Tuesday, 17 January 2017

Hakikat Pembelajaran IPA di SD



Hakikat Pembelajaran IPA di SD
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
Hakikat Pembelajaran IPA di SD
Ilmu pengetahuan alam (IPA) merupakan pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan pengamatan, eksperimen, dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala. Untuk itu, IPA bersifat empirik (suatu pengetahuan yang diperoleh melalui observasi atau percobaan). Dengan demikian, IPA berhubungan dengan cara mencari tahu tentang gejala secara sistematis, sehingga bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan berupa fakta, konsep, atau prinsip saja, melainkan juga merupakan suatu proses penemuan.
IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang terdapat di sekolah dasar (SD). Pembelajaran IPA di SD diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. Lebih lanjut dalam hal prospek pengembangan dalam menerapkan pengetahuan tersebut pada kehidupan sehari-hari siswa. Untuk itu, pembelajaran IPA di SD menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar siswa mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau inquiry skill yang meliputi mengamati, mengukur, menggolongkan, mengajukan pertanyaan, menyusun hipotesis, merencanakan percobaan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisis data, mengkomunikasikan informasi, dan menerapkan ide. Oleh karena itu, pembelajaran IPA di SD, sebaiknya:
1. Menanamkan pada siswa pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah.
2. Memberikan pengalaman pada siswa sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran.
3. Melatih berfikir kuantitatif yakni penerapan matematika pada permasalahan nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam.
4. Memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan dan pembuatan alat-alat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai permasalahan.
IPA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui identifikasi pemecahan masalah. Untuk itu, di tingkat SD diharapkan ada penekanan pembelajaran IPA yang diarahkan pada pengalaman belajar untuk merancang dan membuat suatu karya melalui penerapan konsep IPA dan kompetensi bekerja ilmiah secara bijaksana. Di samping itu, pembelajaran IPA di SD sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja, dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Dengan demikian, pembelajaran IPA di SD menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah.
Mata pelajaran IPA di SD bertujuan agar siswa memiliki kemampuan, sebagai berikut:
1. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaan-Nya.
2. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif, dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi, dan masyarakat.
4. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah, dan membuat keputusan.
5. Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan alam.
6. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan.
7. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep, dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah pertama (SMP).
Ruang lingkup bahan kajian IPA di SD, meliputi:
1. Makhluk hidup dan proses kehidupannya, yakni manusia, hewan, tumbuhan, dan interaksinya dengan lingkungan serta hubungan dengan kesehatan.
2. Benda atau materi, sifat-sifat dan kegunaannya, meliputi benda padat, cair, dan gas.
3. Energi dan perubahannya, meliputi gaya, bunyi, panas, listrik, magnet, cahaya, dan pesawat sederhana.
4. Bumi dan alam semesta, meliputi tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit.
Berdasarkan pada beberapa pendapat di atas, maka sebaiknya pembelajaran IPA di SD menggunakan perasaan keingintahuan siswa sebagai titik awal dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan penyelidikan atau percobaan. Kegiatan ini dilakukan untuk menemukan dan menanamkan pemahaman konsep-konsep baru IPA dan mengaplikasikannya untuk memecahkan permasalahan yang ditemui oleh siswa SD dalam aktivitas sehari-hari.


EmoticonEmoticon