Monday, 21 November 2016

Sosiologi Pendidikan



Sosiologi Pendidikan
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

sosiologi pendidikan

Istilah sosiologi pertama kali dicetuskan oleh seorang filsuf asal Perancis bernama Auguste Comte (1842) dalam bukunya “Cours de la Philosovie Positive”. Pada bukunya beliau mengemukakan istilah sosiologi menjadi dua bagian, yakni:
1. Sosiologi statis yang mempelajari hukum-hukum yang menjadi dasar keberadaan masyarakat.
2. Sosiologi dinamis yang mempelajari perubahan masyarakat.
Secara bahasa sosiologi berasal dari bahasa Latin yakni socius yang berarti teman atau kawan dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Maka, sosiologi adalah ilmu tentang cara berteman atau berkawan yang baik atau diartikan sebagai cara bergaul di masyarakat. Sedangkan menurut P. J. Bouman (dalam Elisanti, 2009, hlm. 5) “sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan sosial antar sesama manusia (individu-individu), antar individu dengan kelompok, sifat dan perubahan-perubahan, lembaga-lembaga, serta ide-ide sosial”. Selanjutnya menurut Roucek dan Waren (dalam Abu Ahmadi, 2007, hlm. 4) “sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok sosial. Selain itu, Anthony Giddnes (dalam Ary Gunawan, 2000, hlm. 5) menyatakan bahwa “sosiologi adalah studi tentang kehidupan sosial manusia, kelompok-kelompok manusia dan masyarakat”.
Berdasarkan beberapa definisi tersebut dapat ditarik garis besar bahwa sosiologi merupakan ilmu tentang struktur sosial, proses sosial, perilaku sosial, dan sistem sosial.
Masyarakat merupakan sekelompok individu yang memiliki hubungan, kepentingan bersama, dan budaya. Ilmu sosiologi ini hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia. Untuk itu “secara luas sosiologi mempelajari masyarakat sebagai kompleks kekuatan, hubungan, jaringan interaksi, serta sebagai kompleks lembaga/penata” (Abu Ahmadi, 2007, hlm. 2).
Ruang lingkup kajian sosiologi lebih luas dari ilmu sosial lainnya. Hal ini karena ruang lingkup sosiologi mencakup semua interaksi sosial yang berlangsung antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok dalam lingkungan masyarakat. Berikut ruang lingkup kajian sosiologi, antara lain:
1. Ekonomi beserta kegiatan usahanya secara prinsipal yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan penggunaan sumber-sumber kekayaan alam.
2. Masalah manajemen yakni pihak-pihak yang membuat kajian, berkaitan dengan apa yang dialami.
3. Persoalan sejarah yakni berhubungan dengan catatan kronologis, misalnya usaha kegiatan manusia beserta prestasinya yang tercatat, dan sebagainya.
Secara garis besar sosiologi terdiri dari sosiologi murni dan sosiologi terapan. Sosiologi murni selalu melakukan sesuatu penyelidikan untuk ilmu pengetahuan tanpa memikirkan bagaimana akhirnya ilmu pengetahuan itu dipergunakan. Sedangkan sosiologi terapan hanya mengandalkan ilmu pengetahuan yang telah dikumpulkan oleh sosiologi murni dengan harapan dapat menggunakan ilmu pengetahuan tersebut membantu memecahkan permasalahan sosial.
Sosiologi pendidikan termasuk ke dalam sosiologi terapan karena berorientasi pada interaksi edukatif antara individu dan kelompok pada masyarakat dalam rangka mengatasi atau menanggulangi berbagai persoalaan edukatif. Misalnya, kenakalan remaja, masalah keluarga, dan lain sebagainya.
Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan telah memiliki lapangan penyelidikan, sudut pandang, metode, dan susunan pengetahuan yang jelas. Obyek penelitiannya adalah tingkah laku manusia dan kelompok. Sudut pandangnya memandang hakikat masyarakat, kebudayaan, dan individu secara ilmiah. Sedangkan susunan pengetahuannya terdiri dari konsep-konsep dan prinsip-prinsip mengenai kehidupan kelompok sosial, kebudayaan, dan perkembangan pribadi.
Obyek penelitian sosiologi pendidikan adalah tingkah laku sosial, yakni tingkah laku manusia dan institusi sosial yang terkait dengan pendidikan. Tingkah laku itu hanya dapat dimengerti dari tujuan, cita-cita, atau nilai-nilai yang dikejar. Sosiologi pendidikan berbicara tentang pandangan kelas, sekolah, keluarga, masyarakat, kelompok-kelompok masyarakat, dan sebagainya.

Referensi
Ahmadi, A. (2007). Sosiologi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Elisanti (2009). Sosiologi I. Jakarta: Pusat Perbukuan Pendidikan Nasional.
Gunawan, A. (2000). Sosiologi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.


EmoticonEmoticon