Tuesday, 17 January 2017

Kalor atau Panas



Kalor atau Panas
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

kalor atau panas

Istilah kalor sering kali identik dengan istilah panas. Bila dipelajari dengan seksama maka kedua istilah tersebut tidaklah sama meski memiliki keterkaitan langsung. Perbedaan kalor dan panas dapat ditinjau dari nama penemu dan satuan yang digunakan. Kalor ditemukan oleh Antonnie Laurent Lavioser (1743-1794) dengan satuan Kalori (kal), sedangkan panas ditemukan oleh James Presscote Joule (1818-1889) dengan satuan Joule (J). Selain nama satuan, perbedaan kalor dan panas bisa dilihat dari teori dasar. Kalor merupakan bentuk energi yang diperoleh suatu benda dan berakibat pada perubahan suhu dan wujud benda sedangkan panas merupakan bentuk perpindahan energi akibat terjadinya perubahan suhu. Jadi, sebetulnya teori panas merupakan bentuk penyempurnaan dari teori kalor.
Pada teori dasar kalor disebutkan bahwa energi yang diperoleh suatu benda dapat mengakibatkan perubahan suhu dan wujud benda. Perubahan suhu salah satunya terjadi pada peristiwa air dingin yang dituangkan air panas. Air dingin tersebut menjadi air hangat. Hal ini mengindikasikan terjadi perubahan suhu pada peristiwa tersebut. Sedangkan perubahan wujud salah satunya terjadi pada peristiwa kayu yang dibakar. Kayu dibakar akan berubah menjadi arang. Hal ini mengindikasikan terjadi perubahan wujud pada peristiwa tersebut.
Kalor atau panas merupakan suatu energi. Energi kalor atau panas diperoleh dari sumber-sumber energi kalor atau panas. Sumber-sumber energi kalor atau panas, diantaranya matahari, api, dan gesekan sebuah benda. Konsep kalor maupun panas membahas bahwa terdapat suatu perpindahan energi yang berakibat pada perubahan suhu maupun wujud benda. Terdapat tiga cara perpindahan kalor atau panas, antara lain:

1. Konduksi

kalor atau panas


Konduksi adalah perpindahan kalor atau panas dengan zat penghantar yang tanpa disertai dengan perpindahan bagian-bagian zat tersebut. Konduksi pada umumnya terjadi pada zat padat, seperti pada berbagai jenis logam. Contoh konduksi pada saat memanaskan sebatang besi dengan api. Jika salah satu ujung dipanaskan, maka semakin lama ujung yang dipegang akan semakin panas. Hal ini menandakan bahwa terjadi perpindahan kalor atau panas dari ujung yang satu ke ujung yang dipegang.

2. Konveksi

kalor atau panas


Konveksi adalah perpindahan kalor atau panas dengan zat penghantar yang disertai dengan perpindahan bagian-bagian zat tersebut. Konveksi umumnya terjadi pada zat cair dan gas. Contoh konveksi ialah memanaskan air menggunakan panci hingga mendidih. Kalor atau panas dari api menyebar pada zat air dan mengakibatkan air tersebut ikut berpindah. Gelembung-gelembung yang timbul pada saat mendidih menandakan bahwa terjadi perpindahan zat air.

3. Radiasi

kalor atau panas


Radiasi adalah perpindahan kalor atau panas tanpa menggunakan zat perantara. Perpindahan kalor atau panas ini hanya terjadi pada gas atau ruang hampa. Contoh radiasi adalah perpindahan kalor atau panas dari matahari ke bumi. Tubuh akan terasa hangat apabila terkena sinar matahari. Hal ini terjadi karena terdapat radiasi kalor atau panas yang dipancarkan matahari.

Kalor atau panas dapat terhantar melalui zat atau benda tertentu. Benda yang menghantarkan kalor atau panas dengan baik disebut konduktor kalor atau panas. Pada dasarnya konduktor kalor atau panas terbuat dari berbagai jenis logam. Hal ini dimanfaatkan manusia untuk berbagai keperluan, seperti memasak, mendidihkan air, menyetrika, dan sebagainya. Sebaliknya benda yang tidak menghantarkan kalor atau panas dengan baik disebut isolator kalor atau panas yang terdiri dari benda yang berasal dari kaca, kayu, kain, dan plastik. Hal ini juga dimanfaatkan manusia untuk berbagai keperluan, seperti kaca untuk jendela rumah, kayu untuk pegangan alat masak, kain untuk taplak meja, dan plastik untuk kemasan makanan.
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kalor atau panas merupakan bentuk perpindahan energi yang dapat mengakibatkan perubahan suhu dan wujud benda. Dengan memahami prinsip kalor atau panas terutama sifat konduktor dan isolator kalor atau panas dari benda, kita dapat memanfaatkan hal tersebut untuk berbagai keperluan seperti yang telah dijelaskan di atas.


EmoticonEmoticon