Tuesday, 17 January 2017

Asesmen Penilaian Diri



Asesmen Penilaian Diri
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
asesmen penilaian diri

Penilaian diri adalah salah satu bentuk Asesmen Alternatif yang merupakan suatu teknik penilaian yang dilakukan peserta didik untuk menilai dirinya sendiri yang berkaitan dengan status, proses, dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu dengan kriteria dan acuan yang telah ditentukan dengan tujuan untuk mendukung atau memperbaiki proses dan hasil belajar peserta didik.
Teori kognitif dan konstruktivisme tentang belajar dan motivasi memberikan  landasan bahwa asesmen penilaian diri  merupakan  inti  atau  dasar  bagi individu  dalam  proses  pembentukan  makna, melalui  aktivitas  asesmen-diri  terhadap pengetahuan,  keterampilan,  dan  sikap  yang sudah  diinternasilasi  ke  dalam  struktur kognisinya,  dan  mengaitkannya  dengan  pengetahuan,  keterampilan,  dan  sikap  baru yang  dipelajari  sesuai  dengan  tujuan belajarnya. Teori metakognisi memberikan  landasan  tentang  kapasitas  dan kesadaran individu untuk melakukan monitor, evaluasi,  dan  mengerti  terhadap  apa  yang dilakukan  untuk  meningkatkan  kinerjanya.
Jenis dari Asesmen Penilaian Diri diantaranya adalah:
1. Penilaian Langsung dan Spesifik, yaitu penilaian secara langsung, pada saat atau setelah selesai melakukan tugas, untuk menilai aspek-aspek kompetensi tertentu dari suatu mata pelajaran.
2. Penilaian Tidak Langsung dan Holistik, yaitu penilaian yang dilakukan dalam kurun waktu yang panjang,untuk memberikan penilaian secara keseluruhan.
3. Penilaian Sosio-Afektif, yaitu penilaian terhadap unsur-unsur afektif atau emosional. Misalnya, peserta didik dapat diminta untuk membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu.
Penilaian diri adalah suatu cara untuk melihat kedalam diri sendiri. Melalui penilaian diri ini, peserta didik dapat melihat kelebihan maupun kekurangannya, untuk selanjutnya kekurangan ini menjadi tujuan perbaikan (improvement goal). Dengan demikian, peserta didik lebih bertanggungjawab terhadap proses dan pencapaian tujuan belajarnya. Selain itu, ditekankan bahwa refleksi dan penilaian diri merupakan cara untuk menumbuhkan rasa  kepemilikan (ownership), yaitu timbul suatu pemahaman bahwa apa yang dilakukan dan dihasilkan peserta didik tersebut memang merupakan hal yang berguna bagi diri dan kehidupannya.
Terdapat suatu model teoritik untuk menunjukkan kontribusi penilaian diri terhadap pencapaian tujuan. Model tersebut menekankan bahwa, ketika menilai sendiri performansinya, peserta didik terdorong untuk menetapkan tujuan yang lebih tinggi (goals). Untuk itu, peserta didik harus melakukan usaha yang lebih keras (effort). Kombinasi dari goals dan effort ini menentukan prestasi (achievement); selanjutnya prestasi ini berakibat pada penilaian terhadap diri (self-judgment) melalui kontemplasi seperti pertanyaan, ‘Apakah tujuanku telah tercapai’? Akibatnya timbul reaksi (self-reaction) seperti ‘Apa yang aku rasakan dari prestasi ini?’
   Goals, effort, achievement, self-judgment, dan self-reaction  dapat terpadu untuk membentuk kepercayaan diri (self-confidence) yang positif. Kedua penulis menekankan bahwa sesungguhnya, evaluasi diri adalah kombinasi dari komponen self-judgment dan self-reaction dalam model di atas. Model tersebut digambarkan dalam bagan berikut.







