Tuesday, 17 January 2017

Pengertian Inovasi, Diskoveri, Invensi, dan Modernisasi


Pengertian Inovasi, Diskoveri, Invensi, dan Modernisasi
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
pengertian inovasi, diskoveri, invensi, dan modernisasi

Inovasi berasal dari kata bahasa Inggris innovation yang sering diartikan dengan segala hal yang baru ditemukan atau pembaharuan. Dengan kata lain, inovasi merupakan suatu pembaharuan menuju ke arah perbaikan. Inovasi memiliki beberapa karakteristik, yakni (1) berbeda dari sebelumnya, (2) dilakukan dengan sengaja, dan (3) terencana. Dengan demikian, inovasi pendidikan dapat didefinisikan sebagai suatu pembaharuan dari segi kualitas yang sengaja diupayakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan.
Kata innovation sering kali berkaitan dengan istilah discovery dan invention. Ketiga kata tersebut mengandung arti ditemukannya sesuatu yang baru, baik berupa benda ataupun ide.
Discovery (diskoveri) adalah suatu penemuan sesuatu yang sebenarnya benda atau hal yang ditemukan itu sudah ada, tetapi belum diketahui orang. Misalnya penemuan benua Amerika. Sebenarnya benua Amerika sudah ada sejak lama, tetapi baru ditemukan oleh Columbus pada tahun 1492. Maka, dikatakan Columbus menemukan benua Amerika. Artinya, orang Eropa pertama yang menjumpai benua Amerika.
Invention  (invensi) adalah suatu penemuan sesuatu yang benar-benar baru. Artinya hasil kreasi manusia. Benda atau hal yang ditemui itu benar-benar sebelumnya belum ada, kemudian diadakan dengan hasil kreasi baru. Misalnya penemuan teori belajar, strategi belajar, teori pendidikan, dan sebagainya. Proses munculnya ide atau kreativitas tentunya berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman dari hal-hal yang sudah ada, tetapi wujud yang ditemukannya benar-benar baru.
Innovation (inovasi) merupakan suatu ide, barang, kejadian, atau metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang, baik itu berupa hasil diskoveri maupun invensi. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Dengan demikian, inovasi bersifat subyektif dan spesifik.
Berikut beberapa pengertian inovasi menurut para ahli:
1. An innovation is an idea for accomplishing some recognition social and in a new way or for a means of accomplishing some social (Donald P. Elly, 1982, Seminar on Educational Change). Artinya sebuah inovasi adalah ide untuk mendapatkan pengakuan sosial dan cara baru atau sarana untuk mencapai pengakuan sosial.
2. An innovation is any idea, practice, or mate artifact perceived to be new by the relevant unit of adopt. The innovation is the change object. A change is the altera part of the actor in response to a situation. The requirement of the situation often involve a res to a new requirement is an inventive process producing an invention. However, all innovations, since not everything an individual or formal or informal group adopt is perceived as new. (Zaltman, Duncan, 1977, hlm. 12). Artinya, sebuah inovasi adalah ide, praktik, atau artefak yang dianggap baru oleh unit yang relevan. Inovasi adalah perubahan obyek. Perubahan adalah bagian dari bentuk tanggapan terhadap situasi. Dalam suatu situasi memerlukan proses kreatif untuk menghasilkan sebuah penemuan. Namun, tidak semua hal pembaharuan itu disebut inovasi, karena tidak semua kelompok individu baik kelompok formal maupun informal menganggap suatu hal tersebut merupakan hal yang baru.
3. The term innovation is usually employed in three different context. In one context it is synonymeus with invention; that is, it refers to a creative process whereby two or more existing concepts or entities are combined in some novel way to produce a configuration not previosly known by the person involved. A person or organization performing this type of activity is usually said to be innovative. Most of the literature on creativity treats the term innovation in this fashion. (Zaltman, Duncan, Holbek. 1973, hlm. 7). Artinya, Inovasi biasanya digunakan dalam dalam tiga kontek berbeda. Dalam satu konteks sama dengan penemuan, yakni mengacu pada proses kreatif dimana dua atau lebih konsep yang ada digambungkan dalam beberapa cara baru untuk menghasilkan suatu konfigurasi yang belum diketahui oleh orang. Seseorang atau kelompok orang yang melakukan hal ini biasa disebut inovatif. Sebagian besar literatur tentang kreatifitas mengartikan inovasi seperti demikian.
