Friday, 26 August 2016

Model Pembelajaran Latihan Penelitian



Model Pembelajaran Latihan Penelitian
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

model pembelajaran latihan penelitian

Model pembelajaran latihan penelitian merupakan model pembelajaran yang mengajarkan siswa tentang proses dalam meneliti dan menjelaskan fenomena asing. Model ini dikembangkan oleh Ricard Suchman pada tahun 1962. Model pembelajaran latihan penelitian melibatkan siswa dalam bentuk sederhana tentang jenis prosedur yang digunakan oleh ahli untuk mengolah pengetahuan dan menghasilkan prinsip-prinsip. Dengan demikian, model pembelajaran ini didasarkan pada konsepsi metode ilmiah dan mencoba mengajarkan siswa beberapa keterampilan dan bahasa penelitian ilmiah.
Model pembelajaran latihan penelitian dirancang untuk membawa siswa secara langsung ke dalam proses ilmiah melalui latihan yang dipadatkan dalam waktu singkat. Tujuan umum model pembelajaran latihan penelitian adalah membantu siswa mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan untuk meningkatkan rasa ingin tahu serta pencarian jawaban atas ketidaktahuan.
Model pembelajaran latihan penelitian terdiri dari 5 tahap, yakni:
1. Menghadapkan pada masalah
Hal ini terdiri dari:
a. Menjelaskan prosedur-prosedur penelitian. Artinya guru menjelaskan kepada siswa apa saja prosedur-prosedur yang harus dilakukan. Contohnya guru menjelaskan prosedur penggunaan alat ukur, bagian-bagian dari alat ukur tersebut, langkah-langkah pengukuran, pengambilan data ukur, dan pembagian kelompok untuk melakukan proses pengukuran.
b. Menyajikan situasi yang saling bertentangan atau berbeda. Misalnya guru menentukan suatu lokasi yang berbeda agar menimbulkan situasi yang berbeda dan membuat siswa lebih kreatif.
2. Mengumpulkan data verifikasi
Hal ini terdiri dari:
a. Verifikasi sifat obyek dan situasi. Artinya guru memeriksa kegiatan yang dilakukan siswa. Apakah telah benar-benar melakukan pengukuran sesuai dengan prosedur yang benar atau tidak. Setelah itu guru juga meminta data hasil pengukuran.
b. Verifikasi terjadinya suatu permasalahan. Artinya guru dan siswa mendiskusikan masalah apa saja yang dihadapi selama melakukan proses pengukuran, yakni menanyakan kesulitan ataupun kemudahan yang dihadapi selama proses pengukuran.
3. Mengumpulkan data eksperimentasi
Hal ini terdiri dari:
a. Memisahkan variabel-variabel yang relevan. Artinya guru melakukan koreksi hasil pengukuran, yakni mencari kesesuaian antara hasil pengukuran kelompok satu dengan lainnya.
b. Membuat hipotesis atau hubungan sebab-akibat. Artinya guru mencari penyebab pengukuran beberapa kelompok yang belum berhasil, membandingkan proses dan hasil pengukuran kelompok yang belum berhasil dengan kelompok yang telah berhasil.
4. Mengolah dan merumuskan hasil
Pada tahap ini guru merumuskan hasil pengukuran yang berhasil dan juga yang belum berhasil. Selanjutnya kembali menjelaskan prosedur pengukuran yang benar sehingga kesalahan-kesalahan pengukuran tidak terulang kembali.
5. Menganalisis proses penelitian
Pada tahap akhir guru menyimpulkan kelemahan-kelemahan dari prosedur pengukuran yang dilakukan siswa dan mencari alternatif baru untuk proses pengukuran yang selanjutnya.
Model pembelajaran latihan penelitian bersifat kooperatif dan ketat. Untuk itu, model ini disusun dengan baik dan dikontrol sepenuhnya oleh guru. Dengan kata lain, peran guru khususnya pada tahap awal model ini berperan dalam memilih situasi permasalahan, menengahi penelitian sesuai prosedur, merespop, membantu, dan memfasilitasi diskusi antar siswa. Tugas penting juga dilakukan guru pada tahap kedua hingga tahap selanjutnya. Pada tahap kedua, guru membantu siswa untuk meneliti. Jika guru diberi pertanyaan yang tidak dapat dijawab dengan kata ‘ya’ atau ‘tidak’, maka segera siswa diminta untuk menyusun kembali pertanyaan, mengumpulkan data, menghubungan dengan situasi permasalahan. Di samping itu, model ini perlu dukungan yang optimal, yakni berupa seperangkat bahan/materi yang mengonfrontasi atau merangsang rasa ingin tahu siswa. Maka, guru harus memahami proses intelektual dan strategi penelitian serta materi sumber yang menopang permasalahan yang dibahas.
Adapun kelebihan dari penerapan model pembelajaran latihan penelitian, diantaranya:
1. Pembelajaran terorganisasi secara terstruktur dengan guru mengendalikan keseluruhan proses interaksi.
2. Menerapkan prinsip kerja sama, kebebasan intelektual, dan kesamaan derajat.
3. Teori yang disampaikan dapat langsung diterapkan.
4. Melatih kemandirian siswa.
5. Melatih keterampilan ilmiah siswa.
6. Memiliki toleransi terhadap hasil yang tidak pasti.
Adapun kelemahan dari penerapan model pembelajaran latihan penelitian, antara lain:
1. Sulit untuk mengkondisikan durasi pembelajaran.
2. Memerlukan peralatan yang lengkap untuk proses penelitian.
3. Guru harus lebih ekstra dalam mendisiplinkan siswa, sehingga siswa belajar sesuai prosedur kegiatan penelitian.
Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat ditarik garis besar bahwa model pembelajaran latihan penelitian dilakukan berdasarkan masalah penelitian yang ditemukan. Dengan kata lain, pada prosesnya siswa berupaya untuk mengumpulkan dan menganalisis data untuk mencari jawaban atas permasalahan yang ditemukan. Penerapan model ini dapat melatih keterampilan ilmiah siswa berupa keterampilan mengobservasi, mengolah data, mengidentifikasi, mengontrol variabel, merumuskan dan menguji hipotesis serta menarik kesimpulan. Dengan demikian, siswa dilatih untuk membiasakan diri menggunakan metode penelitian ilmiah dalam bentuk yang telah disederhanakan.


EmoticonEmoticon