Penilaian diri merupakan suatu unsur metakognisi yang sangat berperan dalam proses belajar. Oleh karena itu, agar penilaian ini dapat berjalan dengan efektif,  peserta didik harus sering dilatih untuk melakukannya. Berikut empat langkah dalam berlatih melakukan penilaian diri, yaitu:
a.    Libatkan semua komponen dalam menentukan kriteria penilaian
b.    Pastikan semua peserta didik tahu bagaimana caranya menggunakan kriteria tersebut untuk menilai kinerjanya
c.    Berikan umpan balik pada mereka berdasarkan hasil evaluasi dirinya
d.   Arahkan mereka untuk mengembangkan sendiri tujuan dan rencana kerja berikutnya.
Ciri utama dari penilaian diri yaitu:
1)   Termotivasi sendiri
2)   Adanya komitmen kepala sekolah
3)   Tersosialisasikan dengan baik
4)   Berkesinambungan
5)   Transparansi
Kelebihan dari penggunaan penilaian diri diantaranya adalah sebagai berikut:
1) Dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri;
2) Peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya, karena ketika mereka melakukan penilaian, harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya;
3) Dapat mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur, karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian.
Namun, ada beberapa kendala dalam pelaksanaan penilaian diri, antara lain:
a.  Karena  peserta  didik  belum  terbiasa  dan  terlatih,  sangat  terbuka  kemungkinan bahwa peserta didik banyak melakukan kesalahan dalam penilaian.
b.  Ada  kemungkinan  peserta  didik  sangat  subjektif  dalam  melakukan  penilaian, karena terdorong oleh keinginan untuk mendapatkan nilai yang baik. Oleh karena itu, pada taraf awal, guru perlu melakukan langkah-langkah telaah terhadap hasil penilaian diri peserta didik. Guru perlu mengambil sampel antara 10% s.d. 20% untuk ditelaah, dikoreksi, dan dilakukan penilaian ulang. Apabila hasil koreksi ulang yang dilakukan oleh guru menunjukkan bahwa peserta didik banyak  melakukan  kesalahan-kesalahan  dalam  melakukan  koreksi,  guru  dapat mengembalikan  seluruh  hasil  pekerjaan  kepada  peserta  didik  untuk  dikoreksi kembali, dengan menunjukkan catatan tentang kelemahan-kelemahan yang telah mereka  lakukan  dalam  koreksian  pertama.  Dua  atau  tiga  kali  guru  melakukan langkah-langkah  koreksi  dan  telaahan  seperti  ini,  para  peserta  didik  menjadi terlatih dalam melakukan penilaian diri secara baik, objektif, dan jujur. Apabila peserta didik telah terlatih dalam melakukan penilaian diri secara   guru. Hasil penilaian diri yang dilakukan peserta didik juga dapat dipercaya serta dapat dipahami, diinterpresikan, dan digunakan seperti hasil penilaian yang dilakukan oleh guru.  
3. Guru  harus  membaca  dan  mengevaluasi  satu  persatu,  sehingga  hal  tersebut membutuhkan waktu dan kesabaran.
Dalam penilaian diri ini, kecenderungan peserta didik akan menilai diri terlalu tinggi dan subyektif masih bisa dimungkinkan. Agar penilaian diri dapat dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif maka peserta didik di kelas perlu melakukan beberapa langkah sebagai berikut. 
a) Menjelaskan kepada peserta didik tujuan penilaian diri. 
b) Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai. 
c) Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan. 
d) Merumuskan format penilaian, dapat berupa pedoman penskoran, daftar tanda cek, atau skala penilaian. 
e) Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian diri. 
