Sunday, 20 November 2016

Pendekatan Open Ended



Pendekatan Open Ended
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

pendekatan open ended

Pendekatan open ended adalah suatu pendekatan pembelajaran yang mengkaji suatu permasalahan. Menurut Suherman (2003, hlm. 123) “problem yang diformulasikan memiliki multijawaban yang benar”. Artinya, permasalahan yang digunakan memiliki banyak alternatif jawaban atau disebut dengan istilah open ended problem atau soal terbuka. Untuk itu, pada pendekatan open ended lebih menekankan pada cara sampai pada suatu jawaban. Maka, bukan hanya satu cara dalam mendapatkan suatu jawaban, melainkan banyak cara.
Pendekatan open ended dikembangkan oleh Becker dan Shimada (1997) yang dipaparkan melalui buku berjudul “The Open-Ended Approach: A New Proposal for Teaching Matematics.
Pada pendekatan open ended siswa tidak hanya menentukan jawaban yang benar atas soal permasalahan yang diberikan, melainkan dituntut untuk menjelaskan bagaimana cara penyelesaiannya sampai mendapatkan jawaban yang benar. Masalah yang diangkat dalam pembelajaran pendekatan open ended yakni permasalahan yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari siswa, sehingga masalah tersebut dapat dipahami oleh pikiran siswa.
Menurut Nohda (2000) “tujuan belajar open ended yaitu membawa siswa lebih mengembangkan kegiatan kreatif dan pola pikir matematisnya melalui proble solving secara simultan”. Penggunaan pendekatan open ended dalam pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran itu sendiri melalui pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Pendekatan open ended memberikan suatu kesempatan kepada siswa untuk menginvestigasi berbagai strategi dan cara yang diyakini sesuai dengan kemampuan siswa. Hal ini agar kemampuan berpikir siswa dapat berkembang secara optimal dan pada saat yang sama kegiatan kreatif siswa terkomunikasi melalui proses pembelajaran. Jadi, pokok pikiran pendekatan open ended yakni pembelajaran yang membangun kegiatan interaktif antara permasalahan dengan siswa sehingga mengundang siswa untuk menjawab permasalahan melalui berbagai strategi dan cara.
Berikut beberapa hal yang dapat dijadikan acuan dalam mengkontruksi masalah, antara lain:
1. Menyajikan masalah melalui situasi fisik yang nyata dimana konsep-konsep dapat diamati.
2. Menyajikan soal-soal pembuktian yang dapat diubah sedemikian rupa sehingga siswa dapat menemukan hubungan dan sifat-sifat dari variabel dalam persoalan tersebut.
3. Menyajikan bentuk-bentuk atau bangun-bangun sehingga siswa dapat membuat suatu konjektur.
4. Menyajikan urutan atau tabel sehingga siswa dapat menemukan aturan.
5. Memberikan beberapa contoh konkrit dalam beberapa kategori sehingga siswa dapat mengelaborasi sifat-sifat dari contoh tersebut untuk menemukan sifat-sifat umum.
6. Memberikan beberapa latihan serupa sehingga siswa dapa mengeneralisasikan dari apa yang ia kerjakan.
Menurut Sawada (1997, hlm. 27-28) ada tiga tipe permasalahan open ended yang diuraikan, sebagai berikut:
1. Mencari hubungan
Siswa diberi pertanyaan untuk menemukan suatu aturan atau relasi/hubungan.
2. Klasifikasi
Siswa diberikan pertanyaan untuk mengklasifikasikan berdasarkan karakteristik-karakteristik yang berbeda sehingga siswa memformulasikan konsep-konsep.
3. Pengukuran
Siswa diberi pentanyaan untuk menemukan ukuran numeris berkaitan dengan fenomena yang diberikan. Permasalahan ini menuntut siswa mengaplikasikan kemampuan matematis dan keterampilan yang dimiliki untuk menyelesaikan permasalahan.
Pendekatan open ended telah luas digunakan dalam pembelajaran matematika, namun tidak menutup kemungkinan diterapkan pula pada pembelajaran lainnya. Pendekatan open ended menyajikan suatu permasalahan yang memiliki cara penyelesaian beragam. Hal ini cocok dengan prinsip pembelajaran matematika.
