Monday, 16 January 2017

Berpikir Kreatif



Berpikir Kreatif
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
berpikir kreatif

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (Alwi, dkk. 2003, hlm. 872) mengartikan berpikir merupakan “menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu). Sejalan dengan itu, Wahyuni (2013, hlm. 15) menyatakan bahwa berpikir adalah “suatu kegiatan mental yang dialami seseorang bila mereka dihadapkan pada suatu masalah atau situasi yang harus dipecahkan”. Dapat ditarik garis besar bahwa berpikir merupakan aktivitas mental seseorang untuk memutuskan suatu tindakan berdasarkan suatu permasalahan.
Kreatif dalam KBBI (Alwi, dkk. 2003, hlm. 599) berarti sebagai “daya cipta atau memiliki kemampuan untuk menciptakan”. Selanjutnya Ali dan Ansori dalam Amasari (2011, hlm. 19) mengemukakan bahwa “berpikir kreatif adalah ciri-ciri khas yang dimiliki oleh individu yang menandai adanya kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang sama sekali baru atau kombinasi dari karya-karya yang telah ada sebelumnya, menjadi karya baru yang dilakukan melalui interaksi dengan lingkungannya untuk menghadapi permasalahan dan mencari alternatif pemecahannya”. Dapat disimpulkan bahwa berpikir kreatif adalah aktivitas mental seseorang untuk membangun atau mengembangkan ide, baik berupa ide original maupun pengembangan dengan mengkonstruksi ide-ide yang telah ada.
Sejalan dengan hal tersebut, Munandar dalam Wahyuni (2013, hlm. 15) mengemukakan ciri-ciri pribadi yang berpikir kreatif, yakni:
1. Imajinatif.
2. Mempunyai prakarsa.
3. Mempunyai minat luas.
4. Mandiri dalam berpikir.
5. Senang berpetualang.
6. Penuh energi.
7. Percaya diri.
8. Bersedia mengambil risiko.
9. Berani dalam pendirian dan keyakinan.
Ann Coughlan (2007, hlm. 4) mengemukakan:
“Creative thinking embodies a relaxed, open, playful approach and is less ordered, structured and predictable than critical thinking. Therefore it also requires some risk-taking as there is a chance that you will make ‘mistakes’ or not come up with an answer at all. You need to be prepared to cope with the resultant risk, confusion and disorder. If you are generally ordered and organised this may take some getting used to. Creative thinking skills are as much about attitude and self-confidence as about talent.”
Yang berarti, berpikir kreatif mengandung unsur santai, terbuka, pendekatan menyenangkan, kurang berurutan, terstruktur, dan dapat diprediksi. Oleh karena itu,  memerlukan beberapa pengambilan risiko karena ada kemungkinan bahwa Anda akan membuat ‘kesalahan’ atau tidak mendapatkan jawaban sama sekali. Anda harus siap untuk menghadapi risiko, kebingungan, dan ketidakteraturan yang dihasilkan. Jika Anda biasanya mengurutkan atau mengorganisir mungkin Anda dapat membiasakan diri. Keterampilan berpikir kreatif adalah bakat mirip dengan sikap dan kepercayaan diri.
Lebih lanjut, Ann Coughlan (2007, hlm. 4) berpendapat:
Creative thinking skills involve such approaches as:
1. Engaging in reflection.
2. Looking for many possible answers rather than one.
3. Allowing yourself to make wild and crazy suggestions as well as those that seem sensible.
4. Not judging ideas early in the process - treat all ideas as if they may contain the seeds of something potentially useful.
5. Allowing yourself to doodle, daydream or play with a theory or suggestion.
6. Being aware that these approaches necessarily involve making lots of suggestions that are unworkable and may sound silly.
7. Making mistakes.
8. Learning from what has not worked as well as what did.