f) Guru mengkaji hasil penilaian, untuk mendorong peserta didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif. 
g) Lakukan tindakan lanjutan, antara lain guru memberikan balikan tertulis, guru dan siswa membahas bersama proses dan hasil penilaian.Manfaat penggunaan asesmen penilaian diri ini yaitu dapat digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif, afektif maupun psikomotorik peserta didik.
Selain itu, penilaian ini juga didasarkan atas kriteria yang telah ditetapkan, yaitu sebagai berikut:
1. Penilaian  kompetensi  kognitif  di  kelas,  misalnya:  peserta  didik  diminta  untuk menilai  penguasaan  pengetahuan  dan  keterampilan  berpikirnya  sebagai  hasil belajar dari suatu mata pelajaran tertentu. Penilaian diri peserta didik didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan.
2. Penilaian  kompetensi  afektif,  misalnya,  peserta  didik  dapat  diminta  untuk membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu. Selanjutnya, peserta didik diminta untuk melakukan penilaian berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan. 
3. Berkaitan dengan penilaian kompetensi psikomotorik,  peserta didik dapat diminta untuk  menilai kecakapan atau keterampilan  yang telah dikuasainya berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan.
Penilaian diri merupakan suatu model yang menghubungkan antara hakekat  penilaian diri dengan hasil belajar peserta didik. Apabila peserta didik merancang sendiri tujuan kemampuannya, maka ia memiliki kesempatan untuk mendemonstrasikan kemampuannya. Keuntungan lainnya adalah memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat dalam proses asesmen. Bila asesmen dipandang sebagai bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran, maka fokus berpindah dari memberi tes menjadi membantu siswa memahami tujuan pengalaman belajar dan kriteria keberhasilan. Selain itu hasil studi mengatakan bahwa melalui penilaian diri memberi kesempatan pada siswa untuk berinteraksi sosial dengan teman sejawat mulai dari siswa berkemampuan rendah sampai tinggi. Ada hubungan positif antara kebutuhan dan prestasi siswa dan hal ini sangat tampak  apabila guru menggunakan teknik belajar kooperatif karena dalam pembelajaran kooperatif itu menuntut siswa untuk dapat berinteraksi bersama teman sejawatnya. Oleh karena itu dalam penilaian diri terdapat tiga proses regulasi diri diantaranya adalah:
1. Siswa melakukan observasi  sendiri yang berfokus pada aspek kinerja yang relevan dengan tujuan dan standar keberhasilan,
2. Siswa mempertimbangkan sendiri dan menentukan tujuan khusus dan umum yang akan dicapai,
3. Siswa melakukan reaksi diri, menafsirkan tingkat pencapaian tujuan, dan menghayati keberhasilan/kemajuan sebagai bahan refleksi diri.
Dari ketiga proses regulasi tersebut dapat terlihat bahwa penilaian diri berkontribusi terhadap kepercayaan keberhasilan diri. Siswa yang mengetahui kemajuan dirinya, akan termotivasi untuk lebih giat lagi belajar dan mencapai target tugas belajar yang lebih baik, sedangkan untuk penilaian diri yang negatif terjadi jika siswa menemukan konflik belajar, menyeleksi tujuan personal yang tidak realistik, mengadopsi strategi belajar yang tidak efektif, dan menyesali upaya yang tidak maksimal. Penilaian diri tidak hanya sebatas  meningkatkan keterampilan siswa tetapi juga menuntut guru terampil seperti terampil dalam membuat penilaian atas kinerja siswa.
Contoh-contoh Penilaian Diri.
Contoh 1:
Instrumen Penilaian Guru IPA dan siswa
Instrumen Penilaian Guru IPA
Nama guru : ………………………

