Tuesday, 25 October 2016

Metode Resitasi atau Penugasan



Metode Resitasi atau Penugasan
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

metode penugasan

Metode resitasi atau penugasan merupakan cara mengajar yang dilakukan dengan jalan memberi tugas khusus kepada siswa untuk mengerjakan sesuatu. Menurut Sudirman N. (1991, hlm. 141) metode resitasi/penugasan adalah “cara penyajian bahan pelajaran di mana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar”. Selanjutnya Slameto (1990, hlm. 115) mengemukakan bahwa “metode resitasi adalah cara penyampaian bahan pelajaran dengan memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan dalam rentangan waktu tertentu dan hasilnya harus dipertanggungjawabkan kepada guru. Dari berbagai pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa metode resitasi adalah pemberian tugas kepada siswa yang pada akhirnya dipertanggungjawabkan kepada guru yang bersangkutan.
Penggunaan metode resitasi dapat dilakukan pada jam pelajaran dan di luar jam pelajaran sebagai pekerjaan rumah (PR). Pemberian tugas ini merupakan salah satu alternatif untuk lebih menyempurnakan penyampaian tujuan pembelajaran khusus. Hal ini disebabkan oleh padatnya materi pelajaran yang harus disampaikan sementara waktu belajar sangat terbatas di dalam kelas. Hal ini sesuai dengan pendapat Roestiyah (1991, hlm. 32) yang menyatakan bahwa “...untuk mengatasi keterbatasan waktu belajar di dalam kelas, guru perlu memberikan tugas di luar jam pelajaran”.
Secara umum guru mengatur kecepatan mengajarnya sesuai dengan keadaan rata-rata siswa dengan beberapa penyesuaian terhadap yang kurang mampu ataupun yang dianggap pandai. Pemberian tugas untuk diselesaikan di rumah, di perpustakaan, atau di laboratorium akan memberikan kesempatan untuk belajar aktif yang sesuai dengan irama kecepatan belajarnya.
Peranan metode resitasi sangat penting dalam pembelajaran, hal ini dijelaskan I. L. Pasaribu (1986, hlm. 108) metode resitasi berperan untuk “...meninjau pelajaran baru, untuk menghafal pelajaran yang sudah diajarkan, untuk latihan-latihan,... dan untuk memecahkan masalah”. Dalam memberikan tugas kepada siswa, guru diharuskan memeriksa dan memberi nilai. Roestiyah (1991, hlm. 113) mengemukakan bahwa “...dengan mengevaluasi tugas yang diberikan kepada siswa, akan memberikan motivasi belajar siswa”.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan pada penggunaan metode resitasi menurut Sri Anitah Wiryawan (1990, hlm. 30), sebagai berikut:
1. Memperdalam pengertian siswa terhadap pelajaran yang diterima.
2. Melatih siswa ke arah belajar mandiri.
3. Siswa dapat membagi waktu dan mengisi waktu luang.
4. Melatih siswa untuk menemukan sendiri cara-cara yang tepat untuk menyelesaikan tugas.
Sedangkan menurut Sudirman (1992, hlm. 145) hal-hal yang harus diperhatikan pada penggunaan metode resitasi, antara lain:
1.Tugas yang diberikan harus jelas.
2. Tempat dan lama waktu penyelesaian tugas harus jelas.
3. Tugas yang diberikan terlebih dahulu dijelaskan/diberikan petunjuk yang jelas.
4. Guru harus memberikan bimbingan terutama kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar atau salah arah dalam mengerjakan tugas.
5. Guru harus memberi dorongan terutama bagi siswa yang lambat atau kurang bergairah mengerjakan tugas.
Berikut kelebihan penggunaan metode resitasi, diantaranya:
1. Tugas lebih merangsang siswa untuk belajar lebih banyak, baik pada waktu di kelas maupun di luar kelas.
2. Dapat mengembangkan kemandirian siswa dalam belajar.
3. Tugas lebih memperdalam, memperkaya, dan mempeluas pandangan tentang apa yang dipelajari.
4. Tugas dapat melatih siswa untuk mencari dan mengolah sendiri informasi.
Adapun kelemahan penggunaan metode resitasi, antara lain:
1. Sulit dikontrol apakah siswa mengerjakan tugas sendiri atau dikerjakan orang lain.
2. Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu siswa.
3. Pemberian tugas yang menontot dapat memberi dampak kebosanan bagi siswa.


Referensi
Anitah, S. W. (1990). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Universitas Terbuka Jakarta.
Pasaribu, I. L. (1986) Didaktik dan Metodik. Bandung: Tarsito.
Roestiyah, N. K. (1991). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Slameto. (1990). Proses Belajar Mengajar dalam Sistem Kredit (SKS). Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.
Sudirman. (1992). Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sudirman, N. (1991). Prinsip-Prinsip Pengelolaan Sumber Belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.


EmoticonEmoticon