Sunday, 10 July 2016

Petak Umpet



Petak Umpet
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Petak umpet merupakan salah satu permainan tradisional yang telah berumur ratusan bahkan ribuan tahun. Tidak ada secara jelas kapan permainan ini mulai ditemukan atau dimainkan. Catatan tertua tentang permainan ini ditulis oleh seorang penulis Yunani pada abad ke 2 tentang permainan yang disebut apodidraskinda. Pemainan itu pada dasarnya mirip dengan petak umpet yang kita kenal sekarang.
Petak umpet adalah permainan mencari teman yang bersembunyi. Petak umpet sempat populer di kalangan anak tahun 70-an hingga 90-an. Permainan ini menjadi favorit saat anak bermain di sekolah atau pada sore hari di halaman rumah. Petak umpet dimainkan secara berkelompok. Untuk itu, permainan ini dapat dimainkan minimal oleh 2 orang, namun jika semakin banyak semakin seru. Permainan petak umpet diawali dengan grambreng atau hompimpah untuk menentukan satu anak yang kalah harus menutup mata dan menghitung, sedangkan anak yang lainnya bersembunyi. Permainan ini dapat dimainkan anak laki-laki maupun perempuan tanpa memandang perbedaan gender. Selain menyenangkan, permainan ini tak banyak menyita waktu, murah, dan menyehatkan. Di samping itu, permainan petak umpet mengasah ketelitian dan kepekaan anak.
Permainan petak umpet dapat membantu anak lebih aktif bergerak. Dalam permainan ini, anak akan berlari dan bersembunyi sehingga secara tidak langsung anak dituntut aktif bergerak. Selain itu, permainan petak umpet dilakukan dengan cara bersama-sama tanpa memandang gender, ras, dan latar belakang keluarga, sehingga anak dapat belajar untuk bersosial. Permainan ini tidak hanya baik bagi pertumbuhan fisik anak, namun juga baik bagi perkembangan kecerdasan anak. Saat anak mendapatkan kesempatan sebagai pencari, tentu dia akan menyebutkan hitungan untuk memberikan kesempatan yang lain bersembunyi. Maka, kegiatan tersebut secara tidak langsung melatih anak belajar berhitung. Dalam permainan ini, anak yang kalah dan menang harus bisa menerima serta melakukan tugasnya masing-masing. Anak akan belajar bagaimana menerima kekalahan dengan tetap menikmati permainan tersebut.
Berikut cara bermain petak umpet:
1. Semua anak melakukan gambreng atau hompimpah. Anak yang kalah menjadi pencari. Ia menutup mata sambil bersender ke tiang atau dinding sebagai “benteng” dan menghitung 1 sampai 10. Sedangkan anak-anak yang lain bersembunyi.
2. Pada hitungan ke-10, pencari membuka mata dan mencari semua teman-temannya. Setiap menemukan persembuyian seorang teman, pencari meneriakan nama teman itu, lalu lari ke benteng untuk menepuk benteng sambil berkata “hong!”, “bancah!”, atau istilah lainnya yang berbeda-beda di setiap wilayah nusantara.
3. Jika ada satu anak yang bisa mendahului pencari untuk menepuk benteng dan berteriak “hong!” artinya anak-anak yang bersembunyi menang dan anak pencari kalah. Pencari harus menutup mata kembali sambil bersender ke “benteng” dan permainan diulang kembali dari awal.
4. Jika semua anak yang bersembunyi telah ditemukan oleh pencari, maka pencari menang. Anak yang ditemukan pertama kali gantian menjadi pencari.
Berdasarkan uraian tersebut, maka petak umpet adalah salah satu permainan tradisional yang dimainkan dengan cara mencari teman yang bersembunyi. Permainan petak umpet secara fisik akan menjadikan anak lebih kuat dan tangkas. Selain itu, manfaat emosional, intelektual, dan sosial yang akan berkembang dalam diri anak.
 Permainan Petak Umpet


EmoticonEmoticon