1.  Tujuan saya menjadi guru IPA ...
2.  Pada semester ini saya merasakah suasana yang berbeda tentang …
3.  Sikap para siswa pada saya ...
4.  Dengan kurikulum yang sekarang, pengaruhnya terhadap proses pembelajaran yaitu ...
Instrumen penilaian diri siswa dalam mata pelajaran IPA
Nama siswa:  ………………………
1.  Terhadap mata pelajaran IPA, saya  ...
2.  Tujuan mempelajaran materi IPA ...
3.  Terakhir saya melakukan kegitan percobaan dalam mata pelajaran IPA ...
4.  Cara-cara yang saya lakukan untuk mempelajari materi IPA ...
5. Menurut saya, IPA merupakan mata pelajaran yang  ...

Contoh 2 :
Dalam bentuk refleksi terkait standar kompetensi yang dipelajari, sebagai berikut:
1.  Apa yang saya pelajari dari materi IPA hari ini ? 
………………………………………………………………………………….
2.  Apa saya memahaminya dengan baik ?
………………………………………………………………………………….
3.  Dimana kesulitan saya dalam materi tersebut ?
…………………………………………………………………………………
4.  Apa saya memerlukan bantuan untuk memahaminya ?
…………………………………………………………………………………
5.  Apa saya menginginkan untuk mengetahui lebih dalam ?
…………………………………………………………………………………
6.  Apa selama ini saya sudah berbuat sesuai dengan pelajaran tersebut?
…………………………………………………………………………………
7.  Jika belum, apa saya merasa bersalah atau tidak ?
…………………………………………………………………………………
8.  Jika merasa bersalah, apa yang ingin saya lakukan ?
………………………………………………………………………………… 

Contoh 3: 
Penilaian diri dalam ketrampilan diskusi kelompok
PENILAIAN DIRI KETERAMPILAN DISKUSI KELOMPOK

Nama Anda                             : -----------------------------------------------------
Anggota-anggota kelompok   : -----------------------------------------------------
Kegiatan kelompok                 : -----------------------------------------------------

Untuk No. 1-5, tuliskan huruf rating di depan tiap pernyataan:
A : selalu benar
B : sering benar
C : kadang-kadang benar
D : tidak pernah benar
1. ---------- Selama diskusi saya mengusulkan ide kepada kelompok untuk didiskusikan
2. ---------- Ketika kami berdiskusi, tiap orang diberi kesempatan mengusulkan sesuatu 
3. --------- Semua anggota kelompok kami melakukan sesuatu selama kegiatan
4. --------- Tiap orang sibuk dengan yang dilakukannya dalam kelompok saya
5. --------- Selama kerja kelompok, saya….
    --------- mendengarkan orang lain
    --------- mengajukan pertanyaan
    --------- mengorganisasi ide-ide saya
     -------- mengorganisasi kelompok
     -------- mengacaukan kegiatan
     -------- melamun
6.  Selama kegiatan, tugas apa yang Anda lakukan?
      -------------------------------------------------------------------------------------------
      -------------------------------------------------------------------------------------------
      -------------------------------------------------------------------------------------------
Contoh 4:
Lembar penilaian diri siswa untuk mengakses kemampuan siswa dalam keterampilan mengevaluasi diri

No
Aspek yang Dinilai
Skor
Maksimal
Siswa
Guru
1.
Kemampuan siswa mengemukakan ide
15


2.
Kejujuran mengemukakan fakta
20


3.
Kemampuan merefleksi diri
10


4.
Mengidentifikasi kemajuan diri
20


5.
Mendeskripsikan hasil temuan
20



           
Contoh Format Penilaian Diri Siswa dalam Pembelajaran IPA SD dengan materi Energi dan Perubahannya
No
Pernyataan
Alternatif
Ya
Tidak
1
Saya tertarik ketika pembahasan mengenai energi dan perubahannya


2
Saya dapat merasakan manfaat belajar energi beserta perubahannya


3
Belajar mengenai energi dan perubahannya manambah keyakinan saya terhadap kebesaran Alloh SWT


4
Saya memahami sumber-sumber energi panas


5
Saya memahami sifat-sifat energi panas


6
Saya memahami penggunaan energi panas dalam kehidupan sehari-hari


7
Saya memahami sumber-sumber energi bunyi


8
Saya memahami sifat-sifat energi bunyi


9
Saya memahami penggunaan energi panas dalam kehidupan sehari-hari


10
Saya memahami sumber-sumber energi alternatif


11
Saya memahami penggunaan energi alternatif dalam kehidupan manusia


12
Saya yakin banyak energi lain yang bermanfaat yang belum saya ketahui





Catatan:
Guru menyarankan kepada peserta didik untuk menyatakan secara jujur sesuai kemampuan yang dimilikinya, karena hasil penilaian diri ini tidak berpengaruh terhadap nilai akhir, hanya bertujuan untuk perbaikan untuk proses pembelajaran.


EmoticonEmoticon