Maknanya, keterampilan berpikir kreatif melibatkan pendekatan seperti:
1. Terlibat dalam refleksi.
2. Mencari banyak kemungkinan jawaban lebih dari satu.
3. Membiarkan diri Anda untuk membuat saran liar dan gila serta saran yang tampaknya tidak masuk akal.
4. Tidak memilih ide di awal proses – memperlakukan semua ide seolah-olah mereka mungkin berisi benih sesuatu yang berpotensi berguna.
5. Membiarkan diri Anda untuk mencoret-coret, melamun atau bermain dengan teori atau saran.
6. Menyadari bahwa pendekatan ini tentu melibatkan membuat banyak saran yang tidak bisa dijalankan dan mungkin terdengar konyol.
7. Membuat kesalahan.
8. Belajar dari ide yang tidak berhasil maupun yang berhasil.
Selanjutnya Ann Coughlan (2007, hlm. 4) berpendapat:
There is no limit to ways there are of thinking creatively. Some techniques you can begin with are listed here under.
1. Brainstorm ideas on one topic onto a large piece of paper: don't edit these. Just write them down as soon as they come into your head.
2. Allow yourself to play with an idea while you go for a walk or engage in other activities
3.  Draw or paint a theory on paper.
4. Ask the same question at least twenty times and give a different answer each time.
5. Combine some of the features of two different objects or ideas to see if you can create several more.
6. Change your routine. Do things a different way. Walk a different route to college.
7. Let your mind be influenced by new stimuli such as music you do not usually listen to.
8. Be open to ideas when they are still new: look for ways of making things work and pushing the idea to its limits.
9. Cultivate creative serendipity.
10. Ask questions such as 'what if….?' Or 'supposing….?'.
11. Keep an ideas book. Inspiration can strike at any time! Ideas can also slip away very easily. If you keep a small notebook to hand you can jot down your ideas straight away and return to them later. Alternatively, you could use the voice recorder on your mobile phone, or send yourself a text message! For example, you may think of a really good idea for an assignment/project while you are listening to a lecture. You should record it as soon as you can after the lecture: otherwise, you could forget it entirely.

