Monday, 16 January 2017

Menulis Deskripsi


Menulis Deskripsi
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
menulis deskripsi

Menurut Suparno dan Yunus (2006, hlm. 46)
“Kata deskripsi berasal dari bahasa latin ‘describere’ yang berarti melukis atau menggambarkan sesuatu. Karangan deskripsi adalah suatu bentuk karangan yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, sehingga pembaca dapat mencitrai (melihat, mendengar, mencium dan merasakan) yang dilukiskan itu sesuai dengan citra penulis”.
Sedangkan Semi (2007, hlm. 66) mengemukakan deskripsi adalah:
 “Tulisan yang tujuannya untuk memberikan rincian tentang obyek sehingga dapat memberi pengaruh pada emosi dan menciptakan imajinasi pembaca bagaikan melihat, mendengar, atau merasakan langsung apa yang disampaikan penulis”.
Keutamaan dari karangan deskripsi adalah membuat orang yang membacanya seolah-olah melihat barang-barang atau obyeknya, atau menyerap kualitas khas dari barang-barang itu. Deskripsi menjadikan kita membuat gambaran mengenai obyeknya, atau dengan kata lain deskripsi memusatkan pada wujud barang.
Paragraf deskripsi merupakan pemaparan/gambaran mengenai suatu keadaan dengan kalimat-kalimat, sehingga menampakkan kesan yang hidup. Deskripsi menekankan pengungkapannya melalui rangkaian kata-kata.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa menulis deskripsi adalah kegiatan melukiskan suatu obyek melalui kegiatan menulis, sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan hal-hal yang ditulis pengarang.
Menurut Semi (2007, hlm. 66) karya tulis deskripsi memiliki ciri-ciri, yaitu:
1)   Berupaya memperlihatkan detil atau rincian tentang obyek.
2)   Lebih bersifat mempengaruhi emosi dan membentuk imajinasi pembaca.
3)   Umumnya menyangkut obyek yang dapat diindera oleh pancaindera sehinggga objeknya pada umumnya, benda, alam, warna dan manusia.
4)   Disampaikan dengan gaya memikat dan dengan pilihan kata yang menggugah.
5)   Organisasi penyajiannya lebih umum menggunakan susunan ruang.
Menurut Semi (2007, hlm. 66) Pola pengembangan paragraf deskripsi ada 3, yaitu:
1) Paragraf Deskripsi Spasial, paragraf ini menggambarkan obyek khusus ruangan, benda atau tempat.
2) Paragraf Deskripsi Subyektif, paragraf ini menggambarkan obyek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis.
3) Paragraf Deskripsi Obyektif, paragraf ini menggambarkan obyek dengan apa adanya atau sebenarnya.
Langkah-langkah menyusun/menulis deskripsi, yaitu:
1) Tentukan tujuan.
2) Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan.
3) Mengumpulkan data dengan mengamati obyek yang akan dideskripsikan.
4) Menyusun data tersebut ke dalam urutan yang baik, apakah urutan lokasi, urutan waktu, atau urutan menurut kepentingan (menyusun kerangka karangan),
5) Menguraikan kerangka menjadi dekripsi yang sesuai dengan tema yang ditentukan.
Contoh paragraf deskripsi hewan ayam, sebagai berikut:
Ayam itu berwarna putih. Ayam mempunyai 2 kaki dan sepasang sayap. Ayam mempunyai paruh yang digunakan untuk makan. Dia  mempunyai cakar untuk menggaruk tanah. Ayam berkembangbiak dengan cara bertelur.
Ayam termasuk hewan omnivora. Ayam mempunyai jengger berwarna merah.  Tubuh ayam diselimuti bulu. Bulu ayam itu berwarna putih. Suara ayam jantan itu berbunyi kongkorongok.

Referensi
Semi, M. A. 2007. Dasar-dasar Keterampilan Menulis. Bandung: Angkasa.
Suparno & Yunus (2006). Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka.


EmoticonEmoticon