Monday, 16 January 2017

Pengertian Desain Pembelajaran



Pengertian Desain Pembelajaran
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
pengertian desain pembelajaran

Pembelajaran merupakan suatu pola kegiatan yang sistematis, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai evaluasi. Untuk itu, perlu adanya persiapan yang matang dalam menyusun sebuah pembelajaran. Persiapan tersebut dengan cara merancang desain pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Sujarwo (t.t, hlm. 3) mendifinisikan desain pembelajaran, sebagai berikut: “intructional design is the practice of maximizing the effectiveness, efficiency and appeal of intruction and other learning experiences. The process consist broadly of determining the current state and need of the learner, defining the end goal of intructions, and creating some ‘intervetion’ to assist in the transition.” Artinya, desain pembelajaran merupakan kegiatan memaksimalkan keefektifan, efesiensi, dan hasil belajar, serta pengalaman pembelajaran lainnya. Kegiatan tersebut meliputi penentuan keadaan awal, kebutuhan peserta didik, menentukan tujuan akhir, dan menciptakan beberapa perlakuan untuk membantu dalam transisi tersebut. Menurut Shambaugh (dalam Wina Sanjaya, 2009, hlm. 67) menjelaskan tentang desain pembelajaran sebagai berikut “an intellectual process to help teachers systematically learners needs and construct structures possibilities to responsively addres those needs. Artinya, sebuah proses intelektual untuk membantu pendidik menganalisis kebutuhan peserta didik dan membangun berbagai kemungkinan untuk merespon kebutuhan tersebut.  Sagala (2005, hlm. 136) berpendapat bahwa desain pembelajaran merupakan “pengembangan pengajaran secara sistematik yang digunakan secara khusus teori-toeri pembelajaran untuk menjamin kualitas pembelajaran”. Selanjutnya Rahayu (2015, hlm. 16) mengungkapkan bahwa “...dalam menyusun pembelajaran ada dua istilah yang muncul yaitu perencanaan pembelajaran dan desain pembelajaran. Perencanaan pembelajaran disusun untuk kebutuhan guru dalam melaksanakan tugas mengajarnya. Sedangkan desain pembelajaran lebih menekankan pada upaya membantu siswa dalam belajar”. Hal ini senada dengan apa yang diutarakan oleh Munthe (2014, hlm. 53) bahwa “desain pembelajaran sangat strategis, karena hal tersebut merupakan cara seorang guru sebagai ujung tombak perubahan melakukan usaha nyata untuk tercapainya kompetensi”.
Adanya desain pembelajaran membuat guru memiliki gambaran yang jelas tentang proses pelaksanaan pembelajaran dan menjadi acuan bagi guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Penyusunan desain pembelajaran merupakan upaya untuk mengembangkan setiap unsur pembelajaran menjadi satu kesatuan utuh dan saling menentukan untuk mencapai tujuan pembelajaran, menciptakan aktifitas belajar yang efektif, efisien, dan menyenangkan. Sehingga desain pembelajaran memiliki kedudukan yang penting dalam suatu pembelajaran karena dalam mendesain suatu pembelajaran, guru mempertimbangkan segala hal yang akan dibutuhkan, menentukan langkah-langkah yang akan dilaksanakan, menentukan sumber, metode dan media yang akan digunakan dengan memperhatikan keadaan siswa, keadaan lingkungan sekitar, yang disesuaikan untuk tercapainya tujuan pembelajaran. Untuk itu, desain pembelajaran akan membantu pendidik sebagai perancang program atau pelaksana kegiatan pembelajaran dalam memahami kerangka teori lebih baik dan menerapkan teori tersebut untuk menciptakan aktivitas pembelajaran yang lebih efektif, efisien, produktif, dan menarik.
Berdasarkan uraian tersebut dapat ditarik garis besar bahwa desain pembelajaran adalah penyusunan tahapan dari kegiatan awal sampai akhir, pemilihan materi, sumber, metode, dan media yang dibuat oleh guru dari hasil analisis yang telah dilakukan terhadap kebutuhan pembelajaran, karakteristik siswa, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara sistematis dan dapat berjalan dengan efektif, efisien, dan menyenangkan bagi siswa.

Referensi
Munthe, B. (2014). Desain Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.
Rahayu, P. N. (2014). Pengembangan Desain Pembelajaran Berbasis Masalah Tema Bermain dengan Benda-Benda di Sekitar. (Skripsi). Tasikmalaya: Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya.
Sagala, S. (2005). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Sanjaya, W. (2009). Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana.
Sujarwo. (t.t). Desain Sistem Pembelajaran. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.


EmoticonEmoticon