Monday, 16 January 2017

Hasil Belajar



Hasil Belajar
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

hasil belajar

Masalah belajar adalah masalah bagi setiap manusia. Dengan belajar manusia bertambah ilmu pengetahuan, memperoleh keterampilan, dan terbentuklah sikap. Untuk mengetahui perkembangan sampai dimana hasil belajar yang telah dicapai oleh seseorang, maka harus dilakukan evaluasi. Untuk menentukan kemajuan yang dicapai, maka harus ada kriteria (patokan) yang mengacu pada tujuan yang telah ditentukan sehingga dapat diketahui seberapa besar pengaruh strategi belajar mengajar terhadap keberhasilan belajar siswa. Hasil belajar merupakan tujuan akhir dilaksanakannya kegiatan pembelajaran di sekolah. Hasil belajar dapat ditingkatkan melalui usaha sadar yang dilakukan secara sistematis mengarah kepada perubahan positif yang kemudian disebut dengan proses belajar. Akhir dari proses belajar adalah perolehan hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa di kelas terkumpul dalam himpunan hasil belajar kelas. Semua hasil belajar tersebut merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar.
Menurut W. Winkel (1989, hlm. 82) “hasil belajar adalah keberhasilan yang dicapai oleh siswa, yakni prestasi belajar siswa di sekolah yang mewujud dalam bentuk angka”. Menutur Winarno Surakhmad (1980, hlm. 25) “hasil belajar siswa bagi kebanyakan orang berarti ulangan, ujian, atau tes. Maksud ujian tersebut ialah untuk memperoleh suatu indeks dalam menentukan keberhasilan belajar siswa”. Sedangkan menurut Nana Sudjana (2010, hlm. 22) “hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar. Selanjutnya Warsito dalam Depdiknas (2006, hlm. 125) mengemukakan bahwa “hasil dari kegiatan belajar ditandai dengan adanya perubahan perilaku ke arah positif yang relatif permanen pada diri orang yang belajar. Sehubungan dengan pendapat itu, Wahidmurni, Alifin Mustikawan & Ali Ridho (2010, hlm. 18) menjelaskan bahwa “seseorang dapat dikatakan telah berhasil dalam belajar jika ia mampu menunjukan adanya perubahan dalam dirinya”.
Dari definisi di atas, maka dapat ditarik garis besar bahwa hasil belajar adalah prestasi belajar yang dicapai siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar dengan membawa suatu perubahan dan pembentukan tingkah laku seseorang.
Jika dikaji lebih mendalam, maka hasil belajar dapat tertuang dalam taksonomi Bloom, yakni dikelompokan dalam tiga ranah (domain) yaitu ranah kognitif atau kemampuan berfikir, domain afektif atau sikap, dan domain psikomotor atau keterampilan. Sehubungan dengan itu, Gagne dalam Nana Sudjana (2010, hlm. 22) mengembangkan hasil belajar menjadi lima macam, antara lain:
1. Hasil belajar intelektual atau berupa pengetahuan.
2. Strategi kognitif yaitu mengatur cara belajar dan berfikir seseorang dalam arti seluas-luasnya termasuk kemampuan memecahkan masalah.
3. Sikap dan nilai, berhubungan dengan arah intensitas emosional dimiliki seseorang sebagaimana disimpulkan dari kecenderungan bertingkah laku terhadap orang dan kejadian.
4. Informasi verbal, pengetahuan dalam arti informasi, dan fakta.
5. Keterampilan motorik yaitu kecakapan yang berfungsi untuk lingkungan hidup serta mempresentasikan konsep dan lambang.
Untuk mengetahui hasil belajar seseorang dapat dilakukan dengan melakukan tes dan pengukuran. Tes dan pengukuran memerlukan alat sebagai pengumpul data yang disebut dengan instrumen penilaian hasil belajar. Menurut Wahidmurni, Alifin Mustikawan & Ali Ridho (2010, hlm. 28) “instrumen dibagi menjadi dua bagian besar, yakni tes dan non tes”. Selanjutnya, menurut Oemar Hamalik (2006, hlm. 155) memberikan gambaran bahwa “hasil belajar yang diperoleh dapat diukur melalui kemajuan yang diperoleh siswa setelah belajar bersungguh-sungguh”. Hasil belajar nampak dari terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa yang dapat diamati dan diukur melalui perubahan sikap dan keterampilan. Perubahan tersebut dapat diartikan terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya.

Daftar Pustaka
Depdiknas. (2006). Bunga Rampat Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran (SMA, SMK, dan SLB). Jakarta: Depdiknas.
Hamalik, O. (2006). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Sudjana, N. (2010). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Surakhmad, W. (1980). Pengantar Interaksi Mengajar-Belajar Dasar-Dasar dan Teknik Metodologi Pengajaran. Bandung: Tarsito.
Wahidmurni., Mustikawan, A. & Ridho, A. (2010). Evaluasi Pembelajaran: Kompetensi dan Praktik. Yogyakarta: Nuha Letera.
Winkel, W. (1989) Psikolog Pengajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.


EmoticonEmoticon