4. Innovation is... the creative selection, organization, and utilization of human and material resources in new and unique ways which will result in the attainment of a higher level of achievement for the defined goals and objectives. (Huberman, 1973, hlm. 5). Artinya, Inovasi adalah proses kreatif dalam memilih, mengorganisasi, dan memanfaatkan sumber daya manusia dan material dalam cara-cara baru atau dan unik yang akan menghasilkan pencapaian lebih tinggi untuk tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
5. Innovation is a species of the genus “change”. Generally speaking it seems useful to define an innovation as a deliberate, novel, specific change, which is though to be more efficacious in accomplishing the goal of system. From the point of view of this book (innovation in education), it seem helpful to consider innovations as being willed and planned for rather than as accruing haphazardly (Matthew B. Miles, 1964, hlm. 14). Artinya, inovasi adalah spesies dari genus “perubahan”. Secara umum tampaknya berguna untuk mendefinisikan inovasi sebagai sesuatu yang disengaja, baru, dan perubahan spesifik yang lebih berguna dalam pencapaian suatu tujuan. Dari sudut pandang buku ini (inovasi pendidikan), tampaknya membantu untuk mempertimbang inovasi sebagai sesuatu yang direncanakan dengan matang, sehingga bukan diperoleh dengan cara yang sembarangan.
6. An innovation is an idea, practice, or object that is perceived as new by an individual or other unit of adoption. It matters little, so far as human behavior is concerned, whether or not an idea is “objectively” new as measured by the lapse of time since its first use or discovery. The perceived newness of the idea for the individual determines his or her reaction to it. If the idea seems new to the individual, it is an innovation. (M. Rogers, 1983, hlm. 11). Artinya, sebuah inovasi adalah suatu ide, praktik, atau obyek yang dianggap baru oleh individu atau kelompok individu. Tidak penting, sejauh perilaku manusia yang bersangkutan, apakah ide itu “obyektif” baru yang diukur dengan selang waktu sejak penggunaan pertama atau penemuan. Kebaharuan dirasakan dari sejauh mana reaksi dari individu terhadap ide baru tersebut. Jika ide tersebut tampak baru bagi individu tersebut, maka itulah yang disebut inovasi.
Dari beberapa definisi inovasi yang dikemukakan para ahli tersebut, dapat diketahui bahwa tidak terjadi perbedaan yang mendasar tentang pengertian inovasi antara satu dengan yang lain. Semua definisi tersebut menyatakan bahwa inovasi adalah suatu ide, hal-hal yang praktis, metode, cara, atau barang-barang buatan manusia yang diamati atau dirasakan sebagai suatu yang baru bagi seseorang atau kelompok orang. Hal yang baru itu dapat berupa hasil diskoveri atau invensi yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan masalah tertentu.
Inovasi sering kali dikaitkan dengan istilah modernisasi, karena kedua hal tersebut tampak memiliki persamaan, yakni keduanya merupakan perubahan sosial. Istilah modern mempunyai berbagai macam arti dan juga mengandung berbagai macam tambahan arti. Istilah modern digunakan tidak hanya untuk orang tetapi juga untuk bangsa, sistem politik, ekonomi lembaga seperti rumah sakit, sekolah, perguruan tinggi, perumahan, pakaian, serta berbagai macam kebiasaan. Pada umumnya kata modern digunakan untuk menunjukan terjadinya perbuahan ke arah yang lebih baik, lebih maju dalam arti menyenangkan, lebih efektif dan efisien untuk mencapai tujuan. Misalnya dalam perkembangan teknologi transportasi, kuda lebih modern daripada gerobak yang ditarik orang, tetapi mobil lebih modern daripada kereta kuda, pesawat lebih modern daripada mobil. Jadi modern dari satu segi dapat diartikan sesuatu yang baru dalam arti lebih maju atau lebih baik daripada yang sudah ada. Baik dalam arti lebih memberikan kesejahteraan atau kesenangan bagi kehidupan.
