Tuesday, 17 January 2017

Media Pembelajaran Mock - Up



Media Pembelajaran Mock - Up
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Media mock – up merupakan salah satu jenis media model tiga dimensi yang merupakan tiruan dari obyek nyata, seperti obyek yang terlalu besar, obyek yang terlalu jauh, obyek yang terlalu mahal, obyek yang terlalu kecil, atau obyek yang tidak memungkinkan dibawa ke kelas. Menurut H. Sanaky (2011, hlm. 118) “alat tiruan sederhana (mock – up) adalah tiruan dari benda sebenarnya dimana sengaja dipilih bagian-bagian yang memang penting yang diperlukan saja untuk dibuat sesederhana mungkin supaya mudah dipelajari”. Hal ini sejalan dengan pandangan Hermawan, dkk. (2007, hlm. 32) bahwa “media mock – up merupakan penyederhanaan dari susunan bagian pokok suatu proses yang rumit”. Berdasarkan paparan tersebut, dapat ditarik garis besar bahwa media mock – up adalah tiruan sederhana dari benda sebenarnya dimana sengaja dipilih bagian-bagian yang memang penting dan yang diperlukan saja untuk dibuat sesederhana mungkin agar mudah dipelajari.
Pemilihan media pembelajaran mock – up dimaksudkan untuk menarik perhatian peserta didik, menyederhanakan obyek yang rumit, dan kemudian dipelajari oleh peserta didik. “Penggunaan media mock – up dalam pembelajaran dianggap dapat mengkonkretkan materi pembelajaran yang abstrak bagi peserta didik” (Nisa Nurlaila, 2016, hlm. 21).
Hermawan, dkk. (2007, hlm. 39) menyatakan bahwa “setiap media memiliki karakteristik tertentu, baik dilihat dari segi keandalannya, cara pembuatannya, maupun cara penggunaannya”. Media pembelajaran mock – up memiliki karakteristik tiga dimensi yang dapat memperlihatkan fungsi atau gerakan dari aspek tertentu saja dari benda, alat, atau obyek yang akan dipelajari. Pada media pembelajaran mock – up hanya nampak bagian-bagian tertentu saja yang penting untuk diperagakan gerakannya atau proses kerjanya, sebaliknya bagian kecil lainnya yang dianggap kurang penting atau yang dapat menganggu perhatian siswa dihilangkan.
Berikut kelebihan dari penggunaan media mock – up, diantaranya:
1. Memberikan pengalaman langsung terhadap obyek yang rumit untuk dipelajari benda nyatanya.
2. Menunjukan struktur obyek secara jelas.
3. Menunjukan alur kerja suatu obyek secara jelas.
4. Menyederhanakan obyek yang sulit dibawa ke kelas.
Adapun kelemahan dari penggunaan media mock – up, antara lain:
1. Tidak dapat menjangkau sasaran dalam jumlah besar.
2. Penyimpanan media memerlukan ruang dan perawatan yang rumit.
3. Untuk membuat media mock – up memerlukan biaya yang cukup besar.
Berikut ini contoh-contoh media mock – up:
media pembelajaran mock-up

Media Mock – Up Jam Weker

media pembelajaran mock-up

Media Mock – Up Lampu Lalu Lintas

media pembelajaran mock-up

Media Mock – Up Tata Surya

media pembelajaran mock-up

Media Mock – Up Perahu Sederhana

Referensi
Hermawan, H. A. dkk. (2007). Media Pembelajaran Sekolah Dasar. Bandung: UPI PRESS.
Nurlaila, N. (2016). Pengembangan Media Mock – Up Pada Model Pembelajaran Latihan Penelitian di Sekolah Dasar. (Skripsi). Tasikmalaya: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya.
Sanaky, H. (2011). Media Pembelajaran. Yogyakarta: Kaukaba.


EmoticonEmoticon