Tuesday, 17 January 2017

Taksonomi Bloom


Taksonomi Bloom
Karya: Siti Putri Indriani
 
taksonomi bloom

            Taksonomi diambil dari bahasa Yunani yaitu “tassein” yang berarti untuk mengelompokkan dan “nomos” yang berarti aturan. Taksonomi dapat diartikan sebagai klasifikasi atau pengelompokkan berdasarkan tingkatan tertentu. Suatu hal berada pada tingkatan paling tinggi menandakan hal tersebut bersifat lebih umum, sedangkan jika berada pada tingkatan paling rendah berarti bersifat khusus. Dalam pendidikan taksonomi digunakan pada berbagai hal pembelajaran yaitu dalam proses, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Taksonomi ini pertama kali dicetuskan oleh Dr Benjamin S. Bloom pada tahun 1956, maka di kenal dengan nama Taksonomi Bloom. Bloom, lahir pada tanggal 21 Februari 1913 di Lansford, Pennsylvania dan berhasil meraih doktor di bidang pendidikan dari The University of Chicago pada tahun 1942. Ia dikenal sebagai konsultan dan aktivis internasonal di bidang pendidikan dan berhasil membuat perubahan besar dalam sistem pendidikan di India. Ia mendirikan the International Association for the Evaluation of Educational Achievement, the IEA dan mengembangkan the Measurement, Evaluation, and Statistical Analysis (MESA) program pada University of Chicago. Di akhir hayatnya, Bloom menjabat sebagai Chairman of Research and Development Committees of the College Entrance Examination Board dan The President of the American Educational Research Association. Ia meninggal pada 13 September 1999.
            The committee identified three domains of educational activities or learning (Bloom, et al. 1956) artinya diidentifikasi terdapat tiga domain kegiatan pendidikan atau pembelajaran, yaitu:
1.       Cognitive: mental skills (knowledge)
The cognitive domain involves knowledge and the development of intellectual skills (Bloom, 1956) artinya domain kognitif melibatkan berbagai pengetahuan dan pengembangan keterampilan intelektual.
Ranah kognitif ini terdiri atas enam level, yaitu: (1) knowledge (pengetahuan), (2) comprehension (pemahaman atau persepsi), (3) application (penerapan), (4) analysis (penguraian atau penjabaran), (5) synthesis (pemaduan), dan (6) evaluation (penilaian). BSNP 2006 menjabarkan kata kerja ranah kognitif untuk memahaminya lebih lanjut, dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
No
Kategori
Pengetahuan
Kata kerja kunci
1
Pengetahuan
Kemampuan mengingat kembali (recall) mengenai sesuatu yang sebelumnya telah diketahui.
Contoh: menyebutkan ciri-ciri makhluk hidup
Mengutip, Menyebutkan, Menjelaskan, Menggambar, Membilang, Mengidentifikasi, Mendaftar, Menunjukkan,Memberi label, Memberi indeks, Memasangkan, Menamai, Menandai, Membaca, Menyadari, Menghafal, Meniru, Mencatat, Mengulang, Mereproduksi, Meninjau, Memilih, Menyatakan, Mempelajari, Mentabulasi, Memberi kode, Menelusuri, Menulis.
2
Pemahaman
Kemampuan memahami sesuatu yang telah diketahuinya dan akhirnya dapat dijelaskan dengan rinci.
Contoh: Menjelaskan fungsi bagian tubuh manusia
Memperkirakan, Menjelaskan, Mengkategorikan, Mencirikan, Merinci, Mengasosiasikan, Membandingkan, Menghitung, Mengkontraskan,Mengubah, Mempertahankan, Menguraikan, Menjalin, Membedakan, Mendiskusikan,Menggali, Mencontohkan, Menerangkan, Mengemukakan, Mempolakan, Memperluas, Menyimpulkan Meramalkan, Merangkum, Menjabarkan.
3
Penerapan
Kemampuan menggunakan konsep yang telah dipelajari dalam praktek atau situasi yang baru dan lebih konkret.
Contoh: Menggunakan cara perkalian untuk menghitung jumlah kursi di kelas.
Menugaskan, Mengurutkan, Menentukan, Menerapkan, Menyesuaikan, Mengkalkulasi, Memodifikasi, Mengklasifikasi, Menghitung, Membangun, Membiasakan, Mencegah, Menentukan, Menggambarkan, Menggunakan, Menilai, Melatih,
Menggali, Mengemukakan, Mengadaptasi, Menyelidiki, Mengoperasikan, Mempersoalkan, Mengkonsepkan, Melaksanakan, Meramalkan, Memproduksi, Memproses,Mengaitkan, Menyusun,Mensimulasikan, Memecahkan,Melakukan, Mentabulasi,Memproses,Meramalkan.
4
Analisis
Kemampuan menguraikan sesuatu menurut bagian-bagian yang lebih kecil dan memahami hubungan antar faktor yang mempengaruhinya.
Contoh: Menganalisis terjadinya banjir.
Menganalisis, Mengaudit, Memecahkan, Menegaskan, Mendeteksi, Mendiagnosis Menyeleksi, Merinci, Menominasikan, Mendiagramkan, Megkorelasikan, Merasionalkan, Menguji, Mencerahkan, Menjelajah, Membagankan, Menyimpulkan, Menemukan, Menelaah, Memaksimalkan, Memerintahkan, Mengedit, Mengaitkan, Memilih Mengukur, Melatih, Mentransfer.
5
Sintesis
Kemampuan merangkai atau meyusun kembali komponen-komponen dalam rangka menciptakan arti/pemahaman/struktur baru.
Contoh: Mengkategorikan hewan karnivora, herbivora, dan omnivora.
Mengabstraksi, Mengatur, Menganimasi, Mengumpulkan, Mengkategorikan, Mengkode, Mengombinasikan, Menyusun, Mengarang, Membangun, Menanggulangi, Menghubungkan, Menciptakan, Mengkreasikan, Mengoreksi, Merancang, Merencanakan, Mendikte, Meningkatkan, Memperjelas, Memfasilitasi, Membentuk, Merumuskan, Menggeneralisasi, Menggabungkan, Memadukan, Membatas, Mereparasi, Menampilkan, Menyiapkan, Memproduksi, Merangkum
Merekonstruksi.
6
Evaluasi
Kemampuan menilai dan mengukur sesuatu berdasarkan norma, acuan, atau krteria.
Contoh: Membandingkan pertumbuhan tanaman yang di simpan pada tempat gelap dan tersinari cahaya matahari.
Membandingkan, Menyimpulkan, Menilai, Mengarahkan, Mengkritik, Menimbang, Memutuskan, Memisahkan, Memprediksi, Memperjelas, Menugaskan, Menafsirkan, Mempertahankan, Memerinci, Mengukur, Merangkum, Membuktikan, Memvalidasi, Mengetes, Mendukung, Memilih, Memproyeksikan