Keterbukaan suatu masalah dapat diklasifikasikan dalam tiga tipe, sebagai berikut:
1. Prosesnya terbuka, artinya masalah tersebut memiliki banyak cara penyelesaian yang benar.
2. Hasil akhirnya terbuka, artinya masalah tersebut memiliki banyak jawaban akhir yang benar.
3. Cara pengembangan lanjutannya terbuka, artinya ketika siswa telah menyelesaikan masalah, mereka dapat mengembangkan masalah baru, yakni dengan mengubah kondisi dari masalah sebelumnya.
Suherman (2003, hlm. 124) mengemukakan bahwa dalam kegiatan matematika dan kegiatan siswa disebut terbuka jika memenuhi ketiga aspek berikut:
1. Kegiatan siswa harus terbuka
Kegiatan pembelajaran harus mengakomodasi kesempatan siswa untuk melakukan segala sesuatu dengan bebas sesuai kehendak.
.2. Kegiatan matematika merupakan ragam berpikir
Kegiatan matematika adalah kegiatan yang didalamnya terjadi proses pengabstraksian dari pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari  ke dalam dunia matematika atau sebaliknya.
3. Kegiatan siswa dan kegiatan matematika merupakan satu kesatuan
Dalam pembelajaran matematika, guru harus mampu mengangkat pemahaman berpikir matematika sesuai dengan kemampuan siswa. Pendekatan uniteral semacam ini dapat dikatakan terbuka terhadap kebutuhan siswa ataupun terbuka terhadap ide-ide matematika.
Berikut beberapa tahap yang harus diperhatikan dan dikembangkan dalam rencana pembelajaran open ended, diantaranya:
1. Tuliskan respon siswa yang diharapkan
Pembelajaran matematika dengan pendekatan open ended mengharapkan siswa dapat merespon masalah dengan berbagai cara dan sudut pandang. Untuk itu, guru harus menyiapkan atau menuliskan daftar antisipasi respon siswa terhadap masalah. Hal ini merupakan upaya dalam mengarahkan dan membantu siswa dalam memecahkan permasalahan sesuai dengan kemampuannya.
2. Tujuan dari masalah yang diberikan kepada siswa harus jelas
Pemberian masalah harus memiliki tujuan yang jelas. Untuk itu, permasalahan yang disajikan dalam pembelajaran dengan pendekatan open ended harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.
3. Sajikan masalah semenarik mungkin
Konteks permasalahan yang digunakan harus dikenal baik oleh siswa. Disamping itu, permasalahan yang disajikan harus membangkitkan rasa ingin tahu dan motivasi untuk belajar dari siswa. Maka, permasalahan perlu dikemas dan disajikan semenarik mungkin.
4. Lengkapi prinsip formulasi masalah sehingga siswa mudah memahami masalah tersebut
Masalah harus dieksplesitkan sedemikian rupa agar siswa dapat memahami masalah tersebut dengan mudah dan menemukan alternatif pemecahannya.
5. Berikan waktu yang cukup bagi siswa untuk mengeksplorasi permasalahan
Perlu waktu yang cukup untuk menyajikan masalah, memecahkannya, mendiskusikan penyelesaian, dan merangkum dari apa yang telah dipelajari siswa. Untuk itu, guru harus memberikan waktu yang cukup untuk siswa.

Referensi
Becker, J. P. & Shimada, S. (1997). The Open-Ended Approach A New Proposal for Teaching Mathematics. Virginia: NCTM.
Nohda, N. (2000). A Study of “Open-Approach” Method in School Mathematics Teaching. [Online]. Diakses dari: http://www.nku.edu/~sheffield/wga1.html.
Sawada (1997). Open-Ended Problems dalam Matematika-Desember 2007. [Online]. Diakses dari: http://mathematics.wordpress/com/2007/12/25/Open-EndedProblemsdalamMatematika/.
Suherman, E. (2003). Evaluasi Pembelajaran Matematika. Bandung: JICA UPI.

2 comments

Saya melakukan penelitian terkait pendekatan open ended juga. Jadi saya tengah mencari referensi utama untuk penelitian saya. Buku becker dan shigeru saya sangat membutuhkannya. Boleh saya tau dimana saya bisa mendapatkan bukunya? Terima kasih...

mohon maaf, kalo mengenai sumber yang dimaksud, saya pun tidak memiliki bukunya, terima kasih telah berkunjung ^-^


EmoticonEmoticon