Saturday, 26 November 2016

Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat



Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Pengelolaan sampah berbasis masyarakat adalah “pengelolaan sampah yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat” (Cecep Dani Sucipto, 2012, hlm. 28). Masyarakat dilibatkan pada pengelolaan sampah dengan tujuan agar masyarakat menyadari bahwa permasalahan sampah merupakan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.
Langkah-langkah mewujudkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, antara lain:
    1.  Pendekatan kepada pemuka masyarakat setempat dan izin dari pemimpin wilayah (RW, Lurah).
  2. Pendekatan kepada warga yang mempunyai kemauan, kepedulian, dan kemampuan untuk melaksanakan program serta dapat menjadi penggerak di lingkungannya.
   3.  Pemetaan masalah persampahan dan kebersihan lingkungan setempat dari berbagai aspek, termasuk pendataan jumlah dan komposisi sampah dari masyarakat.
    4. Studi banding.
    5. Pembentukan kelompok kerja, penyusunan rencana kerja, dan kesempatan kontribusi warga dalam bentuk materi maupun non-materi.
    6. Pelatihan dan kampanye untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran penghijauan lingkungan dan 3R (reduce, reuse, recycle atau kurangi, pakai ulang, daur ulang).
    7. Pendampingan, penyebaran informasi, dan pemantauan terus menerus sampai menghasilkan kompos, produk daur ulang, penghijauan, dan tanaman produktif.
    8. Pemasaran hasil daur ulang, tanaman produktif, atau kompos bagi yang berminat menambah penghasilan.
     9. Berpartisipasi dalam perlombaan kebersihan, bazar hasil kegiatan daur ulang, dan pameran foto lingkungan.
Pemetaan lingkungan sangat berguna untuk mengetahui kondisi fisik lingkungan dan interaksi masyarakat yang terkait dengan pengelolan sampah saat ini di lingkungan RT atau RW. Selain dapat mengetahui potensi sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan sistem, pemetaan juga berfungsi mengetahui lebih rinci permasalahan yang ditemui di lapangan. Berikut adalah penduan pemetaan fasilitas persampahan.
Tabel Panduan Pemetaan Fasilitas Persampahan
No.
Fasilitas
Observasi (pengamatan)
1.
Bak/tong sampah
-Tunjukan lokasinya di peta, ambil foto
-Jelaskan kondisi: apakah ditutup/terbuka, kotor/terawat, penuh, sampah berceceran/tidak.
-Apakah bahan yang digunakan semen, plastik, logam, dll.
-Coba tanyakan berapa keluarga yang menggunakan bak sampah tersebut.
2.
Penyimpanan barang bekas
-Coba tanyakan siapa pemilik tempat tersebut, apakah dia warga atau pengusaha yang menyewa tempat itu?
-Ambil foto, tunjukan lokasi peta.
-Jika memungkinkan, coba tanyakan pada pengelola: barang bekas apa saja yang dikumpulkan, dan dijual kepada siapa barang tersebut dan kapan waktu pengangkutannya.
3.
Lahan pembuangan sampah
-Tunjukan lokasinya di peta, ambil foto
-Coba tanyakan siapa pemilik tanah tersebut, dan sejak kapan warga membuang sampah ke lahan itu.
-Amati dan catat: apakah anda melihat pemukiman pemulung diatas lahan tersebut? Apa saja aktifitas yang terjadi dilahan tersebut (pemulungan, pembakaran, sampah,dll)?
-Coba tanyakan alasan warga membuang sampah ke lahan tersebut?
4.
Pembakaran sampah
-Coba tanyakan apakah ada tempat dimana masyarakat melakukan pembakaran sampah.
-Tunjukan lokasinya di peta, ambil foto.
-Amati dan catat: apakah sampah di bakar di lubang, menggunakan alat/tungku, di atas tanah?
-Coba tanyakan siapa pemilik lahan tersebut, apakah pembakaran sampah terorganisir atau dilakukan oleh individu, dan kapan biasanya pembakaran dilakukan: malam/siang hari.
5.
Gerobak sampah
-Ambil foto, tunjukan lokasinya di peta: apakah gerobak selalu diparkir disitu?
-Jika ada tukang sampah yang bertugas, coba tanyakan rute/jalur kerja gerobak tersebut mulai dari rumah tangga hingga ke TPS. Berapa rumah yang dilayaninnya, dan tarip per harinya?
6.
TPS (Tempat Pembuangan Sampah)
-Tunjukan lokasinya di peta, ambil foto.
-Amati dan catat aktifitas di TPS: pemulungan, pembakaran, hewan ternak berkeliaran, truk mengangkut/membuang sampah, dll.
-Apakah TPS dibatasi pagar?
-Jika sedang ada petugas, coba tanyakan dari institusi mana, Dinas Kebersihan, Kelurahan? Coba tanyakan jam kerja truk dan gerobak di TPS, dan dari RT/RW mana saja TPS ini menerima sampah?
7.
Akses jalan/gang
-Untuk gang sempit, tanyakan apakah jalan tersebut mendapatkan pelayanan kebersihan: apakah gerobak dapat lewat, atau tukang sampah menggunakan cara lain?
-Amati kondisi jalan: kotor/bersih, bau asap sampah, ada genangan air, dll.
8.
Penghijauan
-Tandai di peta, rumah atau jalan yang lebih rimbun dibandingkan wilayah lainnya. Ambil foto.
-Tanyakan apakah penghijauan merupakan anjuran (program pemerintah) atau inisiatif sendiri.
Selanjutnya pengelolaan sampah dilakukan dengan metode bank sampah. Bank sampah adalah salah satu strategi penerapan pemilahan dalam upaya pembatasan sampah yang merupakan bagian penting dalam pengelolaan sampah di tingkat masyarakat dengan pola insentif. Bank sampah merupakan solusi inovatif untuk membiasakan masyarakat memilah sampah. Dengan menyamakan sampah serupa uang atau barang berharga yang dapat ditabung, masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan anak-anak. Masyarakat terdidik untuk menghargai sampah sesuai jenis dan nilainya sehingga mereka mau memilah sampah yang pada gilirannya akan membatasi timbunan sampah. Berikut merupakan kerangka kerja integrasi bank sampah dengan gerakan 3R,
Grafik Integrasi Bank Sampah dengan Implementasi 3R dalam Pengelolaan Sampah.