2.       Affective: growth in feelings or emotional areas (attitude or self)
Ranah afektif yaitu sikap yang mencakup segala hal berkaitan dengan perasaan atau emosi,misalnya minat, semangat, penghargaan dan lain sebagainya. Menurut Bloom (1956) klasifikasi tujuan domain afektif terbagi menjadi lima kategori. Penjelasan lebih lanjut dapat dilihat pada tabel.
No
Kategori
Penjelasan
Kata kerja kunci
1
Penerimaan
Kemampuan untuk menunjukan perhatian dan memberikan respon terhadap stimulus yang diberikan.
Contoh: Menjawab pertanyaan guru secara langsung.
menanyakan, mengikuti, memberi, menahan/mengendalikan diri, mengidentifikasi, memperhatikan, menjawab.
2
Responsif
Kemampuan berpartisipasi aktif
dalam pembelajaran dan tertarik untuk melakukannya.
Contoh: Menceritakan gambar yang telah dibuatnya di depan kelas.
Membantu, mentaati, memenuhi,
menyetujui, mendiskusikan, melakukan, memilih, menyajikan, mempresentasikan, melaporkan, menceritakan, menulis, menginterpretasikan, menyelesaikan,
mempraktekkan.
3
Penilaian atau penentuan hasil
Kemampuan menunjukkan nilai
yang dianut untuk membedakan
mana yang baik dan kurang baik
terhadap suatu objek
dan nilai tersebut diekspresikan
dalam perilaku.
Contoh: Memenuhi tugas yang diberikan guru.
Menunjukkan, mendemonstrasikan, memilih, membedakan, mengikuti, meminta, memenuhi, menjelaskan, membentuk, berinisiatif, melaksanakan, memprakarsai, menjustifikasi, mengusulkan, melaporkan,
menginterpretasikan, membenarkan,
menolak, menyatakan / mempertahankan
pendapat.
4
Organisasi
Kemampuan membentuk sistem nilai dan budaya organisasi dengan mengharmonisasikan
perbedaan nilai.
Contoh: Mentaati aturan sekolah.
Mentaati, mematuhi, merancang, mengatur, mengidentifikasikan, mengkombinasikan, mengorganisisr, merumuskan, menyamakan,
mempertahankan, menghubungkan,
mengintegrasikan, menjelaskan, mengaitkan, menggabungkan, memperbaiki, menyepakati,
menyusun, menyempurnakan, menyatukan pendapat, menyesuaikan, melengkapi, membandingkan, memodifikasi.
5
Karakterisasi
Kemampuan mengendalikan
perilaku berdasarkan nilai yang
dianut dan memperbaiki
hubungan pribadi dan sosial.
Contoh: Menunjukan sikap saling membantu dengan teman.