Menurut sejarahnya modernisasi adalah proses perubahan sistem sosial, ekonomi, dan politik yang telah berkembang di Eropa Barat dan Amerika Utara dari abad ke 17 sampai abad ke 19 dan kemudian telah berkembang pula di berbagai negara di Eropa. Dalam abad ke 19 dan 20 berkembang pula ke Amerika Selatan, Asia, dan Afrika. Proses perkembangan atau perubahan itu berlangsung secara bertahap dan tidak semua masyarakat berkembanga dalam tahap urutan yang sama. Jadi modernisasi pada dasarnya merupakan proses perkembangan, secara kebetulan Eropa Barat dan Amerika Utara telah berkembang lebih dahulu dan sekarang bangsa dari dunia ketiga sedang berjuang untuk menyamakan diri mencapai status kehidupan modern. Dengan demikian, modernisasi adalah upaya meningkatkan hal-hal yang esensial dalam kehidupan.
Berikut pengertian modernisasi dari beberapa ahli:
1. MWhat is involved in modernization is a total transformation of a traditional or pre-modern society into the types of technology and associated social organization that characterize the “advanced” economically prosperous, and relatively politically stableations of the western world. But what exactly does (or should) modernization mean? Unquestionably, too, the masses and the leaders in these countries want political and economic equality with the other nations of the world. (Donald P Ely, 1982, Seminar on Educational Change). Artinya, apa yang terlibat dalam modernisasi adalah transformasi total dari masyarakat tradisional atau pra-modern ke dalam jenis teknologi dan organisasi sosial terkait yang mencirikan “canggih” ekonomi makmur dan politik dari dunia barat. Tapi apa tepatnya arti dari modernisasi? Tidak diragukan lagi bahwa massa dan para pemimpin di negera-negera ingin kesetaraan politik dan ekonomi dengan negara-negara lain di dunia.
2. Modernization in the process by which individuals change from a traditional way of life to a more complex, technologically advanced, and rapidly changing style of life (Everett Rogers dalam Francis Abraham, 1980, hlm. 5). Artinya, modernisasi merupakan proses dimana individu berubah dari cara hidup tradisional ke gaya yang lebih kompleks, berteknologi maju, dan cepat berubah dari kehidupan.
3. Modernization is the process by which historical evolved institutions are adapted to the rapidly change functions that reflect the unprecedented increase in man’s knowledge, permitting control over his environment, that accompanied the scientific revolution (Black dalam Francis Abraham 1980, hlm. 5). Artinya, modernisasi adalah proses dimana istitusi berubah dengan cepat dan menceminan peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pengetahuan manusia serta memungkinkan kontrol atas lingkungan yang disertai revolusi ilmiah.
4. Modernization is simply “a secular trend unilateral direction from traditional to participant life ways” (Lemer dalam Francis Abraham, 1980, hlm. 5). Artinya, modernisasi hanya “tren arah sepihak dari tradisional ke cara hidup sekuler”.
5. The measure of modernization the rational inanimate to animate source of power. The higher that ratio, higher is degree of modernization (Marion Levy dalam Francis Abraham, 1980, hlm. 5). Artinya, ukuran modernisasi yakni menghidupkan sumber daya. Semakin tinggi rasio itu, lebih tinggi tingkat modernisasinya.
6. Three types of modernization, named (1) industrial modernization which arises out of the necessity, (2) acculturative modernization which is the creation of semi-developmental, buffer culture, which result from the super position of the foreign culture on the traditional culture, and (3) induced modernization which consists of organized effort aimed at infrastructure building and planned socio-economy development. (Clodak dalam Francis Abraham, 1980, hlm. 5). Artinya, tiga tipe modernisasi, yakni (1) modernisasi industri yang muncul dari kebutuhan, (2) modernisasi akulturasi yang merupakan penciptaan perkembangan budaya penyangga hasil dari posisi budaya asing yang berpengaruh terhadap budaya tradisional, dan (3) modernisasi induksi yang terdiri dari upaya terorganisir yang bertujuan untuk membangun infrastruktur  dan merencanakan pembangunan sosial-ekonomi.
7. Describe modernity in terms of a number of psychological variables that constitute a kind of mentality charactaristic the typical modern man. (Inkeles dalam Francis Abraham, 1980, hlm. 5). Artinya, modernitas dijelaskan dalam sejumlah variabel psikologis yang merupakan mentalitas karakteristik khas manusia modern.
