Tuesday, 22 November 2016

Perpustakaan Sekolah Dasar



Perpustakaan Sekolah Dasar
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Perpustakaan merupakan jantung sebuah lembaga pendidikan. Sudah sepatutnya di setiap lembaga pendidikan termasuk sekolah dasar memiliki suatu perpustakaan. Kaitan dengan pembelajaran bahwa perpustakaan merupakan sarana penunjang sebagai salah satu sumber belajar. Menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan menyatakan bahwa
“perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian informasi, dan rekreasi para siswa sebagai pengguna perpustakaan”.
Dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 pasal 20 menyatakan bahwa perpustakaan terdiri atas:
1. Perpustakaan nasional.
2. Perpustakaan umum.
3. Perpustakaan sekolah/madrasah.
4. Perpustakaan perguruan tinggi.
5. Perpustakaan khusus.
Menurut Surachman (2007, hlm. 2) “perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan yang berada di lingkungan sekolah, bertanggung jawab kepada sekolah dan bertugas untuk melayani civitas akademika sekolah tersebut”. Sedangkan menurut Supriyadi (1982, hlm. 1) “perpustakaan yang diselenggarakan di sekolah guna menunjang program belajar mengajar di lembaga pendidikan formal tingkat sekolah baik dasar maupun menengah, baik sekolah umum maupun sekolah lanjutan”. Selanjutnya Carter V. Good (1945, hlm. 241) berpendapat perpustakaan sekolah adalah “an organized collection of housed in a school for the use of pupils and teachers and in charge of librarian of a teacher”. Artinya, perpustakaan sekolah adalah koleksi yang diorganisasi dalam suatu ruang agar dapat digunakan oleh siswa dan guru yang penyelenggaranya diperlukan seorang pustakawan yang diambil dari seorang guru.
Dari beberapa pendapat di atas dapat ditarik garis besar bahwa perpustakaan sekolah merupakan suatu unit kerja yang mengkoleksi bahan-bahan pustaka yang berisi berbagai sumber informasi yang berupa buku-buku ilmu pengetahuan atau yang lainnya sebagai sumber belajar warga sekolah yang disusun rapi, ditata rapi, teratur menurut sistem tertentu, dan dikelola oleh suatu badan penyelenggara pendidikan atau lembaga pemerintahan guna mendukung aktivitas dan tercapainya tujuan pendidikan secara optimal.
Secara umum tujuan penyelenggaraan perpustakaan sekolah bukan hanya untuk mengumpulkan dan menyimpan bahan-bahan pustaka, tetapi dengan adanya perpustakaan sekolah diharapkan dapat membantu siswa dan guru menyelesaikan tugas dalam proses belajar mengajar. Maka dalam pengadaan buku pustaka hendaknya mempertimbangkan kurikulum sekolah.
Secara khusus tujuan penyelenggaraan perpustakaan sekolah yakni mengembangkan minat, kemampuan, dan kebiasaan membaca. Hal ini sebagai peletakan dasar ke arah belajar mandiri. Di samping itu, keberadaan perpustakaan sekolah dapat mengembangkan minat untuk mencari, mengolah dan memanfaatkan informasi sehingga kemampuan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dapat berkembang.
Sutisna (1989, hlm. 154) menyatakan “pernanan perpustakaan selaku mata rantai kunci dalam proses mengajar-belajar menjadikannya salah satu bagian yang amat penting dari sekolah”. Berikut fungsi perpustakaan sekolah, diantaranya:
1. Fungsi edukatif
Artinya perpustakaan menyediakan bahan pustaka yang sesuai dengan kurikulum, mampu meningkatkan minat baca siswa, mengembangkan daya ekspresi, mengembangkan kecakapan berbahasa, mengembangkan daya pikir rasional dan kritis, serta membina siswa dalam hal memelihara dan menggunakan bahan pustaka dengan baik.
2. Fungsi informatif
Artinya perpustakaan menyediakan bahan pustaka yang memuat informasi tentang berbagai cabang ilmu pengetahuan yang bermutu dan aktual. Hal ini disusun secara teratur dan sistematis, sehingga dapat memudahkan para pengguna dalam mencari informasi yang diperlukan.
3. Fungsi administratif
Artinya perpustakaan harus mengerjakan pencatatan, penyelesaian, dan pemrosesan bahan-bahan pustaka serta menyelenggarakan sirkulasi yang praktis, efektif, dan efisien.
4. Fungsi rekreatif
Artinya perpustakaan selain menyediakan buku-buku pengetahuan juga perlu menyediakan buku-buku yang bersifat rekreatif (hiburan) yang bermutu, sehingga dapat digunakan oleh para pembaca untuk mengisi waktu luang secara positif.
5. Fungsi penelitian
Artinya perpustakaan menyediakan bacaan yang dapat dijadikan sebagai sumber obyek penelitian sederhana dalam berbagai bidang studi bagi siswa.
Menurut Soetopo (1982, hlm. 174) menyatakan pedoman-pedoman yang harus diterapkan dalam penyelenggaraan perpustakaan, sebagai berikut:
1. Prinsip pokok dan umum
a. Penyelenggaraan perpustakaan hendaknya diintegrasikan dengan kurikulum, sebab perpustakaan diselenggarakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
b. Perpustakaan diselenggarakan secara sederhana dan menarik. Artinya, penyelenggaraan perpustakaan disesuaikan dengan kemampuan sekolah yang bersangkutan.
c. Perpustakaan diselenggarakan secara partisipasi guru dan siswa. Artinya guru dan siswa ikut serta secara aktif dalam berlangsungnya perpustakaan.
d. Pepustakaan hendaklah memperhatikan perkembangan siswa dengan menyediakan koleksi yang sesuai dengan perkembangan usia siswa tersebut.
e. Perpustakaan hendaknya diselenggarakan oleh seorang guru yang disebut dengan pustakawan. Dengan demikian, guru tersebut akan lebih mengetahui tentang penyelenggaraan perpustakaan.
2. Pedoman-pedoman khusus
a. Lokasi
1) Lokasi perpustakaan sebaiknya berbentuk sentral.
2) Mudah dilihat.
3) Cukup aman.
4) Cukup tenang.
5) Berada di dalam lingkungan sekolah.
b. Ruangan
1) Luasnya berukuran minimal 88 m2 untuk sistem tertutup dan ukuran minimal 85 m2 untuk sistem terbuka.
2) Skala prioritas.
c. Struktur organisasi disesuaikan dengan keadaan sekolah
d. Tata ruang semenarik mungkin dan terdapat tempat untuk membaca
e. Koleksi disesuaikan dengan kebutuhan
f. Petugas yakni seorang pustakawan
g. Anggaran
1) Sumber anggaran sama dengan sumber anggaran sekolah secara keseluruhan.
2) Besarnya anggaran yakni 7-10 % dari seluruh anggaran sekolah.
3) Penggunaannya yakni 20 % untuk biaya kesekretariatan, 20% untuk biaya pekerjaan teknis, 60% untuk biaya pelayanan.
Menurut Bafadal (2011, hlm. 124) terdapat dua macam pelayanan perpustakaan yang berkaitan dengan pelayanan membaca, yakni “pelayanan sirkulasi dan pelayanan referensi”. Pelayanan sirkulasi meliputi peminjaman buku, pengembalian buku, dan statistik pengunjung atau peminjam. Sedangkan pelayanan referensi mencakup pelayanan informasi dan pelayanan pemberian bimbingan. Layanan ini pada intinya ditunjukan untuk kepuasan para pengguna perpustakaan. Berkaitan dengan itu, pustakawan dituntut bersikap ramah, sopan, tekun, dan tidak cepat bosan dalam melayani para pengguna perpustakaan. Beranjak dari hal tersebut, maka pustakawan perlu memiliki kompetensi sehingga dapat memberikan pelayanan yang berkualitas sehingga pengguna dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan secara optimal.
Berdasarkan uraian di atas maka tergambar jelas bahwa keberadaan perpustakaan sangat penting di sekolah dasar. Namun, kebanyakan sekolah dasar mengalami kesulitan dalam pengembangan perpustakaan. Kesulitan-kesulitan tersebut secara umum dirangkum, sebagai berikut:
1. Kesadaran yang kurang dari warga sekolah akan peran strategis perpustakaan dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah.
2. Minimnya dana operasional pengelolaan dan pembinaan perpustakaan sekolah dasar.
3. Terbatasnya sumber daya manusia yang mampu mengelola dan mengembangkan perpustakaan sekolah dasar.
4. Lemahnya koleksi perpustakaan sekolah dasar yang pada umumnya berisi buku pelajaran yang merupakan bantuan dari pemerintah.
5. Minat baca siswa sekolah dasar yang masih minim.
6. Kepedulian penentu kebijakan terhadap perpustakaan masih minim, bahkan keberadaan perpustakaan hanya sebagai pelengkap.
7. Belum adanya jam perpustakaan sekolah yang diintegrasikan dengan kurikulum.
8. Kegiatan belajar mengajar di sekolah belum memanfaatkan perpustakaan secara optimal.
Terlepas dari seluruh hambatan tersebut, keberadaan perpustakaan harus terus diupayakan agar dapat menunjang generasi bangsa yang tidak lain adalah siswa sekolah dasar. Sebagai penutup, berikut beberapa dokumentasi perpustakaan sekolah dasar yang menarik:

perpustakaan di sd


perpustakaan di sd

perpustakaan di sd

Referensi
Bafadal, I. (2011). Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.
Good, C. V. (1945). Dictionary of Education. New York: Mac. Graw-Hill Book Company.
Soetopo, H. (1982). Pengantar Dasar-Dasar Administrasi Pendidikan. Malang: IKIP Malang.
Supriyadi (1982). Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Surachman, A. (2007). Penelusuran Informasi: Sebuah Pengenalan. [Online]. Diakses dari: http://arifs.staff.ugm.ac.id?mypaper/penelusuran_informasi.doc.
Sutisna, O. (1989). Adiministrasi Pendidikan Dasar Teoretis untuk Praktek Profesional. Bandung: Angkasa.
Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.


EmoticonEmoticon