Tuesday, 17 January 2017

Interaksi Guru, Murid, dan Masyarakat


Interaksi Guru, Murid, dan Masyarakat
Karya : Rizki Siddiq Nugraha

interaksi guru, murid, dan masyarakat
BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
Manusia diciptakan dengan keragaman bangsa serta suku adalah dalam rangka saling kenal mengenal satu sama lain. Karena itu manusia merupakan makhluk sosial yang tak akan lepas dari sebuah keadaan yang bernama interaksi.
Begitu juga dalam proses pembelajaran antara pendidik dan peserta didik harus ada interaksi. Pendidikan pada dasarnya merupakan interaksi antara pendidik dengan peserta didik, untuk mencapai tujuan pendidikan, yang berlangsung dalam lingkungan tertentu. Lingkungan ini diatur serta diawasi agar kegiatan belajar terarah sesuai dengan tujuan pendidikan. Pendidikan berfungsi membantu peserta didik dalam pengembangan dirinya, yaitu pengembangan semua potensi, kecakapan, serta karakteristik pribadinya ke arah yang positif, baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan interaksi?
2. Bagaimana interaksi guru terhadap murid?
3. Bagaimana interaksi guru terhadap masyarakat?

C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan interaksi.
2. Untuk mengetahui bagaimana interaksi guru terhadap murid.
3. Mengetahui bagaimana interaksi guru terhadap masyarakat.

D. Metode Penulisan
Kami membuat makalah ini dengan menggunakan metode kajian pustaka dan mencari sumber dari internet.



BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Interaksi
Interaksi terdiri dari kata inter (antar), dan aksi (kegiatan). Jadi interaksi adalah kegiatan timbal balik. Dari segi terminologi “interaksi” mempunyai arti hal saling melakukan aksi, berhubungan, mempengaruhi, antar hubungan. Interaksi akan selalu berkait dengan istilah komunikasi atau hubungan. Sedang “komunikasi” berpangkal pada perkataan “communicare” yang artinya berpartisipasi, memberitahukan, menjadi milik bersama. 
Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, interaksi adalah suatu jenis tindakan atau aksi yang terjadi sewaktu dua atau lebih objek mempengaruhi atau memiliki efek satu sama lain.  Jadi, interaksi belajar mengajar adalah kegiatan timbal balik antara guru dengan anak didik, atau dengan kata lain bahwa interaksi belajar mengajar adalah suatu kegiatan sosial, karena antara anak didik dengan temannya, antara si anak didik dengan gurunya ada suatu komunikasi sosial atau pergaulan.
Roestilah (1994, hlm. 35) mengemukakan bahwa “interaksi yaitu proses dua arah yang mengandung tindakan atau perbuatan komunikator maupun komunikan”. Berarti interaksi dapat terjadi antar pihak jika pihak yang terlibat saling memberikan aksi dan reaksi. Suhubungan dengan itu interaksi adalah proses saling mengambil peran.
Zahra ( 1996, hlm. 91 ) mengemukan bahwa “Interaksi merupakan kegiatan timbal balik. Interaksi belajar mengajar berarti suatu kegiatan social karena antara peserta didik dan gurunya ada suatu komunikasi sosial atau pergaulan”.
Menurut Homans (Ali, 2004, hlm. 87) mendefisikan interaksi sebagai suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya. Menurut
Sardiman (1986, hlm. 8)” interaksi yang dikatakan dengan iteraksi pendidikan apabila secara sadar mempunya tujuan untuk mendidik, untuk mengantarkan anak didik ke arah kedewasaan”.  Sedangkan menurut Soetomo, bahwa interaksi belajar mengajar ialah hubungan timbal balik antara guru (pengajar) dan anak (murid) yang harus menunjukkan adanya hubungan yang bersifat edukatif (mendidik). Di mana interaksi itu harus diarahkan pada suatu tujuan tertentu yang bersifat mendidik, yaitu adanya perubahan tingkah laku anak didik ke arah kedewasaan.
