Monday, 16 January 2017

Indikator Pemahaman Suatu Konsep



Indikator Pemahaman Suatu Konsep
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
indikator pemahaman suatu konsep

Konsep merupakan ide abstrak. Konsep digunakan untuk mengadakan klasifikasi atau penggolongan yang pada umumnya dinyatakan dengan suatu istilah atau rangkaian kata. “Konsep adalah abstraksi dari kejadian atau hal-hal yang memiliki ciri-ciri yang sama atau merupakan ide tentang sesuatu dalam pikiran (Mertodiharjo, Kadiyono dan Mulyono, 1980, hlm. 5). Sedangkan Hamalik (2005, hlm. 162) “menyatakan suatu konsep dengan menyebut ‘nama’”. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, maka konsep merupakan ide abstrak yang distimulus yakni obyek-obyek yang memiliki arti.
Menurut Amien dalam Salirawati (2010, hlm. 13) menyatakan berdasarkan bentuknya konsep dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yakni:
1. Konsep klasifikasional, mencakup bentuk konsep yang didasarkan atas klasifikasi fakta-fakta kedalam bagan yang terorganisir. Misal mengklasifikasikan hewan yang termasuk hewan buas, mengklasifikasikan bilangan yang termasuk bilangan genap, atau mengklasifikasikan kebutuhan yang termasuk kebutuhan primer.
2. Konsep korelasional, mencakup kejadian-kejadian khusus yang saling berhubungan, atau observasi-observasi yang terdiri dari atas dugaan terutama berbentuk formulasi atau prinsip-prinsip umum. Misal pertumbuhan dan perkembangan.
3. Konsep teoritik, mencakup bentuk konsep yang mempermudah kita dalam mempelajari fakta-fakta atau kejadian-kejadian dalam sistem yang terorganisir. Misal pengertian distributor, sifat hewan jinak, atau menyebutkan bilangan bulat.
Oemar Hamalik (2005, hlm. 162-163) menyatakan ciri-ciri konsep sebagai berikut:
1. Atribut konsep adalah sifat yang membedakan antara konsep satu dengan konsep lainnya.
2. Atribut nilai-nilai menunjukan adanya variasi-variasi yang terdapat pada suatu atribut.
3. Jumlah atribut bermacam-macam antara satu konsep dengan konsep lainnya.
4. Kedominan atribut menunjukan pada kenyataan bahwa beberapa atribut lebih dominan daripada yang lainnya.
Oemar Hamalik (2005, hlm. 164-166) menyatakan kegunaan konsep, sebagai berikut:
1. Penggunaan konsep dapat mengurangi kerumitan lingkungan karena lingkungan sangat kompleks dan rumit.
2. Konsep membantu untuk mengidentifikasi obyek-obyek yang ada disekitar serta memudahkan mengenali ciri-ciri dan nama obyek yang diidentifikasi.
3. Konsep membantu untuk mempelajari sesuatu yang baru dengan lebih luas dan lebih maju.
4. Konsep mengarahkan kegiatan instrumental atau dapat menentukan tindakan-tindakan selanjutnya yang bisa dilakukan.
5. Konsep dapat dijadikan dasar pengetahuan untuk meningkatkan proses pengajaran.
6. Konsep dapat digunakan untuk mempelajari dua hal yang berbeda dalam waktu yang bersamaan.
Kartika Budi (1992, hlm. 114) menyatakan “...untuk dapat memutuskan apakah seseorang memahami konsep atau tidak, diperlukan kriteria atau indikator-indikator yang dapat menunjukan pemahaman tersebut”. Berikut indikator pemahaman seseorang akan suatu konsep, antara lain:
1. Dapat menyatakan pengertian konsep dalam bentuk definisi menggunakan kalimat sendiri.
2. Dapat menjelaskan makna dari konsep kepada orang lain.
3. Dapat menganalisis hubungan antara konsep dengan suatu hukum atau prinsip.
4. Dapat menerangkan konsep untuk:
a. Menganalisis dan menjelaskan gejala-gejala khusus.
b. Memecahkan masalah baik teoritis maupun praktis.
c. Memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada suatu sistem bila kondisi tertentu dipenuhi.
5. Dapat mempelajari konsep lain yang berkaitan dengan cepat.
6. Dapat membedakan konsep yang saling berkaitan antara satu dengan yang lain.
7. Dapat membedakan konsepsi yang benar dengan konsepsi yang salah dan dapat membuat peta konsep dari konsep-konsep yang ada dalam suatu pokok bahasan.
Berikut contoh penggunaan indikator konsep:
Nama konsep: Hewan kanivora
Indikator 1: Hewan karnivora adalah hewan pemakan daging.
Indikator 2: (dapat menjelaskan bahwa hewan karnivora merupakan hewan pemakan daging, dengan contohnya seperti hewan harimau, singa, buaya, elang, beserta karakteristik serta ciri-cirinya masing-masing).
Indikator 3: Konsep hewan karnivora merupakan penjabaran dari prinsip bahwa hewan memerlukan makanan. Konsep hewan karnivora menjabarkan lebih spesifik bahwa hewan yang termasuk karnivora membutuhkan makanan berupa daging.
Indikator 4: Hewan karnivora cenderung buas dan tidak boleh sembarang didekati masusia. Timbul permasalahan karena kita tetap harus mempelajari mengenai hewan karnivora, solusinya kebun binatang menggunakan kandang untuk hewan karnivora agar tetap bisa kita lihat atau dalam konteks pembelajaran di kelas guru menggunakan model berupa tiruan, video, atau gambar. Apabila kita sembarangan mendekati hewan karnivora, maka akan digigit ataupun dicakar.
Indikator 5: Pemahaman konsep karnivora dapat mempermudah dalam memahami konsep hewan herbivora (pemakan tumbuhan) ataupun hewan omnivora (pemakan segala).
Indikator 6: Konsep hewan karnivora berkaitan dengan konsep hewan herbivora maupun konsep hewan omnivora. Perbedaannya konsep hewan karnivora merupakan hewan pemakan daging, sedangkan konsep hewan herbivora merupakan hewan pemakan tumbuhan, dan konsep hewan omnivora merupakan hewan pemakan segala.
Indikator 7: Dengan memahami konsep hewan karnivora, maka apabila singa dikategorikan hewan karnivora merupakan konsepsi yang benar karena singa merupakan hewan pemakan daging, sebaliknya apabila sapi dikategorikan hewan karnivora merupakan konsepsi yang salah karena sapi bukan merupakan hewan pemakan daging.
Berikut peta konsep hewan karnivora:



Daftar Pustaka
Budi, K. (1992). Pemahaman Konsep Gaya dan Beberapa Salah Konsepsi yang Terjadi. Widya Dharma. 3 (1), hlm. 114.
Hamalik, O. (2005). Perencanaan Pengajaran berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Mertodiharjo, Kadiyono, dan Mulyono. (1980). Mengajarkan Konsep Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta: Departemen Pendidikan.
Salirawati, DAS. (2010). Pengembangan Model Instrumen Pendeteksi Miskonsepsi Kimia pada Peseta Didik SMA. Skripsi Program Pascasarjana. Universitas Negeri Yogyakarta.


EmoticonEmoticon