Thursday, 15 September 2016

Model Pembelajaran Menurut Fogarty



Model Pembelajaran Menurut Fogarty
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

1. Model Fragmanted
Model Pembelajaran Menurut Fogarty


Model fragmented ditandai oleh ciri pemaduan yang hanya terbatas pada satu mata pelajaran saja. Misalnya dalam mata pelajaran IPS, materi pembelajaran tentang perjuangan penjajahan pada masa Belanda dan Jepang, perjuangan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dapat dipadukan dalam materi pembelajaran sejarah. Di dalam proses pembelajarannya, butir-butir materi tersebut dilaksanakan secara terpisah-pisah pada jam yang berbeda-beda.

2. Model Connected
Model Pembelajaran Menurut Fogarty


Model connected dilandasi oleh anggapan bahwa butir-butir pembelajaran dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu. Butir-butir pembelajaran seperti: peninggalan sejarah masa Hindu, Budha, dan Islam, letak geografis, keragaman kenampakan alam dan buatan, jenis usaha dan kegiatan ekonomi dapat dipayungkan pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.

3. Model Nested
Model Pembelajaran Menurut Fogarty


Model nested merupakan pemaduan berbagai bentuk penguasaan konsep keterampilan melalui sebuah kegiatan pembelajaran. Misalnya, pada jam-jam tertentu seorang guru memfokuskan kegiatan pembelajaran pada pemahaman tentang kegiatan ekonomi di pasar dengan harapan pembuahan keterampilan dalam mengembangkan daya imajinasi, daya berpikir logis, dan dapat melakukan kegiatan ekonomi di pasar. Pembelajaran berbagai bentuk penguasaan konsep dan keterampilan tersebut keseluruhannya tidak harus dirumuskan dalam tujuan pembelajaran. Keterampilan dalam mengembangkan daya imajinasi dan berpikir logis dalam hal ini disikapi sebagai bentuk keterampilan yang tergarap saat siswa melakukan pembelajaran. Untuk mengetahui telah dikuasainya keterampilan tersebut ditunjukkan oleh kemampuan mereka dalam melakukan kegiatan ekonomi di masyarakat.

4. Model Sequenced
Model Pembelajaran Menurut Fogarty


Model sequenced merupakan model pemaduan topik-topik antarmata pelajaran yang berbeda secara paralel. Isi cerita dalam roman sejarah, misalnya; topik pembahasannya secara paralel atau dalam jam yang sama dapat dipadukan dengan ikhwal sejarah perjuangan bangsa, karakteristik kehidupan sosial masyarakat pada periode tertentu maupun topik yang menyangkut perubahan makna kata. Topik-topik tersebut dapat dipadukan pembelajarannya pada alokasi jam yang sama.

5. Model Shared
Model Pembelajaran Menurut Fogarty


Model shared merupakan bentuk pemaduan pembelajaran akibat adanya overlapping konsep atau ide pada dua mata pelajaran atau lebih. Butir-butir pembelajaran tentang kewarganegaraan dalam PPKn misalnya, dapat bertumpang tindih dengan butir pembelajaran dalam Tata Negara, PSPB, dan sebagainya.

6. Model Webbed
Model Pembelajaran Menurut Fogarty
Model webbed atau model jaring laba-laba adalah model yang bertolak dari pendekatan tematis sebagai pemandu bahan dan kegiatan pembelajaran. Dalam hubungan ini tema dapat mengikat kegiatan pembelajaran baik dalam mata pelajaran tertentu maupun lintas mata pelajaran.

7. Model Threaded
Model Pembelajaran Menurut Fogarty


Model threaded merupakan model pemaduan bentuk keterampilan, misalnya: melakukan prediksi dan estimasi dalam matematika, ramalan terhadap kejadian-kejadian, antisipasi terhadap cerita dalam novel, dan sebagainya. Bentuk threaded ini berfokus pada apa yang disebut meta-curriculum.

8. Model Integrated
Model Pembelajaran Menurut Fogarty


Model integrated merupakan pemaduan sejumlah topik dari mata pelajaran yang berbeda, tetapi esensinya sama dalam sebuah topik tertentu. Topik evidensi yang semula terdapat dalam mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Pengetahuan Alam, dan Pengetahuan Sosial, agar tidak membuat muatan kurikulum berlebihan, cukup diletakkan dalam mata pelajaran tertentu, misalnya Pengetahuan Alam. Contoh lain, dalam teks membaca yang merupakan bagian mata pelajaran Bahasa Indonesia, dapat dimasukkan butir pembelajaran yang dapat dihubungkan dengan Matematika, Pengetahuan Alam, dan sebagainya. Di dalam hal ini diperlukan penataan area isi bacaan yang lengkap sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai butir pembelajaran dari berbagai mata pelajaran yang berbeda tersebut. Ditinjau dari penerapannya, model ini sangat baik dikembangkan di SD.

9. Model Immersed
Model Pembelajaran Menurut Fogarty
Model immersed atau model celupan adalah model yang dirancang untuk membantu siswa dalam menyaring dan memadukan berbagai pengalaman dan pengetahuan dihubungkan dengan medan pemakaiannya. Di dalam hal ini tukar pengalaman dan pemanfaatan sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.

10. Model Networked
Model Pembelajaran Menurut Fogarty

Model networked merupakan model pemaduan pembelajaran yang mengandaikan kemungkinan pengubahan konsepsi, bentuk pemecahan masalah, maupun tuntutan bentuk keterampilan baru setelah siswa mengadakan studi lapangan dalam situasi, kondisi, maupun konteks yang berbeda-beda. Belajar disikapi sebagai proses yang berlangsung secara terus-menerus karena adanya hubungan timbal balik antara pemahaman dan kenyataan yang dihadapi siswa.


EmoticonEmoticon