Melakukan, melaksanakan, memperlihatkan, membedakan, memisahkan, menunjukkan,
mempengaruhi, mendengarkan, memodifikasi, mempraktikkan, mengusulkan, merevisi, memperbaiki, membatasi, mempertanyakan,
mempersoalkan, menyatakan, bertindak,
Membuktikan, mempertimbangkan.
                                                     

3.       Psychomotor: manual or physical skills (skills)
Ranah psikomotor meliputi gerakan atau yang sering kita dengar adalah keterampilan. Menurut Bloom (1956) klasifikasi tujuan psikomotor terbagi lima kategori, yaitu:
No
Kategori
Penjelasan
Kata kerja kunci
1
Imitasi (Peniruan)
Kemampuan meniru tindakan yang ditujukkan orang lain.
Contoh: Mengamati guru yang sedang menari kemudian siswa harus menirunya.
Meniru, mengikuti, merepleksi, mengulangi.
2
Manipulasi
Kemampuan mengembangkan keterampilannya dengan mengikuti arahan, gerakan-gerakan pilihan melalui latihan.
Contoh: Menciptakan tarian baru sesuai dengan konsep yang telah diberikan guru.
Menciptakan kembali, membangun, menunjukkan, melaksanakan, mengimplementasikan.
3
Presisi
Melakukan keterampilan mandiri,tanpa bantuan orang lain.
Contoh: Mendemonstasikan cara penjernihan air di depan kelas.
Mendemonstasikan, melengkapi, mempertunjukkan, menyempurnakan, mengkalibrasi, mengontrol.
4
Artikulasi
Mengadaptasi dan mengintegrasikan keahlian.
Contoh: Memecahkan cara cepat perkalian 3 angka.
Mengkontruksikan, memecahkan, mengkombinasikan, mengkoordinasikan, mengintegrasikan, mengadaptasi, mengembangkan, memformulasikan.
5
Naturalisasi
Melakukan kegiatan aktivitas sesuai dengan tingkat keterampilan yang telah dimiliki.
Contoh: Merancang cara membuat kerajinan tangan dari barang bekas.
Merancang, menspesifikasi, mengelola.

Daftar Pustaka

Bloom, B. S. (Ed.). Engelhart, M.D., Furst, E. J., Hill, W. H., Krathwohl, D. R. (1956). Taxonomy of Educational Objecyive, Handbook I: The Cognitive Domain. New York: David MCKay Co Inc.
Badan Standar Nasional Pendidikan Tahun 2006.


EmoticonEmoticon