B. Interaksi Guru Terhadap Murid
Dalam pengetian sederhana guru adalah orang yang memberikan pengetahuan kepada murid. Sementara murid adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pendidikan.
1.      Macam-macam interaksi antara guru dan murid
Ada tiga pola komunikasi dalam proses interaksi guru-murid yakni :
a.       Komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah
Dalam komunikasi ini guru berperan sebagai pemberi aksi dan siswa sebagai penerima aksi. Guru aktif tetapi siswanya pasif, sehingga komunikasi seperti ini jelas kurang banyak menghidupkan kegiatan siswa belajar. Contoh jenis kegiatan pembelajaran ini adalah dengan metode ceramah.
b.      Komunikasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah
Pada komunikasi ini guru dan siswa bersama-sama berperan sebagai pemberi aksi dan penerima aksi. Keduanya saling memberi dan menerima, sehingga pola komunikasi ini lebih baik daripada yang pertama, sebab kegiatan guru dan siswa relatif sama, tetapi komunikasi antar siswa masih kurang atau sama sekali tidak ada.
c.       Komunikasi sebagai transaksi atau komunikasi banyak arah
Komunikasi ini tidak hanya melibatkan interaksi dinamis antara guru dengan siswa, tetapi juga melibatkan interaksi dinamis antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya. Proses belajar mengajar dengan pola komunikasi ini mengarah kepada proses pembelajaran yang mengembangkan kegiatan secara optimal, sehingga menumbuhkan siswa belajar aktif. Contoh jenis kegiatan pembelajaran ini adalah dengan metode diskusi, simulasi dan belajar kelompok.
2.      Pola Interaksi antara guru dan murid
a.       Pola dasar interaksi
Dalam pola dasar interaksi belum terlihat unsur pembelajaran yang meliputi unsur guru, isi pembelajaran dan siswa yang semuanya belum ada yang mendominasi proses interaksi dalam pembelajaran. Dijelaskan bahwa adakalanya guru mendominasi proses interaksi, adakalanya isi yang lebih mendominasi, adakalanya juga siswa yang mendominasi interaksi tersebut atau bahkan adakalanya antara guru dan siswanya secara seimbang saling mendominasi.
b.      Pola interaksi berpusat pada isi
Dalam proses pembelajaran terdapat kegiatan guru mengajarkan isi pembelajaran disatu sisi dan siswa mempelajari isi pembelajaran tersebut disisi lain, namun kegiatan tersebut masih berpusat pada isi/materi pembelajaran.
c.       Pola interaksi berpusat pada guru
Pada pembelajaran yang kegiatannya semata-mata bepusat pada guru, pada umumnya terjadi proses yang bersifat penyajian atau penyampaian isi atau materi pembelajaran. Dalam praktik pembelajaran semacam ini, kegiatan sepenuhnya ada dipihak guru yang bersangkutan, sedangkan siswa hanya menerima dan diberi pembelajaran yang disebut juga siswa pasif.
d.      Pola interaksi berpusat pada siswa
Pada pembelajaran yang kegiatannya semata-mata berpusat pada siswa, siswa merencanakan sendiri materi pembelajaran apa yang akan dipelajari dan melaksanakan proses belajar dalam mempelajari materi pembelajaran tersebut. Peran guru lebih banyak bersifat permisif, yakni membolehkan setiap kegiatan yang dilakukan para siswa dalam mempelajari apapun yang dikehendakinya.
Untuk meningkatkan keaktifan proses pembelajaran ini, guru membuat perencanaan sebaik-baiknya dan pelaksanaannya didasarkan atas rencana yang telah dibuat. Dengan cara semacam ini, diharapkan hasil belajar lebih baik lagi sehingga terjadi keseimbangan keaktifan baik dipihak guru maupun dipihak siswa.