pengelolaan sampah berbasis masyarakat

Langkah teknik membentuk kelembagaan bank sampah, yakni:
    a.       Melakukan sosialisasi bank sampah.
    b.      Membentuk pengelola bank sampah.
    c.       Melatih pengelola bank sampah.
    d.      Menyiapkan kelengkapan bank sampah.
    e.       Mencari pembeli sampah (rosok/pengepul).
    f.       Mempromosikan berdirinya bank sampah.
    g.      Melakukan pelayanan tabungan sampah.
    h.      Melakukan MONEV (monitoring dan evaluasi).
Sampah hasil dipilah dari bank sampah dibagi kedalam tiga jenis, yakni: sampah organik, sampah anorganik, dan sampah berbahaya (B3). Sampah organik diolah dengan teknik pengomposan. Pengolahan sampah organik menjadi kompos/pupuk padat dengan memanfaatkan jasa/aktifitas mikroorganisme pengurai.
Tahapan Pengomposan antara lain,
    1)      Memilih model/cara pengomposan yang paling disukai.
    2)      Menyiapkan alat dan kelengkapannya.
    3)      Menyediakan bahan (sampah organik).
    4)      Menyiapkan biang kompos (dapat berupa: kompos/tanah subur/pupuk kandang).
    5)      Menyediakan inokulen cair (penambahan mikroorganisme pengurai).
    6)      Melakukan proses pengomposan.
    7)      Memantau suhu dan kelembaban secara rutin.
    8)      Memanen dan memanfaatkannya.
Sampah anorganik terdiri dari, botol gelas, plastik, tas plastik, kaleng, dan logam. Sebagian sampah anorganik tidak dapat diuraikan oleh alam sama sekali, dan sebagian lain dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah gelas dapat didaur ulang dengan menghancurkan, melelehkan, dan memproses kembali sebagai bahan baku dengan temperatur tinggi sampai menjadi cairan gelas dan kemudian di cetak. Sampah kaleng dapat didaur ulang dengan melelehkan dan menjadikan batang alumunium sebagai bahan dasar produk baru. Daur ulang plastik dapat dilakukan dengan melelehkan dan menjadikan bijih plastik sebagai bahan dasar produk baru. Daur ulang kertas dapat dilakukan dengan dihancurkan dan dibuat bubur kertas sebagai bahan dasar produk baru. Selain cara-cara tersebut sampah anorganik juga dapat didaur ulang dengan dijadikan suatu karya hasta karya, berupa tas, gantungan kunci, hiasan, dan lain sebagainya.
Sampah B3 adalah sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun. Sampah B3 yang sering terdapat di lingkungan misalnya baterai, pestisida (obat serangga), botol aerosol, cairan pembersih (karbol), dan lampu neon. Sampah jenis ini sebaiknya disimpan di wadah yang aman tidak terjangkau anak-anak dan diberikan ke petugas pengangkut sampah untuk disimpan di TPA.

Referensi
Dani, C. S. (2012). Teknologi Pengelolaan Daur Ulang Sampah. Yogyakarta: Gosyen Publishing.



1 comments

Jika anda membutuhkan Kontainer sampah fiber anti karat dengan ukuran 6m3 dan 8m3 untuk menampung limbah sampah rumah tangga, silahkan hubungi kami


EmoticonEmoticon