Monday, 21 November 2016

Pemetaan Nilai-Nilai Karakter untuk Integrasi dalam Mata Pelajaran di Sekolah Dasar



Pemetaan Nilai-Nilai Karakter untuk Integrasi dalam Mata Pelajaran di Sekolah Dasar
Karya: Rizki Siddiq Nugraha
pemetaan nilai-nilai karakter untuk integrasi dalam mata pelajaran di sekolah dasar
Secara keseluruhan banyak sekali nilai-nilai karakter yang perlu ditanamkan sejak dini kepada siswa. Karakter berarti “tabiat atau kepribadian seseorang” (Coon dalam Zubaedi, 2011, hlm. 8). Selanjutnya Zainal dan Sujak (2011, hlm. 2) menyatakan “karakter mengacu pada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivation), dan keterampilan (skills).
Nilai-nilai karakter tersebut pada dasarnya seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 yang menyatakan bahwa
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
Berdasarkan pernyataan tersebut muncul nilai-nilai karakter yang perlu ditanamkan melalui pendidikan di sekolah. Nilai-nilai karakter tersebut terintegrasi dalam mata pelajaran yang ada di sekolah. Pemetaan nilai-nilai karakter yang terintegrasi pada mata pelajaran di sekolah dasar dipetakan, sebagai berikut:

Mata Pelajaran


Nilai Utama
1. Pendidikan Agama
Kereligiusan, kejujuran, kecerdasan, ketangguhan, kepedulian, demokrasi, kesantunan, kedisiplinan, bertanggung jawab, cinta ilmu, keingintahuan, kepercayaan diri, menghargai keberagaman, kepatuhan pada aturan sosial, bergaya hidup sehat, kesadaran akan hak dan kewajiban, serta kerja keras
2.  PKn
Kereligiusan, kejujuran, kecerdasan, ketangguhan, kepedulian, demokrasi, nasionalis, kepatuhan pada aturan sosial, menghargai keberagaman, kesadaran akan hak dan kewajiban diri dan orang lain
3. Bahasa Indonesia
Kereligiusan,kejujuran, kecerdasan, ketangguhan, kepedulian, kedemokratisan, berfikir logis, kritis, kreatif dan inovatif, kepercayaan diri, bertanggung jawab, keingintahuan, kesantunan dan, nasionalis
4.  Matematika
Kereligiusan, kejujuran, kecerdasan, ketangguhan, kepedulian, demokrasi, berpikir logis, kritis, kerja keras, keingintahuan, kemandirian, dan kepercayaan diri
5.  IPS
Kereligius, kejujuran, kecerdasan, ketangguhan, kepedulian, demokrasi, nasionalis, menghargai keberagaman, berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, kepedulian sosial dan lingkungan, berjiwa wirausaha, dan kerja keras
6.  IPA
Kereligiusan, kejujuran, kecerdasan, ketangguhan, kepedulian, demokrasi, keingintahuan, berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, kejujuran, bergaya hidup sehat, kepercayaan diri, menghargai keberagaman, kedisiplinan, kemandirian, bertanggung jawab, dan cinta ilmu


8. Seni Budaya dan Prakarya
Kereligiusan, kejujuran, kecerdasan, ketangguhan, kepedulian, demokratis, menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin tahu, kedisiplinan, kemandirian, dan kesantunan.
9.  Penjasorkes
Kereligiusan, kejujuran, kecerdasan, ketangguhan, kepedulian, demokratsi, bergaya hidup sehat, kerja keras, kedisiplinan, kepercayaan diri, kemandirian, menghargai karya dan prestasi orang lain
11.  Muatan Lokal
Kereligius, kejujuran, kecerdasan, ketangguhan, kepedulian, demokrasi, menghargai keberagaman, menghargai karya orang lain, dan nasionalis

Referensi
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Zainal, A. & Sujak (2011). Panduan dan Aplikasi Pendidikan Karakter. Jakarta: Gaung Persada Press.
Zubaedi (2011). Pendidikan Karakter: Konsep dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana.


EmoticonEmoticon