Dari beberapa definisi tentang modernisasi yang dikemukakan oleh para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa semuanya sependapat modernisasi adalah proses perubahan sosial dari masyarakat tradisional (yang belum modern) ke masyarakat yang lebih maju (masyarakat industri yang sudah modern). Tanda suatu masyarakat modern ialah bidang ekonomi telah makmur, bidang politik sudah stabil, dan terpenuhi pelayanan kebutuhan pendidikan serta kesehatan.
Berikut ciri-ciri manusia modern, diantaranya:
1. Bersikap terbuka terhadap pengalaman baru, artinya jika menghadapi tawaran atau ajakan hal-hal yang baru yang lebih menguntungkan untuk kehidupannya akan selalu mau memikirkan dan kemudian mau menerimanya, tidak menutup diri terhadap perubahan.
2. Selalu siap menghadapi perubahan sosial, artinya siap untuk menerima perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat, misalnya partisipasi dalam bidang politik, peningkatan kesempatan kerja bagi wanita, perpindahan penduduk, pergaulan atau hubungan orang tua dengan pemuda, dan sebagainya. Manusia modern siap untuk memahami perubahan yang terjadi di sekitarnya.
3. Berpandangan yang luas, artinya pendapat-pendapatnya tidak hanya berdasarkan apa yang ada pada dirinya, namun mau menerima pendapat yang datang dari luar dirinya serta dapat memahami adanya perbedaan pandangan dengan orang lain. Ia dapat memahami sikap orang lain yang berbeda dengan dirinya.
4. Mempunyai dorongan ingin tahu yang kuat. Manusia modern akan selalu berusaha memperoleh informasi tentang apa yang terjadi di lingkungannya dan juga informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan kehidupannya.
5. Manusia modern lebih berorientasi pada masa sekarang dan masa yang akan datang daripada masa yang lampau. Manusia modern tidak hanya akan mengenang kejayaan atau kegagalan masa lalu, tetapi lebih aktif untuk berfikir bagaimana masa sekarang dan yang datang.
6. Manusia modern berorientasi dan percaya pada perencaan baik jangka panjang maupun jangka pendek. Kehidupan manusia modern selalu direncanakan sebelumnya melalui perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang.
7. Manusia modern lebih percaya pada hasil perhitungan manusia dan pemikiran manusia daripada takdir atau pembawaan. Dengan kata lain, percaya bahwa manusia dapat mengontrol kejadian di sekitarnya.
8. Manusia modern menghargai keterampilan teknik dan juga menggunakannya sebagai dasar pemberian imbalan.
9. Manusia modern memiliki wawasan yang lebih maju tentang pendidikan dan pekerjaan.
10. Manusia modern menyadari dan menghargai kemuliaan orang lain terutama orang yang lemah seperti wanita, anak-anak, dan bawahannya.
11. Manusia modern memahami pentingnya produksi.
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa inovasi dan modernisasi merupakan perubahan sosial, perbedaannya hanya pada penekanan ciri dari perubahan tersebut. Inovasi menekankan pada ciri adanya sesuatu yang diamati sebagai sesuatu yang baru bagi individu atau masyarakat sedangkan modernisasi menekankan pada adanya proses perubahan dari tradisional ke modern, atau dari yang belum maju ke yang sudah maju. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa diterimanya suatu inovasi sebagai tanda adanya modernisasi. Misalnya untuk meningkatkan kesejahteraan perlu diadakan transmigrasi. Transmigrasi merupakan hal baru bagi masyarakat, maka transmigrasi merupakan suatu inovasi. Masyarakat yang sudah mau menerima ide transmigrasi dan mau melaksanakan transmigrasi berarti sudah memenuhi ciri masyarakat modern.

Daftar Pustaka
Abraham, F. (1980). Perspective on Modernization toward General Theory of Third World Development. Washington: University Press of America.
Huberman. (1973). Solving Educational Problems. New York: Praegar Publisher.
Miles, M. B. (1964). Innovation in Education. New York: Bureau of Publication.
Rogers, M. (1983). Diffusion of Innovation. New York: The Free Press.
Zaltman, Dulcan. (1977). Strategies for Planned Changes. London: A Willey-Interscience Publication.
Zalman, Dulcan, Holbek. (1973). Innovation and Organization. London: A Willey- Interscience Publication.


EmoticonEmoticon