3.      Faktor yang mendasari terjadinya interaksi antara guru dan murid
Faktor-faktor yang mendasari terjadinya interaksi antara guru dan murid adalah sebagai berikut :
a.       Faktor tujuan
Tujuan pendidikan atau pengajaran yang bersifat umum maupun khusus, umumnya berkisar pada tiga jenis :
1)   Tujuan kognitif, tujuan yang berhubungan dengan pengertian dan pengetahuan
2)   Tujuan efektif, tujuan yang berhubungan dengan usaha merubah minat, setiap nilai, dan alasan
3)   Tujuan psikomotorik, tujuan yang berkaitan dengan keterampilan menggunakan telinga, tangan, mata, alat indra, dan sebagainya.
Tiga syarat utama untuk terwujudnya interaksi pengajaran antara guru dan murid, adalah:
1)   Merumuskan tujuan, menyempitkan lapangan tujuan umum ke dalam bentuk yang tampak pada tingkah laku peserta didik.
2)    Mengkhususkan tujuan.
3)   Memfungsionalkan tujuan, bahwa tujuan yang diharapkan nyata, berguna bagi perkembangan peserta didik.
b.      Faktor bahan atau materi pengajaran
Penguasaan bahan oleh guru seyogyanya mengarah pada spesifik atas ilmu kecakapan yang diajarkannya. Mengingat isi, sifat, dan luasnya ilmu , maka guru harus mampu menguraikan ilmu atau kecakapan yang akan di ajarkannya ke dalam bidang ilmu atau kecakapan yang bersangkutan. Penyusunan informasi-informasi yang baik itu bukan saja untuk mempermudah murid untuk mempelajarinya, melainkan juga memberikan gambaran yang jelas sebagai petunjuk dalam menetapkan metode pengajaran.
Isi bahan pengajaran itu sangat luas dan berbeda dalam tinggi-rendah serta sukar-mudahnya. Macamnya pun banyak. Karenanya , sebelum menentukan bahan studi pengajaran yang akan di pelajari oleh murid, perlu diadakan pilihan terlebih dahulu. Pilihan itu biasanya berdasarkan pada pedoman-pedoman tertentu agar keseluruhan bahan yang telah di tentukan itu teratur dan mencerminkan suatu hal yang integral bagi hidup murid selama di sekolah sekarang, dan sesudahnya.
Yang menentukan pedoman tersebut ialah pihak Depdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan). Isi pedoman yang dimaksud adalah di sekitar kesesuaian bahan pengajaran dengan tujuan institusional, tujuan kurukulum, tujuan pengajaran, serta tujuan pendidikan pada umumnya dan haluan negara, selain itu  bahan pengajaran harus disesuaikan dengan tingkatan jenjang pendidikan, tahap perkembangan jiwa, dan jasmani murid serta kebutuhan-kebutuhan yang ada pada mereka.
c.       Faktor guru dan peserta didik
Guru dan murid adalah dua subjek dalam berinteraksi pengajaran. Guru sebagai pihak yang berinisiatif awal untuk penyelenggaraan pengajaran, sedangkan murid sebagai pihak yang secara langsung mengalami dan mendapatkan manfaat dari peristiwa belajar mengajar yang terjadi. Guru sebagai pengarah dan pembimbing berdasarkan tujuan yang telah ditentukan, sedangkan murid sebagai arah tujuan aktifitas dan berinteraksi langsung dengan lingkungan dan sebagai sumber belajar atas bimbingan guru. Jadi kedua pihak (guru dan murid) menunjukan sebagai dua subjek pengajaran yang sama-sama menempati status yang penting.
Kemudian untuk menjadikan profesionalitas kerja guru setidaknya ia memiliki empat bidang utama, yakni:
1)        Guru harus mengenal setiap murid yang dipercayakan kepadanya
2)        Guru harus memiliki kecakapan memberi bimbingan, sebab mengajar hakikatnya membimbing.
