Tuesday, 17 January 2017

7 Prinsip Koperasi



7 Prinsip Koperasi
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
7 prinsip koperasi

Prinsip diartikan sebagai asas kebenaran yang menjadi pokok dasar dalam berpikir dan bertindak. Untuk itu, prinsip koperasi diartikan sebagai asas yang mendasari koperasi itu sendiri.
Prinsip koperasi tercantum dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Pasal 5, sebagai berikut:
1. Keanggotan bersifat sukarela dan terbuka.
2. Pengelolaan koperasi bersifat demokratis.
3. Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan secara adil sesuai dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota.
4. Pemberian balas jasa terbatas terhadap modal.
5. Kemandirian.
6. Pendidikan perkoperasian.
7. Kerja sama antar koperasi.
Kenggotaaan bersifat sukarela dan terbuka, artinya siapapun bisa menjadi anggota koperasi dengan memenuhi persyaratan standar yang terdapat pada masing-masing koperasi. Siapapun memiliki hak yang sama untuk mendaftarkan diri ke koperasi dan tidak bersifat memaksa. Selain itu, anggota secara sukarela memberikan modal untuk digabungkan sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan keanggotan yang bersifat terbuka.
Pengelolaan koperasi bersifat demokratis, artinya seluruh kegiatan operasional koperasi dilaksanakan secara transparan pada semua anggota koperasi. Untuk itu, pembentukan struktur koperasi disesuaikan dengan asas yang menjunjung tinggi demokrasi baik dalam penyelenggaraan rapat, pemilihan pengurus, penentuan pengelola, dan tercermin pula dalam seluruh aktivitas koperasi.
Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota, artinya pembagian SHU diberikan kepada seluruh anggota koperasi sesuai dengan kerja mereka masing-masing. Koperasi mempunyai tujuan untuk mensejahterakan masyarakat pada umumnya dan anggota pada khususnya, maka dalam upaya peningkatan kesejahteraan anggota, koperasi berupaya semaksimal mungkin untuk berlaku adil dan merata. Hal ini salah satunya tercermin dalam pembagian SHU.
Pemberian balas jasa terbatas terhadap modal, artinya apabila modal sedikit pemberian balas jasanya juga sedikit dan begitu sebaliknya. Pemberian balas jasa dilihat dari besar-kecilnya modal anggota itu sendiri. Koperasi memberikan timbal balik kepada anggota yang telah menanamkan modalnya dan mempercayakan koperasi dalam mengelola modal tersebut berupa balas jasa yang sesuai dengan keadilan, keseimbangan, dan keterbatasan seberapa besar modal yang telah diberikan anggota dengan transparan agar anggota jelas dan mengerti pemberian balas jasa yang diberikan koperasi sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kemandirian, artinya koperasi mengajarkan untuk setiap orang belajar mandiri. Setiap anggota koperasi mempunyai peran, tugas, dan tanggung jawab masing-masing atas setiap usaha itu sendiri. Di samping itu, koperasi berdiri dengan prinsip kemandirian dengan tidak berada di bawah naungan organisasi lain dan tidak bergantung serta mengandalkan organisasi lain.
Pendidikan perkoperasian, artinya dalam koperasi masing-masing anggota dididik untuk berwirausaha dan mampu berkomunikasi dengan baik terhadap  masyarakat. Pendidikan perkoperasian memberikan bekal kemampuan bagi anggota koperasi untuk berwirausaha. Selain wirausaha, dalam pendidikan koperasi juga mematangkan anggota berkenaan dengan pemahaman koperasi, keorganisasian koperasi, dan bahkan untuk terjun di masyarakat.
Kerja sama antar koperasi, artinya koperasi yang lebih tinggi tingkatnya harus membimbing koperasi yang baru terbentuk. Selain itu, adanya kerja sama antar koperasi satu dengan koperasi lainnya dengan memiliki tujuan yang sama yakni mensejahterakan anggota masing-masing koperasi, dan lebih jauh lagi dapat memajukan perekonomian nasional.

Referensi
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Koperasi.


EmoticonEmoticon