Monday, 16 January 2017

Pemahaman



Pemahaman
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

pemahaman
Pemahaman merupakan salah satu dari tahapan hasil belajar setelah pengetahuan. Berdasarkan taksonomi Bloom dalam Nana Sudjana (2006, hlm. 18), “kesanggupan memahami setingkat lebih tinggi dari pada pengetahuan”. Pemahaman menurut Bloom ini adalah seberapa besar siswa mampu menerima, menyerap, dan memahami pelajaran yang diberikan oleh guru kepada siswa atau sejauh mana siswa dapat memahami serta mengerti apa yang ia baca, yang dilihat, yang dialami, atau yang ia rasakan berupa hasil penelitian atau observasi langsung yang ia lakukan. Menurut Suharsimi Arikunto (1995 hlm. 115) pemahaman (comprehension) siswa diminta untuk membuktikan bahwa ia memahami hubungan yang sederhana diantara fakta-fakta atau konsep.
Nana Sudjana (2010, hlm. 24) membagi pemahaman ke dalam tiga kategori, yakni sebagai berikut:
a.    Tingkat pertama atau tingkat terendah, yaitu pemahaman terjemahan, mulai dari terjemahan dalam arti sebenarnya;
b.    Tingkat kedua adalah pemahaman penafsiran, yakni menghubungkan bagian-bagian terdahulu dengan yang diketahui berikutnya, atau menghubungkan beberapa bagian dari grafik dengan kejadian, membedakan yang pokok dan yang bukan pokok;
c.    Pemahaman tingkat ketiga atau tingkat tertinggi, yakni pemahaman ekstrapolasi. Dengan ekstrapolasi diharapkan mampu melihat di balik yang tertulis, dapat membuat ramalan tentang konsekuensi atau dapat memperluas persepsi dalam arti waktu, dimensi, kasus, ataupun masalahnya.
Selanjutnya M. Usman Uzer (2002, hlm. 35) melibatkan pemahaman sebagai bagian dari domain kognitif hasil belajar. Ia menjelaskan bahwa pemahaman mengacu kepada kemampuan memahami makna materi. Aspek ini satu tingkat di atas pengetahuan dan merupakan tingkat berpikir yang rendah.
Berdasarkan pendapat diatas, pemahaman merupakan salah satu bagian dari hasil belajar berupa suatu kemampuan dalam mengerti dan mengetahui sesuatu dengan benar. Bukan sekadar mengetahui tentang apa yang telah diserap melalui panca indera namun juga dapat mengerti bagaimana pengetahuan tersebut bisa digunakan. Tingkatan pemahaman lebih tinggi dari pengetahuan. Artinya, seseorang yang memiliki pemahaman tentang sesuatu sudah tentu ia memiliki pengetahuan tentang sesuatu tersebut. Namun, jika seseorang hanya memiliki pengetahuan belum tentu ia dapat memahaminya karena pemahaman merupakan sebuah pengetahuan diperoleh berdasarkan hasil belajar maupun pengalaman kemudian dipahami serta dapat menjelaskan kembali. Dalam sebuah pembelajaran, ketika siswa dapat menyerap materi yang disampaikan oleh gurunya kemudian siswa tersebut dapat menjelaskan kembali atau memberikan pendapat tentang materi tersebut berarti ia paham tentang materi tersebut. Oleh karena itu, pemahaman dikatakan lebih tinggi tingkatannya dari pada pengetahuan.

Referensi
Arikunto, S. (1995). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Yogyakarta: Bumi Aksara.
Sudjana, N. (2006). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sudjana, N. (2010). Evaluasi Proses dan Hasil Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Usman, M. U. (2002). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.


EmoticonEmoticon