3)        Guru harus memiliki dasar pengetahuan yang luas tentang tujuan pendidikan atau pengajaran
4)        Guru harus memiliki pengetahuan bulat dan baru mengenai ilmu yang diajarkan.
d.    Faktor Metode
Metode adalah suatu kata kerja yang sistematik dan umum. Ia berfungsi sebagai alat untuk mencapai satu tujuan. Makin baik suatu metode makin efektif pula dalam pencapaianya. Tetapi tidak ada satu metode pun yang di katakan paling baik atau dipergunakan bagi semua macam usaha pencapaian tujuan, baik tidaknya satu metode dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor utama yang menentukan metode adalah tujuan yang akan dicapai.
Metode mengajar atau pengajaran, selain ditentukan atau dipengaruhi oleh tujuan juga oleh faktor kesesuaian dengan bahan, kemampuan guru untuk menggunakannya, keadaan peserta didik, dan situasi yang melingkupinya. Dengan kata lain, penerapan suatu metode pengajaran harus memiliki:
1)         Relevansi dengan tujuan
2)         Relevansi dengan bahan
3)         Relevansi dengan kemampuan guru
4)         Relevansi dengan keadaan peserta didik
5)         Relevansi dengan situasi pengajaran.
Secara umum metode-metode pengajaran dapat diklasifikasikan menjadi dua:
a)         Metode pengajaran individual
b)         Metode pengajaran kelompok atau klasikal.
Adapun macam-macam metode itu sesungguhnya tidak terbatas banyaknya sekedar mengenal sebagian metode, adapun macam dari metode adalah sebagai berikut :
·           Metode ceramah atau persentasi atau kuliah mimbar
·           Metode diskusi (dengan segala jenisnya)
·           Metode tanya jawab
·           Metode resitasi atau penugasan
·           Metode experiment
·           Metode proyek
·           Metode karya wisata
·           Metode-metode lainnya.
e.       Faktor Situasi
Yang dimaksud situasi adalah suasana belajar atau suasana kelas pengajaran. Termasuk dalam pengertian ini adalah suasana yang berkaitan dengan peserta didik, keadaan guru, keadaan kelas pengajaran yang berdekatan yang mungkin mengganggu atau terganggu karena penggunaan suatu metode. Terhadap situasi yang dapat diperhitungkan, guru dapat menyediakan metode-metode alternatif mengajar dengan mengingat kemungkinan-kemungkinan perubahan situasi. Situasi pengajaran yang kondusif (mendukung) sangat menentukan dan bahkan menjadi salah satu indikator terciptanya interaksi pengajaran, yang edukatif sifatnya.
Terhadap situasi yang tidak dapat diperhitungkan yang disebabkan oleh perubahan secara tiba-tiba diperlukan kecekatan untuk mengambil keputusan dengan segera mengenai cara-cara atau metode-metode yang akan digunakan. Keterampilan berimprovisasi dan kesigapan mengambil keputusan sungguh sangat diperlukan dalam situasi demikian. Kita tidak boleh tertegun atau terhenti sehingga tidak ada usaha sedikitpun untuk melaksanakan program dalam rangka mencapai tujuan, karena bukan saja akan merusak seluruh rencana pengembangan program melainkan juga merusak perkembangan peserta didik itu sendiri.     
f.        Faktor sumber pelajaran
Sumber belajar sesungguhnya banyak sekali. Pemanfaatan sumber-sumber pengajaran tersebut tergantung pada kreativitas guru, waktu, biaya serta kebijakan-kebijakan lainnya.
Interaksi antara guru dan murid tidaklah berproses dalam kehampaan , tetapi ia berproses dalam kemaknaan. Di dalamnya ada sejumlah nilai yang disampaikan kepada murid . Nilai-nilai itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi diambil dari berbagai sumber guna dipakai dalam proses interaksi antara guru dan murid.
g.      Faktor alat dan peralatan
Alat dan peralatan adalah segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Alat tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi juga sebagai pembantu mempermudah usaha untuk mencapai tujuan.
