Sunday, 23 October 2016

Model Pembelajaran Picture and Picture



Model Pembelajaran Picture and Picture
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

model pembelajaran picture and picture

Model pembelajaran picture and picture adalah suatu model penggunaan alat bantu atau media berupa gambar untuk menerangkan sebuah materi atau memfasilitasi siswa agar aktif mengikuti pembelajaran. Model ini menggunakan gambar yang dipasangkan/diurutkan menjadi urutan sistematis, seperti menyusun gambar secara berurutan, menunjukan gambar, memberi keterangan gambar, dan menjelaskan gambar. Untuk itu, gambar ini menjadi faktor utama dalam penggunaan model pembelajaran picture and picture. Gambar tersebut dapat disajikan dalam bentuk kartu ataupun dalam bentuk gambar berukuran besar.
Pada dasarnya model pembelajaran picture and picture termasuk pembelajaran tipe kooperatif. Dengan kata lain, model ini dilaksanakan secara berkelompok. Berikut prinsip dasar model pembelajaran picture and picture, sebagai berikut:
1. Siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya.
2. Siswa harus memahami bahwa semua anggota kelompok mempunyai tujuan yang sama.
3. Siswa harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara anggota kelompoknya.
4. Seluruh siswa akan dikenai evaluasi.
5. Siswa berbagi kepemimpinan dan memerlukan keterampilan untuk belajar bersama.
6. Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individu materi yang disampaikan dalam kelompok.
Adapun langkah-langkah model pembelajaran picture and picture, sebagai berikut:
1. Menyampaikan tujuan pembelajaran
Pada langkah awal ini guru menyampaikan tujuan pembelajaran agar siswa dapat mengukur sejauh mana materi yang harus dikuasainya. Penyampaian tujuan ini tentu harus dikemas menggunakan bahasa yang sedemikian rupa sederhana agar siswa dapat paham dan pembelajaran menjadi bermakna.
2. Penyajian materi sebagai pengantar
Pada langkah ini guru memberikan momentum permulaan berupa materi dasar yang akan dipelajari. Hal ini berdampak besar terhadap langkah pembelajaran selanjutnya karena pada langkah ini guru dapat memberikan motivasi yang menarik perhatian siswa agar siswa siap mengikuti pembelajaran. Pemberian motivasi akan menarik minat siswa untuk belajar lebih jauh tentang materi yang dipelajari.
3. Menunjukan gambar yang berkaitan dengan materi
Pada langkah ini guru mengajak siswa untuk mengamati setiap gambar yang ditunjukan oleh guru atau siswa lainnya. Penggunaan gambar ini akan sangat membantu pemahaman materi yang diajarkan. Bentuk pengembangan selanjutnya guru dapat memodifikasi gambar atau mengganti gambar menjadi video atau demonstrasi kegiatan tertentu.
4. Menunjuk/memanggil siswa secara bergantian untuk memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan logis
Pada langkah ini guru harus melakukan inovasi karena terkadang penunjukan secara langsung kurang efektif. Salah satu caranya dengan penggunaan undian sehingga siswa merasa memang harus menjalankan tugas yang diberikan. Selanjutnya siswa yang terpilih mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan logis secara bergiliran.
5. Menanyakan alasan atau dasar pemikiran dari urutan gambar yang telah disusun
Siswa dilatih untuk mengemukakan alasan atau pendapat tentang urutan gambar yang telah disusun. Pada langkah ini guru berperan sebagai fasilitator dan motivator agar siswa berani mengemukakan pendapat.
6. Penanaman konsep materi melalui alasan/urutan gambar yang telah tersusun
Pada proses ini guru memberikan penekanan pada hal-hal yang harus dicapai dengan meminta siswa untuk mengulangi atau menuliskan. Hal yang harus dicapai tersebut sesuai dengan tujuan pembelajaran yang sebelumnya disampaikan pada awal pembelajaran.
7. Menyimpulkan/merangkum materi
Kesimpulan dan rangkuman dilakukan oleh siswa dengan bimbingan guru. Apabila masih ada siswa yang belum mengerti tentang hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam pengamatan gambar tersebut guru memberikan penguatan atau sedikit menjelaskan kembali tentang gambar tersebut.
Model pembelajaran picture and picture sangat tergantung pada gambar yang digunakan. Gambar tersebut harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Berikut tiga syarat suatu gambar dapat digunakan, antara lain:
1. Otentik
Gambar tersebut harus melukiskan situasi seperti melihat benda sebenarnya.
2. Sederhana
Komposisi gambar hendaknya cukup jelas dalam menunjukan poin-poin pokok yang terdapat pada gambar.
3. Estetis
Gambar yang digunakan juga hendaknya baik dari sudut seni.
Setiap model pembelajaran tentunya memiliki kelebihan maupun kelemahan. Berikut kelebihan dari penggunaan model pembelajaran picture and picture, diantaranya:
1. Materi yang diajarkan lebih terarah karena pada awal pembelajaran terdapat penyampaian tujuan pembelajaran dan penyajian materi pengantar.
2.  Siswa dapat lebih cepat memahami materi ajar karena penggunaan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi.
3. Meningkatkan daya nalar dan daya analisis siswa.
4. Meningkatkan rasa tanggung jawab siswa.
5. Pembelajaran lebih bermakna karena siswa dapat mengamati langsung gambar yang berkaitan dengan materi yang dipelajari.
Adapun kelemahan penggunaan model pembelajaran picture and picture, antara lain:
1. Memerlukan persiapan yang matang dalam menyiapkan gambar yang sesuai dengan materi ajar.
2. Memakan banyak waktu.
3. Sulit menemukan gambar yang berkualitas dan sesuai dengan daya nalar atau kompetensi siswa.
4. Muncul kecenderungan siswa sulit bekerja sama dengan siswa lainnya.
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran picture and picture merupakan model dengan penggunaan alat bantu berupa gambar yang menerangkan sebuah materi atau memfasilitasi siswa untuk aktif belajar. Penggunaan gambar ini diharapkan siswa mampu mengikuti pembelajaran dengan fokus dan dalam kondisi yang menyenangkan. Sehingga apapun pesan materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan mudah diingat kembali oleh siswa.


EmoticonEmoticon