yang dapat digunakan.
2. Membutuhkan waktu yang relatif panjang.
3. Sulit untuk menentukan batas luas atau kedalaman suatu uraian diskusi.
4. Biasanya tidak semua siswa berani menyatakan pendapat sehingga waktu akan terbuang karena menunggu siswa mengemukakan pendapat.
5. Pembicaraan diskusi mungkin didominasi siswa yang berani dan telah terbiasa berbicara.


EmoticonEmoticon