Alat dapat dibagi menjadi dua yaitu :
1)   Alat Nonmaterial, yang terdiri dari suruhan , perintah , larangan, nasihat dan sebagainya
2)   Alat material, yang  dapat berupa globe, papan tulis, batu kapur, gambar, diagram, lukisan, slide dan sebagainya.
h.      Faktor evaluasi
Evaluasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan data tentang sejauh mana keberhasilan murid dalam belajar dan keberhasilan guru dalam mengajar. Evaluasi dapat dilakukan oleh guru dengan memakai seperangkat istrumen penggali data seperti tes perbuatan, tes tertulis, dan tes lisan
Tujuan evaluasi sendiri untuk  :
1)   Mengumpulkan data-data yang membuktikan taraf kemajuan anak didik dalam mencapai tujuan yang diharapkan.
2)   Memungkinkan guru menilai aktifitas atau pengalaman yang didapat dan menilai metode mengajar yang dipergunakan.
4.      Hambatan dalam interaksi antara guru dan murid:
Kendala-kendala lain yang mempengaruhi proses pembelajaran di dalam kelas antara lain adalah :
a.    perkiraan yang tidak tepat terhadap inovasi
b.    konflik dan motivasi yang kurang sehat
c.    lemahnya berbagai faktor penunjang sehingga mengakibatkan tidak berkembangnya inovasi yang dihasilkan
d.   keuangan (financial) yang tidak terpenuhi
e.    penolakan dari sekelompok tertentu atas hasil inovasi, serta
f.     kurang adanya hubungan sosial dan publikasi.
5.      Masalah-Masalah dalam interaksi antara guru dan murid
a.    Faktor intern yang dialami dan dihayati oleh siswa yang berpengaruh para proses belajar siswa.
1)   Faktor Jasmaniah
a)    Faktor kesehatan
Faktor kesehatan ini amatlah penting karena pada hakekatnya faktor ini yang menunjang siswa bersifat aktif dan pasif dalam proses belajar.
b)   Cacat Tubuh
Faktor ini yang akan membuat siswa menjadi tidak percaya diri dan mengalami goncangan pesikologis yang tentunya akan berpengaruh terhadap proses belajar.
2)   Faktor Psikologis
a)    Inteligensi
Inteligensi adalah faktor penting yang harus ada pada sisiwa jika faktor ini tidak terpenuhi maka akan menghambat dalam proses belajar.
b)   Perhatian
Perhatian adalah sesuatu yang harus dipenuhi guru terhadap siswa begitupun sebaliknya  jika faktor ini di abaikan maka akan terganggunya interaksi belajar.
c)    Minat
Minat merupakan dorongan dari dalam baik disadari ataupun tidak disadari jika faktor inilah yang akan memudahkan interaksi belajar.
d)   Bakat
Bakat adalah kemampuan yang ada secara alami dan perlu dikembangkan. Bakat inilah yang akan memudahkan dalam interaksi belajar.
e)    Motif
Motif adalah dorongan dari dalam yang disadari dan mempunyai tujuan yang jelas. Sehingga motif   mempunyai peran penting dalam interaksi belajar.
f)    Kematangan
Kematangan adalah sikap kedewasaan murid, murid yang dewasa akan lebih mudah berinteraksi dengan gurunya.
g)    Rasa percaya diri siswa
Percaya diri adalah hal yang sangat berpengaruh dalam proses belajar, khususnya bagi keaktifan murid. Bila murid aktif, interaksi pun akan lebih banyak.
h)   Kebiasaan belajar
Setiap murid memiliki karakteristik yang berbeda-beda, hal ini akan mempengaruhi dalam proses interaksi, karena berbeda murid, bebeda pula caranya berinteraksi.
3)         Faktor Kelelahan
Bila saat pembelajaran murid merasa lelah, interaksi pun tidak akan berlangsung efektif, karena itu pada saat proses pembelajaran berlangsung, guru harus dapat menyesuaikan dengan keadaan murid nya.
b.    Faktor-Faktor Ekstern Belajar yang berpengaruh pada aktivitas belajar.
1)   Guru sebagai pembina siswa belajar.
2)   Prasarana dan sarana pembelajaran.
3)   Kebijakan Penilaian.
4)   Kurikulum.
5)    Metode Mengajar.

