Monday, 16 January 2017

Membaca Pemahaman



Membaca Pemahaman
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
membaca pemahaman

Resmini dan Juanda (2007, hlm. 80) mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian membaca pemahaman, “membaca pemahaman adalah salah satu bentuk dari kegiatan membaca dengan tujuan utamanya untuk memahami isi pesan yang terdapat dalam bacaan”. Sedangkan menurut Tarigan (2008, hlm. 58) menyebutkan membaca pemahaman (reading for understanding) adalah “sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami standar-standar atau  norma-norma kesastraan (literary standards), resensi kritis (critical review), drama tulis (printed drama), pola-pola fiksi (patterns of fiction)”.
Bormouth (dalam Ratna, 2014, hlm. 17) menyatakan bahwa “pemahaman merupakan seperangkat ketrampilan pemerolehan pengetahuan yang digeneralisasi, yang memungkinkan orang memperoleh dan mewujudkan informasi yang diperoleh sebagai hasil membaca bahan tertulis”. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa kegiatan membaca merupakan aktivitas mental memahami apa yang dituturkan oleh pihak lain melalui sarana tulisan. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa membaca pemahaman merupakan suatu proses dapat memahami isi bacaan, mencari hubungan antar hal, hubungan sebab akibat, perbedaan dan persamaan antar hal dalam wacana, mengklarifikasi kebingungan, menyimpulkan bacaan, dan merefleksikan hal-hal yang telah dibaca. Membaca pemahaman bukanlah teknis atau membaca indah, melainkan membaca untuk mengenal atau menemukan ide baik yang tersurat maupun yang tersirat. Proses ini melibatkan faktor kecerdasan dan pengalaman pembaca, keterampilan bahasa, dan penglihatan.
Para peneliti menyebutkan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam membaca. Menurut Mc Laughlin dan Allen (dalam Rahim, 2007, hlm. 3) menyebutkan prinsip membaca yang didasarkan pada peneliti yang paling mempengaruhi pemahaman membaca sebagai berikut:
a.    Pemahaman merupakan proses konstruktivis sosial.
b.    Keseimbangan kemahiraksaraan adalah kerangka kerja kurikulum yang membantu kerja pemahaman.
c.    Guru membaca yang profesional (unggul) mempengaruhi belajar siswa.
d.   Membaca yang baik memegang peran yang strategis dan berperan aktif dalam proses membaca.
e.    Membaca hendaknya terjadi dalam konteks yang bermakna.
f.     Siswa menemukan manfaat membaca yang berasal dari berbagai teks pada bagian tingkat kelas.
g.    Perkembangan kosakata dan pembelajaran mempengaruhi pemahaman membaca.
h.    Pengikut sertaan adalah suatu faktor kunci pada proses pemahaman.
i.      Strategi dan keterampilan membaca bisa diajarkan.
j.      Asesmen yang dinamis menginformasikan pembelajaran membaca pemahaman.
Orang yang tidak memiliki kebiasaan membaca ia tidak bisa memaknai dari segi ruang dan waktu terutama dalam  pengetahuan. Ia akan mengetahui apa yang ada disekitar dirinya saja tanpa mengetahui keadaan atau kejadian di tempat lain. Dan orang tersebut juga tidak akan mampu mengetahui informasi-informasi masa silam serta prediksi-prediksi masa depan. Akan tetapi orang yang memiliki kebiasaan membaca akan dapat berkomunikasi dengan pemikir-pemikir besar didunia, yang bahkan berasal dari dimensi waktu dan ruang yang jauh berbeda.
Menurut Supriyadi (dalam Resmini, 2009, hlm. 199) peningkatan dalam membaca pemahaman siswa terdiri dari:
a.    Siswa dapat menguasai bahan-bahan.
b.    Siswa mampu mengungkapkan gagasan pokok dari bacaan.
c.    Siswa mampu memahami gaya atau pemaparan tulisan/bacaan.
Fungsi membaca pemahaman adalah untuk mengetahui secara jelas isi bacaan yang dibaca, sehingga dari yang dibaca dapat diambil suatu kesimpulan atau paradigma baru bagi orang yang membacanya. Fungsi lain dari kegiatan membaca adalah pemahaman. Teknik apapun yang dianjurkan oleh para pakar bahasa, pada akhirnya sebagai pelaku kegiatan membaca, maka dituntut untuk bisa memahami isi bacaan yang kita baca. Karena membaca tanpa pemahaman adalah sia-sia.
Menurut Nurhadi (dalam Ratna, 2014, hlm. 18) mengatakan bahwa “Pembelajaran bahasa dalam memahami wacana melewati beberapa aspek. Aspek yang dimaksud adalah pemahaman kata, konsep, kalimat, struktur paragraph, dan sikap dan tujuan”. Berdasarkan hal tersebut dalam membaca pemahaman memiliki prinsif-prinsif membaca pemahaman, tujuan membaca pemahaman dan fungsi membaca pemahaman yang dapat kita ketahui.
Adapun jenis pertanyaan yang dapat digunakan untuk mengukur pemahaman siswa dalam memahami bacaan, menurut Nations I.S.P (dalam Ratna, 2014, hlm. 16)
a.    Pertanyaan pronominal, adalah pertanyaan yang diawali dengan 5W+1H
        (who, what, when, where, why, how).
b.    Pertanyaan yes or no, adalah pertanyaan ya/tidak yang membutuhkan jawaban singkat, sehingga tidak memerlukan keterampilan menulis tingkat tinggi.
c.    Pertanyaan true or false, adalah pertanyaan benar/salah. Jenis pertanyaan ini mirip dengan yes or no. Namun dalam pertanyaan benar/salah siswa hanya memiliki kesempatan 50% untuk menebak dengan benar.
d.   Multiple choice, adalah pertanyaan pilihan ganda yang mudah untuk ditandai. Jika ada empat pilihan yang diberikan, maka siswa memiliki kesempatan 25% untuk menebak dengan benar.
e.    Sentence completion, adalah pertanyaan yang mengharuskan siswa melengkapi kalimat dengan mengisi bagian yang rumpang atau kosong untuk menunjukkan bahwa mereka mengerti bagian yang telah dibaca..
f.     Information transfer, adalah pertanyaan yang mengharuskan siswa melengkapi diagram berdasarkan teks.
g.    Translation, adalah proses menerjemahkan paragraf kedalam bahasa lain. Menerjemahkan dapat menunjukkan area kesulitan siswa dalam membaca.
h.    Precis, adalah kegiatan siswa setelah membaca teks, siswa menulis ringkasan dari teks dengan memuat setiap ide pokok dari teks.
i.      Summary by deletion, adalah menghilangkan bagian yang tidak penting dari teks dan memuat ringkasan dari teks.

Referensi
Rahim, F. (2007). Pengejaran membaca di sekolah dasar. Jakarta. PT Bumi Aksara.
Ratna, D. (2014). Efektivitas penerapan pre reading plan technique terhadap kemampuan membaca pemahaman teks bahasa inggris siswa sekolah dasar. (Skripsi) Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya.
Resmini, N. (2009). Pembinaan dan pengembangan pembelajaran sastra dan Indonesia. Bandung. UPI PRESS.
Resmini, N,. Juanda, D. (2007). Pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di kelas tinggi. Bandung: UPI PRESS.
Tarigan, H. G. (2008) Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa. Bandung: Angkasa.


EmoticonEmoticon