Artinya, tidak ada batasan untuk cara berpikir kreatif. Beberapa teknik bisa dimulai dengan melakukan yang tertulis di bawah ini.
1. Fokuskan ide pada satu topik ke selembar kertas besar: jangan merubahnya. Hanya menuliskannya segera setelah ide muncul ke kepala Anda.
2. Biarkan diri Anda untuk bermain dengan ide saat Anda pergi untuk berjalan-jalan atau melakukan kegiatan lain
3. Menggambar atau melukis teori di atas kertas.
4. Tanyakan pertanyaan yang sama setidaknya dua puluh kali dan memberikan jawaban yang berbeda setiap kali.
5. Menggabungkan beberapa fitur dari dua benda atau ide yang berbeda untuk melihat apakah Anda dapat membuat beberapa lagi.
6. Ubah rutinitas Anda. Melakukan hal-hal dengan cara yang berbeda. Berjalan ke rute yang berbeda.
7. Biarkan pikiran Anda dipengaruhi oleh rangsangan baru seperti musik yang biasanya tidak Anda dengarkan.
8. Terbuka untuk ide-ide ketika mereka masih baru: mencari cara untuk membuat sesuatu berfungsi dan mendorong ide sampai batas akhir.
9. Memupuk kreatifitas.
10. Tanyakan pertanyaan seperti 'bagaimana jika ....?’ Atau ‘seandainya ....?.’
11. Simpan selalu  buku ide. Inspirasi bisa menyerang setiap saat! Situs juga bisa menyelinap pergi sangat mudah. Jika Anda menyimpan buku catatan kecil untuk tangan Anda dapat menuliskan ide-ide Anda langsung dan kembali kepada mereka nanti. Atau, Anda bisa menggunakan perekam suara di ponsel Anda, atau mengirim sendiri pesan teks! Misalnya, Anda mungkin berpikir tentang ide yang sangat baik untuk tugas/proyek saat Anda sedang mendengarkan ceramah. Anda harus mencatat secepat mungkin setelah kuliah: jika tidak, Anda bisa melupakannya sama sekali.
Berikut indikator aspek kemampuan berpikir kreatif seseorang sebagai dasar untuk mengukur kreativitas seseorang sesuai dengan pendapat Munandar dalam Wahyuni (2013, hlm. 15) disajikan pada tabel sebagai berikut:
Tabel Aspek Kemampuan Berpikir Kreatif
Pengertian
Perilaku
Berpikir lancar (fluency)
1. Mencetuskan banyak gagasan, jawaban, atau penyelesaian masalah.
2. Memberikan banyak cara atau saran untuk melakukan berbagai hal.
3. Selalu memikirkan lebih dari satu jawaban.
1. Mengajukan banyak pertanyaan.
2. Menjawab dengan sejumlah jawaban jika ada pertanyaan.
3. Mempunyai banyak gagasan mengenai suatu masalah.
4. Lancar dalam mengungkapkan gagasan.
5. Bekerja lebih cepat dan melakukan lebih banyak dari orang lain.
6. Dapat dengan cepat melihat kesalahan dan kelemahan dari suatu obyek atau situasi.
Berpikir luwes (flexibility)
1. Menghasilkan gagasan, jawaban, atau pertanyaan yang bervariasi.
2. Dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda.
3. Mencari banyak alternatif atau arah yang berbeda-beda.
4. Mampu mengubah cara pendekatan atau pemikiran.
1. Memberikan aneka ragam penggunaan yang tidak lazim terhadap suatu obyek.
2. Memberikan bermacam-macam penafsiran terhadap suatu gambar, cerita, atau masalah.
3. Menerapkan suatu konsep atau asas yang berbeda-beda.
4. Memberikan pertimbangan terhadap suatu situasi yang berbeda dari yang diberikan orang lain.
5. Dalam membahas/mendiskusikan suatu situasi selalu mempunyai posisi yang bertentangan dengan mayoritas kelompok.
6. Jika diberikan suatu masalah biasanya memikirkan bermacam-macam cara untuk menyelesaikannya.
7. Menggolongkan hal-hal menurut pembagian kategori yang berbeda-beda.
8. Mampu mengubah arah berpikir secara spontan.
Berpikir orisinil (originality)
1. Mampu melahirkan ungkapan yang baru dan unik.
2. Memikirkan cara-cara yang tidak lazim untuk mengungkapkan diri.
3. Mampu membuat kombinasi yang tidak lazim dari bagian-bagian atau unsur-unsur.
1. Memikirkan masalah-masalah yang tidak terpikirkan oleh orang lain.
2. Mempertanyakan cara-cara yang lama dan berusaha memikirkan cara-cara yang baru.
3. Memilih asimetri dalam menggambar atau membuat suatu desain.
4. Memilih cara berpikir lain dari yang lain.
5. Mencari pendekatan yang baru.
6. Setelah membaca dan mendengar gagasan, berusaha untuk membuat hal yang baru.
7. Lebih senang mensintesa daripada menganalisis sesuatu.
Berpikir elaboratif (elaboration)
1. Mampu memperkaya atau mengembangkan suatu gagasan atau produk.
2. Menambah atau merinci detail-detail dari suatu obyek, gagasan, atau situasi sehingga menjadi lebih menarik.
1. Mencari arti yang lebih mendalam terhadap jawaban atau pemecahan masalah dengan melakukan langkah-langkah yang terperinci.
2. Mengembangkan atau memperkaya gagasan orang lain.
3. Mencoba atau menguji detail-detail untuk melihat arah yang akan ditempuh.
4. Mempunyai rasa keindahan yang kuat sehingga tidak puas dengan penampilan yang kosong atau sederhana.
5. Menambah garis-garis, warna-warna, dan detail-detail terhadap gambarannya sendiri atau gambaran orang lain.

Referensi
Amasari, F. H. (2011). Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa Kelas X Admistrasi Perkantoran (AP) SMK Negeri 1 Depok Pada Pembelajaran Matematika dengan Metode Problem Posing Tipe Presolution Posing. (Skripsi). Yogyakarta: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta.
Alwi, H. dkk. (2003). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Jakarta: Balai Pustaka.
Coughlan, A. (2007). Learning to Learn: Creative Thinking and Critical Thinking. Dublin: DCU Student Learning Resources.
Wahyuni, A. D. S. (2013). Penggunaan Metode Penemuan Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SD pada Konsep Bangun Ruang. (Skripsi). Tasikmalaya: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya.





EmoticonEmoticon