C. Interaksi Guru Terhadap Masyarakat
Peranan guru dalam masyarakat berbeda-beda tergantung situasi dan kondisi. Di sekolah guru menjadi pengajar, pembimbing serta teladan bagi murid-muridnya. Kemudian di masyarakat guru merupakan figur teladan bagi masyarakat di sekitarnya yang memberikan kontribusi positif dalam norma-norma sosial di masyarakat.
Di dalam masyarakat yang sangat menghargai guru, peranan guru sangat sulit kalau tidak diimbangi dengan kecakapan dan kompetensi dalam bidangnya. Ia akan tersisih dengan sendirinya karena persaingan dengan guru-guru yang lebih mumpuni. Apalagi bila ada guru yang tidak mampu memberikan keteladanan untuk muridnya, pasti ia akan tersisih karena banyak masyarakat yang menjadikanya sebagai bahan pembicaraaan yang tidak baik. Masalah ini masih sering kita temui di sekitar kita pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya.
Kedudukan guru sebagai seorang teladan dan fungsi tanggung jawab moral di masyarakat menjadi tugas yang begitu berat. Karena baik secara langsung dan tidak langsung guru bertanggung jawab atas generasi bangsa yang dihasilkannya. Perilaku anak bangsa menjadi  salah satu tolak ukur bukti pendidikannya. Namun, bukan berarti ini menjadi tanggung jawab para guru sepenuhnya. Keterlibatan keluarga dan masyarakat di sekitarnya pun memiliki andil prilaku tersebut.
Pelaksanaan tanggung jawab tentulah diiringi dengan penghargaan yang berlaku. Penghargaan atas peranan guru dapat dibedakan menjadi dua macam.
1. Penghargaan sosial
Penghargaaan atas jasa guru dalam bersikap sosial kepada anggota masyarakat serta penempatan posisi guru dalam stratifikasi sosial masyarakat yang bersangkutan. Hal ini akan mudah kita temui di masyarakat pedesaan, karena rasa hormat dan santun pada guru sangat ditekankan.
2. Penghargaan ekonomi
Penghargaan atas peran guru dalam bidang gaji yang diterimanya.
Dari segi perubahan sosial, guru yang baik juga harus mampu melaksanakan tugas profesionalnya sebagai seorang  guru. Baik di dalam maupun di luar pembelajaran, sehingga guru bisa disebut sebagai agent of change yang berperan dalam inovator, motivator, maupun fasilitator. Jadi, jelas bahwa guru merupakan peranan aktif dalam seluruh aktifitas masyarakat.
Posisi strategis guru di tengah masyarakat idealnya, antara lain:
a. Pendidik
Seorang guru bukan hanya mendidik muridnya di sekolah namun seorang guru juga harus memberikan pendidikan umum kepada masyarakat sekitarnya agar apa yang diajarkan kepada siswanya dapat disambut baik dan juga dipahami secara umum oleh masyarakat sekitar. Hal ini penting untuk meningkatkan rasa percaya masyarakat pada kemampuan seorang guru.
b. Penggerak potensi
Seorang guru yang dianggap sebagai tokoh penting dalam masyarakat harus menggunakan posisi strategisnya untuk melihat bagaimana potensi yang dimiliki masyarakat sekitarnya. Terlebih jika guru tersebut berada di lingkungan yang minim SDM (Sumber Daya Manusia) terpelajarnya. Karena dengan kemampuan seorang guru melihat potensi masyarakat di sekitarnya, akan menjadi modal penting bagi pendidikan di daerah tersebut karena dapat digunakan sebagai arah tujuan kemana masyarakat ini akan diarahkan.
c. Manager
Dianalogikan seperti seorang manager yang mengatur jalannya tahapan-tahapan teknis dalam perencanaan. Begitu pula fungsi guru dalam masyarakat sebagai pengatur arahnya pendidikan baik terhadap peserta didik secara langsung dan masyarakat di sekitarnya secara tidak langsung. Seorang guru harus mampu mengajak masyarakat yang heterogen untuk melakukan fungsi masyarakatnya dalam hidup berbangsa dan bernegara. Karena tidak semua masyarakat tahu bagaimana melaksanakan hak dan kewajibannya.
d. Penengah konflik
Masyarakat heterogen yang terdiri dari berbagai macam etnis budaya yang berbeda biasanya akan memiliki tingkat ego yang berbeda-beda. Masalah akan muncul ketika ego bertentangan dan menimbulkan konflik baru. Disinilah peran guru sebagi penengah konflik yaitu mampu mencari solusi dari permasalahan yang ada dengan kepala dingin, mengedepankan akal dan hati dari pada nafsu amarah, mengutamakan pendekatan psikologi persuasif daripada emosional oportunis, hal ini sangat dinantikan demi tercapainya kerukunan warga.
e. Pemimpin kultural
Peran-peran diatas dengan sendirinya menempatkan seorang guru sebagai pemimpin yang lahir dan muncul secara alami, bakat, potensi, aktualisasi, dan kontribusi besarnya dalam pemberdayaan potensi masyarakat. Seorang guru lebih tenang bersama rakyat yang bebas dari kepentingan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Interaksi belajar mengajar adalah hubungan timbal balik antara seorang guru yang berupaya memberi kemungkinan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar melalui proses perubahan, perilaku akibat adanya komunikasi guru dan siswa. Interaksi belajar mengajar mengandung 2 unsur, yaitu unsur normatif dan unsur teknis.

B. Saran
Kami berharap makalah ini akan memberikan sumbangan bagi proses pembelajaran IPS. Saya menyadari banyak kekurangan pada makalah kami, maka kritik dan saran demi memperbaiki makalah ini senantiasa kami harap dan nantikan.

DAFTAR PUSTAKA
J,Tombokan. (2013). Analisis Perilaku Terapan untuk Guru. Yogyakarta : Ar-ruzzmedia.
H,Oemar. (2001). Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara.
R,Ahmad. (1997). Media Instruksional Edukatif. Jakarta : Rineka Cipta.
Darjah. (2009). Profesionalisme Guru. [Online]. Tersedia: http://deriakacamata.blogspot.com/2009/01/interaksi-dalam-bilik-darjah.html .
Choky. (2013). Etika Interaksi Guru dan Murid di Kelas dalam Lingkungan Pendidikan Islam.    
                  [Online]. Tersedia: http://kuliah-choky.blogspot.com/2013/01/etika-interaksi-guru-dan-
                   murid-di-kelas_15.html.
Amirsyah. (2013). Kini, Interaksi Guru-Murid Hanya Formalitas. [Online]. Tersedia: http://edukasi.kompasiana.com/2013/10/26/kini-interaksi-guru-murid-hanya-formalitas-602383.html.
A,Abidah. (2012). Interaksi yang Berkesan dalam Bilik Darjah. [Online]. Tersedia: http://srikandiamani.blogspot.com/2012/05/interaksi-yang-berkesan-dalam-bilik.html.
Haryanto. (2011). Pengertian Interaksi Sosial. [Online]. Tersedia: http://belajarpsikologi.com/pengertian-interaksi-sosial/.
I,Nasria. (2013). Interaksi dalam Pembelajaran. [Online]. Tersedia: http://nasriaika1125.wordpress.com/2013/09/28/interaksi-dalam-pembelajaran/.
D,Ebed. (2012). Interaksi Guru dan Siswa. [Online]. Tersedia: http://ebedallanderosary.blogspot.com/2012/12/interaksi-guru-dan-siswa.html.
T,Iis. (2012). Interaksi Sosial. [Online]. Tersedia: http://tugassoftskillmissmila.blogspot.com/.
Jurumas. (2009). Interaksi antara Guru dan Pelajar dalam Bilik Darjah. [Online]. Tersedia : http://jurumas.wordpress.com/2009/05/22/interaksi-antara-guru-dan-pelajar-dalam-bilik-darjah/